PPT - Jurusan Kimia UNNES

Report
MERANCANG KEGIATAN
LABORATORIUM SEKOLAH
OLEH
DRS. KASMUI, M.SI
(JURUSAN KIMIA FMIPA UNNES)
Diklat Kepala Laboratorium IPA, Boyolali 27 April 2013
PERMASALAHAN
 Kemampuan dan penguasaan guru terhadap
peralatan dan pemanfaatan bahan praktek masih
belum memadai,
 Kurang memadai baik secara kualitas maupun
kuantitas tenaga laboratorium,
 Banyak alat-alat laboratorium dan bahan yang sudah
rusak yang belum diadakan kembali, dan
 Tidak cukupnya/terbatasnya alat-alat dan bahan
mengakibatkan tidak setiap siswa mendapat
kesempatan belajar untuk mengadakan eksperimen.
Berdasarkan hasil pemantauan Direktorat Pendidikan Menengah
Umum dan Inspektorat Jendral (2003),
Pendahuan
 Tujuan :
1. Peserta dapat memahami dan melaksanakan
sistem pengelolaan kegiatan laboratorium
dengan baik. Kegiatan tersebut meliputi :
 Koordinasi
 Penjadwalan
 Monitoring dan evaluasi
 Laporan kegiatan
2. Peserta dapat mendokumentasikan semua
kegiatan dan pengelolaan laboratorium
Mekanisme Pelaksanaan
1. PLAN (perencanaan)
Penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan
b. Pembuatan program kerja tahunan
2. Do (tindakan/pekasanaan)
a. Menyelenggarakan praktikum
a.

Penataan tempat dan bahan praktikum
Penataan administrasi kegiatan laboratorium
 Pengamanan / perawatan peralatan.

b. Menyelenggarakan KIR dan penelitian
3. See (melihat)
a. Monitoring
b. Evaluasi (laporan)
LAPORAN KEGIATAN
 Laporan
tersebut disampaikan kepada kepala
sekolah. Pembuatan Laporan digunakan untuk :
1. Mengevaluasi keberhasilan dan kendala yang
dialami
2. Menentukan program kerja di semester / tahun
mendatang
3. Menentukan kebijakan pembinaan untuk tenaga
laboratorium
4. Menentukan penganggaran
Format Laporan
1. Judul
2. Lembar
pengesahan
3. Rencana
kegiatan
4. Pelaksanaan
5. Hasil
6. Masalah
/ Kendala
7. Pemecahan
8. Tindak
masalah
lanjut
PROGRAM KERJA LABORATORIUM
 Program kerja disusun berdasarkan hasil evaluasi
kegiatan tahun sebelumnya serta tantangan ke depan
yang harus dihadapi. Adapun program kerja yang
harus disusun meliput:
1. Pengelolaan anggaran
2.
3.
4.
Pengelolaan kegiatan (regular maupun
non regular)
Pengelolaan peralatan dan bahan
Pengelolaan SDM
1. Pengelolaan Anggaran Laboratorium
 Kebutuhan anggaran lab dpt dirancang dari :
1. Kegiatan Praktikum
2. Kegiatan KIR dan penelitian
3. Manajemen pengelolaan
4. Pengadaan alat dan bahan
5. Perawatan dan perbaikan
2.
Pengelolaan Kegiatan
 Ada beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan :
1. Tujuan
2. Bentuk kegiatan
 Ada dua kegiatan :
1. Regular (praktikum)
2. Non regular (KIR, penelitian dll)
 Evaluasi : melihat ketercapaian program dan
kendala serta solusinya
3. Pengelolaan Peralatan dan Bahan
1. Pengadaan
(Rancangan pengadaan alat & bahan
dan inventaris)
2. Perawatan
Contoh format usulan bahan laboratorium:
No.
Nama Bahan
spek
jml
sat
Harga
(Rp)
Jml
harga
(Rp)
1
Spirtus
Teknis
20
Lt
20.000
200.000
2
Glyserin
90%, teknis
20
Lt
20.000
500.000
3
Tabung reaksi
50 ml
10
bh
15.000
150.000
4
Gelas reaksi
100 ml
10
bh
36.000
360.000
5
Gelas reaksi
500 ml
10
bh
45.000
450.000
6
Gelas reaksi
1000 ml
10
bh
75.000
750.000
Kepala sekolah
Semarang, 27 April 2013
Koordinator Lab. IPA
(.....................)
(................................)
Ket
4. Pengelolaan SDM
 Pengelolaan SDM ini meliputi :
1. Pengadaan tenaga laboran / teknisi
(rekuitmen)
2. Peningkatan kompetensi
 pelatihan
 workshop
Program Kerja Laboratorium
1.
Meningkatkan kualitas pembelajaran dan
pemahaman siswa terhadap materi
 Mekanisme :
melaksanakan kegiatan praktikum / demonstrasi
 Indikator :
a)
Dalam satu semester, terdapat sejumlah
praktikum (misal 10 kali praktikum)
b)
Hasil belajar siswa meningkat (misal 60 %)
2. Meningkatkan jumlah dan mutu kegiatan
penelitian yang berbasis pada laboratorium
 Mekanisme :
Melaksanakan PTK, KIR untuk siswa dan
sebagainya
 Indikator :
a) Jumlah KIR yang diikutkan lomba
meningkat
b) Jumlah KIR yang menang di tingkat
Regiaonal dan nasional meningkat
c) Jumlah penelitian guru meningkat
Dokumentasi Laboratorium
 Dokumen – dokumen yang diharapkan ada terdiri dari :
1. Panduan Mutu
2. Prosedur Mutu
3. Prosedur Pelaksanaan ( Instruksi Kerja)
4. Formulir Rekaman
1. Panduan Mutu merupakan interpretasi standar mutu
yang diacu dari ISO, berisikan:
1) Visi dan misi
2) Struktur organisasi
3) Uraian jabatan (job description)
4) Kualifikasi jabatan
SOP
2. Prosedur Mutu atau yang lebih dikenal dengan SOP
(Standard Operational Procedure) merupakan prosedur
operasional yang dibuat sebagai acuan dalam melakukan
pekerjaan atau kegiatan di laboratorium. Misalnya :
1) PM Peminjaman alat,
2) PM penelitian,
3) PM evaluasi praktikum dan lain – lain
3. Prosedur Pelaksanaan /Instruksi kerja merupakan
panduan teknis pelaksanaan kegiatan yang dibuat secara
rinci dan detail. Contoh :
1) IK Kegiatan Praktikum
2) IK penggunaan alat dan bahan
4. Formulir Rekaman/Dokumentasi kegiatan
laboratorium berupa semua dokumen yang
terkait dengan kegiatan praktikum dan
pelaksanaannya. Dokumen yang dimaksud
antara lain :
1) Jadwal praktikum
2) Buku petunjuk praktikum
3) Laporan praktikum dan lain – lain
Contoh dokumen pengelolaan kegiatan
laboratorium.
1. Dokumen tentang Tata Tertib Laboratorium
1. Berlaku sopan, santun dan menjunjung etika dalam
laboratorium. Menjunjung tinggi dan menghargai staf
laboratorium dan sesama pengguna laboratorium,
2. Menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang
laboratorium,
3. Siswa tidak diperbolehkan praktikan apabila
mengenakan kaos oblong, memakai sandal, tidak
memakai jas/pakaian laboratorium,
4. Peserta praktikum dilarang makan dan minum,
membuat kericuhan selama kegiatan praktikum dan
di dalam ruang laboratorium,
5. Dilarang menyentuh, menggeser dan
menggunakan peralatan di laboratorium yang
tidak sesuai dengan acara praktikum mata
pelajaran IPA,
6. Membersihkan peralatan yang digunakan dalam
praktikum maupun penelitian dan
mengembalikannya kepada petugas laboratorium
7. Membaca, memahami dan mengikuti prosedur
operasional untuk setiap peralatan dan kegiatan
selama praktikum dan di ruang laboratorium
8. Selama kegiatan praktikum, TIDAK BOLEH
menggunakan handphone untuk pembicaraan
dan/atau SMS.
2. Dokumen IK Pelaksanaan Praktikum
1. Siswa peserta praktikum terdaftar sebagai peserta mata
pelajaran IPA,
2. Sebelum pelaksanaan praktikum, siswa berhak
memperoleh petunjuk praktikum,
3. Laboratorium mengumumkan kegiatan praktikum
dilengkapi dengan pembagian kelompok, acara dan
jadwal.
4. Acara praktikum meliputi pre-test, praktikum inti, posttest dan pelaporan kegiatan praktikum serta wajib
diikuti oleh setiap siswa.
5. Guru atau asisten praktikum menyampaikan hasil pretest dengan ketentuan siswa yang nilai pre-test < 65
tidak boleh mengikuti kegiatan praktikum dan diberikan
kesempatan satu (1) kali melakukan pre-test dengan
jadwal yang ditentukan kemudian.
6. Setelah menyelesaikan materi dalam praktikum
inti, peserta praktikum wajib menyusun draf
laporan secara individu atau kelompok, mengikuti
sistematika dalam petunjuk praktikum.
7. Peserta praktikum wajib mengikuti post-test sesuai
jadwal. Bagi peserta praktikum yang belum
mengumpulkan laporan, tidak boleh mengikuti
post-test.
8.Hasil post-test diumumkan di papan pengumuman
laboratorium selambat-lambatnya satu (1) minggu
setelah pelaksanaan.
9. Kepala laboratorium menandatangani kartu puas.
Kartu puas sebagai bukti telah mengikuti kegiatan
terjadwal dan dinyatakan lulus serta digunakan
untuk mengambil nilai akhir praktikum.
3. Dokumen PM Peminjaman Alat untuk Praktikum
1. Tiga (3) hari sebelum praktikum dimulai, setiap
kelompok siswa harus sudah menyerahkan berkas
peminjaman alat yang telah ditandatangani oleh guru
mata pelajaran IPA,
2. Staf administrasi laboratorium menyerahkan berkas
peminjaman alat kepada kepala laboratorium,
3. Kepala laboratorium memberikan memo kepada staf
administrasi dan selanjutnya, staf administrasi
memberitahukan memo kepada Laboran.
4. Laboran menyiapkan peralatan untuk kegiatan
praktikum sesuai dengan berkas peminjaman alat.
5. Asisten praktikum melakukan cek atas alat yang telah
disediakan.
6. Bila ada kesalahan atau ketidaksesuaian antara daftar,
jenis maupun jumlah alat sebagaimana berkas
peminjaman alat, segera melapor kepada laboran.
7. Setelah memastikan peralatan dalam kondisi baik dan
berfungsi sebagaimana mestinya, serta spesifikasinya sesuai
dengan berkas peminjaman alat, asisten praktikum mengisi
buku peminjaman alat.
8. Saat kegiatan praktikum berlangsung, peralatan tidak boleh
dipinjamkan atau dipindah ke tempat lain; selain judul
acara praktikum yang tercantum dalam petunjuk praktikum
dan berkas peminjaman alat.
9. Setelah kegiatan praktikum selesai, asisten praktikum
segera melapor pada laboran.
10. Peserta praktikum harus membersihkan peralatan, meja
dan ruang praktikum, serta merapikannya.
11. Asisten praktikum bersama laboran melakukan cek atas
peralatan yang dipinjam dan digunakan dalam kegiatan
praktikum, untuk memastikan kondisinya sama dengan saat
peralatan akan dipinjam dan digunakan.
4.
Dokumen PM Peminjaman Alat untuk Penelitian
Tujuh hari (7) hari sebelum kegiatan penelitian dimulai;
siswa, guru maupun pihak luar, selanjutnya disebut
dengan PEMINJAM; sudah menyerahkan berkas
peminjaman alat yang telah ditandatangani oleh guru
pembimbing maupun pihak luar yang bersangkutan
kepada staf administrasi laboratorium. Penyerahan
berkas ini sekaligus persetujuan atas biaya administrasi
dan sewa laboratorium dan/atau peralatan yang
dimaksud dalam berkas peminjaman alat. Besaran biaya
administrasi dan sewa laboratorium diatur dalam
lampiran sendiri,
2. Staf administrasi laboratorium menyerahkan berkas
peminjaman alat kepada kepala laboratorium,
3. Kepala laboratorium memberikan memo kepada staf
administrasi dan selanjutnya, staf administrasi
memberitahukan memo kepada Laboran yang dimaksud,
4. Laboran menyiapkan peralatan sesuai dengan berkas
peminjaman alat,
1.
5.
6.
7.
8.
9.
