dr. ainur rofieq, m.kes.

Report
Badan Kendali Mutu Akademik UMM
METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
LABORATORIUM
Oleh: Ainur Rofieq
Makalah disampaikan pada: PEKERTI bagi Instruktur
Laboratorum UMM pada Semester Genap 2013/2014
(26 – 27 Juni 2014)
Sumber Bacaan:
 Kopertis Wilayah VII. 2013. Pemberlajaran Berbasis Laboratorium. Surabