Penilaian Hasil Belajar - Program Pascasarjana UNISNU Jepara

Report
KONSEP PENGEMBANGAN
KURIKULUM 2013
UNISNU JEPARA
22 Desember 2013
Dr. Mulida Hadrina Harjanti
Widyaiswara LPMP Jawa Tengah
Beberapa Pertanyaan: 1/4
1. Dimanakah posisi guru penjaskes di SD? karena materi
penjaskes sudah terintegrasi ke dalam tema
pembelajaran.
2. Video pembelajaran tidak up to date, dan belum ada video
yang menggambarkan karakteristik pembelajaran
kurikulum 2013.
3. Seandainya sekolah akan menambah jam pelajaran lebih
dari 38 jam pelajaran, berapa batasan maksimum yang
diakui.
4. Bagaimana legalitas pemendiknas yang lama terkait
dengan standar isi, proses, dan penilaian setelah lahirnya
permendiknas yang baru, karena masih banyak sekolah
yang menggunakan permendiknas yang lama tersebut.
5. Bagaimana pelaksanaan penilaian otentik agar tiga ranah
dapat dinilai dengan baik.
6. Bagaimana model jadwal pelajaran di SD disusun,
sementara berdasarkan permen masih muncul mata
pelajaran.
2
Beberapa Pertanyaan: 2/4
7.
Bagaimana penanganan peserta yang sudah menyerah untuk melakukan
aktivitas individual, tetapi masih berusaha mengikuti diklat sampai
selesai, sekalipun hanya sebatas pendengar.
8.
Bagaimana mengklarifikasi ketidaksesuaian contoh RPP dalam buku
materi pelatihan dengan ketentuan dalam permendikbud nomor 65
tahun 2013 tentang standar proses, seperti sistematika dan komponen
RPP. Tindakan yang dilakukan adalah memberikan revisi sesuai dengan
standar proses.
9.
Terdapat ketidaksesuaian KI dan KD yang ada di buku guru dan siswa
dengan di standar isi
10. Buku guru terlalu simple, tidak ada contoh rubrik, diusulkan agar ada
contoh untuk dibuku guru.
Dibuku hanya ada contoh singkat, seperti pada buku matematika SMA
Pada buku bahasa Indonesia SMA membahas tentang IPA, tetapi
redaksinya merujuk pada sumber tahun 1984 yang konsepnya tidak
sesuai.
11. Apakah dibolehkan anggota masyarakat membuat dan memperkaya
buku yang diterbitkan pemerintah.
3
Beberapa Pertanyaan: 3/4
12. Disarankan adanya pedoman pelaksanaan untuk
menindaklanjuti permendikbud
13. Bagaimana mekanisme sekolah yang akan
menerapkan Kurikulum 2013 secara mandiri
14. Apakah di RPP harus mencantumkan 5 M,
(Mengamati, Menanya, dst)
15. Kapan silabus dapat diterbitkan, karena
penyusunan RPP merujuk pada silabus.
16. Apakah ada contoh RPP yang sesuai dengan
karakteristik kurikulum 2013
17. Apakah sekolah boleh memfoto copy atau
menggandakan sendiri buku guru dan siswa
4
Beberapa Pertanyaan: 4/4
18. Mohon kajian lebih lanjut terkait buku guru dan
siswa, karena ditemukan beberapa kesalahan
konsep seperti pada mata pelajaran matematika
SMA.
19. Penilaian otentik perlu diekspose dan ada buku
panduan tersendiri agar lebih jelas dan mudah
diterapkan.
20. Perlunya panduan penyusunan RPP beserta
contoh-contoh untuk masing-masing mata
pelajaran dan pembelajaran tematik terpadu.
21. Fungsi guru BK dalam pelaksanaan Kurikulum
2013 seperti apa? Terkait juga dengan posisi
guru BK.
5
ANATOMI MASALAH IMPLEMENTASI:
SEBAGAI GURU :
•
•
•
Bagaiaman saya harus mengelola pembelajaran sesuai roh
kurikulum 2013 ?
Langkah-langkah apa yang saya akan lalui untuk tematik terpadu,
pendekatan saintifik, inquiry, discovery learning, project based
learning ?
Bagaimana cara menilainya ? Seperti apa menerapkan authentic,
portfolio ?? Dan bagaimana itu saya tuangkan kedalam rapor, yang
akan berisi sikap, pengetahuan dan keterampilan ?
SEBAGAI KEPALA SEKOLAH :
PADA SKALA
IMPLEMENTASI
PERTANYAAN
KRUSIALNYA
ADALAH:
•
•
•
•
Bagaimana menyusun jadwal ?
Bagaimana dengan peminatan, lintas peminatan dsb.
Manual prosedur, atau borang apa saja yang harus disiapkan ?
Bagaimana menumbuhkan kultur sekolah melalui pola
kepemimpinan yang kuat dan strategi supervisi yang memadai ?
SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH :
•
Perubahan apa yang harus kami lakukan dalam menjalankan
fungsi kami sebagai pengawas ?
SEBAGAI AKADEMISI:
•
Bagaimana kurikulum LPTK, bagaimana peran kurikulum ini
dalam rangka membangun generassi emas 2045.
SEBAGAI MASYARAKAT:
• Adakah jaminan dengan Kurikulum 2013 maka pendidikan di
Indonesia lebih terjangkau, berkualitas dan menjamin bahwa
anak-anak Negeri bisa bekerja dan survive di negeri ini ?
6
1 Mempersiapkan Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka
Kelompok umur
Struktur Penduduk Indonesia
Tahun 2010
90+
80-89
70-79
60-69
50-59
40-49
30-39
20-29
10-19
0-9
Periode Bonus Demografi
2010-2035
0.28
1.58
5.43
Pendidikan Menengah Universal
Pendidikan Tinggi yang berkualitas dan berdaya saing
Pendidikan Dasar berkualitas dan merata
Pendidikan karakter
Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah
10.75
20.01
30.57
38.34
41.20
10.00
20.00
30.00
40.00
90+
80-89
70-79
60-69
50-59
40-49
30-39
20-29
10-19
0-9
0.2
0.9
3.1
5.6
Perempuan
9.7
0.1
0.7
2.4
5.2
10.3
15.2
19.0
20.7
21.3
22.3
30
20
10
35-44 tahun
50.00
Paudisasi
Pendidikan Dasar berkualitas dan merata
Pendidikan karakter
Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah
Jumlah Penduduk (juta)
Laki-laki
15.4
19.3
20.5
22.3
23.6
0
10
20
Generasi yang secara aktif
mampu mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara serta dunia secara global.
30
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011
Sasaran Kelompok
Strategis
Manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta
bertanggung jawab (Psl 3 UU 20)
45-54 tahun
43.55
45.93
0.00
Generasi 100 thn Merdeka
(Usia pada tahun 2045)
Strategi
Pembangunan
Pendidikan
Generasi yang
cerdas komprehensif: a.l
produktif, inovatif, damai dlm
interaksi sosialnya, sehat dan
menyehatkan dalam
interaksi alamnya, dan
berperadaban unggul
7
Bonus Demografi Sebagai Modal Indonesia 2045
SDM
Usia Produktif
Melimpah
Sumber : Kemdikbud, 2012.
Kompeten
Modal
Pembangunan
Transformasi Melalui Pendidikan
Tidak Kompeten
Beban
Pembangunan
100 tahun kemerdekaan
-Kurikulum
- PTK
-Sarpras
-Pendanaan
-Pengelolaan
8 SNP
"Bonus Demografi"
8
Pengaruh Kualitas Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia
World Bank, Education Quality and Economic Growth, 2009
•Kualitas pendidikan
berpengaruh positif thd
pertumbuhan ekonomi
dengan koefisen
kontribusi hampir 2 kali
•Untuk negara dengan PDB
/Kapita dibawah rata-rata
dunia, koefisien ini
bernilai lebih tinggi yaitu
2.28
•Kualitas pendidikan
berpengaruh terhadap
produktivitas tenaga kerja
9
Pergeseran Paradigma Pembangunan
s/d Dekade 1980an
Dekade 1990an-2010an
Dekade 2020an dst
Pembangunan
Ekonomi Berbasis
Sumberdaya
Pembangunan
Ekonomi Berbasis
Pengetahuan
Pembangunan
Kesejahteraan
Berbasis Peradaban
Sumber Daya Alam
sebagai
Modal Pembangunan
Pengetahuan sebagai
Modal Pembangunan
Peradaban sebagai
Modal Pembangunan
Kekayaan
Pengetahuan
SDM Berpengetahuan
sebagai
Modal Pembangunan
Penduduk Sebagai
Pelaku/Kontributor
Kekayaan
Pengetahuan
Pendidikan
Penduduk Sebagai
Pasar/Pengguna
Pendidikan
Sumber Daya
Manusia sebagai
Beban Pembangunan
SDM Beradab
sebagai
Modal Pembangunan
Penduduk Sebagai
Kreator/Disiminator
Kekayaan
Peradaban
Pendidikan, dalam jangka panjang, adalah faktor tunggal paling menentukan melebarnya
jurang kesenjangan, oleh karena itu investasi dalam bidang pendidikan adalah cara logis
untuk menghilangkan kesenjangan tersebut
10
Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban
Modal SosialBudaya
Modal Sistem
Pemerintahan
Modal
Peradaban
Modal
SDM
-Sikap
-Keterampilan
-pengetahuan
Pembangunan
Kesejahteraan
Modal Individu
Modal
Pengetahuan/
Keterampilan
Global Prosperity Index menempatkan Indonesia pada
urutan ke 63, dengan modal sosial-budaya menempati
urutan ke 27
Sumber : Kemdikbud, 2012.
