RPL 3 Metodologi pembangunan perangkat lunak

Report
Slamet Sn
PENDEKATAN BERORIENTASI
OBJECT
OO vs Konvensional
 Pendekatan konvensional, berfokus pada
fungsi.
 Pendekatan Berorientasi Object berfokus pada
objek yang mengkombinasikan data dan
fungsionalitas
Obj Oriented
Pendekatan berorientasi object adalah cara
memandang persoalan menggunakan model
– model yang diorganisir seputar konsep
objek yang mengkombinasikan struktur data
dan perilaku suatu entitas.
Beorientasi Object = object + Klasifikasi + pewarisan + Komunikasi
ASAL MUASAL OO
 Kelas objek digunakan untuk
,mensimulasikan aplikasi dunia nyata
 Sumber daya terproteksi di sistem operasi
 Unit pengetahuan disebut frame digunakan
untuk representasi pengetahuan
Keunggulan Pendekatan
Beorientasi Objek
 Pendekatan objek menuntun pengunaan ulang
komponen program sebelumnya,sehingga PL
lebih cepat dan berkualitas tinggi
 Mempermudah pemeliharaan karena
strukturnya
 Lebih mudah diadaptasi dan diskala menjadi
sistem yang lebih besar karena sistem lebih
besar dibuat dengan merakit subsistem yg dpt
didaur ulang
Alasan Pemilihan pengembangan
Berorientasi objek
 Abstraksi yang lebih tinggi; karena objek
mengkapsulkan data (atribut) dan fungsi
(metode), maka pendekatan objek bekerja di
level lebih tinggi daripada di level fungsi.
 Dapat memanfaatkan keampuhan bahasa
berorientasi objek dan mempraktekkan teknik
pemrog. Yang baik, Pd OO kelas memisahkan
bagian antarmuka (spesifikasi ttg apa yg
dilakukan kelas) dan implementasi dari
antarmuka(ttg bagaimana kelas melakukan apa
yg dilakukan) sec jls
OO
 Peningkatan gunaulang, objek dapat
digunaulang karena memodelkan domain
persoalan di dunia eksternal secara langsung
setidaknya sampai model analisis
OOA
 Analisis Berorientasi Objek; langkah pertama
menuju analisis berorientasi objek adalah
berkaitan dengan pembuatan model yang
presisi, relevan,tegas,dapat dipahami dan benar
dari dunia nyata.
 Perancangan Berorientasi Objek ; dimulai
dengan hasil keluaran yang dihasilkan tahap
analisis dan aktivitas yang dilakukan secara
perlahan , yang melibatkan :
 Pendefinisian strategi implementasi
 Penyelesaian trade-off kriteria kualitas yang muncul
Dampak pendekatan
berorientasi objek
 Penggeseran usaha pengembangan menjadi
intensif pada fase analisis dan perancangan;
shg membuat tambahan waktu analisis dan
perancangan ttp menghasilkan implementasi
yang cepat dan sederhana
 Penekanan pada objek bukan data ataupun
fungsi
 Proses pengembangan yang seamlessness;
pendekatan berorientasi objek
mendefiniskan satu himpunan objek
persoalan di awal proyek,meneruskan
penggunaannya dan memperluas objek.
 Iteratif (berulang) bukan sekuen;
Keunggulan pendekatan
Berorientasi objek
 Bekerja yang mendekati kognisi manusia
 Menghasilkan sistem yang dibangun diatas
bentuk antara yang stabil shg mampu mengikuti
perubahan
 Dapat digunakan tidak hanya pada PL tapi
seluruh proses pengembangan PL
 Mereduksi resiko pengembangan sistem
kompleks terutama karena pemaduan terjadi
menyebar pada siklus kehidupan tidak tjd dlm
sekejab
Kriteria pendekatan Objek
 Abstraksi
 Pengkapsulan
 Modularitas
 Hirarki
 kongkurensi

similar documents