Perbankan syariah

Report
PERBANKAN SYARIAH
Perbankan Syariah
Kelompok 7
STIE IEU
IKHSAN RUMADAY (2009/20123/MTU)
FATIMA P.C.S ALVES (2009/20097/MTU)
CHRISTIAN L. SUSUK (2009/20031/MTU)
ADEVINA F. MAU (2009/20037/MSI)
CYRILUS TANA (2010/20050/MTU)
SILIN SABLEKO
Perbankan Syariah
Kelompok 7
STIE IEU
1. Pendahuluan
Perbankan adalah suatu lembaga yang melaksanakan tiga fungsi utama yaitu
menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan mengirimkan uang. Dalam
sejarah perekonomian kaum muslimin fungsi - fungsi bank telah dilakukan sejak
jaman Nabi Muhammad SAW. Diantaranya menerima titipan harta, meminjamkan
uang untuk keperluan konsumsi dan bisnis, serta melakuikan pengiriman uang.
Pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dilakukan dalam kerangka dualbanking system atau sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan
Indonesia (API), untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap
kepada masyarakat Indonesia. Secara bersama-sama, sistem perbankan syariah dan
perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat
secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor
perekonomian nasional.
Karakteristik sistem perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil
memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi
masyarakat dan bank, serta menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi
yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam
berproduksi, dan menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan.
Perbankan Syariah
Kelompok 7
STIE IEU
Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu
sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan
syariah (hukum) islam.
Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan
dalam agama islam untuk memungut maupun
meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba
serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang
dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan
dengan produksi makanan/minuman haram, usaha
media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat
dijamin oleh sistem perbankan konvensional.
Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank
Muamalat Indonesia. Berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai
oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta
dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)
dan beberapa pengusaha muslim. Bank ini sempat terimbas
oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga
ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. IDB
kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan
pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan
laba. .Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di
atur dalam Undang-undang yaitu UU No. 10 tahun 1998
tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang
Perbankan.
Prinsip/Hukum Bank Syariah
1. Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda
2.
3.
4.
5.
dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya
tidak diperbolehkan.
Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian
sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.
Islam tidak memperbolehkan "menghasilkan uang dari
uang“
Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak
diperkenankan
Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang
tidak diharamkan dalam islam
Lima Transakasi Dalam PS
1. Transaksi yg tdk mengandung Riba.
2. Transaksi yg ditujukan untuk memiliki barang dengan cara
Jula Beli (mudhorobah)
3. Transaksi yg ditujukan untuk mendapatkan Jasa dengan
cara sewa (ijarah)
4. Transaksi Untuk mendapatkan Modal kerja dengan cara
bagi hasil (Mudharabah)
5. Transaksi Deposito, tabungan, giro, yang imbalannya
adalah bagi hasil (Mudharabah) dan transaksi titipan
(wadiah)
Produk Perbankan Syariah
Produk
Penyaluran
Dana
Prinsip Jual
Beli
Murabahah
Salam
Prinsip
Sewa
Istisna
Ijarah
Jasa Yg
dibrikan
pda
Nasbah
Penghimp
un Dana
Prinsip
Bagi Hasil
Musyarakah
Wadiah
Mudharaba
h
Mudharabah
Sharf
Ijarah
Prinsip Jual Beli : dilaksanakan sehubungan dengan adanya
perpindahan kepemilikan brg atau benda.
 Pembiayaan Murabahah : Transaksi Jual beli
Dmna bank menyebut jmlah keuntungannya.
 Salam : Transaksi dlm Jual beli dmna barang
diperjual belikan Belum ada .
 Produk Isthisna : sma sprti salam, namun
pembayaran dilakukan scra brthap (termin)
Prinsip Sewa (Ijarah): Perpindahan mnfaat (transaksi brpa
jasa)
3. Prinsip Bagi Hasil
 Musyarakah : semua bntuk usaha yang mlbtkan dua org
atau lbh dan dlksnakan scra brsama2 dan hasil dbgi rata
 Mudharabah : bentuk krja sama dua phak atau lebih dmna
pmlik modal mmpercayakan kpda pengelola usaha dengan
perjnjian pembagian keuntungan.
1.
Prinsip Wadiah
Prinsip wadiyah yang diterapkan adalah wadiyah yad dhamanah yang
diterapkan pada produk rekening giro. Wadiyah dhamanah berbeda dengan
wadiyah amanah. dalam wadiyah dhamanah pihak yang dititipi (bank)
bertanggung jawab atas keutuhan harta titipan sehingga ia boleh
memanfaatkan harta titipan tersebut.
2.
Prinsip Mudharabah
dalam prinsip mudharabah penyimpan
bertindak sebagai Shahibul mall
(pemilik modal) dan bank sebagai
mudharib (pengelola).
1. Sharf ( Jual beli valuta asing)
pada prinsipnya jual- beli valuta asing sejalan dengan prinsip
sharf. Jual beli mata uang yang tidak sejenis ini,
penyerahannya harus dilakukan pada waktu yang sama
(spot). Bank mengambil keuntungan dari jual beli valuta asing
ini.
2. Ijarah (sewa)
jenis kegiatan ini antara lain penyewaan kotak simpanan
(safe deposit box) dan jasa tata laksana administrasi
dokumen.bank dapat imbalan dari jasa tersebut.
Laju pertumbuhan perbankan syariah di tingkat global tak diragukan lagi.
Aset lembaga keuangan syariah di dunia diperkirakan mencapai 250 miliar
dollar AS, tumbuh rata-rata lebih dari 15 persen per tahun. Di Indonesia,
volume usaha perbankan syariah selama lima tahun terakhir rata-rata
tumbuh 60 persen per tahun. Tahun 2005, perbankan syariah Indonesia
membukukan laba Rp 238,6 miliar, meningkat 47 persen dari tahun
sebelumnya. Meski begitu, Indonesia yang memiliki potensi pasar sangat l
uas untuk perbankan syariah, masih tertinggal jauh di belakang Malaysia.
Tahun lalu, perbankan syariah Malaysia mencetak profit lebih dari satu
miliar ringgit (272 juta dollar AS). Akhir Maret 2006, aset perbankan syariah
di negeri jiran ini hampir mencapai 12 persen dari total aset perbankan
nasional. Sedangkan di Indonesia, aset perbankan syariah periode Maret
2006 baru tercatat 1,40 persen dari total aset perbankan. Bank Indonesia
memprediksi, akselerasi pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia
baru akan dimulai tahun ini.
Adanya perbankan syariah di Indonesia dipelopori oleh berdirinya Bank Muamalat
Indonesia yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)dengan tujuan
mengakomodir berbagai aspirasi dan pendapat di masyarakat terutama
masyarakat Islam yang banyak berpendapat bahwa bunga bank itu haram karena
termasuk riba dan juga untuk mengambil prinsip kehati-hatian. Apabila dilihat dari
segi ekonomi dan nilai bisnis, ini merupakan terobosan besar karena penduduk
Indonesia 80% beragama islam, tentunya ini bisnis yang sangat potensial.
Meskipun sebagian orang islam berpendapat bahwa bunga bank itu bukan riba
tetapi faedah, karena bunga yang diberikan atau diambil oleh bank berjumlah
kecil jadi tidak akan saling dirugikan atau didzolimi, tetapi tetap saja bagi umat
islam berdirinya bank-bank syariah adalah sebuah kemajuan besar.
Tetapi sistem perbankan syariah di Indonesia masih belum sempurna atau masih
ada kekurangannya yaitu masih berinduk pada Bank Indonesia, idealnya
pemerintah Indonesia mendirikan lembaga keuangan khusus syariah yang
setingkat Bank Indonesia yaitu Bank Indonesia Syariah.
Sekian dari Kami
Thanks For Your Attention

similar documents