Terwujud Melalui
Keutuhan ASK
11
Pendidikan, Bahasa, dan Kebudayaan
Utuh
Alam
-Logika
-Etika
-Estetika
- Spiritua
lita
Budaya
Bahasa
Eksistensi
-Pikiran
-Perasaan
IPTEK
Ekspresi
Manusia
Pengetahuan
Seni
Peradaban
Pendidikan
Abstraksi
Masyarakat
(pengalaman) Interaksi
Tuhan
Internalisasi
Pembudayaan
Aktualisasi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Membentuk Insan Indonesia yang Beradab
Kompetensi Inti IV (SD/MI): Menyajikan Pengetahuan yang dimiliki dengan bahasa
yang jelas, logis, sistematis, dengan karya yang estetis, dan dengan tindakan yang
mencerminkan anak beriman dan berakhlak mulia
12
Sumber : Kemdikbud, 2012.
Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21
Ciri Abad 21
Informasi
(tersedia dimana saja, kapan saja)
Komputasi
(lebih cepat memakai mesin)
Otomasi
(menjangkau segala pekerjaan rutin)
Komunikasi
(dari mana saja, ke mana saja)
Sumber : Kemdikbud, 2012.
Model Pembelajaran
Pembelajaran diarahkan untuk mendorong
peserta didik mencari tahu dari berbagai
sumber observasi, bukan diberi tahu
Pembelajaran diarahkan untuk mampu
merumuskan masalah [menanya], bukan
hanya menyelesaikan masalah [menjawab]
Pembelajaran diarahkan untuk melatih
berfikir analitis [pengambilan keputusan]
bukan berfikir mekanistis [rutin]
Pembelajaran menekankan pentingnya
kerjasama dan kolaborasi dalam
menyelesaikan masalah
13
Kerangka Kompetensi Abad 21
Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
Kehidupan dan Karir
• Fleksibel dan adaptif
• Berinisiatif dan mandiri
• Keterampilan sosial dan budaya
• Produktif dan akuntabel
• Kepemimpinan&tanggung jawab
Pembelajaran dan Inovasi
• Kreatif dan inovasi
• Berfikir kritis menyelesaikan masalah
• Komunikasi dan kolaborasi
Informasi, Media and
Teknologi
• Melek informasi
• Melek Media
• Melek TIK
Kerangka ini menunjukkan
bahwa berpengetahuan
[melalui core subjects] saja
tidak cukup, harus dilengkapi:
-Berkemampuan kreatif - kritis
-Berkarakter kuat [bertanggung
jawab, sosial, toleran,
produktif, adaptif,...]
Disamping itu didukung dengan
kemampuan memanfaatkan
informasi dan berkomunikasi
Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,...
14
Kerangka Kompetensi Abad 21
Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
•Mendukung Keseimbangan
penilaian: tes standar serta
penilaian normatif dan sumatif
•Menekankan pada pemanfaatan
umpan balik berdasarkan kinerja
peserta didik
•Membolehkan pengembangan
portofolio siswa
Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak
hanya tes saja, tetapi dilengkapi dengan penilaian lain
termasuk portofolio siswa. Disamping itu dierlukan
dukungan lingkungan pendidikan yang memadai
• Menciptakan latihan pembelajaran,
dukungan SDM dan infrastruktur
• Memungkinkan pendidik untuk
berkolaborasi, berbagi pengalaman
dan integrasinya di kelas
• Memungkinkan peserta didik untuk
belajar yang relevan dengan konteks
dunia
• Mendukung perluasan keterlibatan
komunitas dalam pembelajaran, baik
langsung maupun online
15
Grafik Hubungan Inovasi dan Daya Saing
7
6
Competitiveness Score
Indonesia
5
4
3
y = 0,051x + 1,6176
Koef Korelasi = 0,91
2
GCI: Global Competitiveness Index
ICI: Innovation Capability Index
1
0
0
Sumber:
10
20
30
40
50
Innovation Score
60
World Economic Forum. The Global Competitiveness Report 2012–2013.
Augusto López-Claros. The Innovation for Development Report 2010–2011.
70
80
90
16
Koef Korelasi = 0,84
Source: Martin Prosperity Institute. 2011. Creativity and Prosperity: The Global Creativity Index.
17
Refleksi dari Hasil PISA 2009
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Matematika
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Level 6
Level 5
Level 4
IPA
Level 3
Level 2
Level 1
Below Level 1
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Level 6
Level 5
Level 4
Bahasa
Level 3
Level 2
Level 1b
Level 1a
Hampir semua siswa Indonesia hanya
menguasai pelajaran sampai level 3 saja,
sementara negara lain banyak yang sampai
level 4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan
bahwa semua manusia diciptakan sama,
interpretasi dari hasil ini hanya satu, yaitu:
yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan
zaman  penyesuaian kurikulum
18
Hasil TIMSS Matematika SMP/MTs Kelas VIII
2007
Very Low
Low
2011
Intermediate
High
Advance
Low
Intermediate
High
Advance
Indonesia
Morocco
Saudi Arabia
Iran
Thailand
Malaysia
Turkey
Japan
Korea, Rep. of
Singapore
Chinese Taipei
Saudi Arabia
Morocco
Indonesia
Iran
Malaysia
Thailand
Turkey
Japan
Singapore
Korea, Rep. of
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Chinese Taipei
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Very Low
Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara
hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan
keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang
diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
19
Hasil TIMSS IPA SMP/MTs Kelas VIII
2007
Very Low
Low
2011
Intermediate
High
Advance
Low
Intermediate
High
Advance
Morocco
Indonesia
Saudi Arabia
Thailand
Malaysia
Iran
Turkey
Japan
Korea, Rep. of
Chinese Taipei
Singapore
Saudi Arabia
Morocco
Indonesia
Iran
Turkey
Thailand
Malaysia
Korea, Rep. of
Japan
Chinese Taipei
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Singapore
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Very Low
Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara
hampir 40% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan
keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang
diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
20
Hasil TIMSS Membaca SD/MI Kelas IV
2006
Very Low
Low
Intermediate
2011
High
Advance
Low
Intermediate
High
Advance
Morocco
Indonesia
Saudi Arabia
Iran
Chinese Taipei
Singapore
Morocco
Indonesia
Iran
Chinese Taipei
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Singapore
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Very Low
Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara lebih
dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan
bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di
Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
21
PISA Released Test (Math Literacy)
Pendidikan Sains dan Matematika ~
@iwanpranoto
Sumber : Kemdikbud, 2012.
22
Tingkat Kesulitan Pelajaran
PPKN KTSP 2006 Kelas IV
• Menggambarkan struktur organisasi
kabupaten, kota, dan provinsi
• Mengenal lembaga-lembaga negara
dalam susunan pemerintahan
tingkat pusat, seperti MPR, DPR,
Presiden, MA, MK dan BPK
• Menyebutkan organisasi
pemerintahan tingkat pusat, seperti
Presiden, Wakil Presiden dan para
Menteri
PPKN KTSP 2006 Kelas V
• Memberikan contoh peraturan
perundang- undangan tingkat pusat
dan daerah, seperti pajak, anti korupsi,
lalu lintas, larangan merokok
• Mendeskripsikan pengertian
organisasi, contoh organisasi di
lingkungan sekolah dan masyarakat
• Menampilkan peran serta dalam
memilih organisasi di sekolah
• Mengenal bentuk-bentuk keputusan
bersama
• Mengidentifikasi jenis budaya
Indonesia yang pernah ditampilkan
dalam misi kebudayaan internasional • Mematuhi keputusan bersama
• Memberikan contoh sederhana
pengaruh globalisasi di
lingkungannya
• Menentukan sikap terhadap
pengaruh globalisasi yang terjadi di
Warna merah: terlalu berat bagi siswa SD
lingkungannya
Sumber : Kemdikbud, 2012.
23
Dasar Pemikiran Perancangan Struktur Kurikulum SD
No
Permasalahan
1 Capaian pembelajaran
disusun berdasarkan materi
pelajaran bukan kompetensi
yang harus dimiliki peserta
didik
2 Kompetensi diturunkan dari
pengetahuan yang diperoleh
dari mata pelajaran
3 Walaupun kelas I – III
menerapkan pembelajaran
tematik, tidak ada
kompetensi inti yang
mengikat semua mata
pelajaran
Sumber : Kemdikbud, 2012.
Penyelesaian
Perlunya ditetapkan standar
kompetensi kelulusan dan standar
kompetensi kelas untuk
menyatakan capaian
pembelajaran
Kompetensi dirumuskan dalam
tiga domain, yaitu sikap,
keterampilan, dan pengetahuan
Perlunya merumuskan
kompetensi inti untuk masingmasing kelas
24
Dasar Pemikiran Perancangan Struktur Kurikulum SD
No
4
5
6
Permasalahan
Walaupun kelas I-III
menerapkan pembelajaran
tematik, tetapi warna mata
pelajaran sangat kental
bahkan berjalan sendirisendiri dan saling
mengabaikan
Kompetensi siswa hanya
diukur dari kompetensi
pengetahuan yang
diperolehnya melalui
penilaian berbasis tes
tertulis
Penilaian hanya berdasarkan
kompetensi dasar saja
Sumber : Kemdikbud, 2012.