Peminjam melakukan cek atas alat yang telah
disediakan,
Bila ada kesalahan atau ketidaksesuaian antara
daftar, jenis maupun jumlah alat sebagaimana
berkas peminjaman alat, segera melapor kepada
laboran,
Setelah memastikan peralatan dalam kondisi baik
dan berfungsi sebagaimana mestinya, serta
spesifikasinya sesuai dengan berkas peminjaman
alat, peminjam mengisi buku peminjaman alat,
Saat kegiatan penelitian berlangsung, peralatan
tidak boleh dipinjamkan atau dipindah ke
tempat lain; selain judul penelitian yang
tercantum dalam proposal dan berkas
peminjaman alat,
Setelah kegiatan penelitian selesai; peminjam
segera melapor pada laboran,
9.
10.
11.
12.
Peminjam harus membersihkan peralatan, meja dan ruang
laboratorium, serta merapikannya; jika menggunakan
ruang laboratorium selama kegiatan penelitian,
Peminjam bersama laboran melakukan cek atas peralatan
yang dipinjam dan digunakan dalam kegiatan penelitian,
untuk memastikan kondisinya sama dengan saat peralatan
akan dipinjam dan digunakan.
Peminjam membayar biaya sewa atas peralatan dan/atau
laboratorium yang besarnya dapat dilihat pada lampiran
peralatan dan sewa alat.
Setelah menyelesaikan semua administrasi dan
memastikan kondisi peralatan sebagaimana saat
peminjaman dilakukan; peminjam memperoleh surat
keterangan bebas tanggungan alat dan laboratorium serta
pengesahan atas hasil penelitian yang dilakukan.
Dokumen PM Sangsi Penggunaan
Laboratorium
 Kegiatan Praktikum
a)
b)
Peserta praktikum yang tidak mematuhi tata
tertib TIDAK BOLEH masuk dan mengikuti
kegiatan praktikum di ruang laboratorium
Peserta praktikum yang datang terlambat (tidak
sesuai kesepakatan), tidak memakai jas lab, tidak
memakai sepatu, tidak memakai baju
berkerah/kaos berkerah, dan/atau tidak
membawa petunjuk praktikum, tetap
diperbolehkan masuk laboratorium tetapi TIDAK
BOLEH MENGIKUTI kegiatan praktikum.
c)
d)
e)
Peserta praktikum yang memindahkan dan/atau menggunakan
peralatan praktikum tidak sesuai dengan yang tercantum dalam
petunjuk praktikum dan berkas peminjaman alat, kegiatan
praktikum yang dilaksanakan akan dihentikan dan praktikum yang
bersangkutan dibatalkan.
Peserta praktikum yang mengumpulkan laporan praktikum
terlambat satu (1) hari, tetap diberikan nilai sebesar 75%,
sedangkan keterlambatan lebih dari satu (1) hari, diberikan nilai
0%.
Peserta praktikum yang telah menghilangkan, merusak atau
memecahkan peralatan praktikum harus mengganti sesuai dengan
spesifikasi alat yang dimaksud, dengan kesepakatan antara laboran,
pembimbing praktikum dan kepala laboratorium. Prosentase
pengantian alat yang hilang, rusak atau pecah disesuaikan dengan
jenis alat atau tingkat kerusakan dari alat.
• Peminjaman Alat
a)
b)
c)
d)
e)
Berkas peminjaman alat yang diserahkan kurang dari tujuh (2)
hari tidak dilayani,
Peminjam yang menggunakan alat tidak sesuai dengan proposal
penelitian dan berkas peminjaman alat, dikenakan denda yang
diatur sebagaimana dalam lampiran daftar harga dan sewa
peralatan,
Apabila peralatan yang dipinjam mengalami kerusakan, hilang
atau pecah, maka peminjam wajib mengganti alat tersebut,
Batas waktu penggantian alat yang rusak, hilang atau pecah
adalah tiga (3) hari setelah adanya laporan kondisi alat kepada
laboran; apabila melewati batas waktu yang ditentukan, maka
hasil penelitian tidak mendapatkan pengesahan dari kepala
laboratorium.
Terlambat mengembalikan alat akan dikenakan denda yang
dihitung per jenis alat per hari. Besarnya biaya denda dapat
dilihat pada lampiran daftar harga dan peralatan
1.Meingkatkan
jumlah dan mutu
kegiatan penelitian yang berbasis
pada laboratorium
mekanisme :
melaksanakan PTK, KIR untuk
siswa dan sebagainya
indikator :
Jumlah KIR yang diikutkan lomba
meningkat
Jumlah KIR yang menang di tingkat
Regiaonal dan nasional meningkat
Jumlah penelitian guru meningkat

similar documents