SISTEM AUDIT PHLN

Report
Sistem Audit External
Program PHLN
Safari Garden, 20 April l 2011
Perwakilan BPKP DKI Jakarta II
1
KONSEP INTERNAL AUDIT TERKINI :
Berfungsi:
 Membantu pimpinan Instansi
untuk
mengevaluasi
terusmenerus operasi instansi agar
efisien dan efektif.
 Berfungsi sebagai early warning
system bagi manajemen.
2
DASAR HUKUM BPKP:
3
 Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005.
 Peraturan Pemerintah RI No. 60 Tahun
2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern
Pemerintah.
 Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2011
tentang Percepatan Peningkatan Kualitas
Akuntabilitas Keuangan Negara.
 Permintaan Fihak Tertentu (Lenders).
Visi BPKP:
Auditor Presiden Yang Responsif,
Interaktif, dan Terpercaya, Untuk
Mewujudkan Akuntabilitas
Keuangan Negara Yg Berkualitas.
SLOGAN:
Menuju New BPKP.
4
Misi BPKP:
5
Menyelenggarakan Pengawasan Intern Terhadap
Akuntabilitas Keuangan Negara Yg Mendukung
Tata Kelola Kepemerintahan Yg Baik dan Bebas
KKN.
Membina Penyelenggaraan SPI Pemerintah.
Mengembangkan Kapasitas Pengawasan Intern
Pemerintah Yg Professional dan Kompeten
Menyelenggarakan Sistem Dukungan
Pengambilan Keputusan Yg Andal Bagi
Presiden/ Pemerintah.
Nilai-Nilai Luhur:
6
 Professional
 Integritas
 Orientasi Pengguna
 Nurani dan Akal Sehat
 Independen
 Professional.
Alamat:
Jln. Pramuka No. 33, Jaktim 13120.
Phone: 021-85910031.
LEMBAGA PENGAWASAN DI INDONESIA:
7
 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
 Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
(BPKP)
 Inspektorat Jendral (ITJEN)
 Inspektorat Provinsi.
 Inspektorat Kabupaten/ Kota .
LEMBAGA PENGAWASAN LAIN:
Komisi Pemberantasan Korupsi.
PERAN/ TUGAS BPKP:
8
Pengawasan Atas Kegiatan Bersifat Lintas Sektoral
Pengawasan Atas Kegiatan Kebendaharaan Umum
Negara
Kegiatan Pengawasan Lain Berdasarkan
Permintaan Dari Presiden.
Permintaan dari Pihak Tertentu (Lenders, dsb.)
Reviu Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.
Pembinaan Penyelenggaraan SPIP.
Peran Sebagai Pembina SPIP:
9
 Penyusunan
pedoman teknis
penyelenggaraan SPIP
 Sosialisasi SPIP
 Pendidikan dan pelatihan SPIP
 Pembimbingan dan konsultansi SPIP
 Peningkatan kompetensi auditor
aparat pengawasan intern
pemerintah.
Jenis Jasa Pengawasan Yg Dapat Dilakukan:
10
Audit
Reviu
Evaluasi
Investigasi
Perhitungan Kerugian Negara
Kegiatan Pengawasan Lainnya.
JENIS AUDIT UNTUK PROYEK PHLN:
11
Audit Keuangan
Audit Ketaatan
Audit Operasional
Audit Kinerja
Audit Investigasi
RIKTU
Perhitungan Kerugian Negara.
JENIS OPINI AUDIT KEUANGAN:
12
Wajar Tanpa Pengecualian .
Wajar Dengan Pengecualian.
Menolak Memberikan Pendapat .
Pendapat Tidak Wajar .
INPRES NO. 4 TAHUN
2011
13
TENTANG
PERCEPATAN
PENINGKATAN KUALITAS
AKUNTABILITAS
KEUANGAN NEGARA
1
Tatacara Penarikan Dana Pinjaman
dan Hibah Luar Negeri
14
Penarikan
pinjaman/hibah
luar
negeri
dapat dilaksanakan dengan cara:
 Pembukaan Letter of Credit (L/C);
 Pembayaran Langsung (Direct Payment);
 Rekening Khusus (Special Account);
 Penggantian
Pembiayaan
(Reimbursement).
Pendahuluan
Konsepsi Rekening Khusus
15
Satker/
KPA
SPM
KPPN
DANA
TALANGAN
Lender/
Donor
SP2D
REK.
KHUSUS
REK.
KHUSUS
KBI/
BANK
OPERASIONAL
Dit. PKN
DJPbn
Initial deposit
Pihak Ke-3/
Bendahara
Executing
Agency (PMU)
KONSEPSI PELAPORAN
KEUANGAN PROYEK:
16
 ANNUAL PLAN AND ACTUAL PROJECT
EXPENDITURES AND FINANCING
 CUMULATIVE PROJECT
EXPENDITURES AND FINANCING
 FINANCIAL STATEMENTS OF SPECIAL
ACCOUNTS (SOE).
Interim Financial Report
17
 Adalah
suatu bentuk laporan keuangan kegiatan/proyek yang
disusun secara berkala;
 Berisi permintaan kebutuhan dana selama 6 bulan ke depan dan
pertanggungjawaban penggunaan dana selama 3 bulan ke belakang
 Diharapkan proyek menghitung secara pasti jumlah kebutuhan
dananya
selama
6
bulan
ke
depan
dan
benar-benar
ada
pertanggungjawaban 3 bulan yang telah dipakai sehingga rekening
khususnya
tidak
pernah
kosong
penggunaan dana talangan pemerintah.
sekaligus
meminimalikan
Financial Monitoring Report
18
 Merupakan suatu mekanisme laporan triwulan yang dibuat untuk
membantu
PMU/Satker
dalam
mengelola
dan
memantau
kegiatan/proyek.
 FMR ini disusun dalam kerangka sistem manajemen keuangan yang
dapat diterima oleh Bank Dunia dan disampaikan dalam format yang
sudah ditentukan/ditetapkan, dan merupakan dasar bagi bank untuk
mengijinkan
penarikan
dan
pencairan
dana
pinjaman
kegiatan/proyek.
 FMR juga menjadi tolok ukur keberhasilan kegiatan/proyek.
oleh
Financial Statement of Special Account (FISSA)
19
Thd penggunaan reksus untuk masa 1 tahun anggaran, EA wajib menyusun laporan
keuangan yang selanjutnya disebut Financial Statement of Special Account (FISSA)
utk kepentingan audit keseluruhan pelaksanaan kegiatan oleh auditor.
Form FISSA 1 :
Rekonsiliasi penggunaan dana Reksus selama 1 tahun
anggaran
Form FISSA 2 :
Daftar SP2D yg belum direplenishment & sudah diajukan
namun belum di bayar PPHLN pada tahun anggaran berjalan
FISSA
Form FISSA 3 :
Rekapitulasi replenishment per kategori yg sudah dibayar/
diganti sebagian/seluruhnya oleh PPHLN selama 1 thn
anggaran
Form FISSA 4 :
Rekapitulasi reimbursement per kategori atas beban rekening
antara (dana talangan) selama 1 tahun anggaran
TUJUAN UMUM AUDIT:
20
1.
2.
3.
4.
5.
MEMBERIKAN SIMPULAN MENGENAI
KEWAJARAN PENYAJIAN LAPORAN
KEUANGAN PROYEK.
MEMBERIKAN PENILAIAN ATAS SISTEM
PENGENDALIAN INTERN.
MEMBERIKAN PENILAIAN ATAS KETAATAN
PADA NPPHLN.
MEMBERIKAN REKOMENDASI HASIL
PERBAIKAN.
PENILAIAN ATAS PENCAPAIAN TUJUAN
PROYEK DIKAITKAN DENGAN INDIKATOR
KINERJANYA
GARIS BESAR AUDIT ATAS KEWAJARAN
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PHLN:
21
PELAJARI LAPORAN KEUANGAN APAKAH SESUAI PEDOMAN
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN.
2.
UJI KESINAMBUNGAN ANGKA.
3.
BANDINGKAN ANGKA DI LAPORAN DENGAN CATATAN.
4.
LANJUT, BANDINGKAN DENGAN DOKUMEN SUMBER
5.
SAMPLE KEWAJARAN BUKTI. PERHATIKAN RESIKO AUDIT!
6.
IDENTIFIKASI PENYIMPANGAN (KESESUAIAN DENGAN
PERATURAN)
7.
EVALUASI KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN
KEUANGAN YG MEMPENGARUHI.
8.
MINTA REPRESENTATION LETTER!
9.
BUAT SIMPULAN AUDIT.
10. BUAT MANAGEMENT LETTER.
1.
PENILAIAN ATAS PROSES PENGENDALIAN
INTERN (INTERNAL CONTROL):
22
BANGUN
SPIP
PEMANTAUAN
RISK
CONTROL
ASSESS
MENT
ACTIVITI
ES
INFORMASI
DAN
KOMUNIKA
SI
(INFOKOM)
CONTROL ENVIRONMENT
1
PENYEBAB TEMUAN SECARA GARIS BESAR:
23
 LEMAHNYA PENGENDALIAN INTERN
 PENGELOLA KEGIATAN TIDAK/ KURANG
MEMAHAMI KETENTUAN
 PENGELOLA KELIRU
MENGINTERPRETASIKAN KETENTUAN
 KELALAIAN PENGELOLA KEGIATAN.
24

similar documents