Isu-isu Perencanaan Kontemporer Pertemuan 7

Report
ISU-ISU PERENCANAAN KONTEMPORER
MODEL PENANGANAN PERSAMPAHAN PERKOTAAN
Ir. Holiq Raus, IAP
Universitas Esa Unggul
• Salah satu masalah lingkungan hidup pada saat ini
adalah masalah sampah
• Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia
dan/atau proses alam yang berbentuk padat.
• Menurut UU No. 18/2008, sampah terdiri atas:
sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah
rumah tangga dan sampah spesifik.
• Permasalahan Sampah
Pertumbuhan Penduduk
Terkait
Erat
dengan
JENIS SAMPAH
• Sampah rumah tangga adalah sampah yang
berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah
tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.
• Sampah sejenis sampah rumah tangga adalah
sampah yang berasal dari kawasan komersial,
kawasan industry, kawasan khusus, fasilitas social,
fasilitas umum dan/atau fasilitas lainnya.
• Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitasnya
serta perubahan pola konsumsi masyarakat, memberi
kontribusi signifikan pada peningkatan volume sampah,
serta semakin beragamnya jenis dan karakteristik sampah
• Persoalan sampah merupakan permasalahan lingkungan
yang menyebar serta tidak mengenal batas-batas wilayah
administratif.
• Akan tetapi sistem pengelolaannya dibatasi oleh wilayah
administratif.
• Oleh karena itu untuk menangani masalah persampahan
dibutuhkan kerjasama antar wilayah administratif.
• Sampah kota telah menjadi permasalahan
nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan
secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir
agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat
bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta
dapat mengubah perilaku masyarakat.
• Pengelolaan sampah ini dimaksudkan adalah
kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan
berkesinambungan yang meliputi pengurangan
sampah di hulu dan penanganan sampah di hilir.
• Pemerintah, dalam hal ini Pemerintah kabupaten
maupun kota, secara sendiri-sendiri atau bersamasama dapat bermitra dengan pihak swasta
• Beberapa alasan dimungkinkannya pihak swasta
dalam pengelolaan sampah adalah:
- Terbatasnya alokasi anggaran untuk pengelolaan
sampah di daerah-daerah
- Terbatasnya biaya pemeliharaan biaya sarana
pengelolaan sampah
- Terbatasnya biaya untuk mengembangkan
konstruksi sarana dan prasarana TPA
- Menyelesaikan masalah keterbatasan sumberdaya
yang dimiliki oleh pemerintah, termasuk
didalamnya anggaran, sementara public menuntut
peningkatan kualitas pelayanan
• Menciptakan transparansi dan peningkatan
kualitas pelayanan publik
• Meningkatkan percepatan pembangunan daerah
• Pihak swasta yang berperan dalam pengelolaan
sampah kota ini memerlukan hal-hal berikut:
- kejelasan tanggung jawab dan kewenangan
antara kedua belah pihak , yaitu pemerintah
dan swasta, sehingga pengelolaan ini dapat
berjalan secara efektif dan efisien.
- Membangun dasar hukum yang kuat, untuk
mengurangi ketidakpastian berusaha
- Menghapus regulasi yang menghambat
kompetisi bebas
- Mengembangkan kebijakan penentuan harga
oleh pasar
BENTUK KEMITRAAN
Berbagai bentuk kemitraan antara pemerintah dan
swasta berdasarkan spectrum investasi dan peran
pemerintah:
- Kontrak Pelayanan
- Kontrak Pengelolaan
- Sewa
- Konsesi Bulid – Operates – Transfers (BOT)
- Konsesi Bulid – Operates – Own (BOO)
• Dalam Pasal 13 UU No. 8/ Tahun 2008 tentang
Pengelolaan Sampah, disebutkan : pengelola
kawasan pemukiman, kawasan komersil, kawasan
industry, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas
social dan fasilitas lainnya wajib menyediakan
fasilitas pemilahan sampah.
KONDISI EKSISTING TPST BANTARGEBANG
III.
A.Letak Geografis (Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi)
Kelurahan
Cikiwul
Kelurahan
Sumur Batu
Zona V
Zona IV
IPAS IV
IPAS II
IPAS I
Zona I
Zona II
IPAS III
Kelurahan
Ciketing Udik
Enclave
2,3ha
Zona III
Lokasi
TPST
Tempat
Pengolahan
Sampah
Terpadu
110,3 Ha
Deskripsi Waste to Energy

Proses Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Praktek pengelolaan sampah yang saat ini banyak dilakukan adalah
melalui penimbunan sampah secara terbuka di TPA yang
mengakibatkan pelepasan emisi gas methan ke udara.

Masalah yang diakibatkan sampah
Material berbahaya yang menular seperti bakteri, virus, protozoa dan
parasitic helminthes yang berpotensi membahayakan kondisi
kesehatan manusia, hewan dan juga tumbuhan.
Emisi Gas Landfill, Methan (CH4) dan karbon dioksida (CO2)
merupakan salah satu penyebab pemanasan global, bau yang tidak
sedap, lingkungan yang tidak sehat, potensi kebakaran pada TPA, dll.
Air lindi berpotensi mencemarkan air bersih.
Kesehatan masyarakat terancam, diakibatkan dengan adanya kuman
yang terdapat pada hewan seperti lalat, tikus, dan juga polusi udara
dari pembakaran sampah.
Teknologi GALFAD
–Proses
Pengelolaan
Sampah
hingga
dikonversi menjadi Energi.
–Teknologi GALFAD terdiri dari 3 proses, yaitu
1.Gasification,
2.Landfill Gas (Sanitary Landfill), dan
3.Anaerobic Digestion.
dapat
Teknologi GALFAD
Proses Gasification (Pirolysis)
– Dimulai dari penerimaan sampah dari pihak luar di Waste
Reception Area dilanjutkan dngan pemilahan sampah sesuai
dengan jenis sampah (non organik dan organik ).
– Gasification membutuhkan sampah non-organik seperti sampah
kayu, karton, dan organik seperti kompos hasil proses Anaerobic
Digestion.
– Gas yang dihasilkan adalah karbon monoksida, methan dan
hidrogen. Sebesar 85% energy yang didapat dari gas maupun
energi panas dimanfaatkan menjadi listrik.
– Sisa limbah padat proses ini hanya tersisa 6% dari volume awal
dan dapat digunakan untuk pembuatan bata / pengerasan jalan.
Teknologi GALFAD
Proses Landfill Gas (Sanitary Landfill Gas Collection)
Tumpukan Sampah Lama :
• Setelah mencapai ketinggian tertentu akan dibangun Sanitary
Landfill Gas Collection.
• Sanitary Landfill Gas Collection ini terdiri atas pengeboran sumur
gas, pemasangan lapisan geomembrane, pemipaan pengumpul
lindi (leachate) dan pemasangan perpipaan pengumpul gas.
• Landfill gas ( CH4, CO2, Nitrogen dan O2
dihasilkan selama proses dekomposisi
material organik dalam kondisi anorganik .
• Gas yang dihasilkan dapat digunakan
sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
Teknologi GALFAD
Proses Landfill Gas (Sanitary Landfill Gas Collection)
Tumpukan Sampah Baru :
• Akan
dilakukan proses persiapan lahan sebagai
berikut : pengerasan lahan, sudut kemiringan lahan,
pemasangan pipa air leachate, geotextile, untuk
menghindari peresapan air lindi ke dalam sistem
peresapan air tanah.
• Setelah mencapai ketinggian tertentu akan dibangun
Sanitary Landfill Gas Collection seperti dalam proses
tumpukan sampah lama.
Teknologi GALFAD
Proses Anaerobic Digestion (Structured Landfills Cells)
– Awal proses sama seperti Gasification,
menggunakan
sampah
organik seperti sampah pasar, buah, sayur, restoran, kebun dan
organik basah.
– Sampah ditampung dalam bak sampah besar, kemudian ditutup
dengan membran dan diberi sirkulasi air sehingga terjadi Proses
Fermentasi yang menghasilkan gas methane dan karbon dioksida, .
– Gas ini akan dikirimkan melalui pipa gas sampai ke generator,
sebagai bahan bakar bagi pembangkit listrik.
– Volume sampah menyusut 40% setelah melalui proses ini dan
menjadi Kompos atau dijadikan bahan bakar untuk Pirolysis.
I.
OPERASIONAL
SANITARY LANDFILL :
1. Penimbangan
2. Titik buang
3. Cover Soil
4.Pemasangan
Ventilasi
5. Operasional IPAS
PT. GODANG TUA JAYA
PT. NAVIGAT ORGANIC ENERGY
PT. GODANG TUA JAYA
PT. NAVIGAT ORGANIC ENERGY
PT. GODANG TUA JAYA
PT. NAVIGAT ORGANIC ENERGY
PT. GODANG TUA JAYA
PT. NAVIGAT ORGANIC ENERGY
II.
PENGEMBANGAN SARANA DAN
PRASARANA BARU PENGOLAHAN
SAMPAH :
-
Sorting Plant
GALFAD
Gas Collection
Power Plant
Pengomposan
Daur Ulang
Konstruksi Sanitary Landfill
GAS COLLECTION
Gas Well Drilling
Piping Gas Header
GAS - HEADER
Penutupan Landfill dengan Geomembrane
PEMIPAAN DARI LANDFILL KE POWER HOUSE
Knock Out Pot – To reduce water content
BLOWER & CHILLER
POWER HOUSE
PRODUKSI KOMPOS/
GRANULE
PACKING
KOMPOS
PENGIRIMAN
KOMPOS
ANALISA
PUPUK
GRANULE
DAN
KOMPOS
PRODUKSI KOMPOS/ GRANULE
ANALISA PUPUK GRANULE DAN KOMPOS
PACKING KOMPOS
PENGIRIMAN KOMPOS
PERAKITAN ALAT KOMPOS
PENGGUNAAN PUPUK KOMPOS

similar documents