PAPARAN - Musrenbang Kab. Kuningan 2014

Report
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH
(RKPD) PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2015
Disampaikan Pada Acara
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah
(Musrenbang) Kab. Kuningan
oleh :
Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat
Kab. Kuningan, 13 Maret 2014
PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT
DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN
2. ARAH KEBIJAKAN PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2015
3. SASARAN PEMBANGUNAN
PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015
4. ISU STRATEGIS KEWILAYAHAN TAHUN 2015
5. CATATAN KABUPATEN/KOTA
6. PENUTUP
1. PENDAHULUAN
11
Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 - 2018
Visi: JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA
MISI 1 : Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing
Masyarakat Jawa Barat yang agamis, berakhlak mulia, sehat, cerdas, bermoral, berbudaya IPTEK, memiliki spirit juara dan siap berkompetisi.
MISI 2 : Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan
Perekonomian Jawa Barat yang semakin maju dan berdaya saing, bersinergi antar skala usaha, berbasis ekonomi pertanian dan non
pertanian yang mampu menarik investasi dalam dan luar negeri, menyerap banyak tenaga kerja, serta memberikan pemerataan
kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
MISI 3 : Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi
Publik
Pemerintahan Jawa Barat yang bermutu dan akuntabel, handal dan terpercaya dalam pelayanan yang ditopang oleh aparatur profesional,
sistem yang modern berbasis IPTEK menuju tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance) dan pemerintahan yang bersih (Clean
Government) serta menerapkan model manajemen pemerintahan hibrida yang mengkombinasikan manajemen berbasis kabupaten/kota
dengan manajemen lintas kabupaten/kota.
MISI 4 : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang
Berkelanjutan
Pembangunan Jawa Barat yang selaras dengan kondisi daya dukung dan daya tampung lingkungan, memiliki infrastruktur dasar yang
memadai, serta didukung oleh tersedianya infrastruktur yang mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah dan pertumbuhan ekonomi.
MISI 5 : Meningkatkan Kehidupan Sosial, Seni dan Budaya, Peran Pemuda dan Olah Raga serta
Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal
Kehidupan sosial kemasyarakatan yang kokoh dan berbudaya yang bercirikan tingginya pemanfaatan modal sosial dalam pembangunan,
meningkatnya ketahanan keluarga, menurunnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), tingginya peran pemuda dalam
pembangunan, meningkatnya prestasi olah raga tingkat nasional dan internasional, terpeliharanya seni dan warisan budaya dan industri
pariwisata yang berdaya saing dalam bingkai kearifan lokal.
2
SOSOK MASA DEPAN JAWA BARAT 2025
RANCANGAN : SOSOK SUMBER DAYA INSANI JAWA BARAT YANG AGAMIS DENGAN PENCIRI UTAMA:
5 NILAI-NILAI LUHUR :
7 KARAKTER :
1. JUJUR DAN KONSISTEN
2. TANGGUH DAN DISIPLIN
3. KEPELOPORAN DAN
KETELADANAN
4. RAMAH DAN BIJAKSANA
5. KEBERSAMAAN DAN
KESETARAAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
SEHAT, CERDAS DAN CERMAT
PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING TINGGI
MANDIRI DAN PANDAI MENGATUR DIRI
BERDAYA TAHAN TINGGI DALAM PERSAINGAN
PANDAI MEMBANGUN JEJARING DAN PERSAHABATAN GLOBAL
BERINTEGRITAS TINGGI
BERMARTABAT
SOSOK PEMBANGUNAN FISIK JAWA BARAT TAHUN 2025
Pel.Cirebon
Pel.Cirebon
Tol Kanci-Pejagan
Tol Kanci-Pejagan
RANCABUAYA
PKW
PKW
RANCABUAYA
RANCABUAYA
TPITPI
Pelabuhan
Ratu
Pelabuhan Ratu
ILUSTRASI JAWA BARAT TAHUN 2025
3
PROVINSI JAWA BARAT (KONDISI TAHUN 2013)
Proyeksi Perkembangan Jumlah Penduduk
44,3
Juta
Tahun 2013
45,34
Juta Jiwa
Kabupaten/Kota
Luas
Kecamatan
Kelurahan
Desa
Penduduk
Indonesia (2012)
Jabar (2013)
Penduduk Miskin (2013)
: 27
: 3.709.528,44 Ha
:
626
:
646
: 5.316
: 244.215.984 Jiwa
: 45,340,8 Juta
Jiwa
: 9,61 %
Jumlah Penduduk Per BKPP Th 2012 :
BKPP Wilayah I Bogor
BKPP Wilayah II Purwakarta
BKPP Wilayah III Cirebon
BKPP Wilayah IV Priangan
Jabar
12.761.297
9.814.207
6.354.983
15.617.944
44.548.431
PDRB
PDRB per kapita
Inflasi
LPE
IPM
RLS
AMH
AKI (2011)
AKB (2012)
APK SD
APK SLTP
APK SLTA
APK PT
: Rp. 386,84 Trilyun (adhb)
: Rp. 23,603 Juta (adhb)
: 9,15 %
: 6,05 %
: 73,40*
: 8,09 th
: 96,49 %
: 217 per 100.000 Kel Hidup
: 30 per 1.000 Kel Hidup
: 119,55 %
: 95,25 %
: 70,19 %
: 17,09 %
45
TARGET DAN REALISASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN
DI JAWA BARAT TAHUN 2007-2018
16
14
12
10
8
6
4
Capaian Jabar 2009 : 11,96%
13.55
13.01
Target Jabar (RPJMN) : 4,15% – 4,12% Tahun 2014
11.96
atau 1,56% per tahun
11.27
12.74
10.57
9,89
11.5811.17
9,61
10.31
9.45 8,80
7,80
6,80
Realisasi mengikuti trend perencanaan
(Rata-rata 2007-2012 : 0,745% per tahun)
Tahun 2013-2018 Target Penurunan 1% per tahun
5.90
5,00
4,10
2
0
Jumlah Penduduk (SP-2010) : 43.021.826 Jiwa
Jumlah Penduduk (2013) : 45.340,8 Ribu Jiwa
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Sumber : BPS Jawa Barat
2017 2018
5
GRAFIK PERSANDINGAN BANTUAN KEUANGAN DAN BAGI HASIL
KE KABUPATEN/KOTA
BERDASARKAN WILAYAH BKPP TAHUN 2009-2013
1,200,000.00
1,000,000.00
800,000.00
600,000.00
400,000.00
200,000.00
-
BANKEU
BANKEU
BAGI HASIL
BANKEU
BANKEU
BAGI HASIL
BANKEU
BANKEU
BAGI HASIL
BANKEU
BANKEU
BAGI HASIL
BANKEU
BANKEU
BAGI HASIL
BKPP I
2009
85,780.00 511,699.30
2010
365,872.70 527,050.90
2011
498,810.40 693,986.90
2012
658,942.90 872,875.00
2013
424,094.30 800,356.50
BKPPII
72,140.00
591,408.10
199,924.70
615,964.80
295,583.70
865,506.60
346,983.40
1,135,748.
307,575.60
1,005,724.
BKPP III
69,060.00
218,271.20
221,305.80
245,873.70
525,740.20
294,893.90
581,203.40
332,359.00
569,564.40
317,906.40
BKPP IV 138,135.00
704,544.10
493,506.90
786,776.50
823,737.70
925,524.80
1,073,617.
1,033,632.
1,000,394.
1,081,457.
704.544,10
1.280.610,10
2.175.665,90
2.143.872,00 2.779.912,20
2.660.746,70 3.374.614,00
2.301.628,30
3.205.443,90
TOTAL
365.115,00
63
PERKEMBANGAN IPM JAWA BARAT 2011-2012
82.00
80.00
78.00
76.00
IPM
JABAR
2012 : 72, 89
2011 : 72,82
74.00
73,11
72.00
72,73
70.00
68.00
66.00
64.00
62.00
2011
2012
7
Komponen 1 (AMH, IK)
ANALISIS POSISI RELATIF KAB/KOTA (BERDASARKAN IPM) TAHUN 2012
Kluster 1
IP (AMH), IK
Tidak ada prioritas
Kota Banjar
IP (RLS)
IP (RLS),
IDB
Kab. Kuningan
Kab. Ciamis
Kluster 2
Kluster 3
Komponen 2 (RLS, IDB)
BKPP I Bogor
BKPP II Purwakarta
BKPP III Cirebon
BKPP IV Priangan Timur
BKPP IV Bandung Raya
34
8
2. ARAH KEBIJAKAN PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2015
91
1.
MELANJUTKAN
MELANJUTKAN PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK DAN SUDAH SELESAI UNTUK
SELANJUTNYA DIMANFAATKAN DAN DIREPLIKASI KE BERBAGAI DAERAH;
2.
MENUNTASKAN
MENUNTASKAN PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK DAN SUDAH
DIMULAI DILAKSANAKAN NAMUN BELUM SELESAI UNTUK SEGERA DAPAT DIMANFAATKAN;
3.
MEMBERI DUKUNGAN
MEMBERI DUKUNGAN, PADA PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG DILAKUKAN
LANGSUNG OLEH KOMUNITAS BERBASIS MASYARAKAT, AKADEMISI DAN INSTITUSI
PENDIDIKAN/RISET SERTA DUNIA USAHA;
4.
