POWERPOINT (06-14-13-07-00-34)

Report
PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH PANJANG SETEK DAN DIAMETER
TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN
AGLAONEMA (Aglaonema crispum)
DI KELURAHAN NAMAOLE KECAMATAN KOTA
MASOHI KABUPATEN MALUKU TENGAH
OLEH :
NINING SUMIA
NPM. 2008 15 285
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tanaman aglaonema (Aglaonema pictum) ini bisa
dijadikan tanaman hias skala masal melalui
multifikasi secara vegetatif (misalnya setek). Setek
merupakan teknik perbanyakan vegetatif sebagai
suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa
bagian dari tanaman, seperti batang dan
tunas/anakan. Keunggulannya, tanaman baru
memiliki sifat sama seperti induk, seperti ketahanan
serangan penyakit, warna bentuk dan keindahan
bunga.
Kelebihan bahan untuk membuat setek sedikit, tapi
bibit yang diperoleh banyak. Karena pada setiap
batang menghasilkan beberapa setek. Tanaman hasil
setek juga beragam, memiliki ketahanan penyakit
atau sifat lain dan bibit dengan menggunakan setek
memiliki akar, batang, dan daun dalam waktu singkat
(Simone, 2003).
Dengan demikian penulis tertarik untuk membuat
suatu penelitian tentang “Pengaruh Panjang Setek
dan Diameter Terhadap Pertumbuhan Tanaman
Aglaonema (Aglaonema pictum) di Kelurahan
Namaelo Kecamatan Kota Masohi Kabupaten Maluku
Tengah”
1.2. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh panjang setek dan diameter
terhadap pertumbuhan tanaman Aglaonema
(Aglaonema pictum)?
1.3. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh panjang setek dan
diameter terhadap pertumbuhan tanaman Aglaonema
(Aglaonema pictum).
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan
informasi bagi pecinta tanaman hias aglaonema dan pihak lain.
Sebagai bahan informasi bagi mahasiswa khususnya biologi
dalam mempelajari mata kuliah yang ada kaitannya dengan
judul di atas.
Sebagai bahan acuan atau referensi bagi penelitian berikutnya.
1.5. Ruang Lingkup Penelitian
Untuk menghindari salah persepsi, maka yang penulis teliti
yaitu hanya melihat pengaruh panjang setek dan diameter
terhadap pertumbuhan tanaman aglaonema (Aglaonema
pictum). Tipe tanamannya tumbuh tegak, tangkai daun panjang
tersusun secara teratur di batang. Ukuran daun besar
berbentuk elips dengan ujung meruncing. Bercak putih
menyebar ke permukaan daunnya yang hijau gelap. Setek
batang tanaman aglaonema yang sudah berumur 2 bulan
sebanyak 15 batang. Dengan panjang setek 5 cm, 10 cm, 15 cm,
20 cm dan 25 cm dengan diameter batang 2 mm.
1.6. Penjelasan Istilah
1. Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik
secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu
perubahan perilaku dan sifat elemen-elemen (Danarti, 1995).
2. Setek merupakan teknik perbanyakan vegetatif sebagai
suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian
dari tanaman, seperti batang dan tunas (anakan) (Setiadi,
2010).
3. Diameter adalah garis lurus yang menghubungkan dua
titik pada lengkungan lingkaran dan melalui titik pusat
(Crayonpedia, 2012).
4. Pertumbuhan adalah proses bertambah jumlah ukur sel
seluruh bagian tubuh dapat diukur dan tidak dapat
dikembalikan keadaan semula atau ireversibel (Said, 2011).
5. Aglaonema (Aglaonema pictum) merupakan tanaman hias
daun yang kini menjadi primadona baru di tanah air.
Tanaman yang dikenal dengan nama sri rejeki ini disukai
karena bersosok kompak dan bentuk daun bulat lonjong.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Mengenal Aglaonema (Aglaonema crispum)
2.2. Taksonomi Tanaman Aglaonema (Aglaonema crispum)
2.3. Morfologi Tanaman Aglaonema (Aglaonema crispum)
2.4. Fisiologi Tanaman Aglaonema (Aglaonema crispum)
2.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan
Tanaman Aglaonema (Aglaonema crispum)
2.6. Syarat Tumbuh yang disukai Tanaman
2.7. Aglaonema (Aglaonema crispum)
2.8. Perbanyak dengan Setek
2.9. Hipotesis
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Tipe Penelitian
Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe
penelitian eksperimen untuk mengetahui pengaruh panjang setek
dan diameter terhadap pertumbuhan tanaman aglaonema
(Aglaonema pictum).
3.2. Objek Penelitian
Yang menjadi objek dalam penelitian adalah setek batang tanaman
aglaonema, yang berumur 2 bulan sebanyak 15 batang.
3.3. Variabel Penelitian
Variabel bebas
Pengaruh panjang setek dan diameter tanaman aglaonema.
Variabel terikat
Pertumbuhan setek tanaman aglaonema, dengan indikator :
Jumlah tunas
Jumlah daun
Panjang akar
2.4. Rancangan Percobaan
Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan
dalam penelitian ini sebanyak 5 perlakuan dengan ulangan
sebanyak 3 kali. Adapun perlakuan yang digunakan adalah
sebagai berikut :
P1D1 = Panjang batang setek 5 cm dan diameter 2 cm.
P2D2 = Panjang batang setek 10 cm dan diameter 2 cm.
P3D3 = Panjang batang setek 15 cm dan diameter 2 cm.
P4D4 = Panjang batang setek 20 cm dan diameter 2 cm.
P5D5 = Panjang batang setek 25 cm dan diameter 2 cm.
Jadi terdapat 15 unit uji. Sehingga total stekaglaonema yang
dibutuhkan adalah 15 stek.
3.5. Analisis Data
Data yang didapat dalam penelitian ini, akan
dianalisis dengan menggunakan uji F pada pola
Rancangan Acak Lengkap (RAL). Untuk mengetahui
adanya pengaruh signifikan, maka dilakukan analisis
data dengan menggunakan analisis of varians
(ANOVA), jika Fhitung> Ftabel pada taraf signifikan 1%
dan 5%, maka hipotesis H1 diterima dan hipotesis H0
ditolak. Sebaliknya Fhitung< Ftabel pada taraf signifikan
5% dan 1% maka hipotesis H0 dan hipotesis H1 dan
terima.
Apabila hasil analisis menunjukkan perbedaan nyata
(signifikan pada taraf 5%). Maka dilanjutkan dengan
uji Beda Nyata Terkecil (BNT), untuk mengetahui
derajat beda antara kelompok perlakuan.

similar documents