Fisiologi Laktasi

Report
Nany Suryani, S.Gz.
[email protected]
Colostrum
 Transitional milk
 Mature milk.




Kolostrum disekresi selama kehamilan dan
tampak lebih awal pada ibu yang
payudaranya telah berfungsi secara penuh
sebelumnya.
Pada saat permulaan diproduksi, kolostrum
berupa cairan jernih seperti air, tetapi
kemudian menjadi lebih kuning dan
konsistensinya lebih mnyerupai krim pada
akhir kehamilan.
Setelah kelahiran bayi sampai hari ke-3
tampak lebih menyerupai air susu, warnanya
lebih pucat dan konsistensinya lebih encer.








Energi 80 kilo joule
Protein 8,5%
Lemak 2,5%
Karbohidrat 3,5%
Garam mineral 0,4%
Air 85,1%
Leukosit
Vitamin A,B,C,D,E dan vitamin K dalam
jumlah yang sangat sedikit.




Mempersiapkan sistem sekretorik payudara
untuk memproduksi air susu
Kolostrum memiliki efek pencahar yang
membantu bayi mengeluarkan meconium dari
dalam tubuhnya (pup pertama bayi) serta
mencegah terjadinya neonatal jaundice (bayi
kuning) dengan cara mengeluarkan bilirubin
dari dalam perut bayi.
Memenuhi kebutuhan zat gizi bayi pada harihari pertama kelahirannya
Antibodi/protektif (untuk perlindungan
terhadap infeksi)


Imunoglobulin: Ig.A bekerja dalam saluran usus
dan dapat juga diserap melewati dinding usus ke
dalam sistem sirkulasi bayi, melapisi dinding
usus sehingga dapat mencegah penyerapan
protein yang mungkin menyebabkan reaksi
alergi, mencegah penyakit saluran pencernaan,
serta melumpuhkan E.Coli dan virus saluran
pencernaan.
Lactoferin: merupakan protein yang mempunyai
afinitas yang tinggi terhadap zat besi. Kadar
laktoferin yang paling tinggi dalam kolostrum
dan ASI adalah pada 7 hari pertama setelah
melahirkan.


Lisosim: bersama dengan Ig.A mempunyai
fungsi anti-bakteri dan juga menghambat
pertumbuhan berbagai macam virus.
faktor Bifidus:penyuplai gula yang
mengandung nitrogen yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan laktobasilus yang ada di
dalam usus bayi yang dapat menghasilkan
asam yang mencegah pertumbuhan kuman
patogen seperti basil disenteri E. coli dan ragi
yang menyebabkan sariawan.


Pada dua minggu berikutnya, produksi ASI
meningkat dan terdapat perubahan pula pada
tampilan serta komposisinya. Jumlah zat
immunoglobulin dan protein menurun,
sedangkan jumlah lemak dan gula meningkat.
Pada masa ini, payudara akan terasa penuh,
keras dan berat.
Pembengkakan payudara ini normal terjadi –
kadang lebih dikenal dengan istilah “ASI mulai
keluar” – dan akan mereda seiring dengan
semakin seringnya ibu menyusui bayi.


Secara tampilan, mature milk terlihat lebih encer dan
lebih mengandung air bila dibandingkan dengan susu
sapi. ASI mengandung seluruh nutrisi yang
dibutuhkan oleh perkembangan bayi yang sehat.
Tidak ada istilah “ASI terlalu encer”. Mature milk akan
berubah setiap kali bayi menyusui dan menyesuaikan
dengan kebutuhan bayi
ASI yang keluar pada saat mulai menyusui disebut
foremilk. Foremilk memiliki kandungan lemak yang
rendah namun tinggi dalam hal kadar laktosa,
protein, vitamin, mineral dan air. Secara perlahan, ASI
kemudian berubah menjadi hindmilk, yang
kandungan lemaknya lebih tinggi daripada foremilk.
Kadar lemak meningkat secara perlahan dari mulai
awal menyusui sampai selesai.
1.
Rangsangan
Bayi yang minum ASI perlu serng menyusu,
terutama pada hari-hari neonatal awal.
Rangsangan bayi berguna untuk produksi
ASI agar lebih banyak lagi, rangsangan gusi
bayi sebaiknya berada pada kulit areola,
sehingga tekanan diberikan kepada ampulla
yang ada di bawahnya sebagai tempat
tersimpannya air susu.
2.
Pengosongan Sempurna Payudara
Sebaiknya bayi mengosongkan satu
payudara sebelum diberikan payudara yang
lain. Apabila bayi tidak mengosongkan
payudara yang kedua, maka pada
pemberian ASI berikutnya payudara yang
kedua ini yang diberikan.