Penyelesaian
Mata pelajaran harus
dipergunakan sebagai sumber
kompetensi bukan yang yang
diajarkan
Penilaian terhadap semua
domain kompetensi
menggunakan penilaian otentik
[proses dan hasil]
Penilaian berdasarkan
kompetensi dasar dan
kompetensi inti
25
Standar Kompetensi Lulusan: Domain Keterampilan
No
Permasalahan
7
Peserta didik pada jenjang
satuan sekolah dasar belum
perlu diajak berfikir
tersegmentasi dalam mata
pelajaran-mata pelajaran
terpisah karena masih berfikir
utuh
8
Banyak sekolah alternatif yang
menerapkan sistem
pembelajaran integratif
berbasis tema yang
menujukkan hasil
menggembirakan
9
Adanya keluhan banyaknya
buku yang harus dibawa oleh
anak sekolah dasar sesuai
dengan banyaknya mata
pelajaran
Sumber : Kemdikbud, 2012.
Penyelesaian
Perlunya proses pembelajaran
yang menyuguhkan keutuhan
pada peserta didik melalui
pemilihan tema
Perlunya menerapkan sistem
pembelajaran integratif berbasis
tema
Perlunya penyederhanaan mata
pelajaran
26
Standar Kompetensi Lulusan: Domain Keterampilan
No
10
11
Permasalahan
Penyelesaian
Indonesia menerapkan sistem
guru kelas dimana semua
mata pelajaran [kecuali
agama, seni budaya, dan
pendidikan jasmani] diampu
oleh satu orang guru
Perlunya membantu
memudahkan tugas guru dalam
menyampaikan pelajaran sebagai
suatu keutuhan dengan
meminimumkan jumlah mata
pelajaran tanpa melanggar
ketentuan konstitusi [idealnya
tanpa mata pelajaran sama]
Banyak negara menerapkan
Dapat dipergunakan sebagai
sistem pembelajaran berbasis acuan dalam usaha meringankan
tematik-terpadu sampai SD
beban guru kelas yang harus
kelas VI, seperti Finlandia,
mengampu sejumlah mata
England, Jerman, Scotland,
pelajaran
Perancis, Amerika Serikat
(sebagian), Korea Selatan,
Australia, Singapura, New
Zealand,, Hongkong, Filipina
Sumber : Kemdikbud, 2012.
27
ANATOMI KEBERHASILAN KURIKULUM 2013:
.....berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (pasal 3 UU Sisdiknas)
Kemampun Guru
Melakasanakan
Pembelajaran
KEMAMPUAN GURU
MELAKUKAN PERBAIKAN
SECARA MENYELURUH:
• Memutakhirkan Materi dari
berbagai sumber : penelitian,
materi terbaru baik manual
maupun digital
• Menggunakan Pendekatan,
teknologi pembelajaran
terbaru
• Menjalin kerjasama dengan :
 Sesama guru (baik internal
sekolah, lintas sekolah,
daerah bahkan negara)
 Orang tua siswa
 Pihak pengguna lulusan
Perubahan Paradigma dan
Mindset:
Guru sebagai profesi
(perlu inspirasi empirik yang ditopang
oleh sistem yang dikawal oleh lembaga
dan personal yang kredibel
KEMAMPUAN MERANCANG PROSES
PEMBELAJARAN:
• Pemahaman KI , KD , Indikator dan
Tujuan Pembelajaran
• Menguasai materi yang memenuhi
aspek keseuaian dan kecukupan,
keluasan dan kedalaman
• Proses pembelajaran yg kreatif dan
menyenangkan
• Penilaian dalam domain Sikap,
Pengetahuan dan Keterampilan
PENGUASAAN
YANG MENDALAM
TENTANG HAKIKAT
KURIKULUM 2013
28
DIMENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAAN
• Perrenialism
• Essentialism
• Progressivism
RPJMN 2010-2014
• Reconstructionism
PENDIDIKAN
EVALUASI KURIKULUM:
• Penetapan Konteks dan
Tujuan
• Pemilihan Model
• Pelaksanaan
• Revisi Kurikulum
NO
STANDAR
SEKTOR
• Perubahan metodologi
pembelajaran
• Penataan kurikulum
INPRES NOMOR 1 TAHUN
2010
• Percepatan Pelaksanaan
Prioritas Pembangunan
Nasional:
Penyempurnaan
kurikulum dan metode
pembelajaran aktif
berdasarkan nilai-nilai
Budaya bangsa untuk
membentuk daya saing
dan karakter bangsa
FILOSOFI KURIKULUM 2013 : UU Sisdiknas
Pasal 1 Butir 1 dan 2 : Hakikat Pendidikan : peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kompetensi yang berakar pada nilainilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan
tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
TEORI PENGEMBANGAN KURIKULUM : UU Sisdiknas
•
Pasal 4 : azas, prinsip, sistem, proses, budaya,
pola, dan pengendalian mutu.
• Pasal 3 : fungsi (mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa)
Teori berbasis Kecakapan pekerjaan organisasi isi
dan kompetensi sebagai pribadi yang dewasa 
kepemilikan sikap, keterampilan, pengetahuan
secara holistik, atau formal, valuasional dan
praksiologi.
URAIAN
1.
KOMPETENSI
LULUSAN
Dikembangkan sesuai tuntutan
kekinian Indonesia dan masa depan
sesuai kebutuhan.
2.
ISI
Diurai atas kecukupan dan kesesuaian
dengan kompetensi.
3.
PROSES
Dirancang berbasis kompetensi dengan
pendekatan scientific
4.
PENILAIAN
Berbasis proses dan output dengan
teknik tes dan non tes (portfolio).
KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM
DIKEMBANGKAN BERDASARKAN ASPEK
RELEVANSI (Pasal 38 UU Sisdiknas)
KURIKULUM 2013 (KBK): Penyempurnaan
Standar : KOMPETENSI LULUSAN, ISI,
PROSES, dan PENILAIAN
29
ESENSI KURIKULUM 2013: ...2/4
KONDISI SAAT INI
Kompetensi : sikap,
pengetahuan dan keterampilan
belum secara jelas diurai ,
bahkan cenderung dipersepsi
menjadi kognitif, afektif, dan
psikomotorik saja. Tidak
digunakan memandu materi
ajar.
Dominan pada pengetahuan
Aktivitas pembelajaran hanya
domain pengetahuan
Penilain dominan
menggunakan tes
Rapor cendrung hanya
melaporkan
kompetensi bidang
pengetahuan
menuju
KURIKULUM 2013
Kompetensi : sikap, pengethuan
dan keterampilan diurai menjadi
KI-1, KI-2, KI-3 dan KI-4, yang
memandu penetapan materi
Perpaduan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan
Aktivitas pembelajaran didesain
pada 3 ranah sikap, pengetahuan
dan keterampilan
Penilain menggunakan tes,
obervasi, portfolio dan penilaian
sikap
Rapor berisi komponen sikap,
pengetahuan dan keterampilan
yang dilengkapi dengan deskripsi
kualitiatif
30
ESENSI KURIKULUM 2013: ...3/4
KONDISI SAAT INI
Di SD diajarkan berbasis mata
pelajaran, padahal tidak didukung
oleh terori pendidikan dan teori
psikologi yang berlaku
Di SMP diajarkan kelompok IPA dan
IPS secara parsial
Tidak tampak integrasi antar jenjang
pendidikan sehingga jenjang
sebelumnya seolah-olah bukan
prasyarat untuk jenjang berikutmya.
Bahasa tidak mampu memandu mapel
yang lain sebab kompetensi terpenting
dalam bahasa tidak dilatihkan secara
memadai
Meninggalkan kaidah metodologi
ilmiah dan tidak kokoh berpijak pada
kaidah pendidikan sehingga pemilihan
model tidak akurat
menuju
KURIKULUM 2013
SD : tematik terpadu, SMP
tematika terpadu + Mapel,
SMA/SMK : berbasis mapel
(tematik boleh saja sampai PT)
IPA dan IPS masih menggunakan pola tematik terpadu
Kompetensi antar jenjang
diintegrasikan sehingga tampak
berkesinambungan
Pembelajaran bahasa yang
berbasis teks akan mendorong
kemampuan berbahasa sejak
dini
Mengutamakan pendekatan
saintifik yang mengantarkan siswa
tidak berhenti pada pengetahuan
tetapi berlanjut ke keterampilan
dan pembentukan sikap.
31
SAAT INI :2013
KURIKULUM
PT
SMA/K
SMP
SD
Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960).
32
Rumusan Proses dalam Kurikulum 2013  SP
Perluasan dan pendalaman taksonomi dalam proses pencapaian kompetensi
Kurikulum 2006
Kurikulum 2013
Creating
Evaluating
Characterizing/
Actualizing
Communicating
PT
Evaluating
Analyzing
Organizing/
Internalizing
Associating
Analyzing
Applying
Valuing
Experimenting
Applying
SMP
Understanding
Responding
Questioning
Understanding
SD
Knowing/
Remembering
Accepting
Observing
Knowing/
Remembering
Knowledge
(Bloom)
Attitude
(Krathwohl)
Skill
(Dyers)
SMA/K
Knowledge
(Bloom)
33
KOMPONEN UTAMA KURIKULUM 2013
Silabus merupakan
rencana Pembelajaran
pada mata pelajaran
atau tema tertentu
berisi:
a. Kompetensi inti;
b. Kompetensi dasar;
c. materi pembelajaran;
d. kegiatan
pembelajaran;
e. penilaian;
f. alokasi waktu; dan
g. sumber belajar.
