Mikrobio bab I 2012

Report
Drs. Slamet Santosa M.Si.
Pendahuluan
A. Dipelajari: Organisme kecil-kecil, sifatnya,
kehidupannya, dan penyebarannya.
B. Cabangnya: Virologi (virus), bakteriologi (bakteri)
dan mikologi (khamir dan kapang).
C. Manfaat: untuk pembuatan anggur, yogurt, keju,
penisilin, dan pemrosesan air limbah serta genetika
molekuler.
D. Periode: perintisan, keemasan, dan
modern.
E. Perkembangan alat: Mikroskop elektron,
elektroforesis, khromatografi, dan PCR .
F. Kerugian: penyebab penyakit dan
persenjataan biologis.
Ruang lingkup:
1. Bidang kesehatan: kebersihan, sanitasi dan
higiene.
2. Bidang bahan makanan: proses pembuatan,
pengawetan, kualitas dan keselamatan.
3. Bidang pertanian: peternakan, perikanan,
kehutanan, dan pasca panen.
4. Bidang industri: kimia, obat-obatan, kertas
dan tekstil.
5. Bidang lingkungan hidup dan pencemaran.
Habitat:
1. Mikrobiologi tanah: pertanian,
kehutanan dan tambang.
2. Mikrobiologiair: pertanian, perikanan/
peternakan, kesehatan dan industri.
3. Mikrobiologi udara:
kedokteran/kesehatan, industri dan ruang
angkasa.
4. Mikrobiologi rumen: Kesehatan,
peternakan/ perikanan dan bahan
makanan.
Problem.
1. Problem Dasar: ekologi mikroba,
fisiologi mikroba, biokimia mikroba,
dan genetika mikroba.
2. Problem terapan mikrobiologi:
kesehatan, sanitasi, makanan, pasca
panen, industri, analitik, lingkungan,
geologi dan pertambangan, dan
kesenjataan.
SEL BAKTERI
Bentuk: Basil, kokus dan spiral.
Ukuran: basil (0.2 – 2.0 μ), kokus (0.5 – 2.5μ),
spiral (0.5 – 1.5 μ), mikoplasma (0.1 – 0.15
μ).
Ciri umum: uniseluler, umumnya tidak
berklorofil, reproduksi aseksual dengan belah
biner, hidup bebas, parasit (patogen pada
manusia dan hewan dan tumbuhan), saprofit,
hidup di tanah, air, tubuh hewan, manusia
dan tumbuhan.
Susunan sel Bakteri:
1. Dinding sel.
a. Kandungan: asam teikoat, protein, polisakarida,
lipoprotein, lipopolisakarida, dan peptidoglikan.
Peptidoglikan: 1). N-asetil glukosamin (NAG)
2). N-asetil muramat (NAM)
3). Peptida: alanian, glutamat,
lisin, dan diamino pimelat.
b. Fungsi: pelindung/bentuk sel, reproduksi sel,
pertukaran zat, kegiatan metabolisme.
2. Kapsula/Lapisan lendir.

Lapisan di luar dinding sel dan melekat
sel.
 Terdiri dari gula sederhana, gula amina,
asam gula dan campurannya.

Fungsi: mencegah kekeringan sel,
mencegah pencantelan bakteriofage,
antifagosit (virulen=ganas), bagi
industri merugikan karena terjadi
penumpukan lendir.
3. Pili/fimbria.








Benang halus keluar dari dinding sel.
Padabakteri Gram - negatif bentuk batang.
Bisa lepas dan tidak merusak pertumbuhan
bakteri.
Tidak berfungsi sebagai alat gerak.
Fungsi:
Pilus seks: masuknya bahan genetik saat
perkawinan.
Alat pelekat: untuk melekat pada permukaan
batu, akar, jar. hewan/ tumbuhan.
Bersifat virulen.
4. Flagela/Trikha







Alat gerak pada bakteri
Berasal dari membran sitoplasma.
Macamnya:
Monopolar/monotrikha: flagel satu pada
salah satu ujung.
Monopolar/lofotrikha: flagel banyak pada
satu ujung.
Bipolar/amfitrikha: flagel pada kedua
ujungnya.
Peritrikha: flagel banyak pada seluruh
permukaan.
5. Membran sitoplasma/plasmolemma.








Tersusun senyawa protein, lipid dan asam
nukleat.
Tempat perlekatan pangkal flagel.
Fungsi:
Pembelahan sel dan sintesis dinding sel.
Permeabilitas danpengangkutan nutrien
dan sisa metabolisme.
Pengeluaran ekso enzim hidrolitik.
Tempat berlangsungnya bio energi.
Pengangkutan elektron dan fosforilasi
oksidatif pada spesies aerob.
6. Mesosom







Membran sitoplasma yang melipat ke dalam
(invaginasi).
Fungsi:
Tempat respirasi.
Pembentukan dinding sel.
Pengaturan pembelahan sel.
Pengambilan DNA pada waktu konjugasi/
transformasi.
Tempat pencantelan intipada waktu
replikasi.
7. Sitoplasma.




Terdiri karbohidrat, protein, enzim,, belerang,
kalsium, karbonat dan ARN.
Terdapat ribosom (sintesis protein)dan DNA.
DNA Kromosom: terdapat di dalam inti sel/
DNA inti.
DNA ekstra kromosom: di luar inti/ DNA
sitoplasma (mitokondria, kloroplast dan
plasmid).
Macam Plasmid:
1. Plasmid F.
 Plasmid yang mengandung bermacam gen untuk
replikasi dan proses transfer/konjugasi.
 Dapat pindah sendiri (Self-transmissible
plasmid).
 Dikenal sebagai faktor seks (fertility factor):
punya kemampuan memindahkan gen dari sel
satu ke sel lain.
 Dapat berintegrasi dengan kromosom dan
mampu memindahkan DNA kromosom dari
sel satu ke sel lain.
2. Plasmid R
 Plasmid yang membawa gen-gen penyebab
resistensi terhadap antibiotik.
 Dapat pindah dari sel satu ke sel yang lain
dan menyebabkan sel inang menjadi resisten
antibiotik.
 Punya dua segmen:
 Segmen : resistance transfer factor (RTF)
yaitu mengatur replikasi DNA dan gen
transfer.
 Segmen : determinant yaitu mengatur
resistensi terhadap antibiotik.
3. Plasmid Col (colicinogenic factor).
 Plasmid yang mensintesis kumpulan beberapa
protein disebut kolisin (dapat membunuh
bakteri lain).

Sistem kerjanya: terikat pada reseptor
spesifik permukaan sel kemudian
merusak membran dan menghambat
transkripsi
4. Plasmid Virulen.
Pada E. coli enteropatogenik dan E.
coli enteroinvasif.
5. Plasmid Perangsang Tumor (Ti)
Pada Agrobacterium tumefaciens.
6. Mega Plasmid (plasmid berukuran
besar)
Pada Rhizobium, Pseudomonas,
Agrobacterium.
Perbedaan keberadaan plasmid dan
kromosom:
 Plasmid di dalam sel “tidak mutlak” suatu sel
dapat kehilangan plasmid tanpa mengganggu
kemampuan hidupnya.
 Keberadaan kromosom di dalam sel “mutlak”,
sel akan mati/tidak dapat menghasilkan
keturunan bila kehilangan kromosom.
DNA sitoplasma:
DNA utas ganda, sirkuler.
 Mirip DNA bakteri
 Organel otonom di dalam sel
 Gen sitoplasma tidak mengikuti kaidah
mendel.


similar documents