Fisioterapi Kardiovaskuler Pulmonal 2 Pertemuan 6

Report
VASKULER
1.PENGERTIAN.
2. JENIS SIRKULASI.
•
ARTERIA.
* VENA.
•
LYMPHE.
3. SISTEM SIRKULASI.
• SISTEMIK.
* PORTAE.
• PARU.
* KORONER.
• FETUS.
* LYMPHE.
PERBEDAAN ARTERI & VENA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
VENA
DINDING
TIPIS
KATUP
ADA
ALIRAN
LAMBAT
TEKANAN RENDAH
CENDERUN MELEBAR
DINDING TENGAH TAK
BEROTOT
ARTERI.
TEBAL
TIDAK ADA
LANCAR.
TINGGI.
NYEMPIT
BEROTOT
PENGARUH UMUM
GANGGUAN ARTERIA
1. DINDING ARTERI MENEBAL, RAPUH,
TIDAK ELASTIS.
2. DIAMETER LUMEN MENYEMPIT.
3. DINDING INDOTELIUM KASAR, RUSAK
4. MUDAH MENIMBULKAN EMBOLI.
5. SIRKULASI ARTERI BERKURANG.
6. JARINGAN YANG DISUPLAY
KEKURANGAN NUTRESI.
FAKTOR PENCETUS
GANGGUAN ARTERI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
HYPERCHOLESTEROL.
OBESITAS.
USIA.
HYPERTENSI.
PEROKOK.
STRESS.
KURANG GERAK.
PENYAKIT ( DM, TUMOR, TRAUMA)
ARTEROSKLEROSIS
A. PENGERTIAN.
B. GEJALA.
1. MERASA DINGIN.
2. SERING KESEMUTAN.
3. RASA SAKIT SAAT KERJA
MENINGKAT SAAT DIAM.
TANDA-TANDA.
1. NADI SUKAR DIPALPASI, KERAS.
2. TEKANAN DARAH MENINGKAT.
3. KULIT KELIHATAH KERING, HITAM,
MENGKILAT (TRHOPIC CHANGGES).
4. KUKU MENJADI KROPUS , MENEBAL.
5. LUKA SUKAR SEMBUH (GANGREN).
6. AKTIFITAS FISIK MENURUN.
TUJUAN FISIOTERAPI.
1.
2.
3.
4.
5.
PERBAIKAN SIRKULASI.
ISTIRAHAT SEIMBANG.
EDUKASI.
MENCEGAH LEBIH JELEK.
PERBAIKAN KONDISI.
INTERVENSI FISIOTERAPI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
BUERGER ALLEN EXERCISES.
BISGARD BANDAGE.
BISGARD MASSAGE.
HYPERBARYNX OKSIGEN.
VACUM COMPRESION TERAPI.
HEATING LEMBAB bila dry heathing
methode REFLEK HEATHING.
7. LATIHAN FUNGSIONAL (ADL, KERJA).
INTERMETTEN CLAUDICATION
Nyeri daerah miskin 02/ nut krn gang sirkulasi.
Muncul saat kerja dan hilang saat rest.
1.Stadium awal:Nyeri saat kerja, hilang saatrest
nyeri kurang dari 15 menit.
2.Stadium lanjut: nyeri saat kerja ringan, nyeri
lebih dari 15 menit Dan intermetten.
3.Stadium kronik:istirahat pun dapat timbul nyeri
Daerah: sakroiliaca 10%.Tungkai 80% Kaki 10 %.
BUERGER DESEASE
NAMA LAIN: THROMBO ANGITIS OBLITERANCE.
PENGERTIAN: PERADANGAN ARTERIA DISTAL,
THROMBOSIS, OBLITERASI.
STADIUM:1.GANGGUAN SENSASI,WARNA KULIT
2. INTERMITTEN CALOUDICATION.
3. REST PAIN.
4. NIKROSE (GANGREN).
PROBLEM (PERUBAHAN PATHOLOGI).
DINGIN, WARNA KULIT, SENSASI, NYERI, INTER
METTEN, REST PAIN, LUKA GANGREN.
DIAGNOSSSE FISIOTERAPI.
1. NYERI PADA KAKI KARENA ADANYA
GANGGUAN SIRKULASI.
2. NYERI PADA KAKI KARENA JARINGAN
KEKURANGA OKSIGEN DAN NUTRESI.
3. ODEM KERENA ARTERI TIDAK LANCAR
4. BENGKAK KARENA ARTERI DAN VENA
TIDAK LANCAR.
5. BERJALAN TERGANGGU KARENA
SAKIT PADA KAKI.
