kuliah SG 6 - LEMBAGA KEMAHASISWAAN

Report
Menteri Negara Riset dan Teknologi
Sistem Inovasi Nasional Untuk
Kekuatan Daya Saing Bangsa
KU 4078 Studium Generale, ITB, Bandung 12 Maret 2011
KOMPETISI
/pengguna
INOV.
NATION
/pengguna
KNOWLEDGE-BASED
NATION (KBN)
Sinergi nasional
TRANSFORMASI
PRIV.SEC
/Lemlitbang
Kementrian
KBE
PILAR
KEBIJAKAN
PUB.SEC
KBS
NATION
E
K
O
S
I
S
T
E
M
NGO
2
PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DALAM
6 KORIDOR EKONOMI PRIORITAS
BIMP-EAGA
Medan
1
IMTGT
Pekanbaru
4
3
Manado
Pontianak Samarinda
Jambi
Palembang
Palangkaraya
Mamuju
Banjarmasin
Lampung 2
Makassar
Jakarta Semarang
Surabaya 5
Serang
Mataram
Denpasar
• KOMPONEN: Kelembagaan, Sumberdaya, Jaringan
• Pembiayaan: Public Private Partnership
Lokasi Indonesian Science and
Technologu Park (I-STP)
Pusat ekonomi mega
Ternate
Gorontal
o
Manokwari
Sorong
Kendari
Jayapura
6
Ambon
Wamena
Merauke
Kupang
Lokasi Sistem Inovasi Daerah (SIDa)
Pusat ekonomi
Usulan lokasi KEK yang merupakan FTZ
Usulan lokasi KEK
1 KE Sumatera
3 KE Kalimantan
5 KE Bali – Nusa Tenggara
2 KE Jawa
4 KE Sulawesi
6 KE Papua
Isi Paparan:
1
2
3
4
5
Perkembangan Iptek
Iptek dan inovasi
Potret daya saing bangsa
Agenda aksi ke depan
Penutup
1
PERKEMBANGAN IPTEK
BUMI YANG MENCIUT:
1500 - 1840
1850- 1930
1950-an
Kecepatan kapal
laut
10 mph
kapal uap
30 mph
Propeler
pesawat
400 mph
1960-an
Jet
penumpang
700 mph
1976
Supersonic
>1450 mph
2010
Sub-orbital
>3500 mph
3-BENTUK INTERAKSI GLOBAL:
MOSAIK
NETWORK
SISTEM
DUNIA YG BERUBAH:
THE NEXT GLOBAL STAGE
Jarak antara penemuan dengan
pemanfaatan teknologi semakin pendek
WAKTU DARI INVENSI MENJADI INOVASI
SEMAKIN PENDEK
>10 th
1960
Foto
copy
1955
Komputer
Tahun Inovasi
1950
Penisilin
Resin
1945
TV
Nilon
1940
Fluoresen
1935
DDT
Rekorder
Detergen
Insulin
1925
1915
1880
Ball point
Helikopter
1930
1920
< 10 th
Resleting
1890
1900
1910
1920
Tahun Invensi
1930
1940
1950
Yang tumbuh dan yang mati bersama
kemajuan teknologi:
Kamera
digital
70
60
50
40
30
Kamera
film
20
10
0
2000
2001
2002
2003
2004
Pengiriman kamera di dunia: Dalam Kenichi Ohmae, The Next
Global Stage, Gramedia, Jakarta, 2005.
Economic Take-Off with Outward-looking
Development Strategy
KOREA - Changes in Export Commodity Profile:
From Light Industry to Heavy Industry
Semiconductor, Mobile
Phone, DTV, Display,
Automobile, Ship-building,
etc.
Export
Commodity
Profile
Textile
Wig
Automobile
Semiconductor
79.8%
HCI Product
50%
Light Industry
Product
14.1%
6.1%
1960
1970
1980
1990
1999
2003
Agricultural
Product
Peta hub global (lingkaran)
SKORE UNTUK GLOBAL HUB SECARA
BERURUTAN
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
Score
16 Silicon Valley, US
15 Boston, US
15 Stockholm-Kista, Sweden
15 Israel
14 Raleigh-Durham-Chapel Hill, US
14 London, UK
14 Helsinki, Finland
13 Austin, US
13 San Francisco, US
13 Taipei, Taiwan (province of China)
13 Bangalore, India
12 New York City, US
12 Albuquerque, US
12 Montreal, Canada
12 Seattle, US
12 Cambridge, UK
12 Dublin, Ireland
11 Los Angeles, US
11 Malmo, Sweden– Copenhagen, Denmark
11 Bavaria, Germany
11 Flanders, Belgium
11 Tokyo, Japan
11 Kyoto, Japan
N0.
Score
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
45.
46.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
11 Hsinchu, Taiwan (province of China)
10 Virginia, US
10 Thames Valley, UK
10 Paris, France
10 Baden-Wurttemberg, Germany
10 Oulu, Finland
10 Melbourne, Australia
9 Chicago, US
9 Hong Kong, China (SAR)
9 Queensland, Australia
9 Sao Paulo, Brazil
8 Salt Lake City, US
8 Santa Fe, US
8 Glasgow-Edinburgh, UK
8 Saxony, Germany
8 Sophia Antipolis, France
8 Inchon, Rep. of Korea
8 Kuala Lumpur, Malaysia
8 Campinas, Brazil
7 Singapore
6 Trondheim, Norway
4 El Ghazala, Tunisia
4 Gauteng, South Africa
PELAJARAN-1:




