100. STATISTIK HARGA KONSUMEN

Report
Statistik Harga Konsumen
Latar Belakang
Inflasi merupakan salah
satu indikator penting yg
dpt memberikan informa
si ttg dinamika perkem
bangan harga brg dan
jasa yg dikonsumsi masy
Inflasi yg merupakan indikator pergerakan antara
Demand dan Supply di pasar riil juga terkait erat dgn
perubahan tkt suku bunga, produktivitas ekonomi,
nilai tukar rupiah dgn valuta asing, indeksasi anggaran
dan parameter ekonomi makro lain
Inflasi
menggambarkan kecenderungan umum
ttg perkembangan harga dan perubahan
nilai shg dpt dipakai sebagai informasi
dasar utk pengambilan keputusan
pada tingkat mikro spt rt/masy dpt
memanfaatkan angka inflasi utk dasar
penyesuaian pengeluaran kebutuhan
sehari-hari dgn pendapatan mereka yg
relatif tetap
pada tkt korporat angka inflasi dpt di
pakai utk perencanaan pembelanjaan
dan kontrak bisnis.
dlm lingkup yg lebih luas (makro) angka
inflasi menggambarkan kondisi/stabilitas
moneter dan perekonomian
Kegunaan Data Inflasi
 Indeksasi upah dan tunjangan gaji pegawai (WageIndexation).
 Penyesuaian Nilai Kontrak (Contractual Payment).
 Eskalasi Nilai Proyek (Project Escalation).
 Penentuan Target Inflasi (Inflation Targeting).
 Indeksasi APBN (Budget - Indexation).
 Sebagai pembagi PDB, PDRB (GDP Deflator).
 Sebagai proksi perubahan biaya hidup (proxy of cost of living).
 Indikator dini tingkat bunga, valas, dan indeks harga saham.
Referensi Penghitungan Inflasi
Paket Komoditas & Jasa beserta diagram timbang diperoleh atas
dasar Survei Biaya Hidup di 66 kota utk IHK 2007=100
Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional
baku yg tertuang dlm Classification of Individual Consumption
According to Purpose (COICOP) yg diadaptasi utk kasus Indonesia
menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
Rumus yg digunakan utk menghitung Indeks Harga Konsumen
(IHK) adalah Laspeyres yg dimodifikasi (Modified Laspeyres).
Rumus tsb mengacu pada CPI Manual yg diterbitkan oleh Inter
national Labour Organisation (ILO).
Konsep & Definisi

Inflasi IHK atau inflasi umum (head
line inflation) adalah inflasi seluruh
barang/jasa yg dimonitor harganya
secara periodik.
Inflasi umum adalah komposit dari
inflasi inti, inflasi administered prices,
dan inflasi volatile goods.
Inflasi inti (core inflation) adalah inflasi brg/jasa yg per
kembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan
ekonomi secara umum, spt ekspektasi inflasi, nilai tukar,
dan keseimbangan permintaan dan penawaran, yg
sifatnya cenderung permanen, persistent, dan bersifat
umum.
Inflasi administered prices adalah inflasi brg/jasa yg
perkembangan harganya secara umum dpt diatur
pemerintah.
Inflasi volatile goods adalah inflasi brg/jasa yg perkem
bangan harganya sangat bergejolak. Berdasarkan
tahun dasar 2002, inflasi volatile goods masih
didominasi bahan makanan, sehingga sering disebut
juga sebagai inflasi volatile foods.
Contoh Inflasi Umum
 IHK Umum bln Maret 2010 sebesar
118,19
 IHK Umum bulan Feb 2010 sebesar
118,36
 maka besarnya angka inflasi/deflasi
IHK Umum bulan Maret 2010 adalah
[(118,19-118,36)/118,36] x 100 % =
- 0,14 % (deflasi).
Contoh Inflasi Inti (Core Inflation)
Jumlah komoditasnya 694 (89,66%) antara lain
kontrak rumah, upah buruh, tepung terigu, daging
babi, mobil, sepeda motor, dsb, dgn bobot se
besar 65,99%.
 IHK Komponen inti (core) bulan Maret 2010
sebesar 116,36
 IHK Komponen inti (core) bulan Februari 2010
sebesar 116,18,
 maka besarnya angka inflasi IHK Komponen inti
(core) bulan Maret 2008 adalah [(116,36116,18)/116,18] x 100 % = 0,15 % (Inflasi).
Contoh Inflasi Administered Prices
Jumlah komoditasnya sebanyak 19 (2,45%)
antara lain bensin, tarif listrik, rokok, dsb,
dengan bobot 17,95%
 IHK Komponen administered prices bulan
Maret 2010 sebesar 114,03
 IHK Komponen administered prices bulan
Februari 2010 sebesar 113,94
 maka besarnya angka inflasi IHK Komponen
administered prices bulan Maret 2010
adalah [(114,03-113,94)/113,94] x 100 % =
0,08 % (Inflasi).
Contoh Inflasi Volatile Goods
 Jumlah komoditasnya sebanyak 61 (7,88%)
antara lain beras, minyak goreng, cabe, daging
ayam ras, dan sebagainya,dgn bobot sebesar
16,06% .
 IHK Komponen volatile goods bulan Maret
2010 sebesar 130,33
 IHK Komponen volatile goods bulan Februari
2010 sebesar 131,83,
 maka besarnya angka inflasi/deflasi IHK
Komponen volatile goods bulan Maret 2010
adalah [(130,33-131,83)/131,83] x 100 % = 1,14 % (deflasi).
Konsep dan Definisi (2)
1. Menurut faktor penyebab inflasi
a. Inflasi Tarikan Permintaan (Demand-Pull
Inflation) terjadi akibat
ketidakseimbangan antara jumlah
permintaan dan penawaran
b. Inflasi Desakan Biaya (Cost-PushInflation) terjadi akibat kenaikan biaya
produksi
Konsep dan Definisi (3)
2. Menurut sifat inflasi
a. Creeping Inflation (inflasi merayap) ditandai
dengan laju inflasi rendah (< dari 10% per
tahun).
b. Galloping Inflation ditandai dengan kenaikan
harga yg cukup besar (double digit atau triple
digit), waktu relatif pendek.
c. Hyper Inflation (inflasi tinggi) yang paling parah
sampai lima atau enam kali. Perputaran uang
semakin cepat, harga naik secara akselerasi.
Konsep dan Definisi (4)
3. Menurut asal inflasi
a. Inflasi berasal dari dalam negeri (Domestic
Inflation) disebabkan kebijakan menambah
jumlah uang beredar, gagal panen dan
sebagainya.
b. Inflasi berasal dari luar negeri (Imported Inflation) disebabkan kenaikan harga-harga
(inflasi) di luar negeri atau negara-negara
partner dagang.
Konsep dan Definisi (5)
4. Menurut struktur inflasi
a. Bersifat tetap (persisten) yaitu inflasi
inti, merupakan komponen inflasi yang
dapat mempengaruhi kebijakan moneter
dan merupakan trend inflasi jangka
panjang.
Konsep dan Definisi (6)
b. Bersifat sesaat (noise) merupakan
komponen inflasi yang dapat
mempengaruhi kebijakan
pemerintah dibidang harga
(administered price) dan dan
kelompok bahan makanan (volatile food)
Konsep dan Definisi (10)
 Paket komoditas adalah sekeranjang/sejumlah
barang dan jasa yang secara umum dominan
dikonsumsi oleh masyarakat di suatu kota.
 Diagram timbang adalah diagram yang
menunjukkan distribusi persentase nilai
konsumsi tiap jenis barang/jasa terhadap total
rata-rata pengeluaran rumah tangga di suatu kota.
SKEMA PENGHITUNGAN IHK (2007 = 100)
Sumber
Data
Sensus
Ekonomi
(SE’06)
Hasil
SBH’07
Data Dasar
Kerangka
Sample
Pasar/Toko/
Outlet
Daftar Pasar
/Outlet
Survey Sampel (P0)
PoP
Monitoring
Harga
Relative
Harga
(Pn/P0)
Inflasi
Kota/
IHK
Inflasi
Nasional
/
IHK
IHK =  Pn/P0.NK0
 NK0
Kota
Survei Biaya
Hidup
(SBH’07)
SP 2000
SUPAS’05/
Susenas
Diagram
Pola Konsumsi COICOP
Timbang
Masy (Paket
(Komoditas/
Komoditas/Jasa)
Jasa)
(Q0)
Jumlah RT
Ekonomi
di Blok Sensus
Elit/Non Elit
Listing RT
Nilai
Konsumsi
P0 . Q0
(NK0)
Bobot
Kota
IHK
(Wi)
66
IHK
=  W . IHKi
Nasional i = 1 i
Metode Penghitungan IHK (1)
Rumus IHK (modifikasi Laspeyres):
k

In 
i 1
Pni
P( n  1 ) i
P( n  1 ) i Q oi
k

 100
Poi Q oi
i 1
In
Pni
P(n-1)i
P(n-1)i Qoi
Poi Qoi
k
=
=
=
=
=
=
Indeks periode ke-n
Harga jenis barang i, periode ke-n
Harga jenis barang i, periode ke-(n-1)
Nilai konsumsi jenis barang i, periode ke-(n-1)
Nilai konsumsi jenis barang i pada tahun dasar
Jumlah jenis barang paket komoditas
Metode Penghitungan IHK (2)
• Penghitungan Relatif Harga (RH) Kualitas/Merk :
RH
nij

Pnij
X 100
P( n  1 ) ij
d im an a :
RH
P n ij
n ij
= R elatif harga periode ke -n, kom oditas i, kualitas/m erek j
= H arga periode ke -n, kom oditas i, kualitas/m erek j
P (n -1 )ij = H arga periode ke -(n-1), kom oditas i, kualitas/m erek j
• Penghitungan Relatif Harga (RH) Komoditas :
K
RH
ni


RH
nij
K 1
K
d im a n a :
R H n i = R e la tif H a rg a p e rio d e k e -n , k o m o d ita s i
R H n ij = R e la tif H a rg a p e rio d e k e -n , k o m o d ita s i , k u a lita s /m e rk j
K
= J u m la h k u a lita s /m e re k
Metode Penghitungan IHK (3)
• Menghitung Nilai Konsumsi (NK) Jenis Barang :
NK ni 
RH ni  NK ( n 1) i
100
dimana :
NKni = NIlai Konsumsi periode ke-n, komoditas i
RHni = Relatif harga periode ke-n., komoditas i
NK(n-1)i = Nilai konsumsi periode ke-(n-1), komoditas i
Metode Penghitungan IHK (4)
• Menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) :
IHK
n

NK
n
NK
0
X 100
d im a n a :
IH K n
= In d e k s H a rg a K o n s u m e n p e rio d e k e -n
NKn
= N ila i k o n s u m s i p e rio d e k e -n .
NK0
= N ila i k o n s u m s i D a s a r
Metode Penghitungan IHK (5)
Rumus Inflasi :
a. Untuk bulanan:
IHK bulan (n) – IHK bulan (n-1)
IHK bulan (n-1)
x 100 %
b. Untuk Tahunan:
IHK bulan n tahun (A) – IHK bulan n tahun (A-1) x 100 %
IHK bulan n tahun (A-1)
Diseminasi Data (1)
Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Maret 2010, Tahun Kalender 2010 dan
Maret 2010 terhadap Maret 2009 menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100)
IHK
Kelompok Pengeluaran
Inflasi Bulan
Maret 2010 *)
Laju Inflasi
Tahun
Inflasi Tahun
Ke Tahun ***)
Maret
2009
Desember
2009
Maret
2010
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
114,27
117,03
118,19
-0,14
0,99
3,43
1 Bahan Makanan
124,47
127,46
129,59
-0,91
1,67
4,11
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan
Tembakau
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan
bakar
4 Sandang
117,74
123,96
127,21
0,28
2,62
8,04
113,50
115,09
115,86
0,13
0,67
2,08
117,30
119,01
118,22
0,01
-0,66
0,78
5 Kesehatan
110,52
113,38
114,04
0,25
0,58
3,18
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga
110,08
114,11
114,32
0,02
0,18
3,85
7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa
Keuangan
102,26
103,32
103,67
0,07
0,34
1,38
(1)
U m u m
*) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya.
**) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009
***) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2010 terhadap IHK bulan Maret 2009
Kalender 2010 **)
Diseminasi Data (2)
Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year,
Tahun 2008–2010
Inflasi
2008
2009
2010
(1)
(2)
(3)
(4)
1. Maret
0,95
0,22
-0.14
2. (Januari–Maret) tahun kalender
3. Maret terhadap Maret (year on year)
3,41
0,36
0,99
8,17
7,92
3,43
(tahun n)
(tahun n-1)
Mencerdaskan Bangsa
Arigatou gozaimasu

similar documents