HAKIKAT PENDIDIKAN, UJIAN NASIONAL DAN UJIAN SEKOLAH

Report
HAKIKAT PENDIDIKAN, UJIAN NASIONAL
DAN UJIAN SEKOLAH SERTA
STANDARDISASI PADA PENDIDIKAN
KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS DALAM
RANGKA PEMBINAAN
TEUKU RAMLI ZAKARIA, MA., Ph.D.
ANGGOTA BSNP
BATAM
7 MARET 2012
10 April 2015
HAKIKAT PENDIDIKAN
HAKIKAT PENDIDIKAN ADALAH UPAYA SISTEMA-TIS, TERENCANA, DAN
TERARAH UNTUK MEM-PERCEPAT DAN MENGOPTIMALKAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN POTENSI INSANI PESERTA DIDIK.
TANPA PENDIDIKAN, POTENSI INSANI PESERTA DIDIK AKAN TUMBUH
DAN BERKEMBANG SECARA ALAMIAH, NAMUN TIDAK CEPAT DAN TIDAK
OPTIMAL.
10 April 2015
HAKIKAT PENDIDIKAN
Ki Hajar Dewantara:
“PENDIDIKAN ADALAH DAYA UPAYA UNTUK
MEMAJUKAN BERTUMBUHNYA BUDI PEKERTI (KEKUATAN BATIN, KARAKTER), PIKIRAN (INTELLECT)
DAN TUBUH ANAK. BAGIAN-BAGIAN ITU TIDAK
BOLEH DIPISAHKAN AGAR KITA DAPAT MEMAJUKAN
KESEMPURNAAN HIDUP ANAK-ANAK KITA”.
-----------------------------------------------------Intinya, mengembangkan: Budi Pekerti; Pikiran; dan Tubuh
Anak  Kesempurnaan Hidup Anak
10 April 2015
FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN
Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS:
Pendidikan nasional …
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, …
Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
10 April 2015
POTENSI INSANI
POTENSI INSANI ADALAH BERBAGAI KECERDASAN YANG DIANUGERAHKAN TUHAN
KEPADA MANUSIA, UNTUK DAPAT MENGEMBAN TUGAS SEBAGAI KHALIFAH TUHAN
DI MUKA BUMI INI, YANG MELIPUTI:
1.
2.
3.
KECERDASAN INTELEKTUAL;
KECERDASAN INTRA-INTRAPERSOAL; dan
KECERDASAN FISIKAL/KINESTETIKA.
10 April 2015
POTENSI INSANI
Multiple Intelligences (Howard Gardner):
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Verbal;Linguistic Intelligence;
Logical/Mathematic Intelligence;
Visual/Spatial Intelligence;
Musical/Rhythmic Intelligence’
Bodily/Kenesthetic Intelligence;
Naturalist Intelligence;
Interpersonal Intelligence; dan
Intrapersonal Intelligence.
10 April 2015
TUGAS PROFESIONAL PENDIDIK
TUGAS
PROFESIONAL
1.
2.
3.
MENGAJAR
MENDIDIK
MELATIH
POTENSI INSANI YANG
DIKEMBANGKAN
 KECERDASAN INTELEKTUAL;
 KECERDASAN INTRA/INTERPERSOAL;
 KECERDASAN KINESTETIKA/FISIKAL.
TAKSONOMI TUJUAN PENDIDIKAN BLOOM:
1. Domain Kognitif;
2. Domain Afektif, dan
3. Domain Psikomotor
10 April 2015
ESENSI MENGAJAR
ESENSI MENGAJAR SEBAGAI SALAH SATU TUGAS PROFESIONAL PENDIDIK ADALAH
MEMBERI
PENGETAHUAN & MENGEMBANGKAN KECERDASAN
INTELEKTUAL PESERTA DIDIK
SESUAI DENGAN TUNTUTAN KOMPETENSI MATA PELAJARAN YANG DIEMBAN
10 April 2015
ESENSI MENDIDIK
ESENSI MENDIDIK ADALAH MENANAM & MENGEMBANGKAN NILAI serta
SIKAP
1.
2.
PESERTA DIDIK SESUAI DENGAN:
EKSISTENSI/KODRAT MANUSIA (MORALITAS UNIVERSAL), dan
NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA LULUR YANG TUMBUH & BERKEMBANG DALAM
MASYARKAT (MORALITAS LOKAL & TEMPORAL).