Perkembangan Iptek sangat cepat.
Bukan hanya semakin mudah digunakan, tetapi juga
merembes masuk ke wilayah sosial-budaya masyarakat
dan mempengaruhi prilaku publik.
Daya saing ekonomi-industri sangat tergantung pada
penguasaan Iptek.
Karenanya penguasaan Iptek menjadi sesuatu yang mutlak
dan tidak bisa ditawar lagi.
2
IPTEK DAN INOVASI
IPTEK: DARI PENEMUAN HINGGA
DAMPAK SOS-EK
Tipe Inovasi:
• “Innovation means technologies or practices that are
new to a given society, and being diffused in that
economy or society.This point is important: what is not
disseminated and used is not an innovation. “(The
World Bank, Innovation Policy, 2010).
S&T
INOVASI
INOVASI
Non S&T
INOVASI
Type of Innovations:
Product Innovation: A good or
service that is new or significantly
improved. This includes significant
improvements in technical
specifications, components and
materials, software in the product,
user friendliness or other functional
characteristics.
Marketing Innovation: A new
marketing method involving
significant changes in product
design or packaging, product
placement, product promotion
or pricing.
PRODUCT
MARKETING
PROCESS
Process Innovation: A
new or significantly
improved production or
delivery method. This
includes significant changes
in techniques, equipment
and/or software.
Organisational
ORGANISATI Innovation: A new
ONAL
organisational
method in business
practices, workplace
organisation or
external relations.
The Oslo Manual, OECD, 1997
Teknologi & Ekonomi
Jembatan antara Teknologi dan Ekonomi
adalah PRODUKTIVITAS
Teknologi
Ekonomi
INOVASI
(Produktivitas)
1-SYARAT UNTUK TEKNOLOGI :
S&T
Inovasi
Produkti
vitas
S-T mesti didesiminasikan/ digunakan
dalam proses produksi/masyarakat
menjadi INOVASI
2-SYARAT UNTUK EKONOMI MAKRO:
Ekonomi
gelembung
Ekonomi Riil
Keunggulan
Komparatif
Keunggulan
Kompetitif
Investasi
Fisik
Investasi
produktivitas
Dr. Umar Juoro, Habibienomic, Cides, Jakarta.
MENGUBAH KEUNGGULAN KOMPARATIF MENJADI
KEUNGGULAN KOMPETITIF
24
GDP < 2.000 US$
3.000 < GDP < 9.000 US$
GDP > 17.000 US$
BKPM
SISTEM INOVASI NASIONAL
NASIONAL:
Barang
& Jasa
PUBLIC
MARKET
/PUBLIK
Level-5
Supply
Inovasi
INDUSTRI
YAN-MAS
NAT SEC’S
Demand
KOLABORASI
Level-4
L.LITBANG/PT
Level-3
Level-2
1.
2.
3.
B. USAHA
Knowledge Base
Kebijakan-1
Kebijakan-3
Kebijakan-2
Kebijakan-5
Kebijakan-4
Kebijakan-6
1. Jak Ekonomi
2. Bang infrastuktur
sosial
3. Jak pendidikan
4. Jakburuh
