Kebijakan haji di daerah 2013

Report
KEBIJAKAN PEYELENGGARAAN
IBADAH HAJI DI PROVINSI
JAWA TIMUR TAHUN 2013
Oleh :
Drs. H. Sudjak, M.Ag
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur
Disampaikan pada acara :
Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Tahun 2013
PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI
TERDIRI DARI :
Penyelenggaraan
Ibadah Haji
Reguler
Pengelenggaraan
Ibadah Haji
Khusus
(Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 79 Tahun 2012 Pasal 3)
DASAR HUKUM
1. Undang – Undang Nomor : 13 Tahun 2008
2. Peraturan Presiden RI Nomor : 79 Tahun 2012
Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji
3. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 14 Tahun 2012
Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler
4. Peraturan Menteri Agama RI nomor 15 tahun 2012
Tantang Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Pendaftaran Haji (PP Nomor 79/2012 )
1) Warga Negara Indonesia berhak melaksanakan Ibadah Haji
dengan mendaftarkan diri di Kantor Kementerian Agama
sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang telah
ditetapkan oleh Menteri.
2) Pendaftaran sebagaimana dimaksud dilakukan sepanjang
tahun di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
dengan prinsip pelayanan berdasarkan nomor urut
pendaftaran.
3) Nomor urut pendaftaran sebagaimana dimaksud,
digunakan sebagai dasar dalam pelayanan pemberangkatan
Jemaah Haji.
1) Pendaftaran Jemaah Haji dilakukan setiap
hari kerja sepanjang tahun
2) Pendaftaran Jemaah Haji dilakukan di
Kantor Kementerian Agama Kab/Kota
domisili Jamaah Haji sesuai KTP
3) Pendaftaran haji sebagaimana point (1) dan
(2) wajib dilakukan sendiri oleh yang
bersangkutan untuk pengambilan foto dan
sidik jari
a) Beragama Islam
b) Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan
sehat dari dokter
c) Memiliki KTP yang masih berlaku
d) Memiliki Kartu Keluarga
e) Memiliki Akte Kelahiran atau Surat kenal lahir/Kutipan Akta Nikah /
Ijazah
f) Memiliki tabungan pada BPS-BPIH minimal sebesar setoran awal
1.
2.
3.
Pendaftaran Haji khusus dilayani di Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa
Timur dan Kantor Siskohat Asrama Haji Sukolilo
Surabaya
CJH Khusus menunjuk salah satu PIHK
(Penyelenggaran Ibadah Haji Khusus) yang
memiliki izin dari Kementerian Agama
CJH Khusus menyetor setoran awal sebesar $
4000 di BPS BPIH
DAFTAR PENYELENGGARA IBADAH HAJI KHUSUS (PIHK) YANG MEMILIKI IZIN DARI
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA DAERAH OPERASI : JAWA TIMUR
1. Dana Dari Jamaah Haji (BPIH)
adalah dana yang disetorkan langsung oleh jamaah haji yang
dipergunakan
untuk
membiayai
komponen
tertentu
dalam
penyelenggaraan ibadah haji (direct cost)
2. Dana Optimalisasi / Jasa Setoran Awal BPIH
adalah dana yang diperoleh dari hasil optimalisasi/manfaat setoran
awal BPIH (indirect cost) yang dipergunakan untuk membiayai
komponen tertentu dalam penyelenggaraan ibadah haji sesuai dengan
UU No.13 pasal 23 ayat 1 dan ayat 2
3. Dana APBN
adalah dana yang dialokasikan pada DIPA Direktorat Jenderal
Penyelenggaraan Haji dan Umroh yang digunakan untuk mendukung
penyelenggaraan ibadah haji, baik ditanah air maupun Arab Saudi
4. Dana APBD
Dana yang bersumber dari Pemerintah Daerah Tk. I maupun Tk. II
5. Dana Pelayanan Kesehatan
Adalah dana Kesehatan yang ada pada Kementerian Kesehatan
1. DIRECT COST
Adalah Biaya yang
dibebankan langsung kepada
jamaah yang digunakan untuk
penyelenggaraan ibadah haji.
Besarannya ditetapkan
Presiden dalam bentuk
“Perpres” atas usul Menteri
Agama setelah disetujui oleh
DPR RI (Pasal 21 ayat 1).
2. INDIRECT COST
Adalah Biaya yang
dibebankan dari hasil
optimalisasi dana setoran
awal BPIH yang digunakan
untuk penyelenggaraan
ibadah haji
(Pasal 23 ayat 1 dan 2).
Besaran komponen Indirect
cost ini diusulkan oleh Menteri
Agama digunakan setelah
disetujui oleh DPR RI.
PERBANDINGAN BPIH UNTUK EMBARKASI
SURABAYA TAHUN 2012 DAN 2013
KOMPONEN
TAHUN 2012
TAHUN 2013
1. Biaya Penerbangan
USD. 2.325
2. Pelayanan Di Aran Saudi USD. 1.008
USD. 2.255
USD. 959,4
3. Living Coast
JUMLAH
USD. 405
USD. 3.738
USD. 405
USD. 3.619
Rata-rata
USD 1 = 9.500
Rp.35.511.000
Rata-rata
USD 1 = Rp.9.800
Rp.35.466.400
BPIH TAHUN 1434 H/2013 M DAN RINCIAN PENGGUNAAN
(DIRECT COST)
BPIH Tahun 1434H / 2013M sebesar = 3.619 USD
DIGUNAKAN UNTUK :
1. Biaya Penerbangan sebesar : 2.255 USD, dengan rincian
 Tiket Indonesia – Arab Saudi PP
:
$ 2.191
 Biaya Surcharge Landing Madinah
:
$ 50
 Biaya Airport Tax di Arab Saudi
:
$ 14
2. Akomodasi Arab Saudi sebesar 959,4 USD, digunakan untuk :
 Di Makkah
:
$ 804,8
 Di Madinah
:
$ 154,6
3. Living cost sebesar : 405 USD = SR1500
(langsung diberikan ke CJH sebelum berangkat ke Bandara Embarkasi, untuk uang saku atau biaya
hidup selama di Arab Saudi)
 Jumlah total sebesar = 3.619 USD
Rata-rata 1 USD = Rp. 9.800 ( 3619 USD x Rp. 9.800 = Rp. 35.466.400)
a. Biaya pelayanan jemaah haji:
Pelayanan Arab Saudi
 Subsidi untuk harga sewa rumah Makkah dan Madinah
 General Service fee untuk Kerajaan Saudi Arabia
 Sewa hotel transito jeddah
 Biaya selisih distribusi pemondokan di Makkah
 Sewa rumah cadangan di Makkah
 Konsumsi masa kedatangan dan kepulangan di Bandara
 Konsumsi selama di Arafah dan Mina
 Konsumsi selama di Madinah
 Konsumsi jamaah tersesat dan sakit
 Transportasi dari pemondokan ke bandara
 Transportasi dari pemondokan ke Masjidil Haram
 Pelayanan bongkar muat barang
96%
Pelayanan di dalam negeri








