8-metode social group work

Report
METODE SOCIAL GROUP WORK
I.
II.
III.
IV.
V.
VI.
VII.
VIII.
DEFINISI
SETTING PRAKTEK
FOKUS
TUJUAN
DASAR PENGETAHUAN
TEKNIK-TEKNIK
PRINSIP-PRINSIP DALAM SGW
ASUMSI NILAI DALAM SGW
I. DEFINISI
Menurut The National of Social Work, Social group work
merupakan suatu pelayanan kepada kelompok, yang tujuan
utamanya untuk membantu anggota kelompok memperbaiki
penyesuaian sosial mereka (social adjusment), dan tujuan
keduanya untuk membantu kelompok mencapai tujuan-tujuan
yang disepakati oleh masyarakat.
Menurut Skidmore & Thakery, Social Group Work
-Merupakan suatu metode bekerja dengan orang lain dalam
kelompok (dua orang atau lebih) yang ditujukan untuk
mengembangkan keberfungsian sosial dan untuk mencapai
tujuan sosial yang diharapkan.
-Suatu metode untuk mengurangi atau memperkecil hambatan
yang ada dalam melakukan interaksi sosial atau mencapai
tujuan sosial yang diharapkan
Menurut Gisela Konopka, SGW merupakan suatu metode
dalam pekerjaan sosial yang bertujuan untuk membantu
keberfungsian individu dalam kelompok. Merupakan suatu
pendekatan yang secara sadar diarahkan untuk
mengembangkan kemampuan individu semaksimal mungkin
dengan suatu kelompok.
Menurut B.Tractice, bahwa SGW merupakan suatu metode
dimana individu dalam kelompok didalam suatu badan sosial
tertentu, dibantu oleh seorang peksos yang membimbing
interaksi mereka dalam suatu program kegiatan sehingga
mereka mampu berhubungan antara satu dengan uang lainnya,
untuk mengalami pertumbuhan yang berkaitan dengan
kemampuan individu, kelompok dan masyarakat. Kelompok
dimanfaatkan oleh para anggotanya melalui peksos sebagai
sarana utama untuk mengembangkan kepribadian,perubahan,
perkembangan. Perhatian utama peksos untuk mencapai
perubahan individu sebagai anggota kelompok serta
peningkatan perkembangan sosial kelompok secara
keseluruhan serta pembangunan masyarakat sebagai hasil
interaksi berbagai kelompok yang terbimbing
Jadi pekerjaan sosial kelompok merupakan suatu metode,
dimana individu dalam kelompok serta badan sosial dibantu
olehpekerja sosial yang membimbing interkasinya dalam
program kegiatan, sehingga mereka berhubungan satu dengan
yang lainnya untuk mencapai pertumbuhan yang matang.
Untuk mencapai perkembangan individu, kelompok dan
masyarakat.
Suatu cara kerja/prosedur yang sistematis dan terencana,
kepada individu dalam kelompok dalam lembaga/masyarakat,
melalui interaksi dalam program kegiatan berupa relasi, proses,
pengalaman, bimbingan keompok dll, sehingga tumbuh rasa
tanggung jawab, motivasi, penyesuaian diri, partisipasi, rasa
terikat yang pada akhirnya terjadi perubahan dalam perilaku
individu
II. SETTING PRAKTEK
Digunakan diberbagai setting praktek atau badan dan
organisasi sosial, tanpa terpengaruh oleh settingnya.
Mencakup pelayanan : Ketetanggaan, masyarakat, remaja,
rumah sakit, lembaga kemasyarakatan atau koreksional,
sekolah, panti sosial.
III. FOKUS
Disamping memberikan pelayanan, pekerja sosial juga
memperhatikan proses kelompok serta kemampuan anggota
kelompok untuk melaksanakan fungsinya.
Metode ini menggunakan keterampilan dan pengetahuan untuk
memahami dan mempengaruhi terjadinya proses kelompok dan
memberikan pelayanan pada individu dalam kelompok.
Pekerja sosial dapat membentuk suatu kelompok yang sudah
ada sehingga pengalaman kelompok tersebut dapat
menyediakan situasi yang dapat membantu setiap anggota
kelompok sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sosialnya.
IV. TUJUAN
A.
Perbaikan
Bila anggota kelompok, mengalami disfungsi/ gangguan
sosial dan person dalam lingkungan sosial mereka, maka
pengalaman kelompok dapat dijadikan untuk mengadakan
perbaikan. Contoh : Anak nakal, demoralisasi akibat situasi
ekonomi dll
B.
Pencegahan
Bila anggota kelompok terancam oleh kerusakan fungsi
personal dan sosial, maka pengalaman kelompok dapat
didayagunkan untuk mempertahankan serta meningkatkan
pelaksanaan fungsi secara baik. Contoh : Remaja yang
tinggal di lingkungan yang buruk, ibu muda yang tidak
menikah dll.
C.
D.
Pertumbuhan sosial secara normal
Pengalaman kelompok yang dibimbing pekerja sosial mampu