5. Jak pajak dan keu
6. Jak Iptek
PEMERINTAH
Level-1
25
POLITIK DAN
EKONOMI
LINGKUNGAN, BUDAYA,
TRADISI, KARAKTER BANGSA
Diadopsi dari MEXT Jepang
SISTEM INOVASI NASIONAL
3
POTRET DAYA SAING
BANGSA
Total Belanja Litbang sebagai
Prosentase dari GDP (%)
2.5
BELANJA LITBANG MASING-MAING SEKTOR (%)
2.36
Dana Litbang Sektor Pemerintah (%)
2
80
1.5
70
1
0.63
0.5
0
0.06
0.14
0.19
0.25
2004
2006
INA
60
50
SIN
40
30
MA
CH
KO
JPN
20
10
0
0
10
20
30
40
50
60
Dana Litbang Sektor Industri (%)
Sumber: Indikator Ekonomi Berbasis pengetahuan, KRT, 2009 dan
MASTIC 2004, ASEAN Technology Competitiveness Indicator
70
80
Kekuatan Sumber Daya Litbang
Anggaran litbang/GDP (%)
2.5
SIN
2
1.5
1
MA
0.5
VI
FL
0
1
10
TH
INA
100
1000
10000
Jumlah peneliti litbang/ juta penduduk (log)
Diolah dari Sumber: Indikator Ekonomi Berbasis pengetahuan,
KRT, 2009
Postur Iptek Nasional:
1
2
3
4
KOREA
SELATAN
5
MALAYSIA
SINGAPURA
INDONESIA
THAILAND
Sumber: UNDP, Human
Development Report 2006, UNDP,
Oxford University Press, New
York, 2006.
1.
2.
3.
4.
5.
Anggaran riset
Pemakai Internet
Pemakai seluler
Jumlah Peneliti
Rasio Ekspor Teknologi Menengah
dan Tinggi
Potret Industri Indonesia:
Pertumbuhan
ekspor dunia
(%/tahun)
elektronik
N
Nilai ekspor dunia
(milyar USD)
800.6
8
7
6
5
4
3
2
1
0
transportasi
648.7
mesin
681
212
metal
317
pulp & kertas
392
276.6
0
0.5
1
93.3
kehutanan
agro
TPT
Data: Deperindag
(1999)
94.9
kimia organik
1.5
2
2.5
3
Pangsa pasar produk industri Indonesia (%)
3.5
4
EKSPOR MANUFAKTUR TERHADAP
TOTAL EKSPOR (%)
%
TECHNOLOGICAL CATHING-UP
20
Ekspor MHT terhadap total ekspor manufaktur (%)
15
90
10
80
5
70
FL
MA
TW
60
0
2000
2002
2004
2006
2008
SIN
TH
50
40
30
INA
20
10
0.0
20
40
60
80
100
Ekspor manufaktur terhadap total ekspor (%)
Sumber: Industrial Development Report 2005, UNIDO dan
Indikator Ekonomi Berbasis pengetahuan, KRT, 2009
KO
Capaian Industri Nasional:
Tahap
III
Tahap
PENGEMB
TEKNOLOGI
ROKOK
(makanan)
IV
SUNGAI
INDO FOOD
GUNTUNG
(makanan) BIO FARMA
(kebun)
PT DI
(kesehatan)
(pesawat)
POLYTRON
(Elektronik)
dll
R&D
SEMEN,
LNG, PUPUK,
KIMIA, BAJA
TEXTILE
BUKAKA
BARATA
KOJA
(Eng)
(Eng)
BAHARI
PAL
(Eng)
(kapal laut)
dll
II
Tahap
INTEGRASI
SISTEM
LISENSI
I
Tahap
Daya Saing Indonesia 2008, 2009, 2010
Ranking
55
54
44
Tahun 2008
Tahun 2009
Tahun 2010
Pada tahun 2009 dan 2010, Indonesia meningkat dari factor driven
stage menjadi transition to efficiency driven stage. GDP per kapita