Biaya penerbitan paspor jemaah haji
Penyelesaian paspor dan pemvisaan
Penyelenggaraan bimbingan manasik haji
Pasanger service charge
Asuransi jiwa dan kecelakaan jemaah haji
Pencetakan buku paket manasik haji dan blanko-blanko
Penyediaan gelang identitas
Akomodasi dan konsumsi di asrama haji embarkasi
b. Biaya operasional di Arab Saudi dan dalam negeri









Maslahah Ammah / General Service Petugas
Akomodasi dan konsumsi Petugas
Angkutan Darat (Naqobah) Petugas
Insentif Tenaga Musiman
ATK dan Perlengkapan Operasional Haji
Sewa Kantor, Wisma & Pemeliharaan
Biaya Penunjang Operasional Perkantoran
Image Building, Pengembangan Siskohat,
Konsultan manajemen
Peningkatan Fasilitas Asrama Haji
3,7%
c. Safeguarding
0.3%
Keputusan Menteri Agama RI
Nomor 58 tahun 2013
tanggal 29 Mei 2012 tentang
“Penetapan Kuota Haji
Tahun 1434 H/2013 M
Jawa Timur : 33.935
WAKTU PELUNASAN
Di mulai : tanggal 22 Mei s/d 12 Juni 2013
Dengan porsi tertinggi : 1300 318 769
---------------------------------------------------------------------Sampai dengan tgl 12 Juni 2013 Pukul 15.00 WIB
Porsi yang LUNAS
: 31.032 (92%)
Porsi yang TIDAK LUNAS : 2.903 ( 8%)
Jumlah
: 33.935
Rencana awal berdasarkan Keputusan Dirjen PHU Nomor :
D/278 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembayaran Pelunasan
BPIH Tahun 1434 H / 2013 M, Bahwa :
“Sisa Kuota Propinsi yang tidak dilunasi akan menjadi Kuota
Nasional yang penggunaannya diperuntukkan bagi :
1. CJH Usia 83 tahun keatas
2. Penggabungan suami isteri yang terpisah secara sistem
3. Penggabungan Orang tua dengan anak
yang mana peluasan nya akan dimulai tanggal
18 s/d 26 Juni 2013

Pada hari Kamis 6 Juni 2013 diterima surat dari Menteri Haji
Kerajaan Arab Saudi tertanggal 22 Rajab 1434 H yang isinya :
 Ada Keterlambatan penyelesaian rehabilitasi Masjidil
Haram,
 Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengurangi kuota haji
tahun 2013 di seluruh dunia sebesar 20%.

