akreditasi gudep - kwartir cabang gerakan pramuka kabupaten

Report
AKREDITASI GUGUS DEPAN
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR
: 203 TAHUN 2011
TANGGAL
: 28 OKTOBER 2011
TENTANG
: PEDOMAN AKREDITASI GUGUS DEPAN
OLEH
KAK OMBAK TS.
PEDOMAN AKEDITASI GUGUSDEPAN GERAKAN
PRAMUKA
DOKUMEN PORTO FOLIO
INSTRUMEN PORTO FOLIO
PEDOMAN AKEDITASI GUGUSDEPAN GERAKAN
PRAMUKA
A) UMUM
Gudep merupakan ujung tombak pendidikan kepramukaan yang
didedikasikan untuk :
Memanfaatkan, mendiseminasikan, mentransformasikan, nilai-nilai
kepramukaan dengan menerapkan PD dan MK.
Wadah Pembinaan bagi anggota muda dan pengabdian bagi
anggota dewasa.
Meningkatkan mutu kehidupan masyarakat, khususnya kaum muda.
Untuk menopang fungsi tersebut, Gugus dedpan harus mampu mengatur
diri sendiri dalam upaya meningkatkan dan menjamin mutu secara terus –
menerus, baik masukan, proses pendidikan kepramukaan maupun
keluaran berbagai program dan layanan yang diberikan kepada
anggotanya.
Akreditasi adalah,
kegiatan penilaian kelayakan program dan/atau satuan pendidikan berdasarka
kreteria yang telah ditetapkan.
Akreditasi merupakan
bentuk akuntabilitas publik dilakukan secara obyektif, adil, transparan dan
komperhensif dengan menggunakan instrumen dan kreteria yang mengacu
kepada standar nasional pendidikan.
Akreditasi Gugus depan adalah,
seluruh proses kegiatan evaluasi dan penilaian secara komperhensif atas
komitmen Gugus depan terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan
program pendidikan kepramukaan yang akan dilakukan oleh Tim Asesor yang
ditugaskan oleh Kwartir, untuk menentukan kelayakan Gugusdepan harus
menunjukkan bukti – bukti yang dipersyaratkan dalam akreditasi tersebut.
Asesor dan Tim Asesor
Akan diatur dalam Surat Keputusan tersendiri.
B) DASAR
1.
Undang – Undang No. 12 Tahun 2010. tentang Gerakan Pramuka.
2.
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009
tentang Pengesahan Anggaran Dasar.
3.
Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 234 Tahun
2010 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
4.
Rencana Strategik Gerakan Pramuka Tahun 2009 – 2014.
5.
Keputusan Kwartir Nasional Nomor 044 Tahun 1998 tentang Petunjuk
Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartri.
6.
Program Revitalisasi Gerakan Pramuka
7.
Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun
2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugus depan.
C) TUJUAN, MANFAAT DAN PRINSIP AKREDITASI GUGUS DEPAN.
1)
Tujuan Akreditasi Gugus depan adalah :
a.
Menjamin Gugus depan yang terakreditasi telah memebuhi
standar mutu yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional,
sehingga mampu memberikan perlindungan bagi
masyarakat dari penyelenggaraan pendidikan kepramukaan
yang tidak memenuhi standar.
b. Memotivasi Gugus depan untuk terus menerus melakukan
perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi.
2. Manfaat Akreditasi, sebagai dasar pertimbangan dalam proses
pembinaan dan pengakuan dari kwartir.
3. Prinsip-prinsip Akreditasi Gugusdepan :
a. Obyektif.
b. Komprehensif
c. Adil
d. Transparan
e. Akuntabel.
