usulan regionalisasi tarif

Report
USULAN REGIONALISASI
TARIF INA - CBG
Dr. Daniel Budi Wibowo M.Kes
Dr. Bambang Wibowo, SpOG
PERSI PUSAT
Regionalisasi Tarif
Tambahan diberikan untuk mengkompensasi
biaya distribusi/transportasi AMHP
Dasar perhitungan Regionalisasi
Selisih Tarif INA-CBG antar Regional
•
•
•
•
•
Regional 1 – 2 : 0,9 %
Regional 2 – 3 : 0,3 %
Regional 3 – 4 : 1,5 %
Regional 4 – 5 : 0,8 %
Regional 1 – 5 : 3,6 %
Indeks Harga Konsumen(
• Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator
yang menggambarkan perubahan harga barang dan
jasa yang dikonsumsi/digunakan oleh masyarakat dari
waktu ke waktu.
• IHK dihitung menggunakan paket komoditas yang
tetap dari waktu ke waktu, yaitu paket komoditas yang
dikonsumsi rumah tangga selama setahun pada tahun
dasar.
• Paket komoditas, bobot, dan nilai konsumsi dasar,
diperoleh dari Survei Biaya Hidup (SBH) yang
dilaksanakan setiap 5 tahun.
Indeks Harga Konsumen
• IHK yang dihitung oleh BPS saat ini adalah IHK
perkotaan. Kota-kota yang menjadi sampel diasumsikan
telah mewakili karena kota yang dipilih adalah kota yang
perkembangan ekonominya cukup pesat.
• Komoditas yang sama dan ada di 66 kota pada paket
komoditas untuk jasa kesehatan adalah:
a. Tarif rumah sakit
b. Dokter umum
c. Dokter spesialis
REGIONALISASI TARIF BERDASAR IHK
NO
PROPINSI
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
ACEH
SUMUT
SUMBAR
RIAU
JAMBI
SUMSEL
BENGKULU
LAMPUNG
KEPRI
BABEL
DKI JAKARTA
JABAR
JATENG
JATIM
DIY
BANTEN
BALI
RATA-RATA REGION
IHK
AL
132
REG1
REG3
142
140
REG2
REG1
138
REG3
141
REG1
134
REG3
144
REG4
148
REG1
133
REG5
151
REG1
135
REG1
136
REG1
133
137
REG1
REG2
137
REG3
138
REG2
139
NO
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
PROPINSI
NTB
NTT
KALBAR
KALSEL
KALTENG
KALTIM
KALTARA
SULUT
SULTENG
SULTRA
GORONTALO
SULBAR
SULSEL
MALUKU
MALUKU
UTARA
PAPUA
PAPUA BARAT
RATA-RATA REGIONA
IHK
L
REG4
149
REG5
153
REG3
143
REG4
145
REG4
147
REG5
152
REG5
REG1
133
REG3
143
REG3
141
REG2
140
REG2
139
REG3
142
REG3
143
137
133
150
REG1
REG1
REG5
KRITERIA
NO
REGIONALISASI
RANGE
IHK
1
REG 1
≤ 138
2
REG 2
3
REG 3
4
REG 4
5
REG 5
139 SD
140
141 SD
144
145 SD
148
≥ 149
Kendala :
• Terjadi disharmonisasi regional, karena belum
mencerminkan kemahalan alat medis habis
pakai akibat biaya transportasi. Ada provinsi
yang lebih jauh dari Jakarta, ternyata masuk
dalam tarif yang lebih rendah daripada
provinsi di sebelahnya yang relatif lebih dekat.
• Perlu dilakukan penyesuaian menggunakan
pedoman harga obat yang dikeluarkan
kemenkes.
REGIONALISASI TARIF
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
PROPINSI
ACEH
SUMUT
SUMBAR
RIAU
JAMBI
SUMSEL
BENGKULU
LAMPUNG
KEPRI
BABEL
DKI JAKARTA
JABAR
JATENG
JATIM
DIY
BANTEN
BALI
RATA-RATA REGION
IHK
AL
132
REG3
REG3
142
140
REG2
REG2
138
REG3
141
REG2
134
REG3
144
REG2
148
REG3
133
REG5
151
REG1
135
REG1
136
REG1
133
137
REG1
REG1
137
REG1
138
REG2
139
NO
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
PROPINSI
NTB
NTT
KALBAR
KALSEL
KALTENG
KALTIM
KALTARA
SULUT
SULTENG
SULTRA
GORONTALO
SULBAR
SULSEL
MALUKU
MALUKU
UTARA
PAPUA
PAPUA BARAT
RATA-RATA REGIONA
IHK
L
149
153
143
145
147
152
133
143
141
140
139
142
143
137
133
150
REG2
REG5
REG3
REG4
REG4
REG5
REG5
REG3
REG3
REG3
REG3
REG3
REG3
REG5
REG5
REG5
REG5
Pengelompokan Regionalisasi

similar documents