Karakter Maritim - Universitas Hasanuddin

Report
KARAKTER “MARITIM” MAHASISWA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
DI BAWAKAN OLEH:
DR. IR. H. NASARUDDIN SALAM, M.T.
DALAM “PELATIHAN BASIC CHARACTER AND STUDY SKILLS (BCSS)”
UNIVERSITAS HASANUDDIN
TAHUN 2014
KALIMAT BIJAK ORANG CERDAS:
TABURLAH GAGASAN PETIKLAH PERBUATAN;
TABURLAH PERBUATAN PETIKLAH KEBIASAAN;
TABURLAH KEBIASAAN PETIKLAH KARAKTER;
TABURLAH KARAKTER PETIKLAH NASIB.
TRI-SUKSES MAHASISWA ?
Sukses Akademik
Fungsi Mahasiswa :
- Agent of Change
- Social of Control
- Moral Force
TRI-SUKSES
MAHASISWA
Sukses
Persiapan Karier
Sukses
Sosial Kemasyarakatan
KAPABILITAS (Kapasitas)
KAPABILITAS =
KARAKTER + KOMPETENSI
KARAKTER
(Soft Skills)
KAPABILITAS
(Kapasitas)
MANUSIA BERSUMBER DAYA
KOMPETENSI
(Hard Skills)
Apa itu Karakter?
Pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti,
pendidikan moral, pendidikan watak yang
bertujuan
mengembangkan
kemampuan
peserta didik untuk memberikan keputusan
baik-buruk, memelihara apa yang baik dan
mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan
sehari-hari dengan sepenuh hati.
(Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter, 2010)
Pendidikan Komprehensif:
Ilmu Pengetahuan, Budi Pekerti (Akhlak, Karakter), Kreativitas, Inovatif
“…pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya
budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak. Bagianbagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup
anak-anak kita..” (Ki Hajar Dewantoro)
PT
Pendidikan
AKADEMIK
dsb
SMA
SMP
PAUD
/SD
Pendidikan
KARAKTER
Tujuan, Fungsi, Media Pendidikan Karakter
FUNGSI:
Mengembangkan karakter
bangsa agar mampu
mewujudkan nilai-nilai
luhur Pancasila
“Pendidikan karakter
sebagai pilar kebangkitan
bangsa, raih prestasi
junjung tinggi budi pekerti”
(Hardiknas, 20 Mei 2011)