Dagu bayi menyentuh payudara
Mulutnya terbuka lebar dan seolah-olah
“penuh” oleh payudara ibu
Bibir bawah bayi terkesan ‘memble’
Bagian areola terlihat lebih banyak di atas
mulut bayi daripada di bawah mulutnya
Ibu tidak merasakan sakit



Menyusui yang paling baik adalah
sekehendak bayi dan tidak dijadwal.
Bayi yang sehat mengetahui kapan saat
mereka lapar, berapa lama waktu menyusu,
dan berapa banyak ASI yang dibutuhkan.
Umumnya, bayi menyusu antara 6 sampai 8
kali per 24 jam.
Susui bayi sesering dan selama yang ia
inginkan, bahkan di malam hari. Seiring
dengan bertambah besarnya bayi Anda,
frekuensi menyusui bisa menurun.


Khususnya bayi baru lahir, ada saatnya mereka
clusterfeed, artinya bayi menyusu lebih sering
pada waktu-waktu tertentu. Clusterfeed
umumnya terjadi di sore atau malam hari.
Clusterfeed tidak mengindikasikan
kurangnya ASI namun hanya merupakan pola
menyusu yang umum terjadi pada bayi baru lahir.
Clusterfeeding berbeda dengan growth
spurts. Jika bayi Anda tiba-tiba ingin menyusu
lebih sering, inilah yang dinamakan growth
spurt. Growth spurt biasanya terjadi pada bayi
berusia 2 atau 3 minggu, 6 minggu, dan 3 bulan.
Tetap susui bayi Anda lebih sering selama
beberapa hari dan produksi supply and demand
ASI anda juga akan menyesuaikan.





Tidak perlu membersihkan payudara atau puting
secara khusus sebelum atau sesudah menyusui.
Cukup dengan membersihkan payudara dengan air
saat mandi.
Hindari hal-hal yang bisa membuat kulit kering atau
rusak, seperti pemakaian sabun atau disinfektan di
daerah puting dan areola karena akan membuat kulit
puting menjadi kering sehingga lebih mudah luka.
Setelah selesai menyusui, keluarkan beberapa tetes
ASI dan oleskan pada puting kemudian dianginanginkan sampai kering. Bila kulit Anda sangat kering
atau rusak, gunakan salep khusus untuk perawatan
putting.
Penggunaan bra dan breast-pad jangan sampai
menghambat sirkulasi udara. Hindari pemakaian bra
yang berkawat.

Jika Ibu seorang wanita karir, selama di tempat
kerja, ibu dapat memeras ASI setiap 3 – 4 jam
sekali secara teratur. Lalu simpan dalam lemari
es
Kisaran penyimpanan ASI dalam suhu tertentu,
based on Organisasi Laktasi Internasional:
* Suhu ruang (19 – 22 derajat C) = 4 – 10 jam
* Refrigerator (kulkas bawah) dengan suhu 0 – 4
derajat Celcius = 2 – 3 hari
* Freezer pada kulkas berpintu satu (suhu variatif
< 4 derajat C) = 2 minggu
* Freezer pada kulkas berpintu dua (suhu variatif
< 4 derajat C) = 3 – 4 bulan
* Freezer khusus (-19 derajat C) = 6 bulan




Psikologis ibu menyusui sangat menentukan
keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil
penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui
dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor
psikologis ibu menyusui usahakan ibu menyusui
dengan santai.
Hindari pemberian susu formula. Begitu bayi
diberikan susu formula, maka saat ia menyusu
pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume
ASI makin berkurang.
Lakukan perawatan payudara: Massage /
pemijatan payudara dan kompres air hangat & air
dingin bergantian.
Jika ada masalah dalam ASI, jangan ragu untuk
menghubungi atau konsultasi dg klinik laktasi.
ibu harus PEDE bahwa dapat memberikan ASI
eksklusif penuh.







Keuntungan bagi Bayi:
ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk
bayi anda. Dengan komposisi nutrisi yang sesuai
untuk perkembangan bayi sehat.
ASI mudah dicerna oleh bayi.
Jarang menyebabkan konstipasi.
Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah
diserap oleh bayi.
ASI kaya akan antibody(zat kekebalan tubuh) yang
membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan
penyakit lainnya.
ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
ASI dapat mencegah karies karena
mengandung mineral selenium.
 bayi yang diberikan ASI akan menjadi dewasa
yang lebih cerdas. Hal ini diduga karena Asi
mengandung DHA/AA.
 Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 6 bln
akan menurunkan resiko sakit jantung bila
mereka dewasa.
 ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi
saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran
kencing, dan juga menurunkan resiko kematian
bayi mendadak.
 Memberikan ASI juga membina ikatan kasih
sayang antara ibu dan bayi.


Keuntungan bagi Ibu:
 Memberikan
ASI segera setelah melahirkan akan
meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti
mengurangi resiko perdarahan.
 Memberikan
ASI juga membantu memperkecil
ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil.
 Menyusui
(ASI) membakar kalori sehingga
membantu penurunan berat badan lebih cepat.
 Beberapa
ahli menyatakan bahwa terjadinya
kanker payudara pada wanita menyusui sangat
rendah.

similar documents