10 April 2015
EKSISTENSI MANUSIA
TIGA DIMENSI EKSISTENSI MANUSIA
MT
MI
MS
Keterangan:
MI : Manusia sebagai Makhluk Individu,
MS: Manusia sebagai Makhluk Sosial, &
MT: Manusia sebagai Makhluk Tuhan
10 April 2015
ESENSI MELATIH
ESENSI MELATIH ADALAH MENGEMBANGKAN KECERDASAN
KINESTETIKA
PESERTA DIDIK
SESUAI DENGAN BAKAT, MINAT, DAN TUNTUTAN KOMPETENSI MATA PELAJARAN
YANG DIEMBAN
10 April 2015
PENDIDIKAN SEUTUHNYA
PENDIDIKAN SEUTUHNYA ADALAH PENDIKAN YANG MEMPERCEPAT DAN
MENGOPTIMALKAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN …
SELURUH POTENSI INSANI PESERTA DIDIK, SESUAI DENGAN KELEBIHAN DAN
KEKURANGAN MASING-MASING PESERTA DIDIK  BAKAT, MINAT, KEKHUSUSAN, dsb.
TIDAK ADA MANUSIA YANG PERSIS SAMA
SEMUA ANAK MANUSIA MEMILIKI KEKHUSUSAN
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MANUSIA BERBEDA-BEDA UNTUK SALING MELENGKAPI,
DALAM KEHIDUPAN PRIBADI dan BERSAMA (Bermsyarakat, Berbangsa, dan Bernegara)
10 April 2015
TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PENANAMAN
NILAI MELALUI PROSES PEMBELAJARAN
BERBAGAI MATA PELAJARAN DI KELAS
MENANAM DAN MENGEMBANGKAN:
1.
NILAI & SIKAP POSITIF TERHADAP GURU;
2.
NILAI & SIKAP POSITIF TERHADAP MATA PELAJARAN;
3.
NILAI & SIKAP POSITIF TERHADAP PEMBELAJARAN;
4.
SIKAP SESUAI NILAI-NILAI TERTENTU (Spesific Values), YANG MELEKAT PADA MISI &
KARAKTERISTIK MATA PELAJARANNYA (MASING-MASING MATA PELAJARAN);
5.
SIKAP SESUAI DENGAN NILAI-NILAI UMUM (Common Values ), YAKNI SESUAI
DENGAN NORMA-NORMA ETIKA, MORAL, & HUKUM DALAM MASYARAKAT.
10 April 2015
STRATEGI GURU MENGEMBANGKAN
NILAI-NILAI POSITIF PADA SISWA
 MEMBERI TELADAN (learning through modeling)
 MEMBERI NASEHAT & INFORMASI VERBAL (sesuai dengan perkembangan nalar
siswa);
 MEMBERI GANJARAN (Positive & Negative Reinforcement);
 MEMBIASAKAN PENGAMALAN (berbuat sesuai dengan nilai-nilai moral & akhlak
mulia)
 MENKONDISIKAN (menjadikan lingkungan sekolah, rumah menjadi Laboratorium
Pengemalan nilai-nilai moral dan akhlak mulia/mendorong & memudahkan anak
mengamalkan nilai-nilai moral & akhlak mulia)
10 April 2015
HAK PESERTA DIDIK MENURUT
UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS
PASAL 12 AYAT (1) UU SISDIKNAS:
Setiap peserta didik pada satuan pendidikan
berhak
a. Mendapat pendidikan agama sesuai
dengan agama yang dianut dan diajar oleh
pendidik yang seagama;
b. Mendapat pelayanan pendidikan sesuai
dengan bakat, minat, dan kemampuannta.
c. … dst.
10 April 2015
TIGA JALUR PENDIDIKAN MENURUT
UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS
 PENDIDIKAN FORMAL
 PENDIDIKAN NON FORMAL; dan
 PENDIDIKAN INFORMAL
PASAL 13 UU SISDIKNAS
10 April 2015
TIGA JALUR PENDIDIKAN MENURUT
UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS
JENJANG PENDIDIKAN FORMAL
 PENDIDIDIKAN DASAR;
 PENDIDIKAN MENENGAH; dan
 PENDIDIKAN TINGGI
PASAL 14 UU SISDIKNAS
10 April 2015
JENIS PENDIDIKAN MENURUT
UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS
JENIS PENDIDIKAN:
 PENDIDIDIKAN UMUM;
 PENDIDIKAN KEJURUAN;
 PENDIDIKAN AKADEMIK;
 PENDIDIKAN PROFESI;
 PENDIDIKAN VOKASI;
 PENDIDIKAN KEAGAMAAN; dan
 PENDIDIKAN KHUSUS
PASAL 15 UU SISDIKNAS
10 April 2015
TIGA JALUR PENDIDIKAN MENURUT
UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS
PENDIDIKAN NONFORMAL DISELENGGARAKAN BERFUNGSI SEBAGAI:
1. PENGGANTI,
2. PENAMBAH; dan/atau
3. PELENGKAP  dari Pend. Formal, untuk
mendukung pendidkan sepanjang hayat.