Keluarga; satuan pendidikan; masyarakat sipil; masyarakat politik;
pemerintah; dunia usaha; media massa
9
KONFIGURASI NILAI (SOSIAL-KULTURAL-PSIKOLOGIS)
KECERDASAN
CERDAS
INTELEKTUAL
CERDAS
KINESTETIK
cerdas, kritis,
kreatif, inovatif,
ingin tahu, berpikir
terbuka, produktif,
berorientasi Ipteks,
dan reflektif
bersih dan sehat,
disiplin, sportif,
tangguh, andal,
berdaya tahan,
bersahabat,
kooperatif,
determinatif,
kompetitif, ceria,
dan gigih
OLAH
PIKIR
OLAH
RAGA
OLAH
HATI
OLAH
RASA/
KARSA
beriman dan bertakwa,
jujur, amanah, adil,
bertanggung jawab,
berempati, berani
mengambil resiko,
pantang menyerah, rela
berkorban, dan berjiwa
patriotik
ramah, saling
menghargai, toleran,
peduli, suka menolong,
gotong royong,
nasionalis, kosmopolit ,
mengutamakan
kepentingan umum,
bangga menggunakan
bahasa dan produk
Indonesia, dinamis,
kerja keras, dan beretos
kerja
CERDAS
SPRITUAL
CERDAS
EMOSIONAL
Karakter dapat dibentuk
melalui:
• Pembiasaan kegiatan sehari-hari
• Contoh sikap dan perilaku yang baik
dari orang-orang di sekelilingnya
• Pembelajaran formal
• Pembelajaran non-formal
• Kegiatan minat dan bakat kampus:
 Kegiatan Kesenian
 Kegiatan Sosial
 Kegiatan Karya Ilmiah
 Kegiatan OLAH RAGA
Karakter Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
1. Kerjasama
2. Komunikasi
3. Mentaati aturan
4. Mencari solusi
5. Saling Pengertian
6. Saling terhubung dg yg lain
7. Kepemimpinan
8. Menghargai org lain
9. Upaya yang bernilai
10. Berusaha untuk menang
11. Menerima kekalahan
12. Pandai mengelola kompetisi
13. Bermain dengan fair
14. Berbagi
15. Punya harga diri
16. Percaya pd orang
17. Berlaku jujur/Integritas.
18. Menghargai diri sendiri
19. Toleran
20. Percaya diri
21. Membentuk tim
22. Disiplin
23. Gigih/Tangguh.
OUTPUT KARAKTER YANG DIHARAPKAN DARI
MAHASISWA UNHAS: KARAKTER “MARITIM”
MANUSIAWI
RELIGIUS
TANGGUH
ARIF
INTEGRITAS
INOVATIF
MANDIRI
13
BEBERAPA DISKRIPSI KARAKTER “MARITIM”
MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN
MANUSIAWI:
- MENGHARGAI DIRINYA, MENGOPTIMALKAN POTENSI YANG DIMILIKI
DALAM MEMENUHI TANGGUNGJAWAB PENCIPTA.
- HIDUP BERSAMA DENGAN MANUSIA LAINNYA, YANG
MEMBAWA KONSEKWENSI YANG HARUS DIJALANI.
- KONSEKWENSI TERSEBUT ADALAH MENGHARGAI
KEBERADAAN MANUSIA LAINNYA, DENGAN MENYADARI
BAHWA SETIAP ORANG BERHAK UNTUK DIHARGAI.
ARIF:
- MEMBUAT KITA BISA LEBIH DEWASA DAN DENGAN MUDAH
DAPAT MENANGANI SETIAP PERMASALAHAN SECARA EFEKTIF.
- ORANG ARIF LEBIH MENGEDEPANKAN PIKIRAN DIBANDING
EMOSI DALAM MENGAMBIL KEBIJAKAN.
- MENERIMA DIRI APA ADANYA SAMBIL
MENINGKATKAN DIRI MELALUI
PEMBELAJARAN DARI KESALAHAN
MASA LALU.
RELIGIUS:
- PENGAKUAN ATAS KEKUASAAN DI ATAS MANUSIA, YAITU
KEKUASAAN MAHA PENCIPTA TUHAN YME.
- PEDULI KEPADA ORANG LAIN ATAU PENGHORMATAN
SESEORANG TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL DI SEKITARNYA,
BERDASARKAN NILAI-NILAI AGAMA YANG DIANUTNYA.
- SIKAP DAN PERILAKU YANG PATUH DALAM
MELAKSANAKAN AJARAN AGAMA YANG
DIANUTNYA, TOLERAN TERHADAP
PELAKSANAAN IBADAH AGAMA LAIN,
SERTA HIDUP RUKUN DENGAN PEMELUK AGAMA LAIN.
INTEGRITAS:
- PERILAKU YANG DIDASARKAN PADA
UPAYA MENJADIKAN DIRINYA SBG
ORANG YANG SELALU DAPAT
DIPERCAYA DALAM PERKATAAN,
TINDAKAN, DAN PEKERJAAN.
- DIA BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN BESERTA
RESIKONYA, YANG DIYAKINI BENAR MESKI TIDAK
DIDUKUNG OLEH LINGKUNGAN SEKITARNYA.
TANGGUH:
- PERILAKU YANG SUNGGUH2 MEMBANGUN TEKAD DAN
BERJUANG KERAS MENCAPAINYA, TEKUN, ULET, MANDIRITIDAK TERGANTUNG PADA BELAS KASIHAN ORANG LAIN.
- SPORTIF MENERIMA KEKALAHAN MAUPUN KEMENANGAN
DALAM SUATU KOMPETISI.
“SEKALI LAYAR TERKEMBANG
PANTANG BIDUK SURUT KE PANTAI”
INOVATIF:
- LAHIRNYA PEMIKIRAN IMAGINATIVE YAKNI KEBEBASAN,
DORONGAN, PENGAKUAN, DAN KEINGINAN YANG KUAT UNTUK
MEWUJUDKAN KULTUR YANG KREATIF.
- ORANG2 INOVATIF DAPAT DILIHAT DARI MOTIVASI, EXPERTISE
(KEAHLIAN), SIKAP TERHADAP RESIKO, DAN SOCIAL SKILLS.
- BERPIKIR DAN MELAKUKAN SESUATU UNTUK
MENGHASILKAN CARA ATAU HASIL BARU DARI
APA YANG TELAH DIMILIKI.
MANDIRI:
- SIKAP DAN PRILAKU YANG TIDAK MUDAH
TERGANTUNG PADA ORANG LAIN DALAM
MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS.
- MAMPU MENGHADAPI SEMUA TANTANGAN, DAN MENJALANINYA
DENGAN KEKUATAN DALAM DIRI SAUDARA SENDIRI, BUKAN DARI
ORANG ATAU HAL-HAL LAIN SEPERTI BENDA ATAU KEJADIAN TERTENTU.
- MEMUNGKINKAN KITA BEBAS MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI KITA
SECARA MAKSIMAL UNTUK MENCAPAI TUJUAN HIDUP.
Step by Step Membangun Karakter
KARAKTER TIDAK
DIBANGUN DALAM
SATU MALAM,
TETAPI MELALUI
PIKIRAN DAN
TINDAKAN SEDIKIT
DEMI SEDIKIT TETAPI
KONTINYU.
KITA TIDAK HARUS HEBAT SAAT MULAI, TETAPI
KITA HARUS MEMULAI UNTUK MENJADI HEBAT

similar documents