membantu memperlancar pertumbuhan sosial secara normal
serta pelaksanaan fungsi-fungsi sosial secara lebih baik.
Contoh : Anggota kepemudaan dalam Karang Taruna
Peningkatan kemampuan kepribadian
Pengalaman kolektif yang saling tukar menukar pengalaman
dalam kelompok, maka individu akan mengembangkan
keterampilan sosial, bakat terpendam, hobby, yang dicapai
secara memadai melalui kehidupan individu. Contoh : Diskusi
intelektual, pengembangan minat, kelompok kegiatan sosial
yang memungkinkan setiap anggota untuk tumbuh dan
memperoleh pengalaman hidup yang lebih lengkap
E.
Peningkatan tanggung jawab sosial dan partisipasi sebagai
warga masyarakat
Pengalaman kelompok yang terbimbing dengan baik akan
mampu menciptakan pengalaman yang dapat membuat para
anggota kelompok untuk menyerap nilai tanggung jawab
terhadap sesama, nilai demokrasi, baik untuk kepentingan
pribadi, kelompok dan masyarakat. Contoh : Anggota terlibat
dalam suatu pengambilan keputusan mengambil suatu peran
tertentu dalam kelompok, pengalaman membantu dan
dibantu, pengalaman betindak secara kolektif.
V. DASAR PENGETAHUAN
A.
Teori Kepribadian
1.
Memahami arti tingkah laku individu dan sosial yang terjadi
dalam lingkungan kelompok
2.
Memberikan kesempatan pada anggota kelompok untuk
tumbuh, berubah dan berkembang dengan baik
B.
Teori Kelompok
1.
Memahami dan memberikan intervensi pada kelompok
secara baik
2.
Mencakup teori tentang: pembentukan kelompok, perilaku
kelompok, proses perkembangan dan kehancuran kelompok,
proses kerja kelompok, unsur pembentukan komposisi
kelompok dsb
C.
Teori Sosial Budaya
Memiliki pemahaman tentang hakekat, fungsi, struktur suatu
masyarakat dan kebudayaan
D.
E.
1.
2.
F.
Pengetahuan tentang Sistem Kesejahteraan Sosial
Sistem kesejahteraan sosial yang dilaksanakan oleh
pemerintah maupun swasta, baik bentuk, struktur, hakekat
dan fungsi-fungsinya.
Pengetahuan tentang Media Program
Memiliki pemahaman tentang berbagai program kegiatan
sehingga dapat bekerja dengan kelompok secara maksimal
Dalam melaksanakan intervensi akan memiliki hasil guna
yang cukup memadai
Pengetahuan-pengetahuan Praktek
Memiliki pemahaman tentang pelaksanaan praktek yang
dilaksnakan diberbagai setting yang dilakukan oleh praktisi
lain, diharapkan pekerja sosial dapat mengembangkan
kemampuan dirinya sendiri untuk melakukan praktek
pertolongan.
VI. TEKNIK-TEKNIK
Teknik-teknik kelompok yang dapat dijadikan alternatif
pemecahan masalah :
A.
Social Conversation Group (kelompok percakapan sosial)
Bertujuan untuk menguji dan menentukan seberapa dalam
hubungan dapat dikembangkan diantara orang yang belum
saling mengenal dengan baik
B.
Recreation Group (kelompok rekreasi)
Kelompok memberikan kegiatan untuk kesenangan, bersifat
spontan, tidak perlu ada pemimpin, peralatan tidak banyak
C.
Recreation Skill Group (kelompok keahlian rekreasi)
Untuk meningkatkan beberapa keterampilan dan dalam waktu
yang bersamaan memberikan kesenangan. Kelompok
memerlukan penasehat, pelatih, instruktur dan lebih
berorientasi pada aturan permainan
D.
E.
Education Group (kelompok pendidikan)
Memperoleh pengetahuan dan mempelajari keterampilan
yang lebih kompleks. Pemimpinnya biasanya seorang yang
profesional yang benar-benar terlatih dan ahli dalam bidang
tertentu
Problem Solving and Decission Making Group (kelompok
masalah dan pengambilan keputusan)
Pihak pemberi dan penerima pelayanan sosial dapat secara
bersama-sama terlibat dalam kegiatan. Pemberi pelayanan
menggunakan pertemuan kelompok untuk mencapai tujuan
suatu rencana pengembangan bagi klien atau sekelompok
klien. Kelompok harus memutuskan :
- Bagaimana mengalokasikan sumber dana yang terbaik
- Bagaimana memperbaiki pelaksanaan pelayanan bagi klien
merubah keputusan kebijakan dari lembaga
- Bagaimana memperbaiki usaha-usaha koordinasi dengan
lembaga lain
F. Self Help Group (kelompok bantu diri)
Merupakan suatu kelompok kecil yang disusun saling
membantu dan untuk mencapai suatu tujuan serta bersifat
sukarela. Kelompok ini menekankan pada interaksi sosial
secara tatap muka dan mempunyai tanggung jawab yang