(Pasal 26 Ayat (1) UU Sisdiknas)
10 April 2015
TIGA JALUR PENDIDIKAN MENURUT
UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS
RAGAM PENDIDIKAN NONFORMAL:
1. PAUD;
2. Pend. Kepemudaan;
3. Pend. Kesetaraan, dll.
YANG DISELENGGARAKAN DALAM BENTUK:
1. Kursus;
2. Kelompok Belajar, dll.
UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK
(Pasal 26 Ayat (3) UU Sisdiknas)
10 April 2015
TIGA JALUR PENDIDIKAN MENURUT
UU NO. 20/2003 TENTANG SISDIKNAS
PENDIDIKAN INFORNAL (PASAL 27):
(1) PENDIDIKAN YANG DILAKUKAN OLEH KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM
KEGIATAN BELAJAR SECARA MANDIRI,
(2) HASIL PENDIDIKAN INFORMAL DIAKUI SAMA DENGAN PENDIDIKAN FORMAL
DAN NONFORMAL SETELAH PESERTA DIDIK LULUS UJIAN SESUAI DENGAN
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN.
10 April 2015
PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAUANAN DAPAT
MEMILIH:
 JALUR PENDIDIKAN;
 JENJANG PENDIDIKAN; dan
 JENIS PENDIDIKAN;
SESUAI KELEBIHAN DAN KEKGUSUSAN YANG DIMILIKI PESERTA DIDIK
10 April 2015
UJIAN NASIONAL & UJIAN SEKOLAH PADA
PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS
UJIAN NASIONAL DAN UJIAN SEKOLAH PENDIDIK-AN KHUSUS DAN
LAUANAN DAPAT MEMILIH:
 UJIAN PENDIDIKAN FORMAL;
 UJIAN PENDIDIKAN KESETARAAN; atau
 UJIAN PENDIDIKAN LUAR BIASA;
SESUAI KELEBIHAN DAN KEKHUSUSAN YANG DIMILIKI PESERTA DIDIK
10 April 2015
STANDARDINASI
PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN  KRITERIAMA MINIMAL, SEBABAGAI DASAR
PERENCANAAN DAN PEMBINAAN PENDIDIKAN:
STANDAR KOMPETENSI  KOMPETENSI MINIMAL YANG HARUS DIAJARKAN &
DIPELAJARI PESERTA DIDIK. KOMPETENSI DASAR  RINCIAN DARI STANDAR
KOMPETENSI.
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN  KOMPETENSI MINIMAL YANG HARUS
DIKUASAI PESERTA DIDIK UNTUK LULUS PADA SUATU JENJANG/JENIS
PENDIDIKAN.
10 April 2015
STANDARDINASI
PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS
DALAM RANGKA PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS
DAPAT MENGGUNAKAN:
 STANDAR PENDIDIKAN FORMAL; dan
 STANDAR PENDIDIKAN NONFORMAL.
MENYESUAIAKAN DENGAN KELEBIHAN DAN KEKGUSUSAN YANG DIMILIKI
PESERTA DIDIK
10 April 2015
SEMANGAT KERJA PROFESIONAL
(TERMASUK GURU)
1.
2.
3.
4.
BEKERJA KERAS, memanfaatkan waktu secara efektif , merupakan kunci untuk
memperoleh kecukupan rizki);
BEKERJA CERDAS, kunci untuk memperoleh kehidupan yang berkembang;
BEKERJA TOTALITAS, dengan sepenuh hati, menghayati kerja sebagai hobi, kunci
untuk tidak stres;
BEKERJA IKHLAS SEBAGAI IBADAH, kunci untuk kecewaan dalam bekerja dan
hidup  Selalu mensyukuri RAHMAT ALLAH.
10 April 2015
KESIMPULAN
DALAM RANGKA PENDIDIKAN HOLISTIK:
1. SEMUA GURU SAYOGIANYA MELAKSAKAN SEPENUHNYA TUGAS PROFESIONAL: Mengajar,
Mendi-dik dan Melatih , sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, dalam rangka mengembangkan
kepribadian dan potensi peserta didik secara utuh, dengan memperhatikan juga kekhususannya;
2. SEMUA GURU PERLU MEMILIKI & MENGEMBANGKAN PROFESIONALITAS DIRINYA
DENGAN BAIK;
3. SEMUA GURU PERLU MEMILIKI SEMANGAT KERJA PROFE-SIONAL, untuk mencapai
keberhasilan tugas & kejayaan dalam kehidupan dunia & akhirat.
4. SEKOLAH SAYOGIANYA DAPAT MENJADI LINGKUNGAN PENDIDIKAN YANG KONDUSIF,
terutama bagi perkembangan potensi serta nilai-nilai moral dan akhlak mulia pada diri anak.
10 April 2015
TERIMA KASIH
Selamat siang,
Wabillahittaufiw walhidayah,
Wassalamu’ alaikum wr. Wb.
10 April 2015

similar documents