REPOSISI
REPOSISI DENGAN MENERAPKAN STRATEGI BARU UNTUK PROGRAM-PROGRAM
PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK NAMUN BELUM BISA DILAKSANAKAN PEMBANGUNANNYA
KARENA MENGALAMI HAMBATAN;
5.
REORIENTASI
MELAKUKAN REORIENTASI DENGAN MENYUSUN PROGRAM-PROGRAM BARU BERSIFAT
TEROBOSAN, SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN DAN TUNTUTAN PEMBANGUNAN YANG PERLU
SEGERA DILAKSANAKAN BERSAMA BUPATI DAN WALIKOTA DENGAN DUKUNGAN DARI
PEMERINTAH PUSAT.
Berdasarkan 5 hal di atas maka VISI PEMBANGUNAN JABAR 2013-2018 adalah:
JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA
10
RESPON RPJMD PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 - 2018
TERHADAP PROGRAM NASIONAL
RPJMD JAWA BARAT
2013-2018
RPJMN 2010 – 2014
1. Prioritas 1, Reformasi Birokrasi
dan Tata Kelola
2. Prioritas 2, Pendidikan
3. Prioritas 3, Kesehatan
4. Prioritas 4, Penanggulangan
Kemiskinan;
5. Prioritas 5, Ketahanan Pangan;
6. Prioritas 6, Infrastruktur;
7. Prioritas 7, Iklim Investasi dan
Iklim Usaha;
8. Prioritas 8, Energi;
9. Prioritas 9, Lingkungan Hidup dan
Pengelolaan Bencana;
10.Prioritas 10, Daerah Tertinggal,
Terdepan, Terluar dan Pasca
Konflik;
11.Prioritas 11, Kebudayaan,
Kreativitas dan Inovasi Teknologi;
12.Prioritas 12, Bidang Politik, Hukum
dan Keamanan;
13.Prioritas 13, Bidang Perekonomian;
14.Prioritas 14, Bidang Kesejahteraan
Rakyat;
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
CG 1 : Meningkatkan Aksesibilitas
dan Mutu Pendidikan (P2)
CG 2 : Meningkatkan Aksesibilitas
dan Kualitas Layanan
Kesehatan(P3)
CG 3 Mengembangkan Infrastruktur
Wilayah, Energi dan Air Baku( P6,
P8)
CG 4 : Meningkatkan Ekonomi
Pertanian(P5,P13)
CG 5 : Meningkatkan Ekonomi Non
Pertanian (P7, P 13)
CG 6 : Meningkatkan pengelolaan
sumber daya alam, lingkungan
hidup dan kebencanaan(P9)
CG 7 : Meningkatkan pengelolaan
seni, budaya dan wisata serta
kepemudaan dan olahraga (P11)
CG 8 : Meningkatkan ketahanan
keluarga dan kependudukan (P14)
CG 9 : Menanggulangi kemiskinan,
Penyandang Masalah kesejahteraan
Sosial dan Keamanan(P10 ,P12,
P14)
CG 10 Modernisasi Pemerintahan
dan Pembangunan Perdesaan
(P1,P11)
INPRES NOMOR 3 TAHUN 2010
(4 P)
1.
Pro Growth :
CG 3, CG 4, CG 5
2.
Pro Job :
CG 4, CG 5, CG 7, CG 10
3.
Pro Poor :
CG 1, CG 2, CG 3, CG 4, CG 9
4.
Pro Environment :
CG 6
RPJMN 2010-2014
TUJUAN PEMBANGUNAN MDGs
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan
(CG 1, CG 2, CG 9)
Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua
(CG 1)
Mendorong Kesetaraan Gender dan
Pemberdayaan Perempuan (CG8)
Menurunkan Angka Kematian Anak (CG
2)
Meningkatkan Kesehatan Ibu (CG 2)
Mengendalikan HIV dan AIDS, Malaria dan
penyakit menular lainnya (TB) (CG 2)
Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup
(CG 6)
Mengembangkan Kemitraan untuk
Pembangunan (CG 10)
11
Janji Gubernur 2013-2018
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
PENDIDIKAN GRATIS SD, SLTP DAN SLTA DI SELURUH JAWA BARAT
SERTA PEMBANGUNAN 20.000 RUANG KELAS BARU
BEASISWA PENDIDIKAN UNTUK PEMUDA, TENAGA MEDIS, SERTA
KELUARGA ATLIT BERPRESTASI DAN GURU
REVITALISASI POSYANDU DAN DANA OPERASIONAL KADER
POSYANDU
MEMBUKA 2 JUTA SERAPAN TENAGA KERJA BARU DAN MENCETAK
100.000 WIRAUSAHAAN BARU JAWA BARAT
ALOKASI 4 TRILIYUN UNTUK INFRASTRULTUR DESA DAN
PERDESAAN
REHABILITASI 100.000 RUMAH RAKYAT MISKIN
PEMBANGUNAN PUSAT SENI DAN BUDAYA JAWA BARAT DI
KABUPATEN/ KOTA
PEMBANGUNAN GELANGGANG OLAHRAGA DI KABUPATEN/ KOTA
Janji Gubernur ini selengkapnya tercantum pada naskah
pemaparan Visi dan Misi Calon Gubernur Jawa Barat
Tahun 2013-2018
18
12
Common Goals RPJMD TAHUN 2013-2018
13
KEGIATAN PRIORITAS
(2013 – 2018)
TEMATIK SEKTORAL JAWA BARAT
CG 6 Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam,
lingkungan hidup dan kebencanaan
CG 1 Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan
1.
2.
3.
4.
5.
Jabar bebas putus jenjang sekolah
Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun
ke atas
Pendidikan berkebutuhan khusus
Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi
Peningkatan fasilitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik
1. Pengendalian pemanfaatan sumber daya mineral dan non mineral
2. Konservasi dan rehabilitasi kawasan lindung 45%
3. Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestic dan pengelolaan
sampah regional
4. Penanganan bencana longsor dan banjir
CG 2 Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan
CG 7 Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata
serta kepemudaan dan olah raga
Kesehatan
1. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, puskesmas PONED dan
pemenuhan sumber daya kesehatan
2. Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak
3. Peningkatan Layanan Rumah sakit Rujukan dan Rumah sakit Jiwa
4. Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan
perilaku hidup bersih dan sehat
1.
2.
3.
4.
CG 3 Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan
Air Baku
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Penangnan kemacetan lalu lintas di Metropolitan Bodebek-Karpur dan Bandung Raya
Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, Cianjur-Sukabumi-Bogor, Jakarta-Cirebon,
Bandung-tasikmalaya serta Jabar selatan
Infrastruktur jalan dan perhubungan
Infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis;
Kawasan industry terpadu, infrastruktur permukiman dan perumahan;
Jabar mandiri energy perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestic; dan
Pemenuhan kecukupan air baku dan pengembangan infrastruktur air bersih perkotaan dan
perdesaan di Jawa Barat
CG 4 Meningkatkan Ekonomi Pertanian
1. Jabar sebagai sentra produksi benih/bibit nasional
2. Pengembangan agribisnis, forest business, marine business, dan agroindustry
3. Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pemenuhan 13 juta ton GKG dan
swasembada protein hewani
4. Jawa Barat bebas rawan pangan
5. Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan irigasi) di sentra produksi
pangan
CG 5 Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian
1.
2.
3.
4.
5.
Peningkatan budaya masyarakat bekerja, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha
UMKM
Perkuatan peran BUMD dalam pembangunan dan mewujudkan Jawa Barat sebagai tujuan investasi
Pengembangan skema pembiayaan alternative
Pengembangan industry manufaktur
Pengembangan industry keratif dan wirausahawan muda kreatif
Pengembangan fasilitas olahraga dan kepemudaan
Pelestarian seni budaya tradisonal dan benda cagar budaya di Jawa Barat
Gelar karya dan kreativitas seni budaya di Jawa Barat
Pengembangan Destinasi wisata
CG 8 Meningkatkan ketahanan keluarga dan
kependudukan
1. Peningkatan ketahanan keluarga dan program keluarga berencana
2. Peningkatan pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga
3. Peningkatan pengelolaan kependudukan
CG 9 Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah
kesejahteraan Sosial dan Keamanan
1. Pengurangan Kemiskinan
2. Peningkatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial
dan perlindungan sosial terhadap PMKS;
3. Peningkatan ketentraman dan keamanan masyarakat
CG 10 Modernisasi Pemerintahan dan Pembangunan
Perdesaan
1.
2.
3.
4.
5.
Efektivitas Pemerintahan dan profesionalisme aparatur
Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi public
Penataan sistem hukum dan penegakan hukum
Kerjasama program pembangunan dan pendanaan multipihak
Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas
pembangunan serta pengelolaan aset dan keuangan; dan
6. Peningkatan sarana dan prasarana Pemerintahan dan Desa
14
KEGIATAN PRIORITAS
(2013 – 2018)
TEMATIK KEWILAYAHAN JAWA BARAT
1. Pengembangan industri manufaktur;
2. Pengembangan industri keramik dan gerabah;
3. Pengembangan industri perberasan dan
makanan, olahan berbasis bahan baku lokal,
perkebunan, budidaya ikan air tawar dan air
payau,serta ternak sapi perah, sapi potong,
kambing/domba, ayam ras serta unggas lokal;
4. Pengembangan wisata sejarah dan wisata
pilgrimage (ziarah);
5. Pengembangan metropolitan BODEBEK
KARPUR.
1. Pengembangan sentra ternak sapi potong, sapi
perah, ayam ras dan unggas lokal;
2. Pengembangan agribisnis ikan air tawar, dan ikan
hias untuk pasar regional dan global;
3. Pengembangan pusat pemuliaan padi varietas
pandan wangi dan varietas unggul lainnya;
4. Pengembangan agrowisata koridor Bogor-PuncakCianjur; ekowisata pemandangan alam dan bahari
koridor Bogor, Sukabumi Pelabuhanratu dan
mengelola cagar biosfer Cibodas.
5. Pengembangan pusat pertumbuhan baru (growth
center) Pelabuhan Ratu dan Metropolitan
BODEBEK KARPUR.
1. Pengembangan industri mangga gedong gincu dan
industrialisasi perikanan;
2. Pengembangan sistem perdagangan komoditi beras
dan palawija;
3. Pengembangan industri batik dan rotan, serta industri
makanan olahan berbahan baku lokal;
4. Pelestarian keraton, wisata sejarah, wisata ziarah
(pilgrimage) dan mengembangkan ekowisata;
5. Pengembangan Metropolitan Cirebon Raya serta
Kawasan BIJB dan Aerocity Kertajati.
1. Pengembangan Kawasan Pendidikan Tinggi dan
Riset Terpadu di Jatinangor;
2. Pengembangan klaster unggas, perikanan budidaya
air tawar dan tangkap, serta ternak sapi perah, sapi
potong, domba Garut, kambing dan jejaringnya serta
pengembangan sentra produksi pakan ternak;
3. Pengembangan produksi tanaman industri (kopi, teh,
kakao, karet, atsiri) dan hortikultura (sayuran, buahbuahan, tanaman hias) yang berorientasi ekspor;
4. Pengembangan jasa perdagangan, industri kreatif
dan pariwisata;
5. Pengembangan Metropolitan Bandung Raya, pusat
pertumbuhan baru (growth center) Pangandaran dan
Rancabuaya.
15
37 PROGRAM DAN KEGIATAN UNGGULAN PROVINSI JAWA BARAT
(SK Gubernur No. 500/Kep. 66-Org/2014)
Asisten Pemerintahan,
Hukum dan HAM
1.
Infrastruktur Desa
dan Perdesaan.
2.
Rehab 100 ribu
Rumah Rakyat
Miskin.
3.
Revitalisasi 50 ribu
Posyandu
Multifungsi
4.
Meningkatkan
Kualitas Laporan
Penyelenggaraan
Pemerintahan
Daerah (LPPD).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Asisten Administrasi
Penanganan limbah di
Kawasan Kahatex
Rancaekek, Kawasan
Industri Kulit Sukaregang
Garut, Limbah Batubara,
serta Penambangan Pasir
Besi .
1.
Sekolah Gratis
SD/SLTP/SLTA.
1.
2.
Beasiswa Pendidikan untuk
Pemuda, Tenaga Medis,
Keluarga Atlet Berprestasi
dan Guru.
Modernisasi Tata
Kelola
Pemerintahan
Provinsi Jawa
Barat
2.
Penanganan Banjir
Cileuncang di Kota Bandung
dan Kota Bekasi.
3.
2 juta serapan tenaga kerja.
4.
Pembangunan Gelanggang
Olahraga di Kab/kota.
5.
Pembangunan Pusat seni
dan Budaya.
6.
Pengurangan Kemiskinan.
7.
Penerapan Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN).
Mempertahankan
Predikat Wajar
Tanpa
Pengecualian
(WTP) dan
Meningkatkan
Kualitas Laporan
Akuntabilitas
Kinerja Instansi
Pemerintah
(LAKIP)
8.
Pembangunan Venues dan
Pelaksanaan PON XIX.
3.
9.
Pembangunan Masjid
Monumental Jawa Barat.di 5
Wilayah.
Pembangunan
Monorel di
Metropolitan
Bandung Raya.
1.
100.000
wirausahaan baru.
2.
Mempersiapkan
Cetak Sawah Baru
100.000 Ha (2015)
(Nasional).
3.
Kontribusi Surplus
10 Juta Ton Beras
(Nasiona).
11.
4.
Pengelolaan
Jaringan Irigasi
Terpadu.
12.
Pengelolaan Terintegrasi
DAS Citarum, DAS Ciliwung
dan DAS Cimanuk.
5.
Destinasi Wisata
Dunia.
13.
Perwujudan Kawasan
Lindung 45% (Jabar Green
Province).
6.
10.
Asisten Kesejahteraan Rakyat
Pengembangan
Kawasan Industri
Manufaktur.
14.
7.
Ketahanan Pangan
(Nasional).
TPPAS Legok Nangka di
Kab. Bandung dan TPPAS
Nambo di Kab. Bogor.
15.
8.
Pembangunan TOL
dan Jalan Lintas
Cepat.
Kemandirian Energi
Perdesaan.
16.
Sanitasi Lingkungan
Kab/Kota.
17.
Rasio Elektrifikasi Rumah
18.
Penyelesaian Dampak
Sosial dan Lingkungan
Pembangunan Waduk
Jatigede.
9.
Pembangunan
Bandara
Internasional
Kertajati (BIJB
Kertajati) dan
Aerocity Kertajati.
10. Pembangunan Kampus
Baru Perguruan Tinggi Di
Luar Domisili (PDD) di Jawa
Barat.
11. Pembangunan Ruang Kelas
Baru
12. Pembangunan Kobong
Pondok Pesantren
1
16
PERNYATAAN KEBIJAKAN
PENGURANGAN KEMISKINAN DI JAWA BARAT
1. Pengurangan kemiskinan harus dilakukan secara sistemik, serentak dan bersinergi
multi pihak dengan dukungan lintas pemerintahan (Pusat – Daerah).
2. Perlunya upaya pendampingan/perwalian kepada penduduk miskin untuk memperkuat
dirinya dan memiliki tekad yang kuat untuk keluar dari kemiskinan
3. Perlunya kesepakatan dan konsistensi dari Para Kepala OPD/Biro bahwa dalam
pelaksanaan pembangunan Jawa Barat harus berorientasi kepada pengurangan
kemiskinan
4. Perlunya pemberdayaan diri sendiri (self help) dari masyarakat miskin untuk siap serta
mampu beradaptasi dan bersaing dalam program MASYARAKAT JABAR BEKERJA
yang difasilitasi oleh multi pihak.
5.
Pengurangan kemiskinan dilakukan melalui : (1) Bantuan Sosial Terpadu Berbasis
Keluarga dengan fokus Efektivitas Bantuan Sosial; (2) Penanggulangan Kemiskinan
Berbasis Pemberdayaan dengan fokus Pendampingan untuk Kemandirian; (3)
enanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Usaha Ekonomi Mikro dan Kecil
dengan fokus Pengembangan Usaha Produktif Mandiri; (4) Program Lainnya :
CSR/TJSL dll dengan fokus Kemitraan bersama masyarakat
6. Kilometer Nol Pro Poor Jabar sebagai Alat Kendali Penanggulangan Kemiskinan
Berbasis Individu dengan data spasial dan a-spasial
1517
SISTEM INFORMASI
KM 0 Pro Poor JABAR
BERBASIS SPASIAL DAN A-SPASIAL
DATA KEMISKINAN RTS - PPLS 2011 :
4.311.524 Rumah Tangga
Sistem Informasi KM 0 Pro Poor Jabar untuk Pengendalian dan Perwalian RTS
(Rumah Tangga Sasaran) hingga Lepas dari Kondisi Kemiskinan
PRINSIP KERJA :
1. Mensurvai Koordinat dan Identitas RTS dengan Menggunakan
Teknologi Informasi Geo-spasial.
2. Mengukur secara Otomatis Jarak dan Merekonstruksi Rute
Terpendek Pencapaian RTS dari titik KM 0 Pro Poor Jabar
untuk Pengelolaan Data, Pengendalian dan Perwalian RTS
(Tiang Bendera Kantor Gubernur Jabar, Jl. Diponegoro No. 22
Bandung) serta Hal yang Sama dari Kantor Bupati/Walikota.
3. Menvisualisasikan Identitas RTS secara Lengkap bersama
Keluarganya melalui Media Foto (5 foto) dan Tabulasi Data.
4. Menentukan Intervensi Program/Kegiatan/Pekerjaan yang
Sesuai untuk Lepas dari kondisi kemiskinan
17
18
MODEL HIBRID STRATEGI PEMBANGUNAN JAWA BARAT 2013 – 2018
(Mengkombinasikan Pembangunan Daerah Berbasis Kabupaten/Kota
dan Berbasis Lintas Kabupaten/Kota (3 Metropolitan dan 3 Pusat Pertumbuhan))
METROPOLITAN
BODEBEK
KARPUR
METROPOLITAN
CIREBON
RAYA
METROPOLITAN
BANDUNG
RAYA
PUSAT PERTUMBUHAN
PALABUHANRATU
PUSAT PERTUMBUHAN
RANCABUAYA
WJPMDM Tahun 2011, 2012, 2013; Data SP Tahun 2010; GIS Bappeda Jabar 2020
PUSAT PERTUMBUHAN
PANGANDARAN
19
20
ILUSTRASI
METROPOLITAN CIREBON RAYA 2025
“METROPOLITAN CIREBON RAYA SEBAGAI
METROPOLITAN BUDAYA DAN SEJARAH DENGAN
SEKTOR UNGGULAN WISATA, INDUSTRI, DAN
KERAJINAN”
21
3. SASARAN PEMBANGUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2015
14
22
Tema Pembangunan 2015
Meningkatkan Kualitas Hasil Pembangunan
Untuk Kemajuan Masyarakat Jawa Barat
23
23
ISU STRATEGIS PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2015
1.
Aksesibilitas dan kualitas pendidikan pada semua
jenjang masih rendah,
2.
Aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam upaya
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
masih kurang,
3.
Kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur
dasar dan strategis, moda transportasi, serta
permukiman masih kurang
4.
Ketahanan energi dan kualitas air baku,
5.
Produktivitas
Pangan,
6.
7.
lahan
pertanian,dan
Kurangnya
tenaga
penyuluh
peternakan, perikanan dan kehutanan
12. Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional Tahun
2016 serta sarana prasarana olahraga di
kabupaten/kota
13. Pertumbuhan penduduk dan persebarannya tidak
merata,
14. Penanganan pengangguran, ketenagakerjaan dan
kemiskinan.
15. Efektivitas tata kelola pemerintahan daerah,
Ketahanan
16. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan
peningkatan kualitas demokrasi,
pertanian,
17. Perlindungan hukum dan Hak Asasi Manusia
(HAM) bagi buruh, korban trafficking, dan anak,
Diversifikasi industri padat karya, kelembagaan
dan modal usaha
18. Pembangunan di wilayah perbatasan antar Provinsi
dan antar Perbatasan Kabupaten/Kota
8.
Pengendalian eksploitasi berlebihan sumber daya
mineral dan non mineral
19. Reformasi Birokrasi berbasis Profesionalisme dan
Kesejahteraan serta Keseimbangan Kualitas SDM
Lintas Pemerintahan.
9.
Kualitas lingkungan hidup dan Pengendalian
Pemanfaatan Ruang serta bagi peran hulu-hilir
20. Kesenjangan hasil pembangunan
infrastruktur perdesaan
ekonomi dan
10. Kecepatan dan ketepatan penanganan bencana dan
adaptasi masyarakat terhadap bencana.
21. Kerjasama
untuk Percepatan Pembangunan
berbasis Multipihak Dalam negeri dan Luar Negeri
11. Pelestarian budaya, sarana seni dan budaya, serta
destinasi wisata
22. Pembangunan
metropolitan
pertumbuhan Jawa Barat
dan
pusat
24
24
4. ISU STRATEGIS KEWILAYAHAN
TAHUN 2015
22
25
WILAYAH III CIREBON
ISU DAN KEGIATAN YANG DIPERLUKAN
26
ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK
WILAYAH III CIREBON PROVINSI JAWA BARAT
NO
1
2
3
4
5
6
7
ISU BIDANG FISIK
KEGIATAN YANG DIPERLUKAN
Rendahnya Tingkat Kemantapan Jalan
Kabupaten/Kota dan Rusaknya Jalan
Poros Lintas Desa Menuju Sentra Wisata
Dan Sentra Produksi Pertanian
Lambatnya Pembebasan Lahan
Pembangunan Jalan Tol
Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa
serta Belum Terintegrasinya
Transportasi Massal Perkotaan
Lambatnya Pembangunan Bandara
Udara
Penerapan pendekatan NON STRUKTUR
dan Kultural dalam perbaikan DAS
Cimanuk selain pendekatan STRUKTUR
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Kabupaten/Kota
bersama Dunia Usaha
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju Sentra
Industri, Sentra Wisata dan Sentra Pertanian
Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan
Tol CISUMDAWU
Percepatan Pembangunan Transportasi Multi Moda
dan Reaktivasi Kereta Api
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Percepatan Pembangunan Bandara Udara Kertajati
Kab. Majalengka
Percepatan Pembanguan Waduk Kuningan
Kab. Kuningan
Valuasi dan Pengelelolaan SDA dan Hayati
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Rendahnya Pengendalian dan
Pengawasan Pemanfaatan Ruang di
Metropolitan Cirebon Raya
Pengurangan Lahan Kritis pada Kawasan Lindung,
Pemenuhan RTH Kab/Kota dan Pengendalian alih
fungsi lahan pertanian
Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata Ruang
METROPOLITAN CIREBON RAYA
Pencegahan dan Pengendalian Dampak Limbah
Industri
GRLK Pesisir Pantai Utara
Kab. Cirebon, Kab. Indramayu,
Kab. Kuningan, Kab. Majalengka
Penataan dan Pengembangan Rumah Vertikal dan
Gedung dengan Teknologi Hijau
Pengembangan Kawasan Industri Hijau
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Penyusunan Strategi Implementasi Rencana
Pembangunan Metropolitan Cirebon Raya
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Pengembangan Metropolitan Cirebon
Raya
Kabupaten/Kota
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Kab. Majalengka
Kab/Kota Cirebon, Kab.
Majalengka
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Kab. Cirebon, Kab. Indramayu,
Kab. Majalengka, Kab. Kuningan
Kab. Indramayu, Kab. Cirebon
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
27
ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG PEMERINTAHAN
WILAYAH III CIREBON PROVINSI JAWA BARAT
NO
1
ISU BIDANG PEMERINTAHAN
Lambatnya Reformasi Birokrasi
KEGIATAN YANG DIPERLUKAN
Penataan SKPD Pemerintah Daerah
Bantuan Pendidikan Aparatur
2
3
4
5
6
7
8
Tingginya migrasi penduduk ke Provinsi
Jawa Barat dan derasnya arus urbanisasi
Sinergi Pembangunan perbatasan Provinsi
dan Kab/Kota serta Batas Antar Kab/Kota
dan Provinsi
Pengendalian Migrasi Penduduk
Kab Cirebon, Kab Indramayu, Kab
Kuningan, Kab Majalengka, Kota Cirebon
Kab Cirebon, Kab Indramayu, Kab
Kuningan, Kab Majalengka, Kota Cirebon
Kota Cirebon
Penanganan dan pembangunan Kabupaten Kab Indramayu, Kab Kuningan, Kab
dan Desa Tertinggal
Majalengka
Penataan dan penguatan Desa Pesisir
Kab Cirebon, Kab Indramayu
Pantai Utara
Perencanaan Pembangunan wilayah
Kab Cirebon, Kab Kuningan,
perbatasan
Pembangunan Tugu Perbatasan Jawa
Barat pada Jalan Tol dan Jalan Nasional.
Infrastruktur Perdesaan dan Pemerintahan Peningkatan Pembangunan infrastruktur
Desa
Desa
Penguatan kualitas aparatur Desa dan
kelembagaan Desa
Perluasan partisipasi publik dalam
Pelibatan Community Outreach dalam
pembangunan
Pembangunan
Efektivitas Pemanfaatan Peran TJSL
Kurang optimalnya Kerja sama dalam
pembangunan Jawa Barat baik dengan
perusahaan asing maupun BUMN
Bagi hasil pajak ekspor yang belum
memenuhi asas keadilan
Tingginya tingkat pelanggaran keamanan
dan Trantibum
KABUPATEN/KOTA
Pelibatan Perusahaan Asing dan BUMN
dalam Percepatan Pembangunan Jawa
Barat
Proporsi Bagi Hasil Pajak Ekspor
Kab Cirebon
Kab Cirebon, Kab Indramayu, Kab
Kuningan, Kab Majalengka
Kab Cirebon, Kab Indramayu, Kab
Kuningan, Kab Majalengka
Kab Cirebon, Kab Indramayu, Kab
Kuningan, Kab Majalengka, Kota Cirebon
Kab Cirebon, Kab Indramayu, Kab
Kuningan, Kab Majalengka, Kota Cirebon
Kab Cirebon, Kab Indramayu, Kab
Kuningan, Kab Majalengka, Kota Cirebon
Kab Cirebon, Kota Cirebon
Pengendalian Keamanan dan TANTRIBUM Kab Cirebon, Kab Indramayu, Kab
Kuningan, Kab Majalengka, Kota Cirebon
28
ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG EKONOMI
WILAYAH III CIREBON PROVINSI JAWA BARAT
NO
ISU BIDANG
EKONOMI
KEGIATAN YANG DIPERLUKAN
KABUPATEN/KOTA
1
Belum terkendalinya
alih fungsi lahan sawah
dalam upaya
mempertahankan lahan
sawah berkelanjutan.
Pengendalian, penertiban dan penataan tata ruang terutama lahan
sawah. Serta pencetakan lahan sawah baru untuk mengganti luas
lahan sawah yang beralih fungsi.
Kab. Indramayu, Kab. Cirebon,
Kab. Majalengka
2
Terdapatnya daerah
rawan pangan pada
lahan yang kurang
produktif.
