BAB 3 KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI - EMA821

Report
MANAJEMEN PERBANKAN
LAPORAN
KEUANGAN BANK
9
BAB
DASAR ACUAN
1.
2.
Pernyataan Standard Akuntansi
Keuangan (PSAK ) Kerangka Dasar
Penyusunan Penyajian Laporan
Keuangan
PSAK 31 : Akuntansi Perbankan
PSAK
KERANGKA DASAR
PENYUSUNAN PENYAJIAN
LAPORAN KEUANGAN
PENGERTIAN LAPORAN
KEUANGAN

PSAK Kerangka Dasar Penyusunan
Penyajian Laporan Keuangan paragraf 07
 Laporan
keuangan merupakan bagian dari
proses pelaporan keuangan

Laporan keuangan adalah ikhtisar
mengenai keadaan keuangan suatu
perusahaan (bank) pada suatu periode
tertentu (Martono : 2002)
PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN

PSAK Kerangka Dasar Penyusunan
Penyajian Laporan Keuangan paragraf 09
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Investor
Karyawan
Pemberi pinjaman
Pemasok dan kreditur usaha lainnya
Pelanggan
Pemerintah
Masyarakat
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

PSAK Kerangka Dasar Penyusunan
Penyajian Laporan Keuangan paragraf 12
 Tujuan
laporan
keuangan
adalah
menyediakan informasi yang menyangkut
posisi keuangan, kinerja serta perubahan
posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai
dalam pengambilan keputusan ekonomi.
INFORMASI KEUANGAN

PSAK Kerangka Dasar Penyusunan
Penyajian Laporan Keuangan paragraf 19
 Informasi
posisi
keuangan
terutama
disediakan dalam neraca.
 Informasi kinerja terutama disediakan dalam
laporan laba rugi.
 Informasi perubahan posisi keuangan
disajikan dalam laporan tersendiri.
ASUMSI DASAR

PSAK Kerangka Dasar Penyusunan
Penyajian Laporan Keuangan paragraf 22
 Dasar
akrual (accrual basis) : pengaruh
transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat
kejadian (dan bukan pada saat kas atau
setara kas diterima atau dibayar)
ASUMSI DASAR (lanjutan…)

PSAK Kerangka Dasar Penyusunan
Penyajian Laporan Keuangan paragraf 23
 Kelangsungan
usaha (going concern)
:
perusahaan diasumsikan tidak bermaksud
atau
berkeinginan
melikuidasi
atau
mengurangi secara material skala usahanya
UNSUR LAPORAN KEUANGAN

PSAK Kerangka Dasar Penyusunan
Penyajian Laporan Keuangan paragraf 47
 Berkaitan
dengan posisi keuangan adalah
aktiva, kewajiban dan ekuitas.
 Berkaitan
dengan pengukuran kinerja
adalah penghasilan dan beban
 Laporan
perubahan posisi keuangan
biasanya mencerminkan berbagai unsur
laporan laba rugi dan perubahan dalam
berbagai unsur neraca
PSAK 31 : AKUNTANSI PERBANKAN
PENGUKURAN DALAM NILAI UANG


Laporan keuangan bank harus disajikan
dalam mata uang Rupiah (paragraf 01)
Kurs tengah yaitu kurs jual ditambah kurs
beli Bank Indonesia dibagi dua (paragraf
02)
JENIS LAPORAN KEUANGAN
Paragraf 04
1.
2.
3.
4.
5.
Neraca
Laporan Komitmen dan Kontinjensi
Laporan Laba Rugi
Laporan Arus Kas
Catatan atas Laporan Keuangan
NERACA


Dalam penyajiannya, aktiva dan kewajiban
dalam neraca bank tidak dikelompokkan
menurut lancar dan tidak lancar (unclassified),
namun sedapat mungkin tetap disusun menurut
tingkat likuiditas dan jatuh tempo (paragraf 07)
Komponen-komponen neraca bank disusun
dengan mengacu pada SAK untuk pos-pos yang
bersifat umum dan mengacu pada Pernyataan
ini untuk pos-pos yang bersifat khusus
perbankan (paragraf 08)
LAPORAN KOMITMEN DAN
KONTIJENSI

Komitmen adalah suatu ikatan atau kontrak
berupa janji yang tidak dapat dibatalkan
(irrevocable) secara sepihak, dan harus
dilaksanakan
apabila
persyaratan
yang
disepakati bersama dipenuhi, seperti komitmen
kredit, komitmen penjualan atau pembelian
aktiva bank dengan syarat "repurchase
agreement (Repo), serta komitmen penyediaan
fasilitas perbankan lainnya (paragraf 11)
LAPORAN KOMITMEN DAN
KONTIJENSI

Kontinjensi
adalah
tagihan
atau
kewajiban bank yang kemungkinan
timbulnya tergantung pada terjadi atau
tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa
dimasa yang akan datang (paragraf 12)
LAPORAN LABA RUGI

Laporan laba-rugi bank disusun dalam
bentuk berjenjang (multiple step) yang
menggambarkan pendapatan atau beban
yang berasal dari kegiatan utama bank
dan kegiatan lainnya (paragraf 16)
LAPORAN LABA RUGI

Cara penyajian laporan laba-rugi bank
adalah sebagai berikut (paragraf 17) :
wajib memuat secara rinci unsur
pendapatan dan beban,
b. unsur pendapatan dan beban harus
dibedakan antara pendapatan dan beban
yang berasal dari kegiatan operasional dan
non-operasional.
a.
LAPORAN ARUS KAS

Sesuai dengan PSAK No. 2 tentang
Laporan Arus Kas harus disusun
berdasarkan konsep kas (cash concept)
selama periode laporan (paragraf 19)
CATATAN ATAS LAPORAN
KEUANGAN

Di samping hal-hal yang wajib
diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan sebagaimana dijelaskan dalam
SAK dan Pernyataan ini, bank juga wajib
mengungkapkan dalam catatan tersendiri
mengenai posisi devisa neto menurut jenis
mata uang serta aktivitas-aktivitas lain
seperti kegiatan wali amanat, penitipan
harta (custodianship), dan penyaluran
kredit kelolaan (paragraf 20)
LAPORAN KEUANGAN
GABUNGAN DAN KONSOLIDASI

Bank yang mempunyai kantor cabang atau
kantor operasional lainnya wajib menyusun
laporan keuangan gabungan pada setiap
tanggal laporan, yang meliputi seluruh kantornya
baik yang ada didalam maupun di luar negeri.
Dalam membuat laporan gabungan, saldo
rekening antar kantor (termasuk pendapatan
dan beban) wajib dieliminasi sedemikian rupa
sehingga mencerminkan posisi keuangan dan
hasil usaha bank secara wajar (paragraf 21)
LAPORAN KEUANGAN
INTERIM

Laporan keuangan interim yang meliputi
periode bulanan atau triwulanan
merupakan bagian integral dari laporan
keuangan tahunan. Oleh karena itu
laporan keuangan interim tersebut wajib
disusun berdasarkan prinsip akuntansi
yang sama dengan laporan keuangan
tahunan (paragraf 24)
MENGENAL LAPORAN
KEUANGAN BANK
Contoh neraca
 Contoh laba rugi


similar documents