tinggi antar anggota (Katz & Bender)
G.
Socialization Group (kelompok sosialisasi)
Tujuannya untuk mengembangkan atau mengubah sikap dan
perilaku anggota kelompok agar dapat diterima secara sosial.
Mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan
kepercayaan diri dan merencanakan masa depan. Peranan
pemimpin sangat diperlukan.
H.
Therapeutic Group (kelompok penyembuhan)
Terdiri dari orang-orang yang memiliki masalah emosional
yang agak berat. Pemimpinnya memerlukan keterampilan
dalam persepsi, pengetahuan ttg manusia, dinamika
kelompok. Contoh : Kepribadian ganda, kelainan jiwa,
histeris dll.
I.
Sensitivity Group (kelompok melatih kepekaan)
Melakukan percakapan yang mendalam dengan sepenuh hati
tentang mengapa mereka berperilaku seperti itu. Tujuannya
memperbaiki masalah kesadaran antar pribadi.
Dalam SGW diperlukan juga keterampilan teknis pekerja
sosial diperoleh dari praktek dan dikembangkan melalui
pengalaman serta pengetahuan yang telah diuraikan dan
keterampilan yang mungkin dapat dikembangkan, adalah
Keterampilan :
-Melakukan dan mengembangkan relasi dengan anggota
kelompok
-Melakukan diagnosa, penelaahan kebutuhan anggota
kelompok, situasi dan masalah yang muncul
-Membentuk, mengembangkan, dan mengakhiri kelompok
-Melakukan intervensi ke dalam proses kelompok
-Kepemimpinan, fungsi fasilitator, pendidikan, pembimbingan
-Melibatkan anggota kelompok dalam seluruh aktivitas
kelompok
-
-
-
Menganalisis media program
Melakukan pencatatan
Memobilisasi sumber kelembagaan maupun kemasyarakatan
Mengadakan pertimbangan profesional dalam pemilihan
tindakan yang berhubungan dengan individu dengan kelompok
Melakukan evaluasi
Mengkomunikasikan sikap, perasaan, pendekatan
Peranan pekerja sosial :
Koordinasi
Konsultasi
Fasilitasi
Relasi: lebih ke hubungan baik
Interaksi : suatu proses hubungan yg dipengaruhi oleh tindakan anggota kelompok
VII. PRINSIP-PRINSIP DALAM SGW
Pekerja sosial mempengaruhi proses suatu sistem dengan cara :
A.
Penerimaan : menerima anggota kelompok apa adanya
B.
Relasi : membantu anggota dlm berhubungan dg anggota lain
C.
Kesempatan dan dukungan :membantu anggota dlm menerima
dirinya dan orang lain, mengekspresikan diri bertanggjwb, aktif
D.
Batasan perilaku :membantu kelompok/individu dlm membatasi
perilaku dari perilaku yang merugikan dirinya dan orang lain
E.
Memimpin : Memimpin dalam proses diskusi (mengajarkan
pemecahan masalah yg efektif)
F.
Meringankan : Menghilangkan ketegangan, konflik, rasa
bersalah dll yg mengganggu keberfungsian kelompok
G.
Interpretasi : Memahami fungsi agen dlm hubungannya dengan
tugas kelompok
H.
Observasi dan evaluasi : Memahami dan mengapa hal itu
terjadi dalam kelompok
I.
Perencanaan dan persiapan : Membuat perencanaan dalam
kelompok
VIII. ASUMSI NILAI
Keyakinan akan martabat manusia, tanggung jawab sosial
semua orang terhadap sesamanya, cinta kasih, penghargaan
dan perhatian terhadap orang lain.
Keyakinan bahwa setiap orang memilki hak yang sama dalam
memperoleh akses terhadap sumber yang dibutuhkan dalam
menghadapi rintangan dan masalah kehidupannya
Perwujudan ilai tersebut dapat terjadi jika ada tanggung jawab
dari anggota kelompok maupun masyarakat secara
keseluruhan. Artinya, nilai tidak hanya berkenaan dg individu,
tetapi juga nilai tentang tanggung jawab kelompok dan
masyarakat bagi perwujudan nilai masing-masing
Tahapan pelaksanaan Intervensi
1.
Pembentukan relasi pertolongan

Lobbying

Home visit
2.
Pemberian motivasi

Menghilangkan faktor penyebab masalah

Memberikan semangat (harapan dan kemampuan mengatasi masalah

Mengarahkan sikap dan perilaku kearah pencapaian tujuan pemecahan
masalah
3.
Pemberian dan meningkatkan kemampuan serta kesempatan klien

Keterampilan berkomunikasi, relasi dan interaksi

Memberi kesempatan (merubah klien hingga dapt mendorong dan
menerima penampilan sosial klien

Mendorong kearah kematangan/kedewasaan kepribadian klien
4.
Mobilisasi sumber

Mempengaruhi lingkungan sosial klien agar mau menerima, membantu
dan berperan dalam proses pemecahan klien

Menggali dan mengembangkan sumber untuk pemecahan masalah klien

similar documents