Daya tampung Masjidil Haram semula 48.000 jamaah menjadi
22.000 jamaah dalam satu jam.

Untuk menjamin keselamatan, kenyamanan dan
keamanan, Pemerintah Arab Saudi mengurangi jumlah
kuota sebesar 20% bagi seluruh dunia tanpa kecuali.

Pengurangan kuota ini hanya berlaku sementara sampai
selesainya proyek perluasan tempat tawaf yang
diperkirakan sesudah musim haji tahun 2013.

Pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota Indonesia
sebanyak 20% (42.200 orang). Dengan demikian kuota
Jamaah Haji Indonesia pada tahun 2013 akan menjadi
168.800 jamaah dari semula 211.000 jamaah.
• Untuk Jawa Timur jika terjadi pemotongan 20 % dari kuota
(33.935) maka akan ada 6.792 CJH yang tidak berangkat.
• Penyelesaiannya :
a. 2.903 diambilkan dari sisa kuota yang tidak dilunasi
b. 3.889 di ambilkan dari kuota jamaah yang sudah melunasi (jumlah
berdasarkan data dari Siskohat Pusat)
• Pengurangan untuk jamaah lunas dilakukan berdasarkan PMA Nomor 63
Tahun 2013 tentang Kriteria Keberangkatan Jamaah Haji Tahun 1434 H /
2013 M, yaitu pada pasal 1 Kriteria CJH yang diberangkatkan Tahun
1434H/2013M adalah
a. Jamaah Haji yang telah melunasi BPIH Tahun 1434H/2013M sampai
dengan tanggal 12 Juni 2013
b. Jamaah haji yang melakukan pendaftaran lebih awal sesuai dengan
nomor urut porsi sampai dengan terpenuhinya kuota yang dtentukan
di Provinsi/Kabupaten-Kota
Jawa Timur : 27.143
Sehingga yang semula kuota jatim 33.935 menjadi
27.143 sehingga kuota jatim berkurang 6.792
 Setelah penetapan Kuota Perubahan oleh Menteri Agama maka
Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melakukan
verifikasi dan validasi terhadap Calon Jamaah Haji yang telah
melunasi BPIH Tahun 1434 H / 2013 M yang meliputi :
a) Jamaah yang sudah pernah menunaikan Ibadah Haji dan
bukan sebagai Pembimbing / Memahrami
b) Jamaah yang dengan sukarela atau dengan alasan tertentu
lainnya mengundurkan diri untuk ditunda keberangkatannya
tahun 1434H/2013M atau jamaah tersebut batal berangkat.
 Dalam hal hasil verifikasi dan validasi jika ada jamaah tunda atau
batal, akan diisi nomor urut porsi selanjutnya dalam satu Provinsi
 Selanjutnya pada tanggal 15 Juli 2013 nama-nama Calon
Jamaah Haji BERANGKAT dan TUNDA secara resmi di
umumkan Kementerian Agama Pusat melalui website resmi
yaitu haji.kemenag.go.id
 Untuk Jawa Timur Porsi Tertinggi yang bisa berangkat
Ibadah Haji Tahun 1434 H adalah : 1300 314 359
DOKUMEN HAJI
Persiapan dokumen haji diawali dengan Rapat Koordinasi
yang dihadiri :
1. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi
Jawa Timur,
2. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh
3. Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota sejatim
4. Kasi Peny. Haji dan Umroh se Jawa Timur
5. Kepala Kantor Imigrasi Se Jawa Timur
Dimana penerbitan passport serentak sesuai dengan
Surat Edaran Dirjen PHU Nomor :
DJ/VII.II/2/HJ.00/1612/2013 tanggal 2 Mei 2013
bahwa Penerbitan Paspor CJH Tahun 1434 H dimulai
pada tanggal 6 Mei 2013
Lanjutan Dokumen Haji
1. Proses Visa Paspor Haji dilakukan di Kedutaan
Arab Saudi di Jakarta mulai tanggal 20 Juni
2013 dengan prinsip awal bil awal akhir bil akhir.
2. Sampai dengan saat ini Paspor dari daerah
yang sudah dikirim ke Provinsi sebanyak :
22.959 (85%)
3. Dan Paspor dari Provinsi yang sudah dikirim ke
Jakarta untuk Proses Visa sebanyak : 20 ribu
PELAKSANAAN MANASIK, BIMBINGAN
DAN INFORMASI HAJI
1.
2.
3.
4.
5.
Kegiatan bimbingan manasik pada tingkat Kabupaten/Kota