kita meningkat dari 1.924 menjadi 2.249 dan 2.329 US$ (factor
driven stage GDP per kapita < 2.000 US$)
INDONESIA
WEF
PEMANFAATAN
LEMAH
KEMAMPUAN
KUAT
35
35
INOVASI DAN KESIAPAN TEKNOLOGI
Ranking Kesiapan
Teknologi
100
FL
INA
90
80
TH
70
60
VIE
50
BRU
MA
40
30
KOR
20
10
SIN
0
0
20
40
60
80
Ranking Inovasi
Global Competitiveness Index (WCI),World
Economic Forum (WEF), 2010.
100
120
Hasil Survei BI: Inovasi Industri
Survei terhadap 29.469
industri besar dan sedang.
Kriteria:
• penggunaan teknologi
• alokasi anggaran R&D
• tenaga ahli
Inovasi
Tinggi
Inovasi
Sedang
2%
20%
78%
Inovasi
Rendah
Survei Biro Riset Ekonomi Bank Indonesia, Desember 2011
Lanjutan:
1.
2.
3.
4.
Penyebab: masih terbatasnya integrasi Iptek di sisi
permintaan dengan sisi penyediaan.
Perlu dibangun kolaborasi yang harmonis antara para
pengembang teknologi dan pelaku industri.
Sinergi antar bebagai komponen pembangunan menjadi
sangat penting untuk dikembangkan.
Tugas kita adalah membangun “panggung” yang kondusif
demi terciptanya interaksi dan kolaborasi yang harmonis
antara sisi penyedia dan pengguna teknologi tersebut.
4
AGENDA AKSI KEDEPAN
Dalam Undang-Undang No. 17 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional
disebutkan bahwa visi pembangunan ekonomi
nasional sampai dengan 2025 adalah
”mewujudkan masyarakat Indonesia yang
mandiri, maju, adil dan makmur.” Untuk itu
diperlukan penguatan dan pengembangan
ekonomi di segala bidang berdasarkan keunggulan
kompetitif.
MENUJU VISI 2025
Perwujudan Menjadi ” Indonesia yang mandiri, maju, adil
dan makmur.” Membutuhkan Percepatan Transformasi
Ekonomi
Transformasi ekonomi
nasional
Membutuhkan
perubahan pola pikir
(tidak business as
usual)
Diperlukan ciri-ciri masyarakat yang bekerja
keras dan tidak cepat puas, berinisiatif,
berdaya-saing tinggi, menyadari
pentingnya teknologi, kreatif dan inovatif
40
Strategi Pembangunan Ekonomi:
Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, Inklusif dan
Berkelanjutan
Strategi Utama
1.
MENGEMBANGKAN KORIDOR EKONOMI INDONESIA:
Membangun pusat-pusat per-tumbuhan di setiap pulau, dengan pengembangan
klaster industri berbasis sumber daya unggulan (komoditi dan/atau sektor)
2.
MEMPERKUAT KONEKTIVITAS NASIONAL:
(locally integrated, internationally connected)  mengurangi transaction cost,
mewujudkan sinergi antar pusat pertumbuhan dan mewujudkan akses pelayanan
yang merata, meliputi :
3.

Konektivitas intra dan inter pusat pertumbuhan

konektivitas international (gate perdagangan dan wisatawan),

Konektivitas lokal untuk pembangunan inklusif (akses dan kualitas pelayanan
dasar yang merata di seluruh Indonesia
MEMPERCEPAT KEMAMPUAN IPTEK NASIONAL
41
Membangun kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi
Meningkatkan kualitas pendidikan,
termasuk pendidikan tinggi dan kejuruan,
dan pelatihan
Meningkatkan tingkat kompetensi
teknologi dan keahlian tenaga kerja
Meningkatkan kegiatan R & D, baik
oleh Pemerintah maupun swasta, melalui
pemberian insentif dan peningkatan
anggaran
Mengembangkan sistem inovasi
nasional, termasuk meningkatkan
pembiayaan inovasi
42
Menata kembali
NKRI (2005-2009)
Iptek sbg basis
pembangunan
Memantabkan
penataan
kembali)(2010-2014)
Memantabkan
Bangnas
(2015-2019)
Meningkatnya
Pengembanga
n Iptek
Industri
berbasis
Iptek
Wujud masyarakat
mandiri, maju adilmakmur(2020-2024)
Meningkatnya
Kemampuan
Iptek
Sistem Inovasi Nasional
IPTEK
RPJPN
TRANSFORMASI MENUJU BANGSA DAN NEGARA
MAJU BERBASIS IPTEK
43
STRATEGI TRANSFER TEKNOLOGI
INOVASI MENCIPTAKAN RANTAI NILAI TEKNOLOGI—PRODUK
Pengembangan Teknologi
Siklus R&D
Penciptaan
Produk/Nilai
Siklus
Pengembangan
Produk
Pendayagunaan
Produk/Nilai
Siklus
Pendayagunaan
TARGET: Terjadinya peningkatan kemampuan teknologi yang terus-menerus melalui
proses/siklus pengembangan dan pendayagunaan nilai/produk yang berkelanjutan
TAHAP PENGEMBANGAN
Proyek Diseminasi
IPTEK
Pengembangan Rantai
Nilai
Sistem Inovasi Nasional
(SINas)
44
SKEMA PEMBANGUNAN SINAS DALAM KERANGKA
PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI NASIONAL
Upaya pembangunan SINas
harus terintegrasi dengan
pengembangan
klaster
industri untuk mendukung
upaya pendalaman struktur
industri
Peningkatan daya saing = Continuous upgrading
Kebijakan pengembangan kluster industri
berbasis kewilayahan; pengembangan wilayah;
Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE); fiskal; anti
monopoli dan kompetisi dalam negeri
Kebijakan pengembangan industri penyangga;
pendalaman struktur industri; pengelolaan SDA;
pemanfaatan produk dalam negeri
Kebijakan pengembangang SDM & inovasi
teknologi; standarisasi produk; pengembangan
telematika; limbah buangan dan konservasi
lingkungan hidup
Kebijakan pengembangan ekspor hasil industri
Payung Kebijakan Strategis
Mekanisme Pasar
Pengembangan
klaster industri
Pendalaman
struktur industri
Teknologi
Upgrading
Spesialisasi
dalam klaster
Langkah Utama
Pengembangan lembaga pembiayaan; pembina
klaster industri; asosiasi dagang dan pengusaha;
organisasi kewilayahan penyangga klaster;
kewiraswastaan dan tenaga profesi
Pengembangan
industri
pemasok
dan
komponen; industri permesinan dan barang
modal; industri jasa dan infrastruktur penyangga
Pengembangan SDM terlatih; sistem inovasi
teknologi berbasis klaster; pusat R&D; basis data
industri
Pengembangan high skilled SDM; riset dasar
dan terapan pendukung spesialisasi industri;
high-level research centre dan universitas riset
Langkah Penunjang
45
STRATEGI PENCAPAIAN TUJUAN
PEMBANGUNAN NASIONAL BERBASIS
IPTEK

Penguatan elemen sumberdaya, kelembagaan dan jejaring, sertaa sinergi
dan kemitraan program untuk peningkatan produktivitas dan
pendayagunaan;

Pendekatan top down untuk memperkuat riset unggulan nasional yang
secara spesifik dapat menjawab kebutuhan nasional dan berkualitas
internasional;

Pendekatan big few dan small many, dengan memilih sebagian kecil bidang
penelitian utuk menjadi fokus penelitian diantara bidang-bidang penelitian
yang ada;

Mendorong kegiatan riset bersama (konsorsium riset) antar lembaga litbang;

Meningkatkan efektivitas proses alih teknologi melalui reverse engineering,
outsourcing, lisensi, akuisisi;

Menguatamakan deman driven public –private-partnership;

Mempercepat implementasi peraturan perundaangan yang terkait dengan
insentif pajak dan investasi litbang swasta
46
KERANGKA PEMBANGUNAN IPTEK RPJMN 2010-2014
PERAN STRATEGIS PEMUDA
 Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa produktivitas
suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan sumberdaya
manusia (SDM) dalam mengelola potensi sumberdaya alam
yang dimilikinya.
 Jumlah pemuda Indonesia yang mencapai sekitar 27% dari
jumlah penduduk merupakan pelaku penting bagi tumbuh dan
berkembangnya budaya inovasi.
 Pemuda merupakan kelompok masyarakat yang memiliki
tingkat produktivitas yang tinggi untuk berkarya, berkreasi, dan
berinovasi.
 Pemuda merupakan tenaga kerja potensial dengan kapasitas
fisik, psikis, dan mental pembaharu yang kuat, cerdas, energi
dan dinamis, untuk menciptakan iklim ekonomi nasional yang
kompetitif
49
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS TEKNOLOGI
PEMDA
POTENSI
WILAYAH
PERENCANAAN
ANALISA PASAR
PILOT PROJECT
KELOMPOK
PEMUDA
R&D
PRODUKSI
MARKETING
LEMBAGA
LITBANG
INSENTIF KRT UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
50
TECHNOPRENEURSHIP PEMUDA
o Proyeksi Jumlah Pemuda pada tahun 2011
adalah 62 Juta.
o Data per Agustus 2010, terjadi peningkatan
jumlah pengangguran dengan gelar sarjana
(11.92%) dan Diploma (12.78%)
o Meningkatkan kompetensi dan peran pemuda
dalam pembangunan di daerah
o Mendorong tumbuh dan berkembangnya
technopreneur pemuda
Total Pengangguran Terbuka (TPT)
NO
PENDIDIKAN
%
o Lingkup Kegiatan: memfasilitasi pengembangan
ide menjadi sebuah produk inovatif bagi
pemuda.
1
Tidak Tamat SD
7.06
2
SD
17.72
3
SMP
19.29
o Target Utama: mahasiswa, pemuda dan lulusan
perguruan tinggi.
4
SMTA
40.13
5
Akademi
6.26
6
Universitas
9.54
o Kompetisi secara nasional yang terbagi dalam
koridor ekonomi Indonesia
BPS, 2010
51
Inovasi dan Kreativitas Pemuda
“GANESHA LAMP”
 Pemenang ITB Entrepreneurship Challenge (IEC
2010)
 Dikembangkan oleh 3 (tiga) Mahasiswa ITB, Jurusan
Teknik Elektro, Bidang Pengkhususan Teknik Tenaga
Listrik
 GL merupakan lampu hemat energi menggunakan
LED dengan memanfaatkan teknologi mikro
kontoller sehingga mampu menekan energi lebih
rendah dan tahan lama
 Keunggulan: lebih murah dan ramah lingkungan
 Status Prototipe Lampu bentuk Neon (TL)
 Proses Pendaftaran Paten
52
Peran Pemuda/Mahasiswa dalam Penguatan
SIDa SUMSEL
53
Peran Pemuda/Mahasiswa dalam
Penguatan SIDa di BANTUL
54
5
PENUTUP
Kapasitas IPTEK, SINas, & Daya Saing
1. Strategi Membangun Kapasitas Iptek Nasional adalah bagian yang
tidak terpisahkan dari Grand Desain Transformasi Ekonomi
Indonesia.
2. Pembangunan kapasitas Iptek nasional, yang terintegrasi dengan
transformasi ekonomi bangsa dilakukan melalui Program penguatan
Sistem Inovasi Nasional (SINas) dalam rangka peningkatan daya
saing bangsa.
3. Pemerintah memiliki peran strategis dalam membangun Sistem
Inovasi Nasional dengan membangun “panggung” SINas melalui
serangkaian kebijakan (di level makro) dan program-program
penunjang/insentif (di level meso) dalam rangka menumbuhkembangkan SINas dan mewujudkan “orkestra” yang harmoni di
antara para aktor inovasi nasional.
Lanjutan:




Peningkatan penggunaan ICT.
Peningkatan kemampuan penyerapan teknologi di tingkat
perusahaan, ketersediaan teknologi mutakhir serta FDI.
Pembangunan Iptek untuk jangka pendek adalah untuk
meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas
produk (MSTQ).
Peningkatan perlindungan HAKI dan penggunaan paten.
Pendidikan dan pelatihan SDM, tenaga kerja industri
menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas
produk.
PENUTUP:



Perlu optimisme dan mind set positif memandang kondisi
kontemporer dan menapaki jalan ke depan.
Indonesia adalah negara besar, dengan sumber daya
kekayaan alam, demografi, dan sejarah budaya adiluhung.
Pertumbuhan ekonomi, politik dan pengalaman demokrasi
menunjukkan kita semakin menjadi bangsa yang dewasa,
yang mampu mengelola perubahan dengan baik. Segenap
modal dasar ini menjadi dasar bagi optimisme itu.
Ke depan kerja keras diperlukan, agar optimisme ini
membawa hasil yang lebih signifikan bagi kesejahteraan
rakyat, bangsa dan negara. #
TERIMA KASIH

similar documents