Perumusan dan penomoran

Report
INOVASI TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN
KARANG DENGAN BUBU DASAR BERUMPON
PENGARUH PERBEDAAN BAHAN ATRAKTOR
TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PELAGIS
DENGAN MENGGUNAKAN PAYANG BUGIS
(DAUN KELAPA, NIPAH & PINANG)
PERUMUSAN & PENOMORAN
BENANG JARING
PENENTUAN DIAMETER BENANG
DIAMETER << PENGUKURAN SULIT
2 SISTEM PENGUKURAN
1. CARA LANGSUNG
2. CARA TIDAK LANGSUNG
SISTEM LANGSUNG
SISTEM
SATUAN BERAT
SATUAN PANJANG
TEX
GRAM
1000 M
DENIER
GRAM
9.000 M
LINEN, HEMP POUND
DAN JUTE
14.400 YARDS
CARA HITUNG TEX
(PENOMORAN SEGALA MACAM BENANG)
Tex = (B) brt dlm gram
(P) pjg dlm 1000meter
Soal 1 : Apa artinya Tex 1 ?
Jawab : Untuk setiap panjang 1000 m, beratnya 1 g.
Soal 2 : Apa artinya Tex 30 ?
Jawab : Untuk panjang 1.000 m, beratnya 30 g.
Soal 3 : Benang kapas panjang 2.000 m, beratnya 10 g.
Berapa Tex-nya ?
Jawab : Berat 1000 m benang = 1000/2000 x 10 g = 5 g.
Jadi nomor benang tersebut Tex 5.
CARA HITUNG DENIER (D ATAU Td)
(SUTERA & BENANG FILAMEN BUATAN)
D = (B) brt dlm gram
(P) pjg dlm 9000 meter
Contoh Soal :
Soal 1 : Apa artinya D 1 ?
Jawab : Untuk setiap panjang 9000 m, beratnya 1 g.
Soal 2 : Apa artinya Td 20 ?
Jawab : Untuk setiap panjang 9000 m, beratnya 20 g.
Soal 3 : Benang sutera panjangnya 2000 m, beratnya 30 g.
Berapa D nya ?
Jawab : Berat 9000 m benang = 2000 /9000x 30 g = 85 g.
Jadi nomor benang tersebut D 85.
SISTEM TIDAK LANGSUNG
SISTEM
SATUAN BERAT
SATUAN PANJANG
KAPAS
(INGGRIS)
KAPAS
(BENUA)
LINEN
840 YARDS
POUND
1.000 M
0,5 KG
300 YARDS
POUND
METRIC
KM
KG
KEUNTUNGAN SISTEM TEX
1. YARN PEMBENTUK TWINE
DINYATAKAN DALAM SISTEM TEX.
2. JUMLAH THREADS PEMBENTUK
TWINE.
3. JUMLAH PLY PADA PILINAN KE-2
DST.
4. ARAH PILINAN DITENTUKAN
DENGAN HURUF “Z” & “S”
23 Tex × 3Z × 3 S
Twine (S-Twist)
S-Twist
Z-Twist

similar documents