sebanyak 3 (tiga) kali pertemuan sedangkan pada tingkat KUA
Kecamatan dilakukan sebanyak 7 (tujuh) kali pertemuan
Alokasi waktu bimbingan manasik haji untuk 1 (satu) kali
pertemuan adalah 4 jam pelajaran (4x60 menit) per hari
Mencetak Buku Informasi Haji dan Pamflet Peta Mekah dan
Madinah
Sosialisasi dan informasi haji secara komprehensif melalui stasiun
TV Lokal dan Radio (TVRI, JTV, SBO Tv dan Kompas TV, radio
(suara surabaya dan suara muslim) yaitu dalam bentuk talkshow /
dialog interaktif
Membuka layanan call center haji di nomor : 021-500425
TRANSPORTASI HAJI
 Jamaah haji Jatim dari 38 daerah tingkat II masuk ke
embarkasi dan debarkasi menggunakan transportasi bus yang
diakomodir oleh masing-masing daerah, kecuali CJH Kota
Surabaya yang diatur oleh KBIH dan masing-masing jamaah
(perorangan)
 Untuk CJH Propinsi NTT dan Propinsi Bali perjalanan ke
Asrama Haji Embarkasi Surabaya hampir semuanya
menggunakan pesawat reguler, akan tetapi masih ada yang
menggunakan bus
 Pada tahun 2013 seluruh jamaah haji Embarkasi SUB akan di
angkut dengan pesawat Saudi Arabia Airlines dengan jenis
pesawat Boing 747-400 dengan kapasitas seat pesawat
sebanyak 450
PENYUSUNAN KLOTER
1. Tahap awal dilaksanakan penyusunan kloter yakni Qur`ah Urutan daerah per
wilker dari 38 Kab/Kota Jawa Timur, yang telah dilaksanakan pada tanggal 18 Juli
2013 di Hotel Oval Surabaya, dengan hasil Rapat sebagai berikut :
2. Selanjutnya pada hari Senin s.d Selasa tanggal 22 s.d 23
Juli 2013 di adakan Rapat Koordinasi dan Finalisasi
Jadwal Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji
Tahun 1434 H / 2013 M untuk Embarkasi Surabaya yang
dihadiri oleh Direktur Pelayanan Haji Ditjen PHU
Kemenag Pusat dan Kepala Kanwil Kementerian Agama
beserta Kabid Penyelenggaraan Haji Propinsi Bali dan
Propinsi NTT di Wisma Haji Surabaya.
3. Tahap Selanjutnya yaitu penyusunan Kloter setelah
daerah Kabupaten / Kota mengirimkan Jumlah Data Riil
Jamaah Berangkat setelah di kurangi atau ditambah
dengan Jamaah Mutasi Masuk ataupun keluar.
1. CJH berada di Asrama Haji (1x24jam), CJH mendapatkan
konsumsi 3 kali makan, 2 kali snack, akomodasi kamar full
AC, pemberian gelang identitas, pemantapan manasik haji
dan konsultasi, pelayanan kesehatan, pemberian uang
living cost, dan passport haji
2. Selama di Asrama Haji, CJH tidak diperkenankan
meninggalkan asrama.
3. Buku kesehatan CJH disetorkan oleh daerah tingkat II ke
Embarkasi sehari sebelum pemberangkatan
4. Pemeriksaan x-ray oleh pihak Penerbangan
5. Pemberangkatan jamaah dari Asrama Haji ke bandara
Juanda menggunakan bus full AC, dikawal foreder kurang
dari 3 jam sebelum take off dengan tanggungan pihak
penerbangan
1. Jemaah haji tetap menggunakan
pakaian seragam batik haji, khusus
jamaah haji wanita menggunakan
seragam kerudung dan bagi
jamaah haji Pria menggunakan peci
bermotif seragam batik
2. Pakaian
seragam
dan
kelengkapannya wajib dipakai saat
keberangkatan dan kepulangan
jemaah haji baik di Embarkasi dan
selama berada di Arab Saudi
kecuali saat melaksanakan umroh
dan wukuf
RENCANA JADWAL PERJALANAN HAJI
(BERDASARKAN KALENDER UMMUL QURO` ARAB SAUDI
TAHUN1434 H / 2013 M
1. Tgl 9 Sept 2013
: CJH masuk Asrama
2. Tgl 10 Sept 2013 : Awal Pemberangkatan Kloter 1
3 Tgl 9 Okt 2013
: Akhir Pemberangkatan
5 Tgl 9 Okt 2013
: Closing Date (Pukul 24.00 WAS)
6 Tgl 13 Okt 2013
7 Tgl 14 Okt 2013
8 Tgl 20 Okt 2013
: Hari Tarwiyah
: Pelaksanaan WUKUF
: Awal Kedatangan Kloter pertama
9 Tgl 19 Nop 2013 : Akhir Kedatangan

similar documents