•
•
•
•
•
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Muatan Pembelajaran
Mata Pelajaran
Beban Belajar
• Pengembangan
• Implementasi
• Monitoring dan
Evaluasi
•
•
•
•
Landasan Filosofis
Sosiologis
Psikopedagogis
Yuridis
Acuan Pengembangan
•
Struktur di tingkat nasional
•
Muatan Lokal di tingkat daerah
•
KTSP
Kompetensi
Materi
Media
Skenario
Pembelajaran
• Penilaian
•
•
•
•
KURIKULUM 2013
KERANGKA DASAR
STRUKTUR
SILABUS
RPP
34
HASIL
LAYANAN
KOMPONEN UTAMA
PE LAYANAN
KOMPETENSI LULUSAN
SIKAP
ISI
1. EVALUASI RUANG LINGKUP
2. EVALUASI KESESUAIAN,
KECUKUPAN, KEDALAMAN
DAN KELUASAN (STUDI
BANDING INTERNASIONAL:
REASONING)
PTK
1.KOMPETENSI GURU,
KS ,PS.
2.KINERJA GURU, KS, PS
3.PEMBINAAN
BERKELANJUTAN
4. REKRUT., PPA dan PPG
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN
PROSES
1. TEMATIK TERPADU
2. PENDEKATAN SAINTIFIK
3. INQIURY & DISCOVERY
LEARNING
4. PROJECT BASED LEARNING
5. BAHASA SEBAGAI PENGHELA
SARPRAS
1. KECUKUPAN DAN
KESESUAIAN (USB, REHAB,
PERAALATAN, PERPUST., )
2. PEMANFAATAN
3. RESOURCE SHARING
1. AUTHENTIC
2. MENGUKUR TINGKAT
BERPIKIR DARI RENDAH
HINGGA TINGGI
3. MENGUKUR PROSES KERJA
SISWA
4. TES DAN PORTFOLIO
PEMBIAYAAN
1. UNIT COST
2. SUMBER PENDANAAN
3. KECUKUPAN BOS,
BSM, BOPTN
4. EFISIENSI
PEMANFAATAN
PENGELOLAAN
1. MANAJEMEN PERUBAHAN
2. POLA KEPEMIMPINAN
3. POLA SUPERVISI
Sumber : Kemdikbud, 2012.
PENILAIAN
35
4. Apa Saja Yang Berubah Pada Kurikulum
2013?
Elemen Perubahan pada Kurikulum 2013
Elemen Perubahan
36
PERUBAHAN KURIKULUM 2013 WUJUD PADA:
• Konstruski yang
holistik
• Didukung oleh Semua
Materi atau Mapel
• Terintegrasi secara
Vertikal maupun
Horizontal
• Berorientasi pada karakteristik
kompetensi:
•
•
•
• Dikembangkan
Berbasis Kompetensi
sehingga Memenuhi
Aspek Kesesuaian dan
Kecukupan
• Mengakomodasi
Content Lokal,
Nasional dan
Internasional (antara
lain TIMMS, PISA,
PIRLS)
Sikap (Krathwohl) : Menerima +
Menjalankan + Menghargai +
Menghayati + Mengamalkan
Keterampilan (Dyers) : Mengamati
+ Menanya + Mencoba + Menalar +
Menyaji + Mencipta
Pengetahuan (Bloom & Anderson):
Mengetahui + Memahami +
Menerapkan + Menganalisa +
Mengevaluasi +Mencipta
• Menggunakan Pendekatan
Saintifik, Karakteristik
Kompetensi sesuai Jenjang (SD:
Tematik Terpadu, SMP: Tematik
Terpadu-IPA & IPS- dan Mapel,
SMA : Tematik dan Mapel
• Mengutamakan Discovery
Learning dan Project Based
Learning
• Berbasis Tes
dan Non Tes
(porfolio)
• Menilai Proses
dan Output
dengan
menggunakan
authentic
assesment
• Rapor memuat
penilaian
kuantitatif
tentang
pengetahuan
dan deskripsi
kualitatif
tentang sikap
dan
keterampilan
Kecukupan
37
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINGKAS
DOMAIN
SD
SMP
SMA-SMK
Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati +
Mengamalkan
SIKAP
KETERAMPILAN
PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG
JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,
ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA
Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji +
Mencipta
PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN
KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET
PENGETAHUAN
Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa +
Mengevaluasi +Mencipta
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN
BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN
Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan:
1. Perkembangan psikologis anak
2. Lingkup dan kedalaman materi
3. Kesinambungan
4. Fungsi satuan pendidikan
5. Lingkungan
Sumber : Kemdikbud, 2012.
38
ELEMEN UTAMA PERBAIKAN KURIKULUM 2013:
REKONSTRUKSI
KOMPETENSI
Spiritual
(KI-1)
Sikap
Sosial
(KI-2)
Pengetahuan
(KI-3)
Keterampilan
(KI-4)
beriman dan
bertakwa
kepada
Tuhan Yang
Maha Esa
berakhlak
mulia, sehat,
mandiri,
demokratis,
bertanggung
jawab
berilmu
cakap dan
kreatif
KESESUAIAN DAN
KEDALAMAN
MATERI
• Mempertahankan,
mengurangi
dan/atau
menambah
materi
• Bahasa sebagai
penghela
• Tematik Terpadu
• Penguatan IPA
dan IPS di SMP
• Penyesuaian
dengan PISA,
TIMMS dan
lembaga lainnya
serta dengan
perkembangan di
berbagai negara.
REVOLUSI
PROSES
PEMBELAJARAN
REFORMASI
PENILAIAN
• Lintasan
Taksonomi
Anderson untuk
Pengetahuan,
Dyers untuk
Keterampilan,
dan Krathwohl
untuk sikap
• Tes
• Portfolio
• Pedoman
Observasi
• Tes
Performa
• Pendekatan
scientific
• Inquiry dan
discovery
• Project based
learning
• Cooperative
learning
39
ESENSI KURIKULUM 2013: ...1/4
SAAT BERTINDAK :
SIKAP
MEMANDU
PROSES PEMBENTUKAN :
PENGETAHUAN KETERAMPILAN
MENDAHULUI PEMBENTUKAN
(DIINTEGRASIKAN DALAM
AKTIVITAS PENGETAHUAN
DAN KETERAMPILAN
PENGETAHUAN KETERAMPILAN
SIKAP
DIBIASAKAN (DIBUDAYAKAN)
DAN DIAMATI ATAU DINILAI
DITUANGKAN DALAM RPP DAN
DILAKUKAN DALAM PEMBELAJARAN
Pembentukan Kompetensi Melalui
Pembelajaran dan Pemanfaatannya
Belajar
Bagaimana
Belajar
Mengapa
Keterampilan
Belajar Apa
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
Pembelajaran  K-S-A
Sumber : Alkaff, 2012.
Pengetahuan
Sikap
Pemanfaatan  A-S-K
41
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
SKL
SIKAP DAN PERILAKU: Menerima +
Menjalankan + Menghargai +
Menghayati + Mengamalkan
1.
2.
3.
Beriman, berakhlak mulia (jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli, santun), rasa ingin
tahu, estetika, percaya diri, motivasi internal
Toleransi, gotong royong, kerjasama, dan
musyawarah
Pola hidup sehat, ramah lingkungan, patriotik,
dan cinta perdamaian
KETERAMPILAN: Mengamati + Menanya
+ Mencoba + Mengolah + Menyaji +
Menalar + Mencipta
1.
2.
Membaca, menulis, menghitung, menggambar,
mengarang
Menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, membuat, mencipta
PENGETAHUAN: Mengetahui +
Memahami + Menerapkan +
Menganalisa + Mengevaluasi
1.
Ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
2. Manusia, bangsa, negara, tanah air, dan
dunia
Sumber : Kemdikbud, 2012.
KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama,
cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami dan menerapkan
pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan.
42
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 1/4
Sikap
SEKOLAH DASAR
Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan
sikap orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli,
disiplin, demokratis], percaya diri, dan bertanggung jawab
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam , di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain
Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,
menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak
yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret
sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya.
Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual dan
konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah,
dan tempat bermain
Sumber : Kemdikbud, 2012.
43
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 2/4
SMP
Sikap
Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin,
demokratis], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulannya
Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,
menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan
yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis
Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi,seni, budaya dalam wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
kejadian yang tampak mata
Sumber : Kemdikbud, 2012.
44
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 3/4
SMA
Sikap
Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin,
demokratis, patriotik], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,
menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri [pada
bidang kajian spesifik] sesuai dengan bakat dan minatnya
Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan prosedural dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi,seni, budaya dalam wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian [pada bidang kajian spesifik] sesuai bakat
Sumber : Kemdikbud, 2012. dan minatnya
45
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 4/4
SMK
Sikap
Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin,
demokratis, patriotik], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,
menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri
[pada bidang kerja spesifik] sesuai dengan bakat dan minatnya
Pengetahuan Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan prosedural dan
metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian [pada bidang
kerja spesifik] sesuai bakat dan minatnya
Sumber : Kemdikbud, 2012.
