Bab-8 – OK

Report
Jurusan Teknik SIPIL
Materi
: Perencanaan dan Perancangan Lapangan Terbang
Buku Referensi : Perencanaan dan Perancangan Bandar Udara,
Jilid 1 dan 2, Horonjeff, R. & McKelvey, FX.
Merancang, Merencana Lapangan Terbang,
Basuki, Heru Ir.
Pelabuhan Udara, Zainuddin, Achmad BE.
Materi
: Perencanaan Lapangan Terbang
Buku Referensi :
 Perencanaan dan Perancangan Bandar Udara,
Jilid 1 dan 2, Horonjeff, R. & McKelvey, FX.
 Merancang, Merencana Lapangan Terbang,
Ir. Heru Basuki
 Pelabuhan Udara, Zainuddin, Achmad BE.
Terminal Area Lapangan Terbang
 Sistem Drainase Lapangan Terbang
 Sistem Perlampuan, Pemarkaan & Penandaan
 Dampak Eksistensi Lapter. pada Lingkungan
sekitarnya

Terminal Area Lapangan Terbang
Terminal area
Sistem Drainase Lapangan Terbang
Drainase Lapangan Terbang di design sedemikian rupa
supaya air yang berada pada permukaan (runway dan
taxiway, apron) secepatnya kering. Untuk itu drainase
lapter di design dengan prinsip Qsaluran > Qrun off,
dengan memperhatikan :
> Kemiringan permukaan
> Intensitas Curah Hujan
> Luas Area (Coverage Area)
> Jenis Permukaan Area
> Dimensi Saluran
Perencanaan Drainase :
Debid Air Permukaan / Run off
Qrun off = 1/3,6 C x I x A (m3/det)
C = koefisien pengaliran (tergantung kondisi permukaan
lingkungan sekitar → Lihat Tabel.
I = Intensitas Curah Hujan ( mm / jam )
A = Area drainase ( km2 )
Nilai C & Abisa didapat untuk area drainase yg berbeda :
C = C1A1 + C2A2 + C3A3
A1 + A2 + A3
A = A1 + A2 + A3
Bentuk Saluran ada beberapa macam, antara lain :
Saluran Trapesium, Saluran Persegi, Saluran Bulat.
Saluran Trapesium :
W
d
b
a
m = a/d = perb. kemiringan
b = lebar saluran
d = kedalaman saluran
w = jagaan = √0,5 x d
Luas Penampang Basah : F = d(b + md) [ m2 ]
Keliling Basah : P = b + 2d √m2 + 1 [ m ]
Jari-jari Hidrolik : R = F / P [ m ]
Kecepatan Aliran : V = 1/n R⅔ i½ [ Rumus Manning ]
Debid Saluran : Qsaluran = F x V [ m3 / det ]
dimana : n adalah angka kekasaran dinding saluran,
nilai n dapat dilihat pada tabel.
Saluran Persegi :
W
d
b
b = lebar saluran
d = kedalaman saluran
w = jagaan
Luas Penampang Basah : F = (b x d) [ m2 ]
Keliling Basah : P = 2d + b [ m ]
Jari-jari Hidrolik : R = F / P [ m ]
Kecepatan Aliran : V = 1/n R⅔ i½ [ Rumus Manning ]
Debid Saluran : Qsaluran = F x V [ m3 / det ]
dimana : n adalah angka kekasaran dinding saluran,
nilai n dapat dilihat pada tabel.
Saluran Bulat :
W
h
θ
r
D
θ = sudut (radial)
h = tinggi saluran (m)
D = grs tengah saluran
r = jari-jari lingkaran
Luas Penampang Basah : F = ⅛ (θ – Sin θ) DxD [ m2 ]
Tinggi Saluran : h = 0,8 D [ m ]
Kecepatan Aliran : V = 1/n r⅔ i½ [ Rumus Manning ]
Debid Saluran : Qsaluran = F x V [ m3 / det ]
dimana : n adalah angka kekasaran dinding saluran,
nilai n dapat dilihat pada tabel.
Sistem Perlampuan & Pemarkaan Lapangan Terbang
Perlampuan lapangan terbang terdiri dari :
> Perlampuan Runway
a) Perlampuan Pendaratan, sebagai alat bantu visual
pada kondisi malam hari untuk memberikan petunjuk kepada penerbang mengenai : penjajaran
roda, perpindahan lateral, rotasi sejajar & jarak
pandang kesekitar lokasi pendaratan.
b) Perlampuan Ambang Landasan, dipasang menerus
memotong keseluruhan lebar landasan, dipasang
agak rapat (semi flash), lampu berwarna hijau,
dalam arah yang berlawanan lampu berwarna
merah untuk menunjukkan akhir runway, lampu
tersebut dipasang berderet dgn jarak 12,7 cm.
c) Perlampuan Sisi Runway, dipasang berderet di
sepanjang sisi runway dengan jarak tidak lebih