6. Kemungkinan terjadi gangren karena sirkulasi
TUJUAN FISIOTERAPI
1.
2.
3.
4.
EDUKASI MENCEGAH LEBIH JELEK.
MEMPERBAIKI SIRKULASI.
MENANGGULANGI NYERI.
MENGEMBALIKAN FUNGSI BERJALAN.
INTERVENSI FISIOTERAPI.
RAYNOULD DESEASE.
PENGERTIAN: PENYAKIT ARTERI DITANDAI SPASME, VASOKONTREKSI DISTAL.
DIMULAI JARI TANGAN, KAKI, TELINGA.
PENCETUS: HERIDITER, IKLIM DINGIN,
WANITA> PRIA.
GEJALA:
1. WARNA KULIT PUCAT.
2. BAAL, NYERI, MATI RASA, GATAL.
3. KONGESTI LOKAL GANGREN.
ANEURISMA.
PENGERTIAN: DELATASI SEGMENTAL
DINDING ARTERI DALAM AKIBAT RUPTUR
PRIA> WANITA.
PENYEBAB: ATEROSKLEROSIS, INFEKSI,
SYPILIS, TRAUMATIK, DEMAM KHUSUS.
TANDA DAN GEJHALA LIHAT ARTERO
SKLEROSIS.
FISIOTERAPI BERPERAN PADA PRAE DAN
POST OPERASI.
VARISES (VERICOUS VEIN).
PENGERTIAN: TIMBULNYA DELATASI ,
MEMANJANG, BERKELOK-KELOK DIVENA
DIBAWAH KULIT.
PENCETUS:
HERIDITER, KERJA STATIK, IKAT PINGG ANG KETAT.
PATOLOGI ?
TANDA DAAN GEJALA:
1. VENA MEMBESAR MEMBIRU.
2. NYERI, PEGEL-PEGEL, MUDAH LELAH
3. OEDEM TUNGKAI SAAT SORE HARI.
4. VENA BERKELOK-KELOK.
5. KOSMETIK JELEK.
KOMPLIKASI: THROMBOPLEBITIS,
NIKROSIS, ULCER(LUKA), EXYMA.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
FISIOTERAPI:
EDUKASI, CEGAH JANGAN BERLANJUT.
BUERGER ALLEN EXERCISES.
MENINGKATKAN VENOUS RETURN.
ELASTIS BANDAGE SAAT KERJA.
REFLEK HEATING.
SARAN OPERASI BILA DENGAN
KONSERVATIF TAK BERHASIL.
THROMBOSIS.
PENYUMBATAN VENA AKIBAT BEKUAN
DARAH YG MENEMPEL PADA DINDING
PEMBULUH DARAH.
ETIOLOGI: CEDERA ARTERI AKIBAT, PATAH
TULANG, OPERASI , SAKIT JANTUNG, TIRAH
BARING , DEMAM, PENYAKIT PARU.
GEJALA: BENGKAK, KRAM DEMAM, LAKUKAN
DORSI FLEKSI SAKIT OTOT GASTROK.
PATOLOGI: RADANG MENGIRITASI PEMBULUH
DARAH FIBRILASI, FIBRIN MELEPAS DEPOSIT
MENGGUMPALNYA DARAH PADA KLEP VENA
MENGANGGU SIRKULASI VENA.
PERKEMBANGAN TROMBUS
1. RESOLUSI: HILANG KARENA ABSORBSI.
2. ORGANISASI: TIMBUL KONEKTIF TISU.
(JARINGAN FIBROUS DINDING DALAM).
3. EMBOLISME: LEPASNYA BEKUAN
DARAH IKUT ALIRAN DARAH MENJADI
EMBOLI.
4. DISINTEGRASI: PENYEBAB INFEKSI
TUBUH (SEPSIS).
5. KOLATERAL SIRKULASI.
FISIOTERAPI.
MASA AKUT.
1. REST.
2. ELEVASI.
3. ELASTIS BANDAGE RINGAN.
MASA RECAVERY.
1. BISGARD MASSAGE.
2. BISGARD BANDAGE.
3. BUERGER ALLEN EXERCISE
4. LATIHAN AKTIF.
5. HEATING RINGAN.(REFLEK HEATING).
VERICOSE ULCER.
LUKA AKIBAT DEGENERASI JARINGAN.
TINGKATAN:
1.
2.
3.
4.
INFEKSI SEPSES.
PENYEMBUHAN.
HYPER GRANULASI.
KRONIK.
FISIOTERAPI ULCERS.