46
Rumusan Konteks dalam Kurikulum 2013
Dunia (Peradaban) Global
Negara
SMP
PT SMA/K
Peserta
Didik
Sat
Pendidikan
Keluarga
Sosial-Ekonomi-Budaya
SD
47
Kerah
Saku
Lengan Kiri
Lengan Kanan
Muka Kiri
Muka Kanan
Belakang
25
Kemeja Lengan Panjang Warna Biru
Ukuran M (Bahu: 38 cm; Dada: 92 cm; Pinggang 86 cm; Panjang 83 cm; Lengan 58 cm
38 cm
saku
86 cm
kerah
58 cm
92 cm
Lengan Kiri
Muka Kiri
Belakang
83 cm
Muka Kanan
Lengan Kanan
26
Kerangka Kerja Penyusunan dan Peran Guru pada KBK 2004
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
KERANGKA DASAR KURIKULUM
(Filosofis, Yuridis, Konseptual)
STRUKTUR KURIKULUM
STANDAR ISI (TUJUAN MAPEL
SK - KD MAPEL)
STANDAR
PROSES
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN (SKL)
STANDAR
PENILAIAN
PEDOMAN
SILABUS
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
Oleh Satuan Pendidikan/Guru
BUKU TEKS
SISWA
PEMBELAJARAN &
PENILAIAN
20
Kerangka Kerja Penyusunan dan Peran Guru pada KTSP 2006
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
KERANGKA DASAR KURIKULUM
(Filosofis, Yuridis, Konseptual)
STRUKTUR KURIKULUM
STANDAR ISI (TUJUAN MAPEL
SK MAPEL KD MAPEL)
STANDAR
PROSES
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
STANDAR
PENILAIAN
PEDOMAN
SILABUS
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
Oleh Satuan Pendidikan/Guru
BUKU TEKS
SISWA
PEMBELAJARAN &
PENILAIAN
21
Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013
KESIAPAN PESERTA DIDIK TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
KEBUTUHAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN
KERANGKA DASAR KURIKULUM
STRUKTUR KURIKULUM
STANDARPROSES
KI KELAS & KD MAPEL
(STANDAR ISI)
STANDAR
PENILAIAN
SILABUS
PANDUAN GURU
RENCANA
PEMBELAJARAN
Oleh Satuan
Pendidikan /Guru
BUKU TEKS SISWA
PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
PENILAIAN
PEMBELAJARAN
KTSP
BUKU PENGAYAAN
23
Contoh Kompetensi Inti Kelas I SD
Ranah
Kompetensi
Sikap Spiritual
Sikap Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Sumber : Kemdikbud, 2012.
Kompetensi Inti
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang
dianutnya.
Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga, teman, dan guru.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara
mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,
makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan bendabenda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang
jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam
gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman,
berakhlak mulia, dan berilmu
53
ARSITEKTUR KI-1, KI-2, KI-3 dan KI-4:
KI 3.Memahami pengetahuan faktual dan
KI 1:
Menerima,
menghargai,
dan
menjalankan
ajaran agama
yang
dianutnya
(Sumber : Udin, 2013)
konseptual dengan cara mengamati dan
mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta
menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara
kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat
bermain.
KI-4
Menyajikan pengetahuan faktual
dan konseptual dalam bahasa yang jelas,
logis, dan sistematis, dalam karya yang
estetis dalam gerakan yang mencerminkan
anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan
berakhlak mulia.
KI 2:Memiliki
perilaku jujur,
disiplin,
tanggung
jawab, santun,
peduli,
percaya diri,
dan cinta
tanah air
dalam
berinteraksi
dengan
keluarga,
teman,
tetangga, dan
guru.
54
54
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/9
• Mengapa urutan KI mulai dari Sikap Spritual (KI-1), Sikap
Sosial (KI-2), Pengetahuan (KI-3) dan Keterampilan (KI-4) ?
(amati Pembukaan UUD 45, Pancasila, UU Sisdiknas)
• Mengapa urutan perancangan dan pelaksanaan pembelajaran
mulai dari KI-3 menuju KI-4 ? Keterampilan hanya dapat
dibangun dengan hasil yang baik melalui pengetahuan
(pelukis, penyanyi, olahragawan pasti memiliki pengetahuan
yang memadai tentang keterampilan yang ditekuninya).
Keterampilan yang tidak melalui proses pengetahuan (KI-3)
tidak akan menghasilkan karya yang baik.
• Dalam proses perolehan pengetahuan dan keterampilan sikap
diintegrasikan sehingga seluruh mata pelajaran diorientasikan
memiliki kontribusi terhadap pembentukan sikap
• Tidak berhenti pada pengetahuan tetapi berlanjut sampai
pada keterampilan dan pembentukan sikap
55
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...2/9
• Dalam proses perancangan dan pembelajaran
alur yang digunakan adalah : bermula KI-3  KI
4 dan selanjutnya memberikan dampak
terhadap terbentuknya KD pada KI-2 dan KI-1
• Setelah KI-3 dan KI-4 tuntas dianalisis, lalu
diturunkan materi yang relevan dan rancangan
skenario pembelajaran termasuk penugasan
dan penilaian.
• Berdasarkan aktivitas belajar dan penugasan
tersebut dirancang indikator KD pada KI-1 dan
KI-2 diintegrasikan
56
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...3/9
Contoh: Bahasa Indonesia:
Mulai dari KD kelompok KI-3 : Memahami
konvensi penulisan karya ilmiah
Indikator :
• Memahami struktur karya ilmiah
• Memahami ciri kebahasaan karya ilmiah
• Memhami ciri isi karya ilmiah
57
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...4/9
Contoh: Bahasa Indonesia:
Menuju KD kelompok KI-4 :
Mampu menulis atau menghasilkan karya ilmiah
Indikator :
• Karya yang memenuhi struktur, ciri kebahasaan, dan
ciri isi karya ilmiah
• Karya yang memenuhi originalitas dilihat dari sumber
yang digunakan atau diacu
• Mempertahankan dan menjelaskan karya ilmiah
tersebut
58
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...5/9
Contoh: Bahasa Indonesia:
KD dari KI 2 yang diintegrasikan:
• Kejujuran, rasa ingin tau,
tanggung jawab, kritis, rasional
• Santun, empati, peduli,
59
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...6/9
Contoh: Matematika:
Mulai dari KD dari KI-3 : memahami sifat-sifat
grafik fungsi eksponensial dan logaritma
Indikator :
•
•
•
Membuktikan sifat
Menurunkan sifat
Menenetukan kecukupan dan keperluan
grafik
60
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...7/9
Contoh: Matematika:
Menuju KD dari KI-4: Mampu menggambar atau
menyajikan grafik fungsi eksponensial dan logaritma
Indikator :
•
•
•
•
Menentukan titik potong
Menentukan nilai maksimum dan minimum
Melukiskan grafik
Membaca dan menerjemahkan grafik sesuai
sifat2nya
• Menganalisis grafik untuk menentukan persamaan
atau sebaliknya
61
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...8/9
Contoh: Matematika:
Menuju KD dari KI-4: Mampu menyelesaikan masalah
nyata dengan menggunakan grafik fungsi eksponensial
dan logaritma
Indikator :
Menggunakan grafik untuk menentukan :
• Perkembangan Bakteri
• Pertumbuhan Penduduk
• Bunga Uang
62
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...9/9
Contoh: Matematika:
KD dari KI-2: Disiplin, tanggung jawab,
kerjasama, kecermatan
Indikator :
• Konsistensi terhadap waktu
• Konsitensi terhadap panduan
• Konsistensi terhadap norma atau nilai yang
telah ditetapkan sebelumnya
• Frekuensi ketepatan dan kebenaran
tindakan
63
Indikator Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013
No
Entitas
Pendidikan
1
Peserta Didik
Indikator Keberhasilan
Lebih produktif, kreatif, inovatif, afektif
Lebih senang belajar
2
Pendidik dan Lebih bergairah dalam melakukan proses pembelajaran
Tenaga
Lebih mudah memenuhi standar kualitatif dan kuantitatif
Kependidikan kenerja guru.
3
Manajemen
Satuan
Pendidikan
Lebih mengedepankan layanan pembelajaran termasuk
bimbingan dan penyuluhan
Negara dan
Bangsa
Reputasi internasional pendidikannya menjadi lebih baik
Masyarakat
Umum
Memperoleh lulusan sekolah yang lebih kompeten
4
5
Sumber : Kemdikbud, 2012.
Terjadinya proses pembelajaran yang lebih variatif di sekolah
Memiliki daya saing yang lebih tinggi, sehingga lebih menarik
bagi investor
Dapat berharap kebutuhan pendidikan akan dipenuhi oleh
sekolah (tidak perlu kursus tambahan)
64
Perubahan yang Mempengaruhi Pola Pikir
No
Rumusan Kurikulum Baru
1
Pembelajaran disusun seimbang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan,
dan keterampilan
2
Lintasan yang berbeda untuk proses pembentukan tiap kompetensi
3
Keterampilan ditekankan pada keterampilan berfikir menuju terbentuknya
kreativitas. Kemampuan psikomotorik adalah penunjang keterampilan.
4
Pembelajaran melalui pendekatan scientific:
-Mengamati
-Menanya
-Mencoba
-Menalar
-Mengkomunikasikan
(berlaku untuk semua mapel/tema)
5
Model Pembelajaran:
-Discovery learning
-Project based learning
-Collaborative learning
65
Perubahan Pola Pikir
No
Pola Pikir
1
Guru dan Buku Teks bukan satu-satunya sumber belajar
2
3
4
Kelas bukan satu-satunya tempat belajar
Belajar dapat dari lingkungan sekitar
5
6
7
8
9
10
11
12
Pembelajaran Pengetahuan  Keterampilan  Sikap
Mengajak siswa mencari tahu, bukan diberi tahu
Membuat siswa suka bertanya, bukan guru yang sering bertanya
Menekankan pentingnya kolaborasi  Guru dan siswa adalah
rekan belajar
Proses dan hasil: prosedural
Teaching  Tutoring
Siswa memiliki kekhasan masing-masing
....
