Peran Tokoh Agama Dalam Mewujudkan Wawasan Multikultural

Report
Nala Sea Side Hotel
11 Maret 2014
Oleh : Drs. H. Mulya Hudori, M.Pd
Kabag Tata Usaha
Kementerian Agama Provinsi Bengkulu
Curriculum Vitae
Nama
: Drs. H. Mulya Hudori, M.Pd
Tgl Lahir
: Bandung, 5 Nopember 1963
Pangkat/Gol : Pembina Tk 1 / IV/b
Pendididikan :
1. S.1 : IAIN Bandung tahun 1988
2. S.2 : Universitas Bengkulu Tahun 2007
Riwayat Pekerjaan :
1. Kepala MAN Al-Hidayah – IPUH tahun 1992
2. Kepala MAN IPUH 1997
3. Kepala MAN Arga Makmur 2003
4. Kepala MAN 2 Padang Kemiling 2007
5. Kepala Seksi Penyuluhan Haji dan Umroh pada Bidang Hazawa
Kanwil Kemenag tahun 2007
6. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebong (2007-2013)
7. Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu (2013)
Visi Kementerian Agama Provinsi Bengkulu
Lima Misi Kementerian Agama
• Meningkatkan Kualitas Kehidupan Beragama
• Meningkatkan Kualitas Kerukunan Umat
Beragama
• Meningkatkan Kualitas Raudhatul Athfal
Madrasah, Pendidikan Agama dan
Pendidikan Keagamaan
• Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan
Ibadah Haji,.
• Mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan
yang Bersih dan berwibawa
Pengantar
Tokoh adalah seseorang yang terkemuka atau
kenamaan di bidangnya, atau seseorang yang
memegang peranantertentu dalam masyarakat.
Seseorang tersebut berasal, dibesarkan, dan hidup
dalam lingkungan masyarakat tertentu.
Tokoh Agama Adalah adalah orang-orang yang
memimpin sekelompok umat beragama dalam
menjalankan kegiatan penting dalam suatu bidang
atau aspek kehidupan beribadah atau kegiatan
keagamaan
Pengantar
Masyarakat Multikultural disusun atas tiga kata, yaitu
Masyarakat, Multi, dan Kultural.
1. “Masyarakat” artinya adalah sebagai satu kesatuan
hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem
adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus
dan terikat oleh rasa toleransi bersama,
2. Multi” berarti banyak atau beranekaragam, dan
3. “Kultural” berarti Budaya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa masyarakat
multikultural adalah suatu masyarakat yang
terdiri atas banyak struktur kebudayaan.
Pendidikan Multikultural Adalah
Pendiddikan untuk atau tentang
keragaman kebudayaan dalam
merespon perubahan demografis
dan kultural lingkungan
masyarakat tertentu atau bahkan
dunia secara keseluruhan
Mengapa Wawasan
Multikultural Menjadi Hal
Yang Sangat Penting ???
1. Indonesia Adalah Salah Satu Negara
Multikultural Terbesar di Dunia
2. Ada Lebih dari 300 Suku Yang
mengunakan Lebih dari 200 bahasa yang
Berbeda
3. Penduduk Indonesia Menganut Lima
Agama Besar di Dunia Yaitu Islam,
Kristen, Katolik, Hindu dan Budha
Dengan latar belakang yang berbeda-beda, penduduk
indonesia cenderung mempunyai tindakan dan
pandangan yang berbeda-beda tentang berbagai
fenomena yang terjadi di masyrakat yang jika tidak di
berikan pemahaman dapat menimbulkan konflik
Alasan Pertama
Hasil Penelitian dari
Badan Litbang dan Diklat Kementerian
Agama Menemukan Bahwa Faktor
Agama Menduduki Peringkat Ketiga
Setelah Politik dan Ekonomi Sebagai
Pemicu Konflik di Indonesia
Agama merupakan suatu lembaga
atau
institusi
penting
yang
mengatur
Alasan Kedua
kehidupan rohani manusia. Menurut
Emile Durkheim, agama adalah
suatu sistem yang terpadu yang
terdiri atas kepercayaan dan praktik
yang berhubungan dengan hal yang
suci.
