hasil diskusi kelompok i

Report
Science. Innovation. Networks
www.litbang.deptan.go.id
OUTLINE
I.
CAPAIAN KINERJA KEGIATAN
UTAMA DAN KINERJA
ANGGARAN TA 2012
II. KEGIATAN TEROBOSAN TA. 2013
PUSLITBANG HORTIKULTURA
III. EVALUASI KEGIATAN
LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP
IV. GRAND DESIGN DAN IKU 2015 2019
Science. Innovation. Networks
www.litbang.deptan.go.id
KOMODITAS
1
CAPAIAN
%
CAPAIAN
SAYURAN
a. G0 kentang
45.000 G0
47.000 G0
104%
b. Benih Sumber Bwg Merah dan
Sayuran lain
30.000 Kg
47.148 Kg
160,5%
33.000 batang
34.800 batang
105%
a. Anggrek dan Tanaman Hias Lain
3.100 planlet
37.470 planlet
1.208%
b. Krisan
250.000 setek
505.048 setek
202%
a. Benih Sumber Jeruk dan Buah
Subtropika
4.000 BF dan
BPMT Jeruk
6.851 BF dan BPMT
Jeruk
171%
b. Benih Batang Atas dan Batang
Bawah Hasil SE
500.000 planlet
15.000 planlet dan
50.000 embrio
13% *
2
BUAH TROPIKA
3
TANAMAN HIAS
4
TARGET
JERUK DAN BUAH SUBTROPIKA
Science. Innovation. Networks
www.litbang.deptan.go.id
Teknologi produksi benih TSS mendukung ketersediaan
benih bawang merah
Kegiatan
Penelitian
Terobosan
2013-2014
Penyediaan Benih Sumber (BS) dan VUB Buah Tropika,
Sayuran (kel. Brassica), Florikultura (krisan, anggrek,mawar)
Teknologi terpadu untuk meningkatkan kuantitas dan
kualitas produksi mangga, manggis, dan pisang
Rekomendasi Kebijakan Pengembangan Agribisnis
Hortikultura (Model Kawasan, Sistem Perbenihan Horti)
2013 -2014
PERIODE
PENTING
UNTUK
PENYELESAIAN
TARGET
RENSTRA
Teknologi haploid (Lili dan Anyelir) dan kultur meristem
phalaenopsis
Perbenihan hortikultura melalui teknologi
Somatic Embriogenesis (Khususnya Jeruk)
Perakitan Varietas Unggul Jeruk Seedless/Berbiji sedikit,
Warna Kulit Menarik dan Rasa Manis
Revitalisasi pengelolaan plasma nutfah
Penyusunan buku tematik
hortikultura: Profil/Ensiklopedia
Buah Nusantara dan Ensiklopedia
Bunga Tropika Indonesia
Pengembangan varietas
sayuran di 10-12 provinsi ,
buah tropika di 10 provinsi,
tanaman hias di 9 provinsi
dan jeruk di 8 provinsi.