dari 60 m dan dari tepi runway tidak lebih dari
3 m, lampu berwarna putih dimana untuk 2000 ft
(600 m) terakhir lampu berwarna kuning, untuk
menunjukkan daerah waspada.
d) Perlampuan Garis Tengah Landasan, berjarak
15 m antara satu lampu dgn lampu lain, lampu
dipasang 2 ft dari garis tengah runway untuk
menghindari supaya garis cat dan nose gear
pesawat tidak melindas lampu2 tersebut. Lampu
berwarna putih, dimana 900 m terakhir merupakan sistem lampu warna (300 m pertama warna
merah & 600 m lanjutannya warna merah putih
berseling).
> Perlampuan Taxiway
e) Perlampuan Sisi Taxiway, lampu berwarna biru,
lampu-lampu dua arah yg terletak diatas perkerasan, dengan jarak antara < 200 ft di setiap sisi
taxiway, lampu terletak < 10 ft dari permukaan
perkerasan taxiway dan tinggi lampu < 30 inchi
dari permukaan taxiway.
f) Perlampuan Garis Tengah Taxiway, lampu warna
hijau, dipasang dgn jarak masing-masing lampu
30 m, untuk mendekati belokan (exit taxiway) jarak
lampu menjadi 7,5 m (sudut 90ᵒ) & 15 m (sudut 30ᵒ)
Untuk jalan keluar dari taxiway lampu garis tengah
berakhir ditepi runway, sedang pada perpotongan
taxiway lampu menerus melintasi perpotongan,
untuk taxiway dgn kec. tinggi lampu diperpanjang
sampai runway sejauh 60 m setelah belokan.
Sistem Perlampuan & Pemarkaan Lapangan Terbang
Pemarkaan lapangan terbang terdiri dari :
> Pemarkaan Runway → VOR (Very high frekuensi Omny Radio range).
a) Designation Marking, sebagai petunjuk azimuth
magnetik runway dalam arah pendaratan yang
lokasinya pada tiap ujung runway, warna putih
dgn garis tepi warna hitam, contoh : 20 (200ᵒ) dan
27 (270ᵒ)
b) Centerline Marking, sebagai petunjuk tengah runway untuk pengarah selama proses take off dan
landing, terletak sepanjang garis tengah runway
diantara designation runway. Centerline marking
berupa garis putih putus-putus dgn panjang 36 m,
lebar 45 cm dan jarak antara 24 m.
c) Threshold Marking, sebagai petunjuk permukaan
runway dalam proses landing, terletak 20~30 ft
dari ambang runway. Threshold marking terdiri
dari banyak garis, tergantung lebar runway
(tertabel), panjang garis 45 m, lebar 1,75 m, jarak
pisah 1,75 m, jarak pisah di garis tengah runway
3,5 m.
d) Aiming Point Marking, untuk memberikan titik
pandangan tinjau (target) operasi pendaratan,
terletak 300 m dari ambang runway berupa dua
tanda kotak dengan panjang 45 m lebar 10 m.
e) Side Stripes, garis pinggir runway yang menunjuk
kan gambaran visual yg jelas antara runway dgn
lingkungan sekitar. Side stripes berupa garis putih
menerus sepanjang sisi runway (jarak pisah antar
kedua garis > 60 m, lebar strip 0,9 m).
f) Runway Shoulder Marking, sebagai petunjuk area
shoulder ditepi kanan & kiri runway, berupa garis
miring dengan sudut 45ᵒ.
g) Blast Pad Marking, sebagai lokasi pesawat melakukan pemanasan sebelum take off, perkerasan
rigid, warna dasar gelap dgn garis warna terang.
> Pemarkaan Taxiway
a) Digunakan garis kuning tunggal menerus selebar
6 inchi, untuk menandai garis tengah taxiway.
b) Pada perpotongan taxiway dengan ujung runway,
strip garis tengah taxiway berakhir di tepi runway.
c) Tepi perkerasan dari taxiway diberi 2 garis kuning
menerus selebar 6 inchi dgn jarak pisah 6 inchi.
d) Pada semua perpotongan taxiway dgn runway lain
nya, garis tengah taxiway diteruskan sampai ke grs
tengah runway.
e) Taxiway yang menuju ujung runway dipasang garis
tunggu (holding line) melintang pada landasan
taxiway (holding bay) dengan jarak 100 ft.

similar documents