....
66
Perubahan Pola Pikir Pembelajaran SD/MI
No
Rumusan Kurikulum Baru
1
Tidak mengenal mata pelajaran:
-Merujuk kepada kompetensi inti yang bebas mata pelajaran
-Pembelajaran terpadu
2
Diawali dengan mengajak siswa untuk mengamati dan menanya:
-Menahan diri untuk memberitahu
-Menahan diri untuk tidak banyak bertanya, mengajak siswa untuk bertanya
3
Bahasa Indonesia sebagai penghela pengetahuan  diawali dan diakhiri dengan
penguatan Bahasa Indonesia
4
Keterampilan berbahasa (semi formal dan formal) harus didahulukan dari
keterampilan lainnya
5
Matematika bukan berhitung: ada pola, bentuk, dll, PJOK-SBK juga bukan
keterampilan psikomotorik, ....
6
Keterampilan dapat berbentuk penyajian dan tindakan
7
Memberi motivasi, membuat siswa menggemari pelajaran dan pembelajarannya
67
Perubahan Pola Pikir Pembelajaran SMP/MTs
No
Rumusan Kurikulum Baru
1
Penguatan pengetahuan prosedural. Semua mata pelajaran menekankan
pentingnya prosedur: detil, logis, sistematis  algoritmis. Kebenaran prosedur
lebih penting dari kebenaran hasil
2
Transisi dari konkret ke abstrak. Semua mata pelajaran berangkat dari
pengamatan terhadap benda/kejadian/kegiatan konkret kemudian dibahas
melalui abstraksinya
3
Semua mapel meminta siswa mempraktekkan pengetahuan yang telah
dipelajarinya
4
IPS dan IPA tidak mengenal bidang ilmu turunannya, diajarkan sebagai satu
kesatuan dengan pembahasan yang kontekstual:
-IPS melalui pemilihan tema modal pembangunan: SDL-I, SDA, SDM, SDS-B...
-IPA melalui pemilihan tema objek IPA: klasifikasi, transformasi, interaksi,
68
Ilmu Pengetahuan Sosial
No
Kurikulum Lama
Kurikulum Baru
1
Materi disajikan terpisah
menjadi Geografi, Sejarah,
Ekonomi, Sosiologi
Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok
Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi.
2
Tidak ada platform, semua
kajian berdiri sejajar
Menggunakan Geografi sebagai platform kajian dengan
pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat
dengan lokasi. Tujuannya adalah menekankan pentingnya
konektivitas ruang dalam memperkokoh NKRI. Kajian
sejarah, sosiologi, budaya, dan ekonomi disajikan untuk
mendukung terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh.
3
Diajarkan oleh guru berbeda
(team teaching) dengan
sertifikasi berdasarkan mata
kajian
Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan
wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga
siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar
mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara
terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya
69
Ilmu Pengetahuan Alam
No
Kurikulum Lama
Kurikulum Baru
1
Materi disajikan terpisah
antara Fisika, Kimia, dan
Biologi
Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok
Fisika, Kimia, Biologi
2
Tidak ada platform, semua
kajian berdiri sejajar
Menggunakan Biologi sebagai platform kajian dengan
pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkait
dengan benda beserta interaksi diantara benda-benda
tersebut. Tujuannya adalah menekankan pentingnya
interaksi biologi, fisika, kimia dan kombinasinya dalam
membentuk ikatan yang stabil.
3
Materi ilmu bumi dan antariksa masih belum memadai
[sebagian dibahas di IPS]
Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai
dengan standar internasional
4
Materi kurang mendalam
dan cenderung hafalan
Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir
kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional
5
Diajarkan oleh guru berbeda
(team teaching) dengan
sertifikasi berdasarkan mata
kajian
Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan
wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga
siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar
mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara
terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 70
Perubahan Pola Pikir Pembelajaran Matematika
No
Kurikulum Lama
Kurikulum Baru
1
Langsung masuk ke materi
abstrak
Mulai dari pengamatan permasalahan konkret,
kemudian ke semi konkret, dan akhirnya abstraksi
permasalahan
2
Banyak rumus yang harus
dihafal untuk menyelesaikan
permasalahan (hanya bisa
menggunakan)
Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang
diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan
rumus-rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa
mnggunakan tetapi juga memahami asal-usulnya)
3
Permasalahan matematika
selalu diasosiasikan dengan
[direduksi menjadi] angka
Perimbangan antara matematika dengan angka dan
tanpa angka [gambar, grafik, pola, dsb]
4
Tidak membiasakan siswa untuk Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk
berfikir kritis [hanya mekanistis] menyelesaikan permasalahan yang diajukan
5
Metode penyelesaian masalah
yang tidak terstruktur
Membiasakan siswa berfikir algoritmis
6
Data dan statistik dikenalkan di
kelas IX saja
Memperluas materi mencakup peluang, pengolahan
data, dan statistik sejak kelas VII serta materi lain
sesuai dengan standar internasional
7
Matematika adalah eksak
Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan
71
Bahasa Indonesia/Inggris
No
Kurikulum Lama
Kurikulum Baru
1
Materi yang diajarkan
ditekankan pada
tatabahasa/struktur bahasa
Materi yang dijarkan ditekankan pada kompetensi
berbahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan
gagasan dan pengetahuan
2
Siswa tidak dibiasakan
membaca dan memahami
makna teks yang disajikan
Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks
serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa
sendiri
3
Siswa tidak dibiasakan
menyusun teks yang
sistematis, logis, dan efektif
Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis, logis,
dan efektif melalui latihan-latihan penyusunan teks
4
Siswa tidak dikenalkan
tentang aturan-aturan teks
yang sesuai dengan
kebutuhan
Siswa dikenalkan dengan aturan-aturan teks yang sesuai
sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks
(sesuai dengan situasi dan kondisi: siapa, apa, dimana)
5
Kurang menekankan pada
pentingnya ekspresi dan
spontanitas dalam
berbahasa
Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya
dan pengetahuannya dengan bahasa yang meyakinkan
secara spontan
72
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran
No
Kurikulum Lama
Kurikulum Baru
1
Materi disajikan berdasarkan
empat pilar dengan
pembahasan yang terpisahpisah
Materi disajikan tidak berdasarkan pada pengelompokkan
menurut empat pilar kebangsaan tetapi berdasarkan
keterpaduan empat pilar dalam pembentukan karakter
bangsa
2
Materi disajikan berdasarkan Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi
pasokan yang ada pada
warga negara yang bertanggung jawab (taat norma, asas,
empat pilar kebangsaan
dan aturan)
3
Tidak ada penekanan pada
tindakan nyata sebagai
warga negara yang baik
Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk
melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang baik
4
Pancasila dan
Kewarganegaraan disajikan
sebagai pengetahuan yang
harus dihafal
Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya
pengetahuan, tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata
dan sikap keseharian.
73
Pengaruh Terhadap Pembelajaran
• Berpengaruh terhadap pembelajaran:
– Dimana  tanpa sekat jarak (supply/demand)
Guru?
– Kapan  tanpa sekat hari/jam
Kelas?
Murid?
– Siapa  tanpa sekat pribadi
Mapel?
– Apa  tanpa sekat pengajaran
• Konsep universal pengetahuan:
– Tidak berlaku hukum kekekalan massa
– Tidak berlaku hukum konservasi energi
– Tidak berlaku hukum beda potensial
Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas
Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:
• 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui
pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.
• Kebalikannya berlaku untuk kemampuan kecerdasan yaitu: 1/3
dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.
Pembelajaran berbasis
• Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: kecerdasan tidak akan
-
Observing [mengamat]
Questioning [menanya]
Personal
Experimenting [mencoba]
Associating [menalar]
Networking [Membentuk jejaring]
memberikan hasil siginifikan
(hanya peningkatan 50%)
dibandingkan yang berbasis
kreativitas (sampai 200%)
Inter-personal
75
75
Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas
Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity:
what can we learn from research?
Guru dapat membuat peserta didik berperilaku kreatif melalui:
• tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban benar,
• mentolerir jawaban yang nyeleneh,
• menekankan pada proses bukan hanya hasil saja,
• memberanikan peserta didik untuk:
- mencoba,
- menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasi,
- memiliki interpretasi sendiri terkait pengetahuan/kejadian,
• memberikan keseimbangan antara kegiatan terstruktur dan
spontan/ekspresif
76
Hukum Kreativitas
• Kreativitas adalah menular
• Kreativitas adalah benda gas
• Kreativitas tidak dibatasi oleh sumber daya
tetapi oleh imaginasi
• Berlaku hukum universal pengetahuan
Proses yang Mendukung Kreativitas
Pendekatan saintifik dan
kontekstual
PROSES
PEMBELAJARAN
Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:
 Observing [mengamati]
 Questioning [menanya]
 Associating [menalar]
 Experimenting [mencoba]
 Networking [Membentuk jejaring]
Penilaian Otentik
PROSES PENILAIAN




78
penilaian berbasis portofolio
pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal,
memberi nilai bagi jawaban nyeleneh,
menilai proses pengerjaannya bukan hanya
hasilnya,
 penilaian spontanitas/ekspresif,
 dll
Prinsip dan Pendekatan Penilaian
Prinsip
1. Objektif
2. Terpadu
3. Ekonomis
4. Transparan
5. Akuntabel
6. Edukatif
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Pendekatan
1. Pendekatan penilaian yang
digunakan adalah penilaian
acuan kriteria (PAK)
2. PAK merupakan penilaian
pencapaian kompetensi
yang didasarkan pada
kriteria ketuntasan minimal
(KKM).