Pelatihan dan penyuluhan dalam pemanfaatan lahan yang kurang
produktif, melalui pembuatan demplot usaha tani pada lahan yang
kurang produktif pada setiap desa.
Kab. Indramayu, Kab. Kuningan,
Kab. Cirebon, Kab. Majalengka
3
Kurangnya regenerasi
dan rendahnya dalam
pencitraan petani.
Pelatihan pengembangan pertanian berskala usaha agribisnis dalam
upaya meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian, serta
Moderenisasi ALSINTAN Mandiri.
Kab. Indramayu, Kab. Kuningan,
Kab. Cirebon, Kab. Majalengka
4
Belum optimalnya
pengembangan komoditi
unggulan.
Pengembangan kluster komoditi unggulan yang terintegrasi.
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
5
Belum terintegrasinya
pelayanan perumahan,
pendidikan, kesehatan
dan transportasi pada
Kawasan Industri.
Membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Perwujudan
Kawasan Industri ber-IPTEK
Kab. Majalengka, Kab. Cirebon
6
Belum terciptanya iklim
investasi yang kondusif
dalam upaya
meningkatkan investasi.
Penciptaan iklim kondusif bagi investasi melalui kemudahan
prosedur ijin dan peningkatan infrastruktur pada kawasan investasi.
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
7
Rendahnya
pengembangan wisata
berkelas dunia.
Pencetakan Pengelola dan Pemandu Wisata berkelas dunia, serta
penataan destinasi wisata berkelas dunia.
Kab. Kuningan, Kota Cirebon
29
ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG SOSIAL BUDAYA
WILAYAH III CIREBON PROVINSI JAWA BARAT
NO
1
2
3
ISU BIDANG SOSIAL BUDAYA
Peningkatan mutu dan akses pendidikan
Peningkatan akses dan kualitas pelayanan
kesehatan
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam
melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS)
KEGIATAN YANG
DIPERLUKAN
KABUPATEN /KOTA
BOS Provinsi
BOP Paket C
Pemberian Bea Siswa (semua jenjang
pendidikan)
Pemberian Bantuan untuk peralatan
laboratorium untuk SMA & SMK
Membangun Ruang Kelas Baru &
Rehabilitasi Ruang Kelas
Memperkuat 8 Standar Nasional Pendidikan
SMA
Kesejahteraan Guru di daerah terpencil
dan perbatasan
Membangun Jejaring Kerjasama
Pendidikan dengan Dunia Usaha
Revitalisasi Puskesmas PONED dan Rumah
Sakit PONEK
Beasiswa bagi Tenaga Kesehatan di
Kab/Kota
Jaminan Kesehatan masyarakat jawa barat
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Insentif Tenaga Kesehatan di Daerah
terpencil
Pembangunan Gedung Rawat GAKIN di RS
Kab/Kota
Peningkatan Kesehatan Lingkungan
Masyarakat
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Promosi Kesehatan
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Kab. Majalengka, Kab. Kuningan, Kab.
Cirebon dan Kab. Indramayu
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
27
30
18
ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG SOSIAL BUDAYA
WILAYAH III CIREBON PROVINSI JAWA BARAT
Lanjutan
NO
4
5
6
7
1
ISU BIDANG SOSIAL BUDAYA
Pengangguran serta Keterbatasan
Lapangan Kerja
Pelestarian Cagar Budaya, Seni dan Budaya
Lokal
Peningkatan Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Peningkatan sarana prasarana dan prestasi
olahraga
Peningkatan mutu dan akses pendidikan
KEGIATAN YANG
DIPERLUKAN
KABUPATEN /KOTA
Penyaluran tenaga kerja potensial
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Penciptaan wirausahawan baru
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Pembangunan pusat seni dan budaya di
kab/kota
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Pengembangan dan Pelestarian Cagar
Budaya
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Revitalisasi Keraton Kanoman,
Kasepuhan, Keprabonan dan Kacirebonan
Kab. Cirebon & Kota Cirebon
Pembinaan dan Pemberdayaan ekonomi
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS)
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Fasilitasi Potensi Sumber Kesejahteraan
Sosial (PSKS)
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Pembangunan Stadion Olahraga
Kab. Cirebon
Pembangunan Gelanggang Olah Raga di
Kab/Kota
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
BOS Provinsi
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
27
31
18
5. CATATAN UNTUK KAB. KUNINGAN
31
32
RENCANA
PEMBANGUNAN
PROVINSI
KRITERIA
USULAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2014
DI KAB.KUNINGAN TAHUN 2015
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Dukungan peningkatan kemantapan jalan baik Provinsi ataupun Kab/kota
Dukungan penanganan Jalan menuju sentra-sentra produksi, wisata dan industri
Dukungan penanganan Jalan di Perbatasan Jabar - Jateng
Dukungan pembangunan Waduk Matenggeng dan Waduk Kuningan
Dukungan pembangunan BIJB dan Aerocity
Dukungan pengembangan infrastruktur listrik perdesaan
Dukungan penanganan banjir lintas wilayah.
Dukungan untuk rehabilitasi dan konservasi lahan di Kab. Kuningan
Perencanaan Pengembangan Metropolitan Cirebon Raya;
Dukungan terhadap percepatan pembangunan sanitasi permukiman
Pengembangan SPAM Regional Ciayumajakuning
33
PETA PERBATASAN PROVINSI JAWA BARAT
No
JABAR
Ruas
1.
Kalipucang-Bts. Jateng (Kab. Ciamis),
panjang 0,360 km
2.
Cibingbin-Bantarharja (Kab.
Kuningan) panjang 3,430 Km
3.
Ciledug-Losari (Kab. Cirebon)
panjang 10,940 Km
4.
Ciledug-Bantarsari (Kab. Cirebon)
panjang 1,210 Km
JATENG
34
Lokasi Bendung: Dusun
Cileuweung, Desa Randusari,
Kecamatan Cibeureum,
Kabupaten Kuningan – Jawa Barat
BENDUNGAN KUNINGAN
a)
b)
c)
Lokasi Usulan
Bendungan
Kuningan
d)
Rencana
RENCANA
Bendungan
BENDUNGAN
Kuningan
KUNINGAN
Bendungan Kuningan terletak pada Sungai Cikaro bagian
hulu.
Kapasitas tampung Bendungan Kuningan ± 25,955 jt M³.
Lokasi Bendung : Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum,
Kabupaten Kuningan
Lokasi Genangan terletak di 5 desa (Desa Randusari, Desa
Kawungsari, Desa Simpaijaya, Desa Sukarapih, dan Desa
Tanjungkerta) dan 2 Kecamatan (Kecamatan Cibeureum
dan Karangkancana) Kabupaten Kuningan seluas 247,58
Ha
Rencana Waduk Cileuweung
35
37
BENDUNGAN MATENGGENG
Sumber :
Sungai Cijolang
Luas Genangan: 524,8
Km2
Kapasitas Tampung
Bendungan
Matenggeng ± 500 jt M³
Lokasi Bendung: Desa
Matenggeng,
Kecamatan Dayeuh
Luhur, Kabupaten
Cilacap
Lokasi Genangan:
Kabupaten Ciamis,
Kabupaten Cilacap, dan
sebagian kecil
Kabupaten Kuningan
36
38
107°50' BT
5°50 LS
108°10' BT
108°30' BT
108°50' BT
109°10' BT
LAUT JAWA
PUSAKANAGARA
SUKRA
6°10' LS
SINDANG
INDRAMAYU
ANJATAN
BONGAS
KANDANGHAUR
Kecamatan Ciwaringin
BALONGAN
LOSARANG
LOHBENER
JUNTINYUAT
GABUSWETAN
LELEA
KROYA
HAURGEULIS
Kecamatan Gegesik
SLIYEG
PAGADENBARU
JATIBARANG
KAB.INDRAMAYU
Kecamatan Arjawinangun
KARANGAMPEL
WIDASARI
KRANGKENG
CIGEDUNG
KERTASEMAYA
BANGODUA
GEGESIK
Ci.
Ma
nu
k
6°30' LS
R
EN
CA
NA
JL
.TO
L
Kecamatan Weru
KAPETAKAN
KAB.CIREBON
JATITUJUH
SUSUKAN
ARJAWINANGUN
KERTAJATI
KLANGENAN
CIREBONUTARA
LIGUNG SUMBERJAYACIWARINGIN
WERU
JATIWANGI
PALIMANAN PLUMBON
PALASAH
DAWUAN
LEUWIMUNDING
TOMO KADIPATEN
KAB.MAJALENGKA
SUMBER
Kecamatan Harjamukti
KOTA CIREBON
CIREBONBARAT
HARJAMUKTI
ASTANAJAPURA
MUNDU
Mata Air Cirumput
CIGASONG
SUKAHAJI
MANDIRANCAN
RAJAGALUH
BEBER
PASAWAHAN
MAJALENGKA
6°50' LS
SEDONG
MAJA
BANJARAN
CIGUGUR
TALAGA
CIKIJING DARMA
KAB.KUNINGAN
BANTARRUJEG
KUNINGANGARAWANGI
KADUGEDE
CINGAMBUL
CINIRU
Mata Air Cisamaya
Mata Air Telaga Nilem
Mata Air Cibujangga
Mata Air Telaga Bogo
1000 l/dt
7°10' LS
KE .YOGYAKARTA
CIAWIGEBANG
CIDAHU
LEMAHSUGIH
.BE
RE
B
ES
CILEDUG
JALAKSANA
KRAMATMULYA
WADO
LOSARI
KE
KARANGSEMBUNG
CILIMUS
ARGAPURA
Mata Air Cikuda
700 l/dt
BABAKAN
LEMAHABANG
Ci. S
ang ga
rung
Ci. S
angga
rung
PANYINGKIRAN
WALED
PROPINSI
JAWA TENGAH
LURAGUNG
LEBAKWANGI
CIBINGBIN
SELAJAMBE
CIWARU
Kecamatan Plumbon
Kecamatan Sumber
Kecamatan Pasawahan
Kecamatan Rajagaluh
SUBANG
37
39
AREA RESIKO SANITASI KABUPATEN/ KOTA
Roadmap Sanitasi Jawa Barat 2013-2018
s.d. Tahun 2013
Prasarana Air Limbah dan Perilaku Higienis
Prasarana Pengelolaan Sampah
Prasarana Drainase Permukiman
2.187Desa di Jawa Barat
merupakan Area Resiko Tinggi
dan Sangat Tinggi
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
Kabupaten/Kota
Kab. Bogor
Kab. Sukabumi
Kab. Cianjur
Kab. Bandung
Kab. Bandung Barat
Kab. Garut
Kab. Tasikmalaya
Kab. Ciamis
Kab. Pangandaran
Kab. Kuningan
Kab. Cirebon
Kab. Majalengka
Kab. Sumedang
Kab. Indramayu
Kab. Subang
Kab. Purwakarta
Kab. Karawang
Kab. Bekasi
Kota Bogor
Kota Sukabumi
Kota Bandung
Kota Cirebon
Kota Bekasi
Kota Cimahi
Kota Depok
Kota Tasikmalaya
Kota Banjar
JUMLAH
Desa Resiko Sanitasi
22 Desa
225 Desa
37 Desa
97 Desa
50 Desa
181 Desa
176 Desa
254 Desa
N/A Desa
71 Desa
339 Desa
117 Desa
12 Desa
24 Desa
55 Desa
50 Desa
159 Desa
70 Desa
N/A Desa
16 Desa
118 Desa
5 Desa
N/A Desa
11 Desa
43 Desa
43 Desa
12 Desa
2.187 Desa
Sumber:
Studi EHRA, Buku Putih Sanitasi Program PPSP 2010-1013
Pokja AMPL/Sanitasi Jawa Barat
Hasil Studi
EHRA 2012
EHRA 2013
EHRA 2013
EHRA 2013
EHRA 2013
EHRA 2013
EHRA 2013
EHRA 2013
Dilaksanakan 2014
EHRA 2013
EHRA 2013
EHRA 2012
EHRA 2011
EHRA 2012
EHRA 2013
EHRA 2013
EHRA 2012
EHRA 2012
EHRA 2010
EHRA 2013
EHRA 2010
EHRA 2010
EHRA 2010
EHRA 2011
EHRA 2011
EHRA 2011
EHRA 2012
38
Rehabilitasi dan Konservasi Lahan di Kab.
Kuningan
Kab. Kuningan
Sumber : Dinas Kehutanan, 2013
39
GRAFIK RASIO ELEKTRIFIKASI (DESEMBER 2013) DAN JUMLAH CPCL SR/IR 2014
KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA BARAT
5,500
RE per Des 2013
100.56
98.20
4,365
99.22
4,500
96.48
4,000 3,995
90.00
3,735
80.00
70.00
69.19
64.83
63.97
4,000
90.79
3,406
87.19
3,200
3,003
3,110
2,992
2,879 2,809
75.87
74.76
77.05
76.9177.69
75.51
2,129
68.7868.32
90.39
3,500
86.01
3,000
80.45
78.60
2,500
72.60
1,771
1,560
1,462
1,413 1,400
67.92
89.76
2,000
1,500
62.90
60.00
1,000
200 135
500
56
48
0
0
0
0
0
RE Jabar : 80,05 %
(DESEMBER 2013)
KABUPATEN/KOTA
Jumlh SR/IR 2014
Kota Banjar
Kota Depok
Kota Bandung
Kota Sukabumi
Kota Bogor
Kota Bekasi
Kota Cirebon
Kota Tasikmalaya
Kota Cimahi
Kab. Bekasi
Kab. Bogor
Kab. Karawang
Kab. Pangandaran
Kab. Kuningan
Kab. Indramayu
Kab. Cirebon
Kab. Bandung Barat
Kab. Sukabumi
Kab. Subang
Kab. Ciamis
Kab. Bandung
Kab. Sumedang
Kab. Majalengka
Kab. Tasikmalaya
Kab. Purwakarta
-
Kab. Cianjur
50.00
Kab. Garut
RE (%)
5,000
97.35
SR/IR (SS)
5,000
100.00
40
CPCL Kab. Kuningan 2014 tersebar
Rasio Elektrifikasi (Okt 2013) pada 38 Desa/Kel di 19 Kecamatan
RENCANA
PEMBANGUNAN
PROVINSI
KRITERIA
USULAN
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2014
DI KABUPATEN/KOTA
BIDANG PEMERINTAHAN TAHUN 2015
1.Revitalisasi Posyandu dan Dana Operasional Posyandu
2.Peningkatan Infrastruktur Desa dan Perdesaan
3.Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni
4.Bantuan Pendidikan Aparatur
5.Dukungan Operasional Pemerintah Desa
6.Penetapan dan Penegasan Batas Wilayah
41
TEMATIK WILAYAH PERBATASAN TAHUN 2015-2018
1. Peningkatan kebutuhan ruang kelas dan tenaga pengajar
dalam rangka mendukung program wajib belajar 9 tahun
2. Ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat di perbatasan
3. Penguatan infrastruktur jalan dan jembatan lintas perbatasan
4. Peningkatan pendapatan masyarakat daerah perbatasan
melalui pengembangan kewirausahaan dan komoditas
unggulan
5. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa
dalam pelayanan publik
6. Terjaminnya ketersediaan layanan listrik dan air bersih
42
TAHAP I : Pengembangan konsep
Equal Treatment berbasis desa
• Kondisi sarana prasarana pelayanan dasar di Desa Cipondok
Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan, harus lebih baik atau
minimal setara dengan desa/kelurahan yang berbatasan
langsung, yakni Desa Baru, Desa Wanoja dan Desa Capar
Kabupaten Brebes di Prov. Jawa Tengah
• Kondisi Sarana prasarana pelayanan dimaksud meliputi:
1. Kesehatan
2. Pendidikan
3. Infrastruktur (Jalan dan Jembatan)
4. Ketersediaan/akses masyarakat thdp listrik dan air bersih
TAHAP II:Pengembangan konsep
Equal Treatment
berbasis
kecamatan (kecamatan kembar)
43
PERAN BAPPEDA KABUPATEN/KOTA
Bersama dengan Kepala Desa/Lurah dan Camat
- Menyusun usulan kegiatan untuk pembangunan
desa/kelurahan di perbatasan provinsi berdasarkan
prioritas dengan mengacu kepada Hasil Musrenbang
- Melakukan pendampingan kepada Desa/Kelurahan
dalam
menindaklanjuti
usulannya,
meliputi
membantu menyelesaikan kelengkapan administrasi
serta menginputnya dalam RKPD on line.
- Menjembatani usulan Desa/Kelurahan ke Pemerintah
Provinsi Jawa Barat
44
Penandaan (Labeling) pada
Usulan Kegiatan Kab/Kota di Wilayah Perbatasan Provinsi
(Kab Sukabumi, Kab Bogor, Kota Depok, Kab Bekasi, Kota Bekasi, Kab Cirebon,
Kab Kuningan, Kab Ciamis, Kota Banjar, Kab Pangandaran)
• Usulan Kepala Desa di Wilayah Perbatasan :
Untuk usulan kegiatan yang merupakan usulan pembangunan
wilayah perbatasan, diakhir kalimat ditambahkan “TWP”
(Tematik Wilayah Perbatasan)
Catatan :
Usulan Kepala Desa di Wilayah Perbatasan Provinsi dibuat daftar tersendiri
45
6. PENUTUP
1
46
Harapan Musrenbang Kabupaten/Kota
Musrenbang Kabupaten/Kota diperoleh usulan
kegiatan urusan/kewenangan Kabupaten/Kota Tahun
2015 yang memerlukan sharing pendanaan dari
provinsi :
1. Berkaitan dengan tematik sektoral Tahun 2013-2018
2. Berkaitan dengan tematik kewilayahan Tahun 2013-2018
3. Berkaitan dengan wilayah perbatasan provinsi Tahun
2013-2018
4. Usulan kegiatan bersifat lanjutan dari tahun sebelumnya
5. Usulan lainnya yang bersifat spesifik di luar point 1 s.d 4
1
47
TRANSFORMASI PARADIGMA PEMBANGUNAN JAWA BARAT
MELALUI PENDEKATAN
4 PILAR UTAMA PEMBANGUNAN (ABGC) DAN 1 SIMPUL (LR)
“JABAR MASAGI”
Strengthening Local Actor
G
B
B
LR
TRIPLE
HELIX
A
G
C
A
A : Academician/akademisi
B : Businessman/pelaku usaha
G : Government/pemerintahan
C : Community/komunitas
LR = Laws and Regulations
30
Sumber : Deny Juanda P., 2011
48
No
Uraian
Pembobotan
Persentase
1
∆ IPM (Realisasi IPM t-3 terhadap
Realisasi IPM t-2)
Semakin besar ∆ nya nilainya semakin
tinggi bobotnya
15%
2
Capaian Rata-rata Lama Sekolah
Tahun 2011
Semakin tinggi semakin besar bobotnya
10%
3
∆ AKB 2011 - 2012
Semakin rendah ∆ nya semakin tinggi
bobotnya
10%
4
Jumlah Penduduk Tahun 2012
Semakin besar semakin besar bobotnya
10%
5
Luas Wilayah
Semakin luas wilayahnya semakin tinggi
bobotnya
10%
6
Panjang Jalan Kabupaten/Kota
Semakin panjang jalan semakin tinggi
bobotnya
15%
7
Kawasan Lindung / Luas Wilayah
berbanding Proporsi target Kawasan
Lindung 2018
Semakin tinggi perbandingannya
semakin tinggi bobotnya
20%
8
PAD Murni Tahun 2013 dibagi
Jumlah Penduduk Tahun 2012
Semakin tinggi semakin besar bobotnya
10%
49
Alokasi Dana Bantuan ke Kabupaten/Kota
Tahun 2013 dan 2014*
(*Data Sementara)
50
DUNIA
USAHA
AKADEMISI
KOMUNITAS
UMUM
rkpdjabaronline
2101
Pemerintahan
Reses DPRD
Provinsi
Desa/Kelurahan
PEMERINTAH
Kab/Kota
SATU PERENCANAAN JABAR :
www.rkpdjabaronline.jabarprov.go.id
OPD/Biro
PROVINSI
SETWAN
FORM ISIAN
OPD/BIRO PROVINSI & PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA
98
RESES DPRD PROVINSI/DESA/AKADEMISI/DUNIA USAHA/KOMUNITAS
10
51
PROSES PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN TAHUNAN
Rancangan Awal
RKPD P/K/K
RKP
(PP 20/2004)
Rancangan
RKPD P/K/K
RAPBD
Reses DPRD 1
RKPD
P/K/K/Desa
Rancangan
Renja SKPD
Des Jan
Feb
KUA/PPAS
APBD
Renja SKPD
RKA-SKPD
Reses DPRD 2
Mrt
Apr
Mei
Jun
Juli
Agt
Sept
Reses DPRD 3
Okt
Nov
Des
Musrenbang
Nas u/ RKP
Musrenbang
RKPD Prov
Musrenbang
RKPD K/K
Forum SKPD
Prov
Musrenbang
Kecamatan
Musrenbang
Desa/kel
Pra
Musrenbang
Kewilayahan
Rancangan
Interim RKP
(PP 40/2006)
KETERANGAN:
: Penyusunan Perencanaan Tahunan Daerah Tahun 2015 (Bulan Oktober 2013 s.d 14 Mei 2014)
: Penyusunan Perubahan Tahun 2014 (14 Mei 2013 s.d Oktober 2014)
: Penyusunan Perencanaan Tahun 2016 dan Penyusunan Penganggaran Tahun 2014
(Oktober 2014 s.d Mei 2015)
Peran aktif DPRD
Inovasi Jawa Barat berupa Pendekatan Kewilayahan
Sumber : Permendagri No 54 Tahun 2010
52
MARI KITA WUJUDKAN
SATU DATA
PEMBANGUNAN JAWA BARAT
Mari membuat perencanaan Jawa Barat sepanjang hayat
TERIMA KASIH
SMS JABAR MEMBANGUN
0811 200 5500
Informasi lebih lanjut :
 Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
Jalan Diponegoro No.22 Bandung
Telp. (022) 4204483
 Bappeda Provinsi Jawa Barat
Jalan. Ir H.Juanda No. 287
Telp. (022) 251 6061, Fax, (022) 2510731
Website : http//www.jabarprov.go.id, www.bappeda.jabarprov.go.id
RKPDJabar
-ONLINE
KM-0 Pro Poor JABAR-ONLINE
SMS SATU DATA JABAR
08778 200 5500
Contoh: RLS*JAWA
BARAT*2011#
CAPAIAN DAN TARGET
PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
2012
No.
Indikator Kinerja
2013
Satuan
Target
Capaian
Target
Capaian
TARGET
2014
TARGET
2015
MISI PERTAMA : Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya Saing
1
Indeks Pembangunan Manusia
Poin
73,56
73,19
73,75 – 74,25
73,40
74,25 – 74,75
74,75 – 75,50
2
Indeks Pendidikan
Poin
83,05-84,01
80,21
82,75
82,31
84,65
85,50
3
Angka Melek Huruf
Persen
97,41-97,42
96.97
97,00 – 97,50
96,49
97,50 – 98,00
98,00 – 98,50
4
Angka Rata-rata Lama Sekolah
Kabupaten
Tahun
8,49 - 8,74
8.15
8,20 – 8,25
8,09
8,25 – 8,30
8,30 – 8,50
5
Angka Rata-rata Lama Sekolah Kota
Tahun
N/A
9,00 – 10,73
9,25 – 11,00
9,50 – 11,25
9,75 – 11,50
6
APK Sekolah Menengah
Persen
N/A
67,78
72,68
80,48
87,48
7
APK Sekolah Tinggi
Persen
N/A
15,19
16 – 17
17 - 18
18 - 19
8
Indeks Kesehatan
poin
72,68 – 72,75
71, 00
72,60
75,60
76,53
9
AHH (Angka Harapan Hidup)
Tahun
69,50 – 69,56
68,60
68,70 – 68,90
69 - 69,2
70 - 70,25
Buah
N/A
N/A
5
N/A
10
20
Orang
N/A
N/A
11.400.000
N/A
12.540.000
13.794.000
65-66
68,08
65-66
69,70
70
72,02
10
11
12
Jumlah Karya IPTEK yang
didaftarkan untuk mendapat
HAKI
Jumlah Penduduk Melek TIK usia
12 tahunkeatas
Indeks Pembangunan Gender
17,09
1
35
CAPAIAN DAN TARGET
PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
No.
Indikator Kinerja
Satuan
2012
Target
2013
Capaian
Target
Capaian
TARGET
2014
TARGET
2015
MISI KEDUA : Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan
Poin
N/A
70,2
72
N/A
74
76
Pencetakan Sawah Baru
Ha
N/A
200
400
N/A
5.000
25.000
3.
Nilai Tukar Petani (NTP)
Poin
N/A
108,93
109 – 110
110 – 111
111– 112
4.
Sertifikasi Jaminan Mutu Pelaku
Usaha Produk Pertanian
Buah
N/A
89
130
N/A
205
305
5.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Persen
64,92
63.78
63,80 – 64,00
63,01
64,00 – 65,00
65,00– 66,00
6.
PDRB Per Kapita (ADHB)
Juta Rupiah
N/A
21,25
21,25 - 21,50
23,60
21,50 – 22,00
22,00 – 24,00
7.
PDRB Per Kapita (ADHK)
Juta Rupiah
N/A
8,18
8,5 - 9,0
8,5
9,00 – 9,50
9,50 – 11,00
8.
Laju Pertumbuhan Ekspor
Persen
N/A
5,48
5,5 – 6,0
N/A
6,0 – 6,5
6,5 - 7,0
9.
Nilai Investasi PMA – PMDN
Trilyun Rupiah
N/A
52,68
76,52 – 85,55
93,53
85,55 – 95,81
95,81 – 107,79
10.
Nilai Investasi PMDN
Trilyun Rupiah
N/A
16,02
16 - 17
26,01
17 – 19
19 - 21
11.
Nilai Penanaman Modal Asing
(PMA)
Trilyun Rupiah
N/A
36,66
60 - 70
67,5
65 - 75
75 - 85
12.
Nilai Investasi/PMTB adhb
Trilyun Rupiah
N/A
175,20
154,18 - 174,2
194,33
174,2 - 194,2
198,6 - 208,6
13.
Inflasi
Persen
4,5 – 5,5
3,86
8,5 – 9,5
9,15
6,0 - 7,0
6,3 - 7,3
14.
Jumlah Penerima Manfaat Kredit
Modal Usaha
Juta Orang
N/A
N/A
5.750
N/A
6.250
7.250
15.
Indek Daya beli
Poin
63,51 – 65,66
60,93
64,17
64,89
64,00
64,45
16.
Daya Beli Masyarakat
ribu rupiah
637,74
637,67
640,55
640,80
645,00
650,00
17.
Laju Pertumbuhan Ekonomi
Persen per
Tahun
6,3-6,8
6.21
6-6,5
6,06
5,90 – 6,50
6,20 – 6,80
18.
Indeks Gini
Poin
0,18 - 0,19
0,41
0,18-0,19
0,4 – 0,39
0,38-0,37
1.
Skor Pola Pangan Harapan
2.
0,37 – 0,36 36
CAPAIAN DAN TARGET
PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
No.
Indikator Kinerja
Satuan
2012
Target
2013
Capaian
Target
Capaian
TARGET
2014
TARGET
2015
MISI KETIGA : Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik
1.
Skala Kepuasan Masyarakat Terhadap
Layanan Pemerintah
2.
Jumlah Penerbitan Perijinan
3.
Pendapatan Asli Daerah
4.
Indikator Daya Saing Provinsi
Rangking
5.
Skala Komunikasi Organisasi
6.
Skala 1 - 4
n/a
3
3
n/a
3
4
Izin
n/a
35,481
39,029
n/a
42,931
47,224
9,99
11,0
13,00
12,1
13,3
n/a
6
6–5
n/a
5-4
4-3
Skala 1 - 7
n/a
n/a
n/a
n/a
3
3,5
Indeks Keterbukaan Informasi Publik
Poin
n/a
46
50
n/a
60
70
7.
Indeks Persepsi Korupsi
Poin
n/a
5,11
5,5
n/a
6
6,5
8.
Indeks Kebahagiaan
Poin
n/a
n/a
55 – 57
n/a
57 – 59
59 – 61
9.
Tingkat Partisipasi Pemilihan Umum
Persen
n/a
54
57
n/a
60
63
10.
Indeks Demokrasi
Poin
n/a
n/a
66,20 – 66,50
n/a
66,50 – 67,00
67,00 – 67,50
Trilyun Rupiah
37
CAPAIAN DAN TARGET
PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
2012
No.
Indikator Kinerja
2013
Satuan
Target
Capaian
Target
Capaian
TARGET
2014
TARGET
2015
MISI KEEMPAT : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan InfrastrukturStrategis yang Berkelanjutan
1.
Jumlah Penduduk
2.
Capaian Fungsi Kawasan Lindung
terhadap Luas Wilayah
Penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
3.
4.
5.
6.
7.
Tingkat Ketersediaan Fasilitas
Perlengkapan Jalan Provinsi
Tingkat Kondisi Baik Jaringan Irigasi di
Daerah Irigasi Kewenangan Provinsi
Rasio Elektrifikasi Rumah Tangga
Cakupan Pelayanan Persampahan
(Perkotaan)
Ribu Jiwa
44.310
44.548.,31
45.284,2
45.340,8
46.035,9
46.800,1
Persen
31 – 34
34,5
36 – 37
n/a
37 – 38
38 – 39
Persen per
Tahun
Persen
n/a
1,79
3-2
n/a
4-3
5-4
n/a
10,86
11,5 – 12,03
n/a
Persen
n/a
64,52
64 - 66
65,98
12,03 –
25,09
66 - 71
25,09 –
39,77
71 - 76
Persen
Persen
71 – 73
62 – 65
73.55
63.53
71-7
65-70
80,05
64,70
80 - 82
64 - 65
82 - 84
65 - 67
8.
Cakupan Pelayanan Air Minum
Persen
60 – 65
51.76
60-65
60,52
58 - 63
63 – 70
9.
Cakupan Pelayanan Air Limbah (Domestik
Perkotaan)
Persen
61 – 67
63.21
67-72
63,40
63,5 - 64
64 - 65
10.
Pencapaian Status Mutu Sungai Utama
dan Waduk Besar dengan tingkat cemar
sedang
Tingkat Kemantapan Jalan (kondisi baik &
sedang) 1)
Persen
n/a
9,6
9,6 - 10,4
7,1
10,4 - 10,8
10,8 - 11,2
Persen
93 – 94
97.05
93-94
97,56
97,10 – 97,4
97,20 – 97,50
11.
38
CAPAIAN DAN TARGET
PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
No.
Indikator Kinerja
Satuan
2012
Target
2013
Capaian
Target
Capaian
TARGET
2014
TARGET
2015
MISI KELIMA : Meningkatkan KehidupanSosial, Seni dan Budaya, Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan
Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal
1.
Angka Kemiskinan
Persen
10 - 12
9,52
8,80 – 7,80
9,61
7,80 - 6,80
6,80 - 5,90
2.
Tingkat Pengangguran Terbuka
Persen
9 – 10
9,08
9,00 – 8,50
9,22
8,50 - 8,00
8,00 - 7,50
3.
Jumlah PMKS yang Ditangani
Orang
n/a
334.255
479.255
n/a
527.181
579.899
4.
Jumlah Pekerja Anak
Orang
n/a
574.301
562.815
n/a
551.558
540.527
5.
Jumlah Pemuda Berprestasi Skala
Internasional
Jumlah Kunjungan Wisatawan
Mancanegara (target optimis)
Jumlah Karya Seni dan Budaya yang
didaftarkan untuk memperoleh
HAKI/sertifikasi Badan Internasional
Tingkat Harmonisasi Kerukunan Antar
Umat Beragama
Orang
n/a
N/A
1
n/a
2
3
Ribu Orang
750
800
900
n/a
1.000
1.250
Buah
n/a
3
3
n/a
3
5
Poin
n/a
2
3
n/a
3
4
6.
7.
8
391
Roadmap Sanitasi Jawa Barat 2013-2018
PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK
PERKOTAAN JAWA BARAT
Meningkatnya cakupan pelayanan air limbah domestik di PKN dan PKW melalui perluasan
ketersediaan sarana dan prasarana pengolahan air limbah serta penyediaan instalasi
pengolahan/penampungan air limbah komunal dan IPAL kawasan
51%
2008
REALITAS 2013
Cakupan Pelayanan
63,4%
Sistem On Site
• Jamban Pribadi (58%)
• Septictank Komunal (3%)
• MCK ++ (1%)
Program
Cakupan Pelayanan
~ 70%
65%
2014
2015
68%
Target KK
2017
2016
Sistem Off Site
• Sewerage (1%)
• IPAL
Perilaku BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS)
~ 948.400 KK ~ 8,2%
TARGET 2018
63,4%
63,21%
2013
2012
67%
69%
37%
 Cakupan
Revitalisasi Sewerage
100.000
0,9 %
Pembangunan Sewerage
(6 Kota)
600.000
5,1 %
Pembangunan IPAL
Kawasan
18.400
0,19 %
SANIMAS (PU)
52.000
0,5 %
SLBM (Bappenas)
26.000
0,2 %
SABERMAS (Jabar)
150.000
1,3 %
%
70%
2018
Roadmap Sanitasi Jawa Barat 2013-2018
PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN
JAWA BARAT
Meningkatnya cakupan pelayanan persampahan di Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan
Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) melalui Pembangunan pengolahan sampah kawasan
metropolitan
REALITAS 2013
Cakupan Pelayanan
53%
2008
63,53%
2012
Timbulan Sampah Perkotaan
2014
2015
2016
2017
TARGET 2018
Cakupan Pelayanan
Timbulan Sampah Perkotaan
29.472 m3/hari
INTERVENSI
PENINGKATAN
CAKUPAN
TPS yang tersedia
1,094,585 KK
Sampah terangkut ke TPA
67%
70%
73%
2018
~ 73%
64,7 %
46.392 m3/hari
64,7%
2013
69%
71%
50.799 m3/hari
Sampah terangkut ke TPA
34.794 m3/hari
TPS yang tersedia
3.125 unit
4.349 unit
Armada yang tersedia
Armada yang tersedia
975 unit
1.450 unit
UPAYA PERCEPATAN
1. Meningkatkan daya tampung TPA menjadi 9.794 m3/hari
2. Revitalisasi dan membangun TPS baru 1.224 unit
3. Menambah armada pengangkut 475 unit
PENGEMBANGAN PERILAKU HIGIENIS
MASYARAKAT
Roadmap Sanitasi Jawa Barat 2013-2018
Perubahan Perilaku
Mengelola Limbah
Domestik
Realitas 2012
RT Berkloset + SepticTank
RT Berkloset Non SepticTank
15%
Masih BAB Sembarangan
22%
Realitas 2012
FOKUS
Perubahan Perilaku
Mengelola Sampah
63%
Target 2018
Intervensi/Pemicuan
thd 1.750.000 KK
Intervensi/Pemicuan
thd 2.500.000 KK
Terlayani ke TPA
63%
Belum terlayani ke TPA
(dibakar, ke sungai, ke kebun)
37%
Target 2018
Intervensi/Pemicuan
Menjadi
25 %
thd 1.400.000 KK
Target dan Sasaran Provinsi Bidang Sanitasi 2013-2018
Pencapaian Status Mutu Sungai dan Waduk Besar
Tingkat Cemar Sedang
10,4%
9,6 %
2013
10,8 %
2014
11,2 %
2015
11,7 %
2016
12,3 %
2017
13 %
2018
2012
Terkendalinya beban pencemaran badan air oleh
industri dan domestik di DAS Citarum, DAS Ciliwung
dan DAS Prioritas lainnya;
Meningkatnya upaya penegakan hukum lingkungan
atas dugaan pencemaran dan/atau perusakan
lingkungan hidup.
Cakupan Pelayanan Air Minum
29%
2008
51,76%
2012
55%
2013
62,05%
2014
70%
2015
72%
2016
74%
2017
76%
2018
Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana air minum di
wilayah rawan air bersih, dan wilayah tertinggal serta peningkatan
ketersediaan sarana dan prasarana air minum di wilayah perkotaan
dan metropolitan

similar documents