Andi Sabrina BRAHMA X iis-1

Report
BRAHMA
X iis-1
Disusun Oleh
Andi Sabrina
Dhara Devina
Elsa Aprina
M. Hasbi
M. Bagus
Shafa Shabrina
 Sumber Sejarah : Segala wujud suatu yg berwujud dan
tidak berwujud serta berguna dari penelitiansejarah
sejak jaman purba hingga sekarang.
Sumber Sejarah terdiri berbagai 3 macam yaitu
 Sumber Tertulis
 Sumber Lisan
 Sumber Benda
 Sumber Tertulis : Sumber sejarah yg diperoleh melalui
peninggalan – peninggalan tertulis seperti catatan masa
lampau ,prastasi , naskah , piagam , surat dan lain lain.
Sumber Tertulis terbagi menjadi 2 yaitu
 Sumber Primer : Dokumen
 Sumber Sekunder : Buku perpustakaan
 Sumber Lisan adalah Keterangan langsung dari yg
bersangkutan atas sejarah tersebut. Misalnya seorang
anggota leguin veteran Republik Indonesia yg pernah
ikut seragam umum menceritakan peristiwa yg di
alaminya seperti apa yg dia liat, dia rasakan, kejadiankejadian tertentu yg terjadi pada sejarah tsb.
 Sumber Benda : Sumber sejarah yg diperoleh dr
peninggalan kebudayaan dll. Misalnya kapak, gerabah
, perhiasan , boneka , candi , batu dan lain lain.
Usia sumber sejarah di bagi menjadi 3 bagian yaitu
Tipologi: Penentuan usia benda berdasarkan
bentuk,material,tipe benda tersebut.
Strativigrafi: Penentuan usia bedasarkan lapisan tanah
Kimia : Penentuan usia bedasarkan zat zat kimia yg ada
didalam benda tersebut

Kedudukan Sumber Sejarah Terbagi Menjadi 4:
a. Sejarah sebagai peristiwa
b. Sejarah sebagai kisah
c. Sejarah sebagai ilmu
d. Sejarah sebagai seni
 Penjelasan sejarah berdasar pada peristiwa-peristiwa
sejarah yang merupakan data dalam penjelasan ilmiah.
Peristiwa-peristiwa sejarah sebagai data sejarah akan
menjadi fakta. Fakta memiliki arti dan kebenaran
sejarah jika saling berhubungan sebagai interrelasi
peristiwa sejarah sebagai fakta sejarah dengan
peristiwa-peristiwa lain serta fakta-fakta lain.
Interrelasi fakta dan peristiwa sejarah yang kongruen
dalam bahasa matematika menjadikan penjelasan
sejarah mengandung kebenaran ilmiah sebagai ilmu
pengetahuan.
 Hasil penelitian sejarah oleh para akademisi menjadi
pengetahuan bagi masyarakat tentang masa silam.
Historiografi akan menjadi materi belajar mengajar di
sekolah. Siswa (anak didik/ peserta didik) menjadi tahu
tentang peristiwa yang terjadi di masyarakatnya juga
masyarakat lain melalui proses belajar mengajar sejarah.
Proses belajar mengajar sejarah merupakan proses
informative, transformative dan evaluative dari mata
pelajaran sejarah. Melalui pembelajaran sejarah para siswa
dapat meneladani dan memahami nilai-nilai sejarah
sehingga kter berkararkter dan berkrepibadian patriot.
 Tokoh penganjur sejarah sebagai seni adalah George Macauly
Travelyan. Ia menyatakan bahwa menulis sebuah kisah peristiwa
sejarah tidaklah mudah, karena memerlukan imajinasi dan seni.
Menulis sejarah merupakan seni, filsafat, polemik, dan dapat
sebagai propagandan
 Sejarawan abad 19 bernama Comte, Spencer,dan Mill
menyebutkan bahwa metode dan sikap ilmiah pengetahuan
alam dapat dipergunakan untuk mempelajari sejarah, tanpa
memerlukan modifikasi lebih lanjut. Namun menurut Dithley,
seorang filsuf modern, menyatakan bahwa hal tersebut adalah
tidak benar, sebab sifat alami dari pengetahuan alam adalah
sesuatu yang selalu nyata dan terlihat, sehingga sejarah yang
bersifat abstrak tidak mudah menganalisisnya. Oleh karena itu,
sejarah adalah pengetahuan tentang rasa.
 Dithley menambahkan bahwa pemahaman dengan cara
imajinatif mampu menjadikan fakta sejarah lebih hidup
dan lebih berarti. Itulah sebabnya, menurut George
Macauly Travelyan dalam penulisan kisah sejarah harus
menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik,
dan isinya mudah dimengerti. Dengan demikian,
diperlukan seni dalam penulisan sejarah sehingga tercipta
suatu peristiwa sejarah yang dapat dipelajari secara urut,
lengkap, menarik, dan tidak membosankan. Oleh karena
itu, seorang sejarawan harus bersedia menjadi ahli seni
untuk menghidupkan kembali kisah kehidupan di masa
lalu, masa sekarang, dan yang akan datang. Dengan
demikian selain elemen ilmiah sejarah juga mengandung
elemen seni.
 Semua hasil karya cipta manusia merupakan suatu bukti
dari kisah manusia yang hidup dan dinamis.
Membicarakan sejarah sebagai kisah tidak lepas dari
peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau.
Sejarah sebagai kisah adalah hasil karya, cipta, dan
penelitian berbagai ahli yang kemudian menulisnya.
 Penulisan yang dapat dipertanggungjawabkan harus
melalui penafsiran yang mendekati kebenaran peristiwa
yang terjadi. Sementara itu, untuk merekonstruksi kisah
sejarah harus mengikuti metode analisis serta pendekatan
tertentu. Dengan kata lain, sejarah sebagai kisah adalah
kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali berdasarkan
penafsiran dan interpretasi yang dapat
dipertanggungjawabkan.
 Menyusun kisah sejarah dari suatu masyarakat, bangsa,
dan negara tidaklah mudah karena jejak-jejak sejarah yang
ditinggalkannya tidak sedikit. Oleh karena itu, dalam
penyusunannya memerlukan penelaahan yang sangat jeli
dan bijaksana serta verifikatif sehingga dapat
dipertanggungjawabkan. Dalam penyusunan sejarah
sebagai kisah, para sejarawan menggunakan dasar jejakjejak yang ditinggalkan oleh sejarah sebagai peristiwa.
Jejak-jejak sejarah yang berisi kehidupan rangkaian
peristiwa atau kejadian dalam lingkup kehidupan manusia
menjadi sumber penting dalam penulisan kisah sejarah.

similar documents