Poster PHA

Report
PEMANFAATAN PALM FATTY ACID DISTILLATE (PFAD) HASIL SAMPING PROSES RAFINASI
CRUDE PALM OIL (CPO) sebagai MEDIA PRODUKSI POLYHYDROXYALKANOATES (PHA)
oleh Ralstonia eutropha
Sherly Marelisa , Khaswar Syamsu, Ani Suryani
Pendahuluan
Media
Propagasi
R. eutropha
Inokulum
Sampling tiap 6
jam
Analisa
TPC
Polyhydroxyalkanoates (PHA)dapat diproduksi dari bahan bergula,
berpati, minyak-minyak nabati dan turunannya serta dapat diproduksi dari
hasil samping produk pertanian seperti whey, molases bahkan dari limbah
pengolahan pertanian seperti limbah pengolahan tomat dan limbah
pengolahan paper mill. Produksi minyak nabati yang terbesar di
Indonesia adalah minyak sawit. Hasil samping dari pengolahan CPO
menjadi minyak goreng menghasilkan palm fatty acid distillate (PFAD)
berkisar 3 -3,7 % (b/b) dari minyak sawit kasar (Gapor et al. 1992).
Harga PFAD lebih murah jika dibandingkan dengan harga crude palm oil
(CPO), palm oil, bahkan jika dibandingkan dengan harga sunflower oil
apabila dijadikan bahan baku untuk pembuatan PHA. Selain harga CPO
dan minyak nabati lebih mahal, CPO dan minyak nabati terlebih dahulu
perlu dihidrolisis atau disaponifikasi sebelum digunakan sebagai substrat
dalam produksi PHA, sehingga memerlukan tambahan enzim, bahan
kimia dan waktu untuk memproduksi PHA. PFAD ini diharapkan bisa
langsung digunakan
oleh mikroba sebagai substrat untuk
pertumbuhannya sekaligus memproduksi PHA. Pemanfaatan PFAD ini
diharapkan akan menurunkan biaya produksinya dan juga diharapkan
mampu menghasilkan % PHA yang lebih tinggi.
Kultivasi 72 jam
Titrasi
KOH
Panen
Filtrasi membrane
(0, 45 µm)
b,c
Sisa substrat
Penyaringan
a
Homogenisasi (3x 10 menit )
cairan
Sentrifugasi ( 4 o C , 9000 rpm , 20 menit )
Pengeringan
Oven ( 60 o C )
Pellet
Perendaman ( NaOCl 2 % , 24 jam)
Biomassa R .
eutropha
Sentrifugasi ( 4 o C , 9000 rpm , 20 menit )
Pencucian menggunakan air panas
Sentrifugasi ( 4 o C , 9000 rpm , 20 menit )
Dikeringkaan pada suhu 60 o C
klroroform
Klorofom
PHA
Refluks pada suhu 60
o
C selama 4 Jam
Ampas
Disaring dengan kertas whatman 41
Metode Penelitian
Klorofom
Bahan :PFAD sebagai sumber C dengan perbandingan rasio C/N media
yaitu 15:1, 20:1, 25:1, 30:1, 35:1, dan 40:1 dan (NH4)2HPO4, sebagai
sumber N. Bakteri Ralstonia eutropha IAM 12368 Nutrien broth, HCl,
K2HPO4, KH2PO4, 10 ml MgSO4 0,1 M, 1 ml mikroelemen didalam 1 L
HCl 1 N. NaOH, etanol NH4OH, kloroform, NaOCl dan PHB murni
komersial (natural origin).
Alat : Bioreaktor volume kerja 1,2 L
PHA+klorofom dianginkan diruang asam
PHA murni
Sumber : a Oliveira, et al. 2007 , b Wicaksono, 2005, c Lee, et al 2008
Gambar 1 Prosedur proses hilir PHA
Hasil
Kandungan nutrient pada PFAD terdiri dari 94% free fatty acid, dengan komponen karbon
75,16 %. Hasil ini setara dengan Lee, et al (2008) yang menyatakan bahwa setiap gram
minyak dari tanaman mengandung 0,72-0,77 g karbon.
Tabel 1 Kinetika kultivasi R.eutropha dalam Pembentukan PHA
Rasio
Y x/s (g/g)
15:1
0,231
20:1
0,483
25:1
0,788
30:1
0,248
35:1
0,246
40:1
0,230
Y p/s (g/g)
0,116
0,153
0,177
0,260
0,181
0,172
Y p/x (g/g)
0,435
0,350
0,255
0,691
0,704
0,431
µ (/jam)
0,097
0,171
0,114
0,225
0,108
0,232
∆s/So
0,500
0,490
0,320
0,340
0,450
0,260
P(g/L)
1,106
1,674
1,838
3,381
3,461
2,353
X (g/L)
3,550
5,760
8,190
5,890
5,910
6,450
PHA 43,50
35,00
22,50
69,10
70,40
43,10
Kadar
(%)
Gambar 2 Hasil analisa FTIR PHA C/N rasio 35:1
Gambar 3 Hasil analisa FTIR PHA standar
Kesimpulan
Ralstonia eutropha mampu tumbuh dan memproduksi PHA pada substrat PFAD
hasil samping proses pemurnian minyak sawit. Total biomassa persubstrat tertinggi
(Yx/s) berada pada rasio C/N 25:1 sebesar 0,79 g/L, sedangkan rendemen PHA
tertinggi diperoleh pada tingkat rasio C/N 35:1 sebesar 3,46 g/L dengan kadar PHA
mencapai 70,4 %. Rasio 35:1 dipilih sebagai perbandingan rasio terbaik bagi
pertumbuhan Ralstonia eutropha karena mampu menghasilkan PHA tertinggi pada
kultivasi secara batch.

similar documents