D. RUANG LINGKUP.
1. Umum.
2. Dasar
3. Tujuan, manfaat dan prinsip akreditasi gugus depan
4. Ruang lingkup
5. Pengertian.
6. Wewenang, tugas dan tanggung jawab
7. Aspek-aspek pelaksanaan akreditasi gugus depan
8. Standar Akreditasi gugus depan
9. Komponen akreditasi
10. Prosedur dan teknis akreditasi gugus depan
11. Instrumen Akreditasi gugus depan
a) Dokumen Portofolio
b) Instrumen portofolio gugus depan terakreditasi
12. Proses akreditasi gugus depan :
a) Penskoran akreditasi
b) Pemeringkatan ahsil
c) Analisis komponen
13. Kode etik
14. Penutup.
E. PENGERTIAN :
1) Standar Akreditasi
tolok ukur yang digunakan untuk menetapkan kelayakan dan mutu
gugus depan.
2) Prosedur Akreditasi
Tata cara yang harus dipatuhi dalam rangka melaksanakan akreditasi
gugus depan.
3) Instrumen akreditasi
Alat yang digunakan untuk mengisi data dan informasi untuk dijadikan
bahan evaluasi.
4) Akuntabilitas
Pertanggungjawaban suatu institusi kepada pemangku kepentingan
mengenai pelaksanaan tugas dan fungsinya .
5) Asesmen
Adalah pengkajian, evaluasi dan penilaian data dan informasi yang
disampaikan oleh gugus depan di dalam portofolio, dilakukan oleh
Tim Asesor dalam proses akreditasi, sebelum visitasi ke gugus depan
yang akan di akreditasi
6) Evaluasi diri
Proses yang dilakukan oleh gugus depan untuk menilai secara kritis
keadaan dan kinerjanya sendiri. Hasil evaluasi diri digunakan untuk
memperbaiki mutu kinerja gugus depan tersebut. Laporan Evaluasi diri
merupakan bahan untuk akreditasi .
7) Portofolio
Suatu instrumen akreditasi untuk mengumpulkan informasi tentang
berbagai standar dan parameter yang mempengaruhi kinerja dan hasil
kerja suatu gugus depan, disajikan secara kritis dan bersifat
transparan, serta menggambarkan suatu proses perkembangan untuk
menilai mutu proses dan hasil kerja gugus depan tersebut.
Portofolio mencakup evaluasi diri dan penjabaran informasi
berdasarkan dokumen / bukti asli.
8) Asesor
Anggota Dewasa Gerakan Pramuka yang ditugasi Kwartir untuk
melakukan asesmen
9) Tim Asesor
Suatu tim yang terdiri atas unsur-unsur yang memahami kepramukaan
dan ditugasi oleh Kwartir Nasional untuk melakukan evaluasi dan
penilaian terhadap gugus depan yang akan diakreditasi.
10) Visi
Rumusan tentang keadaan dan peranan yang ingin dicapai di masa
depan. Visi mengandung perspektif masa depan yang merupakan
pernyataan tentang keadaan dan peranan yang akan dicapai oleh
gugus depan.
11) Visitasi
Kunjungan ke gugus depan yang dilakukan oleh tim asesor untuk
melakukan klarifikasi, verifikasi dan validasi data serta informasi yang
telah disampaikan oleh gugus depan melalui pengisian instrumen
akreditasi.
F. WEWENANG, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB
1.
Wewenang.
a. Kwartir Nasional
1)
menyusun standar kebijakan penyelenggaraan akreditasi
berupa pedoman akreditasi dan panduan asesor.
2)
menyelenggarakan training of trainer bagi asesor.
3)
melakukan evaluasi dan menilai, serta menetapkan status
dan peringkat mutu gugus depan berdasarkan standar
mutu yang telah ditetapkan.
4) menerbitkan sertifikat akreditasi berdasarkan rekomendasi dari
Kwartir Cabang.
5) mendelegasikan tentang pelaksanaan akreditasi kepada Kwartir
Cabang melalui Kwartir Daerah.
b. Kwartir Daerah.
1) melaksanakan standar mutu penyelenggaraan akreditasi gugus
depan di wilayah kerjanya.
2) menyelenggarakan pelatihan calon asesor di wilayah kerjanya.