Kegiatan Yang Rawan Konflik
Berkaitan Dengan Agama, antara lain:
1. Pendirian Rumah Ibadah
2. Penyiaran Agama kepada
penganut agama lain
3. Perkawinan Berbeda Agama
4. Perayaan Hari Besar Keagamaan
5. Penodaan Agama
6. Kegiatan Aliran Sempalan
KONLIK AGAMA ROHINGYA
MYANMAR
KONLIK AGAMA ROHINGYA
MYANMAR
Apa Upaya Pemerintah ???
SALAH SATU UPAYA YANG
DILAKUKAN PEMERINTAH
ADALAH DENGAN
MEMBENTUK FORUM
KERUKUNAN UMAT
BERAGAMA (FKUB)
Kebijakan Pemerintah
PERATURAN BERSAMA
MENTERI AGAMA DAN MENTERI DALAM NEGERI
NOMOR : 9 TAHUN 2006
NOMOR : 8 TAHUN 2006
TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS KEPALA
DAERAH/WAKIL KEPALA DAERAH
DALAM
PEMELIHARAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA,
PEMBERDAYAAN FORUM KERUKUNAN UMAT
BERAGAMA, DAN PENDIRIAN RUMAH IBADAT
Usaha Konkrit Pemerintah terhadap KUB
1.
Silaturrahmi Hari Raya/Besar Lintas Agama
(Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan
Konghucu)
2. Dialog Pemuda Lintas Agama
3. Peningkatan Wawasan Multikultural Bagi Guru
Agama
4. Peningkatan Wawasan Multikultural Bagi
Penyuluh Agama
5. Pembentukan Forum Kerukunan Umat Agama
6. Bantuan Dana Operasional Terhadap Forum
Kerukunan Umat Beragama Provinsi,
Kabupaten/Kota se Provinsi Bengkulu Secara
bertahap
Apa Tugas Tokoh Agama Agama ???
Tokoh Agama agama tidak
terlepas dari tiga fungsi
yang diemban yaitu :
1. Informatif dan
edukatif,
2. Konsultatif,
3. Advokatif.
Fungsi informatif dan edukatif
Yaitu harus
memposisikan sebagai
da’i yang berkewajiban
Berdakwah, dan
mendidik masyarakat
Fungsi konsultatif
Mengandung makna
kesediaan diri untuk
memikirkan dan
memecahkan beragam
persoalan yang dihadapi
masyarakat.
Fungsi Advokatif
Fungsi advokatif menuntut
penyuluh agama melakukan
pembelaan umat dari
berbagai ancaman dan
tantangan yang merugikan
akidah, ibadah, dan akhlak
Bagaimana Untuk Mewujudkannya?
Tahapan dan pencapaian yang harus
dilakukan Tokoh
agama. “Diawali dengan pembinaan
pribadi yang shaleh, dilanjutkan
dengan pembinaan keluarga yang sakinah. Dari
sana baru Bisa meningkat pada pembinaan
masyarakat yang marhamah dan negara yang
thayyibah,
Tipikal Tokoh agama yang ideal setidaknya memiliki
Kemampuan Sebagai Berikut
1. Menguasai peta dakwah,
2. Mampu menyusun rencana kerja,
3. Piawai menganalisis data potensi
wilayah,
4. Cermat membidik sasaran yg
belum
tergarap para ulama/kyai/da’i.
5. Berpendidikan
Tak kalah pentingnya adalah
kemampuan Penyuluh Untuk
menyusun dan menetapkan
materi bimbingan berbasis
media, baik cetak maupun
elektronik dengan
mengoptimalkan kekuatan
sosial budaya masyarakat
Burung Irian Burung
Cendrawasih
Cukup sekian dan terima kasih
SAMPAI JUMPA

similar documents