rancangan renstra (2015-2019)

Report
Indeks Ketahanan terhadap Bencana terkait Air
2
Bencana terkait Air dan Ketahanan
3
Potensi Sumber Daya Air di
Indonesia
4
ISU STRATEGIS NASIONAL
 Ketersediaan air
cukup
 Potensi
pengembangan
irigasi dan rawa
tinggi
 Banjir meningkat
 Ketersediaan air cukup
 Potensi irigasi dan rawa
terbatas
 Banjir pada beberapa
lokasi
 Ketersediaan air
rawan
 Pengembangan
irigasi fokus pada
peningkatan
 Banjir merata
 Ketersediaan air
cukup
 Potensi irigasi tinggi
 Banjir meningkat
 Ketersediaan air
tinggi
 Potensi irigasi dan
rawa terbatas
 Banjir meningkat
 Ketersediaan air
kritis
 Pengembangan
irigasi selektif
 Banjir relatif rendah
Kebutuhan Air Maya Untuk Produksi Beras
(Periode 1997 – 2001)
6
Tantangan Peningkatan Ketahanan
Air-Pangan-Energi
1
2
3
• Pengelolaan SDA merupakan proses yang selalu berkembang
dan selalu menuntut penyempurnaan strategi sesuai dengan
perkembangan tantangan, informasi, pengalaman dan
permasalahan yang dihadapi.
• Lakukan investasi yang memadai untuk infrastruktur
pengelolaan SDA, termasuk pengelolaan bencana,
• Kembangkan sistem prakiraan dini yang efektif, gunakan
untuk memberikan peringatan dan penjelasan kepada
penduduk serta melaksanakan mitigasi dan adaptasi sebelum
bencana datang.
7
Perhatian Utama Dalam Pola dan Rencana
Susun berdasarkan data yang memadai
Integrasikan dengan rencana tata ruang
Alat untuk menghindari konflik sebelum timbul
Dasar untuk penyusunan rencana
Dialog merupakan dasar penyusunan Pola dan Rencana
Negosiasikan antara keinginan, prioritas dan solusi
Jangan terlalu ambisius, pilih skenario yang optimum
8
KETAHANAN PANGAN
RANCANGAN RENSTRA 2015-2019
RANCANGAN RENSTRA
(2015-2019)
EVALUASI
 Pembangunan irigasi baru
400.000 hektar
 Rehabilitasi irigasi seluas 1,5
juta hektar
 Peningkatan IP eksisting
irigasi, melalui:
KINERJA 20102014
 Peningkatan irigasi waduk dari
960.000 Ha menjadi 1.100.000 Ha
 Peningkatan
efisiensi
melalui
modernisasi irigasi
 Kegiatan Irigasi dan Rawa
berhasil mengantar
produksi beras nasional
surplus 6,5 juta ton.
 Rancangan 5 (lima) tahun
ke depan dipertahankan
pada rate yang sama
 Pengelolaan rawa dan JIAT
difokuskan
pada
upaya
peningkatan yang ada
 Pengembangan
tambak
sesuai program peningkatan
perikanan
KETAHANAN AIR
RANCANGAN RENSTRA 2015-2019
EVALUASI
RANCANGAN RENSTRA
(2015-2019)
KINERJA 20102014
KINERJA PRASARANA
TAMPUNGAN (2014)
 Kapasitas tampung
15,8 milyar m3
 Kapasitas per kapita
= 64,87 m3/kapita
 Irigasi waduk 960
ribu hektar
 Kapasitas tampung masih
rawan untuk antisipasi
kekritisan air dan ketahanan
pangan ke depan
 Pembangunan waduk minimal
10 buah/tahun dan embung
500 buah/tahun
 Pembangunan 50 waduk
(peningkatan volume
waduk dari 15,8 milyar m3
menjadi 19 milyar m3)
 Pembangunan 2.500
buah embung
 Pengerukan danau dan
waduk kritis
 Revitalisasi situ
 Konservasi dan
pengendalian
sedimen
LAYANAN AIR BAKU
RANCANGAN RENSTRA 2015-2019
PROPORSI RUMAH TANGGA YANG MEMILIKI AKSES
TERHADAP AIR MINUM (PERKOTAAN DAN PERDESAAN)
100%
AIR BAKU PULAU TERDEPAN
85%
RANCANGAN RENSTRA (2015-2019)
 Mendukung program pencapaian 85% akses air bersih pada
tahun 2020
 Peningkatan penyediaan air baku dari 56 m3/detik menjadi
114 m3/detik
 Optimalisasi pemanfaatan “idle capacity”
 Penyediaan Air Baku untuk Pulau Terluar
KRITERIA Komitmen
PROGRAM: PemProv/Kab/Kota untuk
pemanfaatan dan
kelembagaan OP
 Program sesuai Pola dan
Rencana dan RTRW
STATUS DESEMBER 201
 TERBANGUN
= 43,24 m3/dtk
 KAPASITAS IPA PDAM
= 36,83 m3/dtk
 ‘IDLE’ CAPACITY
= 6,41 m3/dtk
PENGENDALIAN DAYA RUSAK
RANCANGAN RENSTRA 2015-2019
RANCANGAN RENSTRA
(2015-2019)
EVALUASI
KINERJA 20102014
 Pengamanan kawasan
rawan bencana banjir
seluas 200 ribu hektar
 Normalisasi sungai
sepanjang 3000 km
 Pengamanan abrasi pantai
sepanjang 500 km
 Pembangunan pengendali
sedimen lahar gunung
berapi 300 buah
 Pembangunan sumur
resapan, waduk lapangan,
dan rumah pompa
Wilayah Sungai Serayu Bogowonto
13
Potensi WS Serayu Bogowonto
14
Wilayah Sungai Progo Opak Serang
15
Potensi Wilayah Sungai Progo Opak Serang
No
Nama DAS
Luas
(km2)
Debit Min
Debit Maks
1
Progo
2421
1.06 m3/dt
213 m3/dt
2
Opak
1.89 m3/dt
83.2 m3/dt
3
Serang
0.28 m3/dt
61.10
m3/dt
280
16
Sistem Telemetri Data Hidrologi
-7
-7
Januari
Februari
109
109.8
-7
109
109.8
109
109.8
April
109.8
Prakiraan
-7
Curah
Hujan
-7
Mei
Juni
109
Observasi
Satellite
109.8
-7
-7
Juli
•
•
109.8
-7
Analisa
pergerakan
arus
Maret
laut global
109
•
•
•
109
Agustus
Sistem telemetri harus terintegrasi dengan sistem yang dikembangkan oleh Ditjen SDA.
Perlu kegiatan rutin untuk melakukan pengecekan server dan peralatan lapangan.
Perlu penjaga pos yang berkompeten dan tanggap untuk pemeliharaan pos serta
keadaan khusus.
Perlu menyiapkan honor penjaga pos sesuai kondisi wilayah setempat.
Perlu menyiapkan dana operasi dan pemeliharaan.
109
109.8
-7
109.8
109
109.
8
-7
September
109
-7
109
Oktober
109.8
-7
17
TERIMA KASIH
18

similar documents