Sistem Penilaian Kurikulum 2013
No
Jenis Penilaian
Pelaku
Waktu
1
Penilaian otentik
Guru
Berkelanjutan
2
Penilaian diri
Siswa
Tiap kali sebelum ulangan harian.
3
Penilaian projek
Guru
Sesuai kebutuhan mapel
4
Ulangan harian (dapat berbentuk
penugasan)
Guru
terintegrasi dengan proses pembelajaran
5
Ulangan Tengah dan Akhir Semester
Guru (di bawah koord.
satuan pendidikan)
Semesteran
6
Ujian Tingkat Kompetensi
Sekolah (kisi-kisi dari
Pemerintah)
Tiap tingkat kompetensi yang tidak
bersamaan dengan UN
7
Ujian Mutu Tingkat Kompetensi
Pemerintah
Tiap akhir tingkat kompetensi (yang
bukan akhir jenjang sekolah)
8
Ujian Sekolah
Sekolah (sesuai dengan
peraturan)
Akhir jenjang sekolah
9
Ujian Nasional sebagai Ujian Tingkat
Kompetensi pada akhir jenjang satuan
pendidikan.
Pemerintah (sesuai dengan
peraturan)
Akhir jenjang sekolah
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Tingkat Kompetensi dan Ujiannya
Kelas
Kelas XII
Kelas XI
Kelas X
Kelas IX
Kelas VIII
Kelas VII
Kelas VI
Kelas V
Kelas IV
Tingkat Kompetensi VI
Uji Tingkat Kompetensi VI
Tingkat Kompetensi V
Uji Tingkat Kompetensi V
Tingkat Kompetensi IVa Uji Tingkat Kompetensi IVa
Tingkat Kompetensi IV
Uji Tingkat Kompetensi IV
Tingkat Kompetensi III
Uji Tingkat Kompetensi III
Tingkat Kompetensi II
Uji Tingkat Kompetensi II
Kelas III
Tingkat Kompetensi I
Kelas II
Kelas
I
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Uji Tingkat Kompetensi I
Ruang Lingkup Penilaian
 Tes Tulis
 Tes Lisan
 Penugasan
 Observasi
 Penilaian diri
 Peni. antarpeserta didik
 Jurnal
Sikap
Pengetahuan
Ketrampilan
•Tes Praktek
• Projek
• Portofolio
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1
KUOTA NASIONAL,
STANDAR DAN POLA
REKRUTMEN
MAHASISWA CALON
GURU
(DEMAND DRIVEN)
INTELEKTUAL,
MINAT, BAKAT, SIKAP, dan
PHISIK
STANDARISASI
INPUT DAN KUOTA
NASIONAL
BELUM ADA ??
2
3
REKONSTRUKSI
PENDIDIKAN
AKADEMIK,
PROFESI GURU dan
PENATAAN LPTK
PERENCANAAN
KEBUTUHAN,
REKRUITMEN,
DISTRIBUSI
KUANTITAS
DAN KUALITAS
STANDARISASI LULUSAN
LPTK MASIH
TERKENDALA ?
GURU KURANG
TETAPI LEBIH ??
4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
KUALIFIKASI
KOMPETENSI
KINERJA
KENAIKAN PANGKAT
KARIR
PKBG
HARLINDUNG
TUNJANGAN
KINERJA GURU
PROFESONAL
BELUM OPTIMAL
DOMAIN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DOMAIN PEMKAB/PEMKO
(Diperlukan Standar Minimal
Yang Berlaku Untuk Semua
Kab /Kota)
83
UJI
KOMPETENSI
N ˂ SM
DIKLAT MANDIRI
(MENDIDIK DIRI
SENDIRI)
N ≥ SM
INTERNALLY &
EKSTERNALLY
DRIVEN
N ˂ SM
PK
N ≥ SM

Pembinaan karier dan
kepangkatan

Memastikan guru
melaksanakan tugas
profesional

Menjamin bahwa guru
memberi layanan
pendidikan yang
berkualitas
(KEPASTIAN, KEMANFAATAN
dan KEADILAN)
DIKLAT DASAR
DIKLAT LANJUTAN
INDIKATOR UTAMA
DIKLAT
PENGEMBANGAN
GURU
PROFESIONAL
1.
KENAIKAN PANGKAT/
JABATAN
2.
PROMOSI
3.
TUNJANGAN PROFESI
No.
1.
SM : Standar Minimal
PKB : Pembinaan Keprofesian
Berkelanjutan
PK
: Penilaian Kinerja
1.
Kompetensi Lulusan, Hasil Belajar Siswa (Nilai Rapor, UN dan Hasil Tes
Standar Lainnya)
2.
Karya Prestatif Siswa dalam berbagai kompetisi Lokal, Nasional dan
Internasional
3.
Kesinambungan Prestasi Siswa di PT atau bekerja melalui Penelusuran
Alumni.
4.
Rekognisi Pihak Eksternal terhadap kualitas Siswa
Disiplin Guru (waktu,
nilai, kehadiran, ethos kerja)
2.
Efisiensi dan Efektivitas
pembelajaran
(Kapasitas transformasi
ilmu ke siswa)
3.
Keteladanan Guru
DAMPAK /INDIKATOR
Isu Strategis :
1. SOP
2. Alat Ukur
3. Permendikbud
INDIKATOR
(berbicara, bersikap dan
berperilaku)
4.
Motivasi Belajar
Siswa
MILESTONE PEMBINAAN PROFESI GURU:
Telah berhasil
menaikkan minat
lulusan Pendidikan
Menengah menjadi guru
(69,4 % peserta SBMPTN
2013 memilih menjadi
Guru) meski belum
signifikan meningkatkan
kinerja profesional guru
Dibutukan komitmen
nasional berupa sistem
yang mampu
mendorong kinerja
profesional guru berupa
penguatan impelmentasi
sistemik dari UKG, PKG,
PKB, Pangkat dan Karir
Guru dengan TPG.
2016
2005
SERTIFIKASI
GURU DALAM
JABATAN
PPG DALAM
JABATAN
PPG PRAJABATAN
Skala Implementasi
No
1
Jenjang
Satuan
Kelas
SD
I
2013
2%
II
Tahun
2014
100%
100%
100%
100%
III
IV
100%
2%
V
100%
100%
100%
100%
VI
2
SMP
VII
100%
4%
VIII
100%
100%
100%
100%
IX
3
SMA/SMK
X
XI
XII
2015
100%
10%
100%
100%
100%
100%
100%
86
GURU
MBS DAN
KEPEMIMPINAN
SEKOLAH
SEKOLAH SBG
PUSAT
PERADABAN
BAGI SISWA
EVALUASI DIRI
SEKOLAH (EDS)
PROSES BELAJAR
• Tematik Terpadu
• Pendekatan Scientific
• Problem dan Project
Based learning
IKLIM DAN
KULTUR SEKOLAH
SISTEM EVALUASI
PROSES STANDARISASI :
• Kriteria
• Instrumentasi
• Kewilayahan
BENCMARK
•
•
•
•
•
•
Quality Control
Motivator
Accountability
Seleksi
Diagnostik
Legitimasi
87
Manajemen Monitoring Implementasi Kurikulum
Dinas Pendidikan
Prov. & Kab/Kota
membina
Kemdikbud
Sumber : Kemdikbud, 2012.
UIK Pusat
Sekolah+Guru
memantau
melapor
melapor
Pendampingan
memantau
Guru Inti
LPMP: Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan
UIK Provinsi
di LPMP
melapor
UIK : Unit Implementasi Kurikulum
88
Ruang Lingkup Monitoring
Fisik: jadwal, kuantitas, kualitas
Substansi: Kebenaran,
Kelengkapan, Kesesuaian, Keterbacaan,
Dokumen
Buku
Sekolah
Guru
Fisik: jadwal, kuantitas, kualitas
Substansi: administrasi,
pengaturan fasilitas,
manajemen, budaya
Sumber : Kemdikbud, 2012.