3) menyetujui atau menerima rekomendasi akreditasi gugus depan
dari Kwartir Cabang.
c. Kwartri Cabang.
1) menunjuk dan mengangkat tim asesor
2) mengesahkan instrumen portofolio gugus depan yang akan
diakreditasi.
3) memberikan rekomendasi kepada Kwartir Nasional dan
memberikan tembusan ke Kwartir Daerah tentang hasil akreditasi.
2. Tugas dan Tanggungjawab.
a.
Kwartir.
1) Kwartir Nasional
a) mengadakan sosialisasi – sosialisasi tentang akreditasi
gugus depan.
b) melaksanakan training of trainers bagi asesor.
c) menerbitkan sertifikat akreditasi gugusdepan
d) mengirimkan sertifikat akreditasi gugus depan ke kwartir
cabang.
2) Kwartir Daerah.
a) memotivasi kwartir cabang agar gugus depan – gugus depan
melakukan akreditasi.
b) melaksanakan training of trainers asesor tingkat cabang
dengan seizin Kwartir Nasional.
3) Kwartir Cabang.
a) menerima instrumen akreditasi yang telah diisi oleh gugus
depan beserta bukti fisiknya.
b) menyerahkan instrumen akreditasi yang telah diisi oleh
gugus depan beserta bukti fisiknya ke tim asesor.
c) menerima hasil penilaian dan analisis dari asesor terhadap gugus
depan yang dinilai.
d) menyampaikan rekomendasi beserta analisis kepada Kwartir Nasional
dan memberikan tembusan ke Kwartir Daerah tentang hasil akreditasi.
e) menyerahkan sertifikat akreditasi kepada gugus depan yang
bersangkutan.
b. Asesor
1) Menerima instrument akreditasi dari Kwartir Cabang.
2) Memberikan penilaian terhadap instrument akreditasi yang telah diisi
oleh gugus depan.
3) Melakukan visitasi jika dipandang perlu
4) Memberikan laporan tentang penilaian gugus depan beserta analisis
kondisi setiap komponen gugus depan kepada Kwartri Cabang.
c. Gugus depan
1) Menyiapkan data dan bukti fisik sesuai dengan instrumen akreditasi
2) Mengisi instrumen akreditasi sesuai dengan data dan bukti fisik yang
dimilikinya.
3) Menyerahkan instrumen yang telah diisi dan bukti fisik kepada Kwartir
Cabang.
G. ASPEK-ASPEK PELAKSANAAN AKREDITASI GUGUS DEPAN :
Dalam melaksanakan keseluruhan proses akreditasi gugus depan
terdapat beberapa aspek pokok yang perlu diperhatikan oleh setiap pihak
yang terkait, (Gugus depan yang diakreditasi, Asesor, dan Kwartir
Cabang), yaitu :
1) Standar akreditasi Gugus depan,
yang digunakan sebagai tolok ukur dalam mengevaluasi dan menilai
mutu kinerja, keadaan dan perangkat kependidikan dalam Gerakan
Pramuka.
2) Prosedur akreditasi Gugus depan,
merupakan tahap dan angkah yang harus dilakukan dalam proses
pelaksanaanakreditasi Gugusdepan.
3) Instrumen Akreditasi Gugus depan.
Merupakan sarana untuk meyajikan data, informasi sebagai bahan
dalam mengevaluasi dan menilai mutu gugus depan, yang disusun
berdasarkan standar akreditasi yang ditetapkan ; dan
4) Kode Etik Akreditasi Gugus depan,
Sebagai aturan untuk menjamin kelancaran dan obyektivitas proses
dan hasil Askreditasi Gugus depan.
