brokoli

Report
TOKSIKOLOGI DAN
TANAMAN OBAT
BROKOLI
Makanan yang Berpotensi Toksik bagi
Hewan
Erik Tri M. Tarigan
(105130101111026)
Fitria Ramdhany P.
(105130101111029)
Rinta Nur Armidha
(105130101111034)
Minca
(105130101111052)
Bima Bhaskara
(105130107111008)
BROKOLI
Kingdom
Divisi
Sub divisi
Kelas
Ordo
Suku
Genus
Spesies
: Plantae
: Spermatophyta
: Angiospermae
: Dicotyledoneae
: Brassicales
: Brassicaceae
: Brassica
: Brassica oleracea
 Tangkai
M
O
R
F
O
L
O
G
I
daun agak panjang
 helai daun berlekuk-lekuk panjang.
 Tangkai bunga brokoli lebih panjang dan lebih
besar
 Massa bunga brokoli tersusun secara kompak
membentuk bulatan berwarna hijau tua, hijau
kebiru-biruan, kuning atau putih dengan
diameter antara 15-20 cm atau lebih.
 kepala bunganya tersusun atas kuntumkuntum bunga dan tangkainya berdaging
tebal.
air, protein, lemak, karbohidrat,
serat, kalsium, zat besi, vitamin (A,
C, E, tiamin, riboflavin, nikotinamid),
beta karoten dan glutation
senyawa sianohidroksibutena (CHB),
sulforafan dan iberin yang merangsang
pembentukan glutation.
dihasilkan 3,3-diindolilmetana dari
proses biosintesis di dalam brokoli
 mempercepat
penyembuhan penyakit
 mencegah dan menghambat perkembangan
sel-sel kanker di dalam tubuh.
 mengandung antioksidan untuk menangkal
penuaan dini
 menghentikan reaksi berantai pembentukan
radikal bebas penyebab penyakit-penyakit yang
berbahaya seperti kanker dan penyakit
jantung.
CONT…
 mencegah
serangan stroke.
 Kandungan kromium dan seratnya dapat
mengatur kadar gula darah.
 mencegah penyakit pengeroposan tulang
(osteoporosis) di usia tua.
 mencegah migrain, penyakit maag dan
dapat meningkatkan kekuatan otak.
 digunakan sebagai antibiotik karena
kandungan sulforafannya bisa membunuh
bakteri yang kebal antibiotik
SENYAWA AKTIF DALAM TANAMAN BROKOLI
YANG DAPAT MERACUNI HEWAN
Brokoli  tidak aman dan
memiliki efek beracun untuk
hewan.
Senyawa beracun  isotiosianat
menyebabkan iritasi lambung parah
pada hewan peliharaan
isotiosianat  zat iritan lambung
yang kuat dan turunan alkil dari
glukosinolat (hasil hidrolisis dengan
enzim mirosenase)
Toksisitas tergantung dosis, akan
sangat aman jika tidak melebihi dosis
Toksik apabila dikonsumsi lebih dari
5 – 10 % dari asupan makanan total
anjing per hari
Berakibat fatal jika menkonsumsi
sebanyak 25 % dari asupan makanan
sehari-hari
Glukosinolat  metabolit sekunder
yang dibentuk dari beberapa asam
amino
Hidrolilis dari glukosinolat terjadi karena
adanya enzim mirosinase  senyawa beracun
seperti isotiosianat, tiosianat, nitril, dan
epitionitril.
glukosinolat + enzim mirosinase  terbentuk
aglikon (isotiosianat) yang pedas dan korosif.
Apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih maka dapat
mengakibatkan iritasi pada lambung dan diare. Karena
makanan pedas mempercepat peristaltik usus.
EFEK UTAMA PRODUK HIDROLISIS
GLUKOSINOLAT
1.
2.
3.
4.
Menghambat fungsi kelenjar tiroid  Agen
antitiroid
Mengganggu masukan yudium oleh tiroid,
menekan sekresi tiroksin atau beraksi
sebagai antagonis metabolik pada jaringan
tiroksin
Kematian dapat saja terjadi karena
gangguan hormon tiroksin yang terlalu parah
Menghambat yodium sampai tingkat yang
sangat rawan
Hidrolisis
Glukosinolat
Enzim
mirosenase
senyawa beracun
seperti isotiosianat,
tiosianat, nitril, dan
epitionitril.
menghambat
fungsi kelenjar
tiroid
Iritas lambung
GEJALA HEWAN YANG KERACUNAN BROKOLI
 Muntah
bisa berbusa atau tidak,
 diare,
 sakit
perut,
 dehidrasi,
 depresi,
 anoreksia,
 hypersalivasi,
 Lemas
 Pada kasus yang berat : halusinasi, gagal ginjal,
kejang, serangan jantung, koma bahkan
kematian.
EFEK PADA TERNAK NON-RUMINANSIA &
RUMINANSIA
Hewan non ruminan yang sensitif hanya dapat
mentolerir glukosinolat pada tingkatan 5 – 10%.
hewan ruminansia Dapat mentolerir lebih dari 10% dengan
bantuan mikroorganisme pada rumennya. Enzim rumen akan
menghancurkan aglikon glukosinolat pada derivat toksik,
enzim rumen lainnya dapat memetabolisme toksikan
tersebut menjadi senyawa yang kurang toksik.
mengkonsumsi lebih dari 10%  gejala anti
tiroid.
EFEK BROKOLI PADA UNGGAS DAN BABI
mengalami pembesaran tiroid
kelambatan pertumbuhan badan.
Efek utamanya pada unggas :
terjadinya kelumpuhan, produksi telur yang
rendah, hilangnya aroma pada telur dan
kerusakan liver.
EFEK BROKOLI TERHADAP ANJING
Iritasi lambung
dinding mukosa lambung sehingga dinding
lambung menjadi merah, bengkak, berdarah dan
berparut atau luka
pendarahan (hemorrhagic gastritis)  banyak
darah keluar dan berkumpul di lambung 
muntah mengandung darah yang berwarna
cokelat seperti kopi
LANGKAH MENGATASI KERACUNAN BROKOLI
 Langkah
pertama : mengeluarkan racun
 dengan membuatnya muntah
 Langkah kedua : menunda penyerapan racun
pada saluran cerna
 Kemudian diikuti dengan pemberian obat
pencahar
 Jangan merangsang hewan untuk muntah jika
hewan sudah depresi parah, koma, tidak dapat
menelan atau menunjukkan tanda – tanda
kejang.
CARA UNTUK MENUNDA ATAU MENCEGAH
TERJADINYA PENYERAPAN RACUN DENGAN
:
•menggunakan spuit kecil tanpa jarum untuk
memasukkan air kelapa atau dengan
memberikan Norit (arang aktif) dengan dosis 1
butir untuk 2 - 4 kg berat badan.
•30 menit kemudian berikan sesuatu yang dapat
melapisi usus  susu, putih telur atau minyak
sayur dan kemudian berikan air hangat.
•segera bawa hewan ke dokter hewan untuk
mendapatkan pertolongan yang lebih lanjut.
P
E
N
C
E
G
A
H
A
N
1. memindahkan atau menjauhkan hewan
tersebut dari brokoli.
2. memastikan kandungan vitamin dan
mineral baik untuk hewan
3. waspada terhadap adanya kontaminasi saat
menyimpan dan memberikan pakan kepada hewan
4. memperhatikan kebiasaan makan hewan
5. Tidak terlalu sering memberikan pakan
yang tidak sesuai untuk hewan
6. Periksa kondisi fisik (bau, warna, bentuk)
dan tanggal kadaluwarsa produk pakan
7. Selalu mengkonsultasikan kepada dokter
hewan mengenai pakan yang tepat untuk
hewan peliharaan
TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA 

similar documents