PEMERIKSAAN: KEADAAN,UKURAN LUKA.
SIRKULASI, OEDEMA, ROM TERKAIT, KE
KUATAN OPTOT, SENSORIK, KOGNETIF
DAN FUNGSIONAL.
TUJUAN:
1. PERBAIKAN SIRKULASI SEKITAR LUKA.
2. MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN.
3. MENGURANG TANDA DAN GEJALA.
4. MENGEMBALIKAN FUNGSIONAL.
INTERVENSI FISIOTERAPI
1. MASSAGE SIRKULER SEKITAR LUKA.
2. UV: TYPE 1. E 4.
TYPE 2. E 1
TYPE 3. E 4
TYPE 4. E 3.
3. MOBILISASI: PASIF. ASESTED, FREE
AKTIF DAN RESISTED.
4. FUNGSIONAL. ADL, KERJA, HOBY DAN
REKREASI.
DEEP VENA THROMBOSIS
TERJADI AKIBAT: OPERASI, TIRAH BARING
LAMA, POST PARTUM.
POTOFISIOLOGI: KONDISI YANG MEYEBAB
KAN RUSAKNYA TONIKA IMTIMA (INDO TELIUM)
DAN LAMBATNYA ALIRAN DARAH, HYPER
KOAGULASI (LIHAT THROMBOSIS).
TANDA DAN GEJALA: NYERI DAERAH TROMBUS
KRAM, BENGKAK, DELATASI LOKAL, SUHU NAIK
FT: AKUTE REST, BEDAH.
MASA RECAVERY: LIHAT ARTEROSKLEROSES.
SEKIAN
KONDISI VASKULER
LANJUT KE HORMONAL.
TERIMA KASIH
RS POLRI
DIABITUS MILITUS
Gangguan Metabolisme
GLUKOSA dalam SEL.
Krn defisit INSULIN.
Glukosa dlm darah naik
diatas 160 mg %
TANDA-TANDA DM.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
POLIURI = BANYAK KENCING
PLIPAGI = BANYAK MAKAN
BANYAK MINUM
BERAT BADAN TURUN
LUKA SUKAR SEMBUH
SAKIT-SAKITAN
MENINGGAL MUDA.
KEMAMPUAN KERJA MENURUN.
PREDESPOSISI DM
1.
2.
3.
4.
KURANG GERAK
MAKAN BERLEBIH
KEHAMILAN
KURANG INSULIN (GANGGUAN
PANKREAS TRAUMA/INFEKSI).
5. BEBAN INSULIN BERLEBIH
6. HERIDITER.
DM DI INDONESIA
• 1967 DI INDONESIA MENCAPAI 0,6 %
• 1976 DI SEMARANG 6,7 %
• 1979 DI PEKALONGAN 14,1 %
LABORATPRIUM
1. GULA PUASA 80-120 mg %
2. SESUDAH MAKAN 1 jam 170 mg %
3. SESUDAH MAKAN 2 jam 140 mg %
TINGKATAN DM
1.
2.
3.
4.
5.
6.
120 – 160 mg % RINGAN SKALI (GEJALA)
160 – 180 mg % RINGAN
I
181 – 250 mg % SEDANG
II
251 – 300 mg % BERAT
III
> 301 mg % BERAT SEKALI
IV
GULA DARAH PUASA 100-120 mg %
GEJALA DM BILA > 120 mg %.
PENGOBATAN
1. DIET
2. AKTIVTAS DITAMBAH
(OR). TERATUR DAN
TERUKUR.
3. OBAT
PENGUKURAN BB
• BERAT BADAN IDEAL = 90 % (TB-100)
• NORMAL IDEAL PLUS MINUS 10 %
• BMI (BODY MASSA INDEK) IMT (INDEK
MASSA TUBUH).
.
BB
.
TB KUADRAT (METER).
NORMAL BMI = 23-28
KECUKUPAN KALORI
• BB IDEAL KALI 25 CAL
(WANITA).
• BB IDEAL KALI 30 CAL (LAKI)
• UMUR 40 – 59 DIKURANG 5 %
• UMUR 60 – 69 DIKURANG 10 %
• UMUR > 70 TH DIKURANG 20 %.
% PENAMBAHAN KALORI
•
•
•
•
•
•
REST TAMBAH 10 %
KERJA RINGAN TAMBAH 20 %
KERJA SEDANG TAMBAH 30 %
KERJA BERAT TAMABAH 40 %
KERJA BERAT SEKALI TAMBAH 50%
DIET PEMULA KURANGI 20-30 % DARI
BIASANYA.
