Enterprise Resource Planning Pertemuan 3

Report
Presented by:
Purdianta
Industri Manufaktur
“Industri yang membuat produk dari bahan
mentah (raw material) atau komponen
menjadi bahan jadi atau komponen
lainnya, dengan menggunakan tenaga
mesin atau tenaga manusia, yang
dilakukan secara sistematis dengan cara
pembagian pekerjaan.”
Karakteristik Industri Manufaktur
Jenis Industri Manufaktur
MTO
CTO
MTS
Tipe
Manufaktur
ETO
ATO
Jenis Industri Manufaktur
MTO
• Tidak
melakukan
pengelolaan
bahan baku
• Fokus pada
kustomisasi
layanan
• Biaya produksi
tinggi
MTS
• Produk dibuat
dan disimpan
• Pembelian
dapat
dilakukan
secara
langsung.
• Bergantung
pada analisis
pasar dan
perkiraan
kebutuhan
• Biaya lebih
rendah
ATO
• Order
dikerjakan
melalui
perakitan
• Menggunakan
komponen
yang sudah
standard
• Mempercepat
waktu
penyelesaian
Jenis Industri Manufaktur
ETO
CTO
• Melayani
kostumisasi
penuh.
• Segara
sesuatu
dibuat
berdasarkan
order.
• Bahan baku
sesuai order
• Biaya produksi
sangat tinggi.
• Perpaduan
ATO dan ETO.
• Proses
produksi
sangat
fleksibel
• Fitur dan
pilihan produk
sangat
beraneka
ragam
Process
Manufacturing
• Sifat produk
yang
dihasilkan
kompleks.
• Bagianbagian dari
produknya
tidak bisa
dibedakan.
Skema BOM pada ETO
Bill of Material
 Landasan
pengadaan material dan
proses produksi.
 BOM sebagai mekanisme
kontrol terhadap standar.
 EBOM => Engineering
 MBOM => Production Planning
Value Chain
Supply Chain Management
Perananan Sistem Terintegrasi
Product Data Management
Product Data Management
Data Management
Klasifikasi
Komponen
Data
Management
Struktur
Produk
Klasifikasi
Dokumen
Process Management
Work
Workflow
Work History
Management Management Management
Fungsi PDM





Vault yaitu tempat menyimpan, mengorganisasikan,
mengendalikan, mengambil dan melindungi data
produk.
Manajemen proses, pemodelan proses, dan kendali
atas desain.
Manajemen konfigurasi, manajemen struktur produk
dan rekayasa perubahan
Manajemen Program
Work flow
Penerapan PDM
Manfaat DFM
Mengurangi time to
market
Meningkatkan
produktivitas desain
Meningkatkan akurasi
desain dengan proses
produksi
Pemanfaat tenaga
ahli secara efektif
Integrasi Data
Terjamin
MRP II - Fitur



Perencanan keuangan dengan cara mengkonversi
jadwal pengadaan material manjadi kebutuhan modal
yang harus tersedia.
Simulasi, dengan cara melakukan analisis dampak
perubahan jadwal utama produksi atau MPS terhadap
penggunaan material, tenaga kerja dan kebutuhan
modal.
Perencanan pengadaan yang lebih baik karena
rencana pengadaan material diselaraskan dengan
rencana dan kapasitas produksi sehingga dapat
dibuat rencana pembelian material untuk jangka
panjang.
DRP





Memperluas konsep MRP hingga sampai ke distribusi
fisik.
Mampu mengintegrasikan distribusi fisik dengan
perencanaan produksi dan sistem penjadwalan.
DRP memmbantu perusahaan untuk memelihara
inventory di area distribusi meliputi gudang
penyimpanan, distributor, retailer dan seterusnya.
Fungsi DRP pada jalur distribusi dapat disejajarkan
dengan fungsi MRP pada lantai produksi.
Data yang tersimpan dapat meliputi kebutuhan real,
stok yang tersedia, stok dalam perjalanan, waktu
tunggu transportasi dan yang lainnya.
DRP





Memperluas konsep MRP hingga sampai ke distribusi
fisik.
Mampu mengintegrasikan distribusi fisik dengan
perencanaan produksi dan sistem penjadwalan.
DRP memmbantu perusahaan untuk memelihara
inventory di area distribusi meliputi gudang
penyimpanan, distributor, retailer dan seterusnya.
Fungsi DRP pada jalur distribusi dapat disejejarkan
dengan fungsi MRP pada lantai produksi.
Data yang tersimpan dapat meliputi kebutuhan real,
stok yang tersedia, stok dalam perjalanan, waktu
tunggu transportasi dan yang lainnya.
Lean Manufacturing dan Just In Time
Over
Production
Over
Transportasi
Proses
Defect
7 Waste
Waiting
Time
Motion
Inventory

similar documents