H. STANDAR AKREDITASI GUGUS DEPAN
Standar akreditasi terdiri atas beberapa parameter (indikator kunci) yang
dapat digunakan sebagai dasar :
1. Penyajian data dan informasi mengenai kinerja, keadaan dan perangkat
Gugus depan, yang dituangkan dalam instrumen akreditasi;
2. Evaluasi dan penilaian mutu kinerja, keadaan dan perangkat Gugus
depan
3. Penetapan kelayakan Gugus depan untuk meyelenggarakan programprogramnya; dan
4. Perumusan rekomendasi perbaikan dan pembinaan mutu Gugus depan
I. KOMPONEN AKREDITASI :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Data keanggotaan
Standar Administrasi Gugus depan
Standar Pengelolaan Gugus depan
Standar Kompetensi Pembina
Standar Kegiatan Gugus depan
Standar Pencapaian SKU, SKK, dan SPG.
Standar Sarana Prasarana.
Pengalaman Pembina Mengikuti kegiatan pada
Bidang Pendidikan, Sosial dan Keagamaan.
Penghargaan dan Prestasi.
DESKRIPSI SETIAP KOMPONEN
1. Data Keanggotaan
Dalam gugus depan terdapar 2 jenis yakni,
(1) Anggota Muda : (S, G, T, D)
(2) Anggota Dewasa (yang masih aktif sebagai fungsionaris dalam
organisasi, Pembina Pramuka dan Majelis Pembimbing).
Gugusdepan lengkap, terdiri atas :
a.
Pramuka Siaga, yang dihimpun dalam Perindukan Siaga.
b.
Perindukan Siaga terdiri atas 3-4 barung, masing-masing barung
maksimum beranggotakan 6 Pramuka Siaga.
c.
Tim Pembina Perindukan Siaga terdiri atas 1 Pembina Siaga dan 3
Pembantu Pembina Siaga.
d.
Pramuka Penggalang yang dihimpun dalam Pasukan Penggalange.
e.
Pasukan Pengglang terdiri atas 3-4 regu, masing-masing regu
beranggotakan 6-8 orang Pramuka Penggalang.
f.
Tim Pembina Pasukan Pengglang terdiri atas 1 Pembina
Penggalang dan 2 Pembantu Pembina Penggalang.
g. Pramuka Penegak yang dihimpun dalam Ambalan Penegak
h. Ambalan Penegak terdiri dari atas 12-32 orang Pramuka Penegak,
dibagi menjadi 3-4 kelompok yang disebut Sangga.
i. Tim Pembina Ambalan Penegak terdiri atas, 1 Pembina Penegak dan 1
orang Pembantu Pembina Penegak.
j. Pramuka Pandega dihimpun dalam Racana Pandega terdiri atas paling
banyak 30 orang Pramuka Pandega dan tidak dibagi dalam kelompok
kecil.
k. Tim Pembina Racana Pandega terdiri atas 1 Pembina pandega dan
Nara Sumber Ahli.
2. Standar Administrasi Gugus depan
Gugus depan di lingkungan Gerakan Pramuka merupakan pusat gerak dan
wadah pembinaan Pramuka, oleh karena itu dukungan administrasi perlu
dilaksanakan secara tertata dan tertib namun sederhana sebegai landasan
penentuan arah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan
serta penentuan langkah – langkah lanjutan karena terdapat unsur
keterkaitan dengan adminsitrasi kwartir
3. Tandar Pengelolaan Gugus depan
Pengelolaan Gugus depan merupakan aspek penting untuk menjamin
kelancaran tugas operasional gugus depan, pelaksanaan program dan
pencapaiansasaran.
4. Standar Kompetensi Pembina
.
Pembina, Pembantu Pembina, adalah sumber daya yang bertanggung
jawab atas pencapaian sasaran mutu keseluruhan program pendidikan
kepramukaan.
Gugus depan sebagai lembaga harus dapat mengelola dan menempatkan
sumberdaya pembina dan pembantu pembina sebagai komponen utama
untuk menyukseskan program pendidikan kepramukaan dalam rangka
mencapai visi dan misinya.
Gugus depan harus mempunyai sistem pengelolaan pembina dan
pembantu pembina yang lengkap sesuai dengan kebutuhan, perencanaan
dan pengembangan.
5. Standar Kegiatan Gugusdepan
Standar kegiatan Gugus depan marupakan bagian kegiatan ayng
mengembangkan potensi mental, moral, spiritual, emosional, sosial,
intelektual dan fisik sebagai SDM atau pemimpin yang kualitas di masa
datang.
6. Standar Pencapaian SKU-SKK-SPG
Gugus depan harus mengembangkan sistem dan proses pembelajaran
yang mencewrminkan strategi untuk mencapai tujuan, melaksanakan misi
dan mewujudkan visinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Gugus depan
harus memfasilitasi pramuka agar bisa mengembangkan segala potensi
yang dimiliki melalui berbagai kegiatan, sehingga mampun
mengembangkan nilai-nilai profesionalisme agar dapat beradaptasi secara
cepat saat memasuki dunia profesi melalui sistem pembelajaran
berdasarkan Prinsip dasar dan metode Kepramuka.
7. Standar Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana adalah unsur penunjang dalam pelaksanaan
pendidikan kerpamukaan di Gugus depan. Sarana dan prasarana tersebut
memerlukan sistem pengelolaan yang mencakup perencanaan,
pengadaan, pendataan, pemanfaatan, pemeliharaan, penghapusan, serta
pemutahiran. Gugus depan harus memiliki kelengkapan sarana dan
prasarana yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan
pedoman tentang sistem klasifikasi, inventarisasi dan informasi
keberadaannya.
8. Pengalaman mengikuti kegiatan pada Bidang Pendidikan,
Sosial dan Keagamaan.
Keaktifan pembina di Gugus depan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di
luar kegiatan kepramukaan perlu digalakkan dalam rangka peningkatan
mutu pembinaan dalam gugus depan tersebut.
9. Penghargaan dan Prestasi
Penghargaan yang diterima dan/atau prestasi yang dicapai oleh gugus
depan baik yang diperoleh dari tingkat ranting, cabang, daerah, nasional
maupun internasional.
J. PROSEDUR DAN TEKNIS AKREDITASI GUGUS DEPAN
1.
Ktentuan Umum
a. Sampul akreditasi gugus depan berpangkalan di sekolah/perguruan
tinggi menggunakan cover warna putih.
b. Akreditasi gugus deoan tidak berpangkalan di sekolah/perguruan
tinggi menggunaan cover warna kuning.
c. Tinta yang digunakan untuk tanda tangan, stempel dan nilai
berwarna biru.
d. Penyerahab bahan akreditasi sebanyak 2 berkas yang terdiri atas :
1) 1 berkas portofolio asli.
2) 1 berkas fotokopi yang telah dilegalisir oleh ketua majelis
pembimbing gugus depan dengan stempel gugus depan pada
setiap lembarnya.
e. Kwartri Nasional melakukan TOT asesor dan Kwartir Daerah serta Kwartir
Cabang menetapkan Tim Asesor.
2. Tahap Awal (Eligibility).
a. Kwartir Nasional melalui Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang memberi
tahu Gugus depan mengenai prosedur pelaksanaan akreditasi Gugus
depan.
b. Gugus depan mengisi instrumen akreditasi dan menyerahkan kembali ke
Kwartir Cabang untuk di akreditasi.
3. Tahap Pengisian Instrumen.
a. Isilah identitas peserta akreditasi.
b. Isilah instrumen – instrumen dan dilengkapi dengan data-data
pendukungnya.
4. Tahap Pemberkasan.
a.
Kwartir Cabang mengirimkan instrumen akreditasi beserta nomor
akreditasi kepada Gugus depan.
b.
Gugus depan dapat mengunduh instrumen akreditasi melalui situs web
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka www.pramuka.or.id
c.
Gugus depan menyusun portofolio sesuai dengan pedoman dan
instrumen akreditasi yang telah ditanda tangani oleh Ketua Gugus
depan,Majelis Pembimbing Gugus depan dan Kwartir Cabang
setempat.
d.