Fisik: jadwal, kuantitas, kualitas
Substansi: Kebenaran,
Kelengkapan, Kesesuaian, Keterbacaan,
Estetika
Pelatihan:
jadwal, kuantitas,
kualitas
Pemahaman: materi, aktivitas,
pembelajaran,
penilaian
89
HASIL PRETEST DAN POSTEST IN
PRE TEST
POST TEST
Pre Test
Min
Max
Rataan
Stdev
17,50
85,00
55,01
10,67
RATAAN :
55.01
Post Test
Rata
66,97
Min
45,00
Max
97,50
Stdev
8,83
RATAAN :
66.97
HASIL PRETEST DAN POSTEST GI
PRE TEST
Pre Test
Min
Max
Rataan
Stdev
2,50
80,00
43,03
10,92
RATAAN :
43.03
POST TEST
Post Test
Min
Max
Rataan
Stdev
RATAAN :
55.19
17,50
87,50
55,19
11,06
HASIL PRETEST DAN POSTEST GS
PRE TEST
Pre Test
Min
Max
Rataan
Stdev
2,50
80,00
40,01
10,39
RATAAN :
40.01
POST TEST
Post Test
Min
Max
Rataan
Stdev
2,50
97,50
52,62
11,10
RATAAN :
52.62
Hasil Uji Kompetensi Awal 2012
Distribusi Nilai Nasional
50,000
< 30,0
40,000
Mengikuti
pembinaan
Distribusi Nilai Per Provinsi
≥ 30,0
Melanjutkan ke Pendidikan
dan Latihan
248.733 peserta (88,5%)
32.286 peserta
(11,5%)
30,000
Passing
grade = 30,0
20,000
Nilai Tertinggi
97,0
Nilai Terendah
1,0
Rata-rata
42,25
Standar Deviasi
12,72
10,000
0
0
25
50
75
100
Hasil Uji Kompetensi Berdasarkan Tempat Bertugas
100
Rata-rata Nasional = 42,25
90.0
90.0
87.5
80
97.0
72.0
58.9
51.3
46.1
40
50.0
49.1
36.9
32.6
20
13.0
11.0
TK
Standar
Deviasi
3.0
1.0
0
11,82
4.0
1.0
SD
SMP
SMA
9,27
11,36
12,86
Rata-rata
Nasional = 42,25
19/33
95.0
80.0
60
DI YOGYAKARTA
DKI JAKARTA
BALI
JAWA TIMUR
JAWA TENGAH
JAWA BARAT
KEPULAUAN RIAU
SUMATERA BARAT
PAPUA
BANTEN
KALIMANTAN TIMUR
NUSA TENGGARA BARAT
SULAWESI SELATAN
KALIMANTAN SELATAN
RIAU
PAPUA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
BENGKULU
GORONTALO
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI UTARA
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
SULAWESI TENGAH
SUMATERA UTARA
LAMPUNG
SULAWESI BARAT
ACEH
JAMBI
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN BARAT
MALUKU UTARA
MALUKU
2.0
SMK
SLB
PENGAWAS
12,07
16,71
8,83
0
10
20
30
50.1
49.2
48.9
47.1
45.2
44.0
43.8
42.7
41.1
41.1
40.5
39.9
39.4
39.2
39.1
39.0
38.8
38.6
38.6
38.5
38.3
38.2
38.2
37.6
37.4
37.2
36.9
36.1
35.7
35.5
35.4
34.8
34.5
40
93
50
93
Distribusi Nilai UKG (Menurut Usia..1)
Rerata Nilai Kompetensi Pedagogi
Menurut Kelompok Usia
48.08
46.26
Rerata Nilai Kompetensi Profesional
49.25 Menurut Kelompok Usia
46.92
39.50
Tot avg:
43.20
<35 th
Usia
Tot avg:
44.45
avg
35-50 th
N
40.55
>50 th
Min
Stdev
<35 th
Usia
N
>50 th
Min
Stdev
14,673
0
12.18
35-50 th
264,551
0
11.93
>50 th
238,802
0
10.41
Total
518026
0
11.73
14,673
0
13.30
<35 th
35-50 th
264,551
0
12.96
>50 th
238,802
0
Total
518026
0
12.22
13.09
<35 th
35-50 th
avg
94
Hasil UKA 2012 Berdasarkan Kab/Kota
60
Rerata Nasional
42,25
Kab. Gresik
Kota Blitar
Kab. Sukabumi
55
50
154 Kab/Kota
45
40
337 Kab/Kota
35
30
Kab. Barito Utara
Kab. Dogiyai
25
Kab. Mentawai
Standar Deviasi :
12,72
20
0
50
100
150
200
250
300
350
400
450
95500
95
Hasil UKG 2012: Gabungan Kompetensi Pedagogi & Profesional
35000
Rata-rata = 45.82
UKG
30000
Maks
Min
Rata
Stdev
N
25000
20000
96.25
45.82
11.67
878,525
15000
10000
5000
100
95
90
85
80
75
70
65
60
55
50
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
0
100
96.25
95
94.00
93.00
90
86.25
85
81.00
80
75
24/33
Rata-rata
Nasional =
70
45.82
65
60
55
51.23
50
49.75
47.70
45.84
45
42.05
40
35
30
TK
SD
SMP
YOGYA
JATENG
BABEL
DKI
JATIM
SUMBAR
JABAR
KEPRI
BALI
BANTEN
KALSEL
PAPUA
RIAU
KALBAR
NTB
KALTIM
BENGKULU
PAPUA BARAT
SUMSEL
LAMPUNG
JAMBI
SUMUT
SULTRA
GORONTALO
SULBAR
SULUT
SULTENG
SULSEL
KALTENG
NTT
MALUKU
ACEH
MALUT
SMA
SMK
Rata-rata
Nasional :
45.82
53.60
50.41
48.25
47.93
47.89
47.21
46.81
45.68
45.50
44.96
44.37
44.24
43.86
43.72
43.69
43.65
43.28
42.52
42.30
42.27
42.10
42.06
41.86
41.79
41.59
41.53
41.45
41.18
41.14
41.05
40.00
38.88
38.02
96
Hasil UKG 2013: Gabungan Kompetensi Pedagogi & Profesional
18000
UKG
Rata-rata =
47.84
16000
Maks
Min
Rata
Stdev
N
14000
12000
10000
100,00
1,00
47,84
12,77
561.856
8000
6000
4000
2000
4
8
12
16
20
24
28
32
36
40
44
48
52
56
60
64
68
72
76
80
84
88
92
96
100
0
100.00
100
95
96.25
93.00
90
96.25
93.00
85
82.50
80
75
70
25/33
Rata-rata
Nasional =
65
47.84
60
55
54.38
52.77
50.22
50
45
51.09
46.47
43.68
40
35
30
TK
SD
SMP
SMA
YOGYA
JATENG
DKI
JATIM
BALI
JABAR
SUMBAR
KEPRI
KALSEL
BABEL
BANTEN
KALTIM
NTB
BENGKULU
KALBAR
LAMPUNG
SULSEL
RIAU
JAMBI
KALTENG
SUMUT
PAPUA
SUMSEL
SULTRA
GORONTALO
SULUT
NTT
SULBAR
NAD
PAPUA BARAT
SULTENG
MALUKU
MALUT
SMK
SDLB
57.27790
55.13585
53.42587
52.74742
52.68364
51.74288
49.70465
48.68641
48.57475
48.10265
47.14
47.01
45.93
45.30
45.25
45.18
44.83
44.76
Rata-rata
44.27
Nasional :
44.00
47.84
43.57
42.44
42.16
42.15
42.05
42.02
41.60
41.24
40.91
40.66
40.01
37.97
36.19
97
REALISASI PELATIHAN KURIKULUM (GURU INTI DAN SASARAN) 2013 (31 JULI 2013)
Jatim
Jateng
Jabar
Sumbar
Lampung
Sulsel
Banten
Sumut
Jakarta
Sumsel
BALI
Sulut
Riau
Yogya
Bengkulu
Kaltim
Babel
Kalsel
ACEH
Kalbar
PAPUA
NTB
Kepri
Gorontalo
NTT
Sulteng
Kalteng
Sultra
Sulbar
Maluku
Papua Barat
Malut
Jambi
418
384
364
150
134
123
115
114
108
92
83
81
78
78
69
69
67
63
61
56
52
50
49
44
43
39
39
37
36
30
27
25
22
Guru Inti
Jatim
Jateng
Jabar
Sumbar
1796
Lampung 1360
Sulsel 1715
Banten 1404
Sumut 718
Jakarta 1622
Sumsel 947
B A L I 1395
Sulut 775
Riau 814
Yogya 908
Bengkulu 572
Kaltim 858
Babel 432
Kalsel 681
A C E H 765
Kalbar 537
PAPUA 255
NTB 724
Kepri 299
Gorontalo 429
NTT 322
Sulteng 308
Kalteng 224
Sultra 343
Sulbar 309
Maluku 198
Papua Barat 170
Malut 124
Jambi 646
6229
5873
5599
Guru
Sasaran
Jatim
Jateng
Jabar
Sumbar
Lampung
Sulsel
Banten
Sumut
Jakarta
Sumsel
BALI
Sulut
Riau
Yogya
Bengkulu
Kaltim
Babel
Kalsel
ACEH
Kalbar
PAPUA
NTB
Kepri
Gorontalo
NTT
Sulteng
Kalteng
Sultra
Sulbar
Maluku
Papua Barat
Malut
Jambi
15
15
15
12
10
14
12
6
15
10
17
10
10
12
8
12
6
11
13
10
5
14
6
10
7
8
6
9
9
7
6
5
Rasio Guru
Inti vs Guru
Sasaran
29
HASIL AKHIR PELATIHAN GURU INTI JATENG
Rataan Nilai Akhir Prov Jateng : 77.97
Rataan Nilai
Akhir Nasional
75,23
HASIL AKHIR PELATIHAN GURU SASARAN JATENG
Rataan Nilai Akhir Prov Jateng : 76.68
Rataan Nilai
Akhir Nasional
74,62
HASIL AKHIR PELATIHAN GURU INTI JATENG
Rataan Nilai
Akhir Nasional
75,23
8/35
HASIL AKHIR PELATIHAN GURU SASARAN JATENG
Rataan Nilai
Akhir Nasional
74,62
6/35

similar documents