• PENINGKATAN B B TAMBAH 30 %
CONTOH
• TB=160 cm(1,6 m) BB 70 kg. Usia 46 th.
• SEK=LAKI PEKERJAAN GURU
BB IDEAL =160–00=60–10%= 60-6= 54kg
KEBUTUHAN KAL KERJA RINGAN
54X30 = 1620+20 % = 1620+324 = 1945 cal
DIET
•
•
•
•
BB 70 kg
BB IDEAL 54 kg
KEBUTUHAN KALORI 1620 CAL
KEBUTUHAN KALORI DIET 1620(5% + DIVISIASI USIA 20 %) = 1620405 = 1215 KALORI
SYARAT KOMPOSISI DIET
• KOMPOSISI SAMA DNG KELUARGA
HANYA DIKURANGANGI KOLORInya.
• BANYAK SERAT (SAYUR dan BUAH)
• SERING MAKAN (4-6 KALI/HARI) DNG
PORSI SEDIKIT.
• HINDARI MINUM MANIS (Sirup,madu, gula,
Keju dll)
• JAM MAKAN: 07.00, 10.00, 13.00, 19.00 DAN
21.00;
KOMPLIKASI DM
•
•
•
•
•
•
•
GANGGUAN:
PENGLIHATAN ( MATA DIABIT)
PARU
JANTUNG (DEKOMPENSASI, PJK,
GAGAL)
PEMBULUH DARAH (ATEROSKLEROSIS)
SYARAF (NUTRESI /FUNGSI TURUN)
GINJAL (BEBAN NAIK/ GAGAL GINJAL)
INFEKSI (NUTRESI KURANG NIKROSIS).
JENIS KOMPLIKASI
1. KAKI DIABIT
• BENGKAK (SIRKULASI TERGANGGU)
• MUDAH INFEKSI
• SAKIT, BAAL MUDAH LUKA UTAMA
IBUJARI KAKI (NIKROSIS) ULCER.
2. MATA DIABIT.
• LENSA MATA KATARAK.
• KELENJAR LEMAK PELUPUK MATA
• GANGGUAN METABOLISME LEMAK
• KOSMETIK JELEK
• RETINA PATI / GANGGUAN
PENGLIHATAN
SENAM, OLAH RAGA
TEST EROBIK 12 MENIT.
UNTUK USIA > 35 th HATI-HATI.
PENILAIAN TEST.
KURANG SEKALI > 1 mils (1,6 km)
KURANG 1 – 1,24 mils (1,6 – 2 km)
CUKUP 1,25 – 1,49 mils (2-2,4 km)
BAIK
1,5 – 1,74 mils ( 2,4-2,8 km)
BAIK SEKALI > 1,74 mils (>2,8 km)
PENGELOMPOKAAN
SENAM/OLAH RAGA
BERDASARKAN KADAR
GULA DARAH
1. RINGAN (I) < 199mg%
2. SEDANG (2)200-299 mg%
3. BERAT (3) > 300 mg %
TUJUAN MENURUNKAN
KADAR GULA DARAH
1. KEBUTUHAN GULA DARAH OTOT
MENINGKAT.  SENSITIVITAS
INSULIN MENINGKAT Rest 1 Mol
INSULIN MENGANGKUT 7 glukose
DALAM OR MAMPU 10 Glukose.
2. GLUKAGON, EPINEPRIN,
NOEREPINEPRIN, KATEKOLAMIN
DAN KORTISOL MENINGKAT
3. SUHU NAIK MONOSAKARIDA
TERBAKAR
DOSIS LATIHAN
BERAT
FREKUENS
I
INTENSITA
S
TIME
TYPE
LATIHAN
REPETISI
SED
ANG
RINGAN
3 X /MG
5 X / MG
7 X / MG
60 %
5 km/jam
5-15 min
70 %
7 km/jam
15–45 min
80 %
10 km/jam
> 45 min
JALAN
JOGING
< 100
BIET/MIN
100-120
LOW
IMPECH
LARI
JOGING
120-140
PERSIAPAN LATIHAN
AEROBIK
•
•
•
•
PERIKSA VITAL SIGN
PERIKSA KAKI (EDEMA, LUKA)
PAKAI PAKAIN OLAH RAGA
SEPATU YG PAS/ JANGAN LONGGAR
TETAPI HARUS KAOS KAKI TEBAL
• LAKUKAN PADA PAGI HARI
• SESUAI DOSIS LATIHAN /
KELOMPOKNYA.
SEKIAN
TERIMA KASIH
FISIOTERAPI
Muju terus
sukses

similar documents