Gugusdepan melengkapi data dengan dokumen/bukti sesuai dengan
instrumen yang diisi.
e.
Gugus depan memberkas instrumen akreditasi asli beserta buktibuktinya kemudian memfotokopi dan melegalisir berkas fotokopi
tersebut lembar per lembar dengan stempel gugus depan, kemudian
masing-masing berkas dimasukkan ke dalam amlop berwarna coklat.
f.
Gugus depan menggugah kembali data-data instrumen tersebut ke
situs web www.pramuka.or.id
g.
Dua berkas instrumen yang telah dimasukkan dalam amlop warna
coklat dikirim ke kwartir cabang untuk diakreditasi.
h. Gugus depan yang tidak ada akses internetnya, Kwartir Cabang melalui
asesornya menggugah kembali ke sistus web www.pramuka.or.id.
5. Tahap Penilaian.
a.
Setelah menerima berkas asli dan fotokopi bahan akreditasi dari
gugus depan, kwartir cabang memeverifikasinya.
b.
Tim asesor menilai berkas-berkas yang telah diverifikasi oleh
kwarcab.
c.
Jika dipandang perlu tim asesor melakukan visitasi ke gudep.
d.
Tim asesor melaporkan hasil visitasi gudep kepada kwarcab paling
lama 2 minggu setelah visitasi.
e.
Ketua kwarcab memvalidasi laporan tim asesor.
f.
Kwarcab memberikan rekomendasi kepada Kwarnas dan memberikan
tembusan ke Kwarda tentang hasil akreditasi.
g.
Kwarnas menetapkan hasil akreditasi gudep dan menyampaikan ke
Kwarda dan Kwarcab.
h.
Kwarnas menyampaikan sertifikat akreditasi kepada Kwarcab yang
bersangkutan dengan membuat tembusan kepada Kwarda.
i.
Penilaian bersifat final dengan standar akreditasi A,B,C dan D.
j.
Besaran bobot setiap komponen akreditasi akan memperlihatkan
gambaran gugus depan yang sesuai dengan standar akreditasi dan
menjadi bahan pertimbangan atau masuka oleh asesor melalui Kwarcab
untuk keperluan pembinaan dan perbaikan selanjutnya.
K. INSTRUMEN AKREDITASI GUGUS DEPAN.
1.
2.
Dokumen Portofolio
a) Gugus depan mengisi identitas peserta akreditasi
b) Gugus depan meminta legalitas kepada Majelis Pembimbing.
c) Gugus depan meminta legalitas kepada Kwarcab/Kwarran.
Instrumen portofolio gugus depan terakreditasi
a) Gugus depan mengumpulkan data-data sesuai dengan pernyataan
yang ada instrumen akreditasi.
b) Gugus depan mengisi seluruh instrumen yang ada dalam dokumen
portofolio beserta nilai yang tercantum di dalam lampiran teknik
penskoran.
L. PROSES AKREDITASI GUGUS DEPAN
1.
Penskoran akreditasi.
a. Gugus depan dapat memberikan skor setiap pernyataan dari
instrumen berdasarkan pedoman teknik penskoran.
b. Asesor menetapkan skor dari setiap pernyataan instrumen yang
diberikan Gugus depan sesuai dengan pedoman teknik
penskoran.
2.
Pemeringkatan Hasil.
Kwarnas menetapkan peringkat standar akreditasi berdasarkan
rekomendasi dari Kwartir Cabang.
3.
Analisis Komponen.
a. Kwarnas menyalin kembali data-data hasil analisis kondisi setiap
komponen gugus depan yang dikirimkan oleh Kwrcab.
b. Kwarnas menetapkan sebagai bahan perbaikan untuk gugus
depan yang diakreditasi.
M. PEMBIAYAAN
Pembiayaan atas akreditasi ini akan ditanggung secara gotong royong,
antara Kwarnas, Kwarda, Kwarcab, Kwarran, Gudep dan sumber –
sumber lain yang tidak melanggar hukum.
N. PENUTUP.
Demikian Pedoman Akreditasi Gugus depan Gerakan Pramuka ini
disusun untuk menjadi acuan bagi Kwarnas, Kwarda, Kwarcab,
Kwarran, asesor dan Gudep.
PEDOMAN TEKNIS PENSKORAN GUGUS DEPAN
GERAKAN PRAMUKA
1
2
3
4
5
Komponen
Akreditasi
Data Keanggotaan
Standar Adm Gdp
Standar Pengl Gdp
Standar Kompt B.
Standar Kegiatan
6
7
Standar Pencp SKU
Standar Sarpras
8
Pengalaman
Mengikuti Giat PSA
Penghargaan dan
Prestasi Gudep
Jumlah
NO
9
Jml
Butir
3
22
11
2
S=4
G,T,D=9
1
S=12
G,T,D=17
1
Bobot
Komponen
8
15
12
8
12
1
Skor Maksimum Dicapai
S
G
T
D
60
60
60
60
220
220
220
220
110
110
110
110
127
156
147
75
40
90
90
90
10
12
520
120
750
170
650
170
500
170
8
140
105
105
105
15
50
80
30
30
100 %
1387
1681
1582
1360
Skor Setiap Komponen Akreditasi
Rumus :
Jumlah Skor yang setiap komponen
NKA
=
Jumlah Skor Maksimum tiap Komponen
X Bobot tiap Komponen
Contoh :
Misalnya penilaian, Akreditasi Data Keanggotaan;
Skor maksimum dari komponen data keanggotaan 60, dan bobot penilaian
yang ditetapkan 8.
Pencapaian skor data keanggotaan peindukan yang dicapai 10, Jumlah
Pembina Perindukan 3 orang maka skor Pembina Satuan Perindukan 20,
dan skor Majelis Pembimbing karena semua dari unsur sekolah yang
dicapai 10.
Jadi semua skor pada komponen data keanggotaan = 10 + 20 + 10 = 40
40
NKA Data Keanggotaan = ------- X 8 = 5.3333 = 5 %
60
Menentukan Nilai Akhir Komponen Akreditasi
Contoh : Jika Gugus depan hanya memiliki satu satuan misalnya pasukan
penggalang dan skor akhir yang dicapai setiap komponen seperti dibawah ini :
Diperoleh Nilai Akhir = 64,68
Maka Penetapan angka Kreditasi Gudep tersebut adalah C.
Jika Gudep memiliki 2 satuan, misalnya ( S 70,80; G 64,08 ) maka dirata-rata
(70,80 + 64,08)
maka akan diperoleh = 67,44.
2
Pemeringkatan Hasil Akreditasi :
1.
2.
3.
4.
A
B
C
D
Memperoleh nilai akhir
Memperoleh nilai akhir
Memperoleh nilai akhir
Memperoleh nilai akhir
84,50 – 100
70,50 – 84,49
55,50 – 69,49
< 55,50
No
Komponen Akreditasi
Jml
Butir
Bobot
Komponen
Skor
Maks
Skor Yg
Dicapai
Skor
Akhir
1.
Data Keanggotaan
3
8
60
40
5.3
2.
Standar Adm. Gudep
22
15
220
180
12.27
3.
Standar Pengl. Gudep
11
12
110
100
10.91
4.
Standar Kompt B.
2
8
127
40
2.52
5.
Standar Kegiatan
9
12
40
40
12
6.
Standar
Pecp.SKU,SKK,SPG
Standar Sarpras
1
10
520
500
9.62
17
12
120
100
10
1
8
140
25
1.43
1
15
50
0
0
100 %
1387
1145
64.08
7.
8.
9.
Pengalaman Mengikt
Kegiatan P.S.A.
Penghargaan dan Prestasi
Gudep.

similar documents