Bersama Ditjen Hortikultura
menyelenggarakan Koordinasi
lintas sektor untuk PKAH dan
Ekspose Capaian PKAH atau
DPKAH
Percepatan Diseminasi
Text
Varietas Cabai Dengan
Partisipasi Petani Pada
Beberapa Sentra Produksi
Cabai di Indonesia
Ekspose teknologi
inovasi buah tropika
Konsorsium
Hortikultura,
Jejaring, UPBS
Kegiatan Terobosan 1 : VUB Pengembangan Teknologi
Budidaya Bawang dengan TSS
NO
4
5
6
10
11
12
Galur
TSS-28-S4
TSS-1-S4
TSS-5-S4
TS-KL80-S3
TS-ML-S3
TUK-TUK
Lokasi Pengujian
Brebes
Tegal
10.24 ab
17.50 bcd
11.29 a
20.04 ab
9.05 abc
17.73 bcd
11.48 a
21.35 a
10.94 a
13.53 cd
11.32 a
15.94 bcd
Analisis Usaha Tani Produksi Benih TSS :
Apabila biaya produksinya antara 1-1,5
juta per kg. Jika lebih dari itu, maka
penjualan TSS kepada petani akan terlalu
mahal
Teknologi
Produksi Benih
TSS
Konsep
Perbenihan
TSS :
Penangkar
umbi mini
Pengembangan : Sumut, Sumbar, Sumsel, Jatim
LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP 2010-2012 : KENTANG
KEBIJAKAN
LITBANG PERTANIAN
BP2TP
BPTP PROPINSI
KAWASAN
KENTANG
DIRJEN HORTIKULTURA
PUSLITBANGHORT
DIREKTORAT BENIH
HORTIKULTURA
BALITSA
LISENSI /
ADVOKASI
KEMITRAAN
PENANGKAR PETANI
PETANI
PEMDA PROPINSI
KAWASAN
BPSB
JARINGAN LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP KRISAN
DITJEN P2HP
DITJEN
HORTIKULTURA
koordinasi
BADAN SDM
3 BPTP
memiliki UPBS
KRISAN
BADAN LITBANG PERTANIAN
KEBIJAKAN
PUSLITBANG
HORTIKULTURA
koordinasi
koordinasi
PUSLIT/PUSLITBANG
/ BB TERKAIT
sinergisme
Kebijakan, koordinasi,
monev
BB P2TP
Kebijakan, koordinasi, monev
koordinasi
Demplot/komersialisasi
Balithi
• Inovasi
•Pelatihan
•Penyediaan BS,
FS, biopestisida,
pupuk
•Air
•Alsin
•Pra dan
pascapanen
•pemasaran
DITJEN PSP
BADAN KARANTINA PERTANIAN
dukungan
KELOMPOK
TANI/SWASTA
12 BPTP
Supervisi dan koordinasi
koordinasi
Pengkajian
Sekolah Lapang
(SL):
•Demplot
•Materi penyuluhan
•Pendampingan
teknologi dan
kelembagaan
•Pelatihan
koordinasi
KELOMPOK TANI/SWASTA
KELOMPOK TANI/SWASTA
KAWASAN AGRIBISNIS KRISAN
Wilayah Kerja Dinas Pertanian
LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP 2013 - 2014
•
•
Pada tahun 2013 :
– Dukungan inovasi dalam pengembangan kawasan agribisnis florikultura
di soropadan (jawa tengah), Sleman dan Kulon Progo (DIY) dan Malino
(Sulawesi Selatan), Pagar Alam -sumatra selatan, Tomohon, dan
Tabanan, Badung, Gianyar, Karangasem – Bali;
– Dukungan inovasi dalam pengembangan kawasan agribisnis anggrek di
simalem -sumatra utara, karanganyar jawa tengah dan PT ekakarya
graha.
Pada tahun 2014 :
– Dukungan inovasi dalam dukungan inovasi dalam pengembangan
agribisnis krisan di Jambi, Bengkulu, Bantaeng, Palu Sulawesi Tengah,
– Lanjutan dukungan inovasi dalam pengembangan agribisnis anggrek di
karanganyar, simalem dan ekakarya graha.
PERTANIAN -- HORTIKULTURA
BIOBASED ECONOMY
Penyediaan Pangan
Penyediaan Energy
Keberlanjutan lingkungan
Memerlukan pendekatan multidisiplin, keg penelitian dan
pengembangan scr holistik
PENGUATAN
LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP
SEMUA STAKEHOLDERS
TERKAIT
Sumber: Prastowo, 2013
VISI
Menjadi lembaga litbang hortikultura berkelas dunia
pada tahun 2035 untuk menghela terwujudnya
bioindustri hortikultura yang berdaya saing global,
berkelanjutan, dan berbasis sumberdaya lokal
MISI
1.
Membangun litbang hortikultura berkelas dunia yang menjadi referensi bagi
penyelesaian masalah dalam pembangunan subsektor hortikultura yang berdaya
saing global;
2.
Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumberdaya penelitian hortikultura dan
memanfaatkannya secara efisien, efektif dan akuntabel untuk mewujudkan kinerja
litbang berkelas dunia;
3.
Menghasilkan invensi dan mengembangkan inovasi terobosan serta mendukung
penyediaan logistik inovasi di lapangan agar mudah diakses oleh para pengguna
untuk mendukung pengembangan subsektor hortikultura;
4.
Menerapkan corporate management dalam penatakelolaan penyelenggaraan litbang
hortikultura berkelas dunia dan menerapkan paradigma scientific recognition dan
impact recognition;
5.
Mengembangkan jaringan kerjasama nasional melalui penguatan
LITKAJIBANGLUHRAP dan kerjasama internasional menuju peningkatan kompetensi
agar mampu menghasilkan terobosan inovasi guna menjawab permasalahan dalam
pengembangan industri hortikultura nasional.
SASARAN
1.
Terbangunnya sarana dan prasarana fisik yang mampu mendukung tercapainya kinerja
litbang hortikultura berkelas dunia yang menghela terwujudnya bioindustri hortikultura
(disesuaikan dengan visi);
2.
Ditetapkannya program litbang hortikultura yang bersifat responsif dan antisipatif
terhadap penanganan permasalahan di lapangan sesuai kebutuhan
3.
Dihasilkannya invensi dan berkembangnya inovasi berkualifikasi internasional untuk
menghela terwujudnya bioindustri hortikultura yang berdaya saing global,
berkelanjutan, dan berbasis sumberdaya lokal
4.
Terkelolanya dan berkembangnya potensi sumberdaya litbang hortikultura;
5.
Terdiseminasi dan teradopsinya inovasi secara efektif melalui penerapan jaringan
LITKAJIBANGLUHRAP dan pelaksanaan pengembangan inovasi melalui pendekatan
SDMC;
6.
Meningkatnya publisitas kelembagaan litbang hortikultura sebagai learning organization
dan menerapkan corporate management untuk mewujudkan pelayanan prima;
7.
Tercapainya critical mass dan terbinanya tenaga SDM kompeten dan terjaminnya
pembiayaan dalam rangka meningkatkan kualitas output yang berstandar global secara
berkelanjutan;
8.
Terbangunnya jaringan kerjasama IPTEK hortikultura nasional dan internasional.
ROADMAP PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN HIAS
TAHAPAN KEGIATAN
Pasar
2015
2016
Uji pemasaran
2017
2018
Pasar domestik
2019
Pasar
Internasional
Produk
Benih unggul bermutu, agroinput, rekomendasi teknologi
Teknologi
Hibridisasi, mutasi, seleksi, Teknik propagasi , tekonologi budidaya,
teknologi pasca panen, alsin
Rekayasa alsintan, fertigasi, desain rumah kaca
Sortasi, grading, packaging, pulsing holding
Penelitian dan
Pengembangan
Modifikasi lingkungan, aplikasi agroinput, media tanam
Koleksi, identifikasi, efikasi, formulasi biopestisida
Propagasi in vitro dan in vivo
Hibridisasi, mutasi, dan seleksi
Koleksi, karakterisasi, dokumentasi, dan utilisasi plasma nutfah
Analisis Dasar Penyusunan Renstra
2015-2019
Renstra/IKU
2015-2019
Logframe
Kebutuhan akan
Inovasi
Tantangan
Pembangunan
Analisis Kualitas
Analisis Relevansi
Analisis Produktivitas
Analisis
Keberlanjutan
Impact
Tujuan
Analisis Outcome
Outcome
Analisis Efektivitas
Analisis Input
Input
Analisis Keberlanjutan
Analisis Utilitas
Output
Analisis Output
Pelaksanaan
Analisis Efisiensi
PENYUSUNAN IKU RENSTRA 2015 - 2019
2013-2014
Indikator Kinerja Utama
1. Varietas Unggul Baru (VUB)
tanaman hortikultura yang
diminati konsumen
2. Jumlah benih sumber :
- Benih sumber (G0)
kentang
- Benih sumber bawang
merah dan sayuran
potensial
- Benih sumber anggrek
dan tanaman hias lain
- Benih sumber krisan
- Benih sumber buah
tropika, jeruk dan buah
subtropika
- Benih batang bawah dan
batang atas hasil
perbanyakan SE
3. Inovasi teknologi budidaya
produksi hortikultura
ramah lingkungan
DISEMINASI
2015-2019
Indikator Kinerja Utama
ANALISIS RELEVANSI DAN
ANALISIS INPUT
ANALISIS EFISIENSI DAN
OUTPUT
ANALISIS EFEKTIFITAS,
UTILITAS, KEBERLANJUTAN
ANALISIS PRODUKTIFITAS
DAN KUALITAS
ANALISIS KEBERLANJUTAN
BASELINE STUDY DAN
EVALUASI KINERJA
1. Varietas Unggul Baru (VUB) tanaman
hortikultura yang diminati konsumen
2. Ketersediaan Benih sumber dan Sistem
Perbenihan
- Benih sumber (G0) kentang, Benih
sumber bawang merah dan sayuran
potensial, benih sumber anggrek dan
tanaman hias lain, Benih sumber krisan,
Benih sumber buah tropika, jeruk dan
buah subtropika
3. Plasma Nutfah yang Terkonservasi dan
Terkarakterisasi
4. Inovasi teknologi budidaya produksi
hortikultura ramah lingkungan
4. Inovasi Teknologi Penanganan Pasca Panen
untuk Komoditas Unggulan Hortikultura
5. Diseminasi dan Rekomendasi Anjak
6. Koordinasi dan Sinkronisasi mendukung
Litkajibang diklatluhrap, Konsorsium,
pengembangan kawasan
7. Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi
sumber daya dan manajemen
Baseline Study dan Evaluasi Kinerja
2010 - 2014
Visi, Misi
Tujuan,
Sasaran
LESSONS LEARNED
(PROBLEMS AND SOLUTIONS
Kondisi
dan
Evaluasi
Lingstra
Baseline
Study dan
Evaluasi Kinerja
Capaian IKU
penelitian
& Diseminasi
Kondisi
dan
Evaluasi
Anggaran
SDM, & Sarpras
Science. Innovation. Networks
www.litbang.deptan.go.id
Evaluasi Outcome dan Analisis Potensi Dampak
Teknologi Unggulan Puslitbang Hortikultura
Inventarisasi
Teknologi Unggulan
Horti 5 Tahun
terakhir
Menganalisis
sebaran teknologi
unggulan dan
menghimpun
feedback
Evaluasi Outcome
dan Analisis Potensi
Dampak
Menganalisis
potensi dampak
teknologi
unggulan
hortikultura
Mengevaluasi outcome
atau adopsi teknologi
unggulan hortikultura
dan umpan balik
Science. Innovation. Networks
www.litbang.deptan.go.id
Capaian Indikator Kerja Utama (IKU)
Uraian IKU
Capaian IKU
Jumlah
Teknologi
Budidaya
Produksi
Hortikultura
Ramah
Lingkungan
2010
100 %
5 Teknologi :
a. Teknik SE dengan
regenerasi 60%
b. Teknik produksi benih
TSS
c. Pengelolaan Tanaman
Terpadu bawang merah di
sentra produksi bawang
merah
d. Teknik pengendalian OPT
dan budidaya kentang
DTM yang ramah
lingkungan
e. Komponen teknologi
terpadu komoditas tomat
2011
100 %
4 Teknologi :
a. Teknologi produksi
untuk meningkatkan
kuantitas dan kualitas
umbi bawang merah
b. Teknologi produksi
benih bawang merah
melalui TSS.
c. Mikroba potensial
terseleksi untuk
pembuatan pupuk
majemuk hayati
d. Komponen teknologi
penyediaan benih klon
kentang toleran suhu
panas.
2012
100 %
3 Teknologi :
a. Teknologi
Pengendalian OPT
pada budidaya
kentang toleran suhu
panas,
b. Teknik Penyimpanan
Untuk mencegah
peningkatan kadar
gula
c. Teknolohi produksi
cabai merah dengan
menggunakan
“netting house”
Distribusi benih sumber melalui UPBS
2010
Komoditas
Bawang
Merah
Kentang
Sayuran
Potensial *
2011
2012
BPTP
Diperta
BPTP
Diperta
BPTP
Diperta
3
1
4
3
27
21
3
3
5
3
3
3
10
7
24
22
29
5
*) Cabai, Tomat, Bayam,Caisim, Mentimun, Buncis Rambat, Buncis
Tegak,Kangkung, Kacang Panjang
Teknologi Perbenihan kentang
• In vitro Planlet  Benih Pemulia (Lab.)

• Micro/mini tuber (G0) Benih Pemulia
(Rumah kaca)

• Ubi Generasi 1 (G1-G2) Benih Dasar(R.
kaca /Lap terisolir )

• Ubi Generasi 3 (G3) Benih pokok (Lap
terisolir)

• Ubi Generasi 4 (G4) Benih sebar (Lap
terisolir)
Peran
pemerintah
Peran
swasta
Perakitan Bawang Merah Toleran Musim Hujan
Summary
Objectively verifiable
indicators
Verification
me thods
Impact
Peningkatan
pendapatan petani
bawang merah,
terutama pada musim
hujan di jawa Barat
Pendapatan petani bawang merah
meningkat 10% dan ketersediaan
konsumsi bawang mersah meningkat
5% dari tahun dasar
Data statistik
BPS
Outcome
Petani di Jawa Barat
mengadopsi VUB
toleran musim hujan

3 galur bawang merah toleran
musim hujan, fusarium dan
berwarna merah
3 calon VUB bawang merah
toleran musim hujan, fusarium
dan berwarna merah
Tersedia benih penjenis 3
varietas unggul baru bawang
merah
Laporan akhir
(outcome)
Sistem
produksi
bawang of
seasen
berkembang
dengan baik
Output
VUB bawang merah
toleran musim hujan
dan disukai petani
Laporan
penelitian,
publikasi
Sumber
genetik dan
Saprodi
tersedia
Proposal,
Laporan monev
Aplikasi
metodologi
yang tepat
Actvities
1.
2.
Hibridisasi, Seleksi
dan uji daya hasil
bawang merah
Uji keunggulan
bawang merah
toleran musim
6 personel peneliti
4 teknisi
 Anggaran Rp. 650.000.000

26
Important
assumption
Perakitan Bawang Putih Sumber Daya Lokal
Summary
Objectively verifiable
indicators
Verification
me thods
Impact
Peningkatan
pendapatan petani
bawang putih di Pulau
Jawa
Pendapatan petani bawang putih
meningkat 10% dan ketersediaan
bawang putih untuk industrial
meningkat 15% dari tahun dasar
Data statistik
BPS
Outcome
Petani di dataran tinggi
Pulau Jawa
mengadopsi VUB
bawang putih

3 galur bawang putih lokal
produksi cukup tinggi
1 calon VUB bawang putih lokal
hasil pemurnian dengan
produksi cukup tinggi
>Tersedia benih penjenis 1
varietas unggul baru bawang
putih
Laporan akhir
(outcome)
Secmen pasar
spesivic
tersedia
Areal
Pengembangan
melalui KRPL
berjalan
dengan baik
Output
•
Laporan
penelitian,
publikasi
Sumber
genetik lokal
dan Saprodi
tersedia
Activities
1.
Proposal,
Laporan monev
Aplikasi
metodologi
yang tepat
VUB bawang putih
hasil pemurnian
dengan produksi
cukup tinggi
•Benih bawang putih
bermutu tinggi
2.
Koleksi, Seleksi
pumurnian bawang
putih
Uji kebenaran dan
daya hasil bawang
putih
5 personel peneliti
 3 teknisi
 Anggaran Rp. 500.000.000

27
Important
assumption
Varietas unggul nasional : 29 varietas
Komoditas
∑ var
Varietas
Status
pengmbngan
Pisang
4
Ketan 01, Raja Siem, Raja Kinalun, Kepok
Tanjung
Kaltim
Manggis
2
Ratu Kamang, Ratu Tembilahan
Riau
Mangga
11
Sala 250, Gajam 315, Manggasari 243,
Dugur 141, Marifta 01, Ken Layung, Kraton
119, Garifta gading, Garifta Kuning,
Garifta orange, Garifta Merah,
Pemda Kab
Pasuruan
Alpukat
3
Mega Murapi, Mega Paninggahan, Mega
Gagauan
Pemda Kab
Solok
Pepaya
1
Carindo, Merah Delima
Kab. Pelalawan,
Teluk Kuantan
Melon
4
Galuh, Kanaya, Carmelo, Indorif
Salak
2
Sari Intan 48, Sari Intan 541, Sari Kampar
Pemda Bintan
Aneka
komdtas
31
Melon, nenas, salak, mangga, pisang
Terdaftar pd
Pusat PVT
• Teknologi purigasi untuk meningkatkan persentase ukuran buah mangga
Arumanis-143 dan Gedong gincu
• Teknologi pemupukan kombinasi antara anorganik dan organik
• Teknologi pembuahan mangga off season
• Teknologi budidaya pisang
• teknologi perbaikan mutu buah sirsak.
• Teknologi top working
• Teknologi perbenihan sukun, sirsak, pepaya
• Teknologi pengendalian lalat buah ramah lingkungan,
• Teknologi pengendalian penggerek batang mangga,
• Pengendalian penyakit stem end rot pada mangga menggunakan kombinasi
aplikasi fungisida sintetk dan botani
• Teknologi pengendalian OPT mangga/manggis menggunakan minyak atsiri,
• Teknologi pengendalian getah kuning manggis,
• Teknologi pengendalian semut menggunakan umpan dan sereh wangi
• Teknologi pengendalian penyakit layu bakteri dan layu fusarium pada
tanaman pisang
• Memperpanjang masa simpan mangga melalui manajemen pendinginan
. PERAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN BUAH TROPIKA RAMAH
LINGKUNGAN DAN BERKESINAMBUNGAN
Summary
Objectively verifiable
Verificatio
indicators
n methods
Important
assumption
Impact
Peningkatan pendapatan
petani karena peningkatan
produksi akibat menerapkan
teknologi hasil penelitian
Peningkatan pendapatan petani
antara 10-20%
Data statistik
BPS
Penerapan/adop
si teknologi
dilakukan secara
lengkap
Sistem pasar
normal
Outcome
Teknologi budidaya di lahan
sub optimal dan arsitektur
tanaman buah yang
dimanfaatkan oleh petani
6 kelompok tani menerapkan
teknologi budidaya di lahan sub
optimal dan pembentukan
arsitekur tanaman buah
Laporan akhir
(outcome)
Teknologi hasil
penelitian
menunjukkan
produktifitas
tinggi dan
mudah diadopsi
Output
Teknologi pembentukan
arsitektur tanaman buah
sehingga mudah dikelola dan
produktif
Teknologi budidaya tanaman
buah pada lahan sub optimal
1 teknologi pembentukan
arsitektur tanaman buah
sehingga mudah dikelola dan
produktif
1 paket teknologi budidaya
tanaman buah di lahan sub
optimal
Laporan
penelitian,
publikasi
Kondisi
lingkungan
mendukung
20 personel peneliti
 18 teknisi
 Anggaran Rp. 2.000.000.000
Proposal,
Laporan
monev
Actvities
1.
2.
Perakitan teknologi
pembentukan arsitektur
tanaman buah
Perakitan teknologi

Keamanan data
terjamin
SDM tersedia
30
Alat dan bahan
tersedia
Penerapan
metode yang
pendahuluan
Succses story
administrasi
Lesson learn
revitalisasi
strategi
Prog.|kegiatan
Varietas unggul baru tanaman hias yang telah dilepas
periode tahun 2005 sampai dengan 2012
Krisan
Mawar
Gladiol
Spatoglortis
Anyelir
Lili
Costus
Alpinia
Anthurium
Phalaenopsis
Sedap malam
Tapeinochilus
Zingiber
Dendrobium
Jumlah
Varietas
22
4
11
7
4
14
1
4
7
14
1
2
1
10
2005
-
2006
-
Jumlah
102
-
-
No
Komoditas
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
2007
3
1
1
1
-
Tahun
2008
4
2
2
4
1
5
1
4
4
1
1
1
-
2009
12
4
1
3
-
2010
6
2
2
3
2
6
2
3
-
2011
10
10
2012
13
2
6
1
6
30
20
26
20
22
next
Teknologi Pengendalian OPT
Summary
Objectively verifiable
indicators
Verification
me thods
Impact
Berkembangnya industri
florikultura yang berdaya
saing yang didukung oleh
pengelolaan OPT utama
yang efektif dan efisien
Substitusi impor sebesar 10%
Peningkatan produksi, produktivitas
dan luas area tanaman hias
Peningkatan PDB industri florikultur
Data statistik
BPS
Outcome
Bertambahnya teknologi
pengendalian OPT utama
pada tanaman anggrek
dan krisan yang diadopsi
petani/pengusaha
5 petani/ pengusaha yang mengguna
teknologi pengendalian OPT secara
hayati
Laporan akhir
(outcome)
Aplikasi
pengendalian
OPT telah
tersedia
Output
teknologi pengendali
kumbang gajah,
sercospora, virus
untuk anggrek yang
efektif dan efisien,
pengendali karat ,
kutu bunga untuk
krisan
4 teknologi yang efektif dan efisien
dalam menanggulangi hama kumbang
gajah, penyakit yang disebabkan
sercospora, penyakit karat dan hama
kutu bunga
Laporan
penelitian,
publikasi
Materi
tersedia
Actvities
Isolasi dan identifikasi
agen hama pengakit ,
uji daya kendali,
formulasi

4 personel peneliti
3 teknisi
 Anggaran Rp.
Proposal,
Laporan monev
Aplikasi
metodologi
yang tepat
32
Important
assumption
Kegiatan Terobosan Litkajibangdiklatluhrap
Tahun 2013
UPBS:
1. Penguatan kelembagaan perbenihan melalui SMM ISO
9001:2008 dan sertifikasi produk ISO 17001:2010
2. Benih Sumber 5.200 batang.
3. Asistensi pengelolaan BPMT dan penangkaran benih
sebar berlabel biru di Jatim dam NTT
MATRIKS LOGICAL FRAMEWORK UPBS BALITJESTRO
Summary
Objectively verifiable indicators
Verification
methods
Important
assumption
Berkembangnyanya
sentra produksi jeruk
berdaya saing,
peningkatan
pendapatan petani
jeruk
Pendapatan petani jeruk meningkat
10%
Data statistik
Dinas Pertanian
Kabupaten/propi
nsi
Outcome
BF dan BPMT Jeruk di
lokasi Pengembangan
mengadopsi VUB
5 BPMT di 5 lokasi PKAJ
mengembangkan benih Sumber
Laporan akhir
(outcome),
LAKIP
Sistem
perbenihan
berkembang
dengan, benih
sebar tersedia
Output
Benih sumber Jeruk
Kelas BF dan BPMT
Tersedia minimal 5200 benih kelas
BPMT
Laporan
penelitian.
Benih Sumber
tersedia
20 personel UPBS
Anggaran Rp. 300.000.000
Proposal,
Laporan monev
Impact
Produksi benih sumber
jeruk kelas BPMT
Actvities
o
o
o
o
o
Proposal Final,
RAB, IKU telah
tersusun
Supporting
components
(bahan dan
alat) tersedia
sesuai rencana
Science. Innovation. Networks
www.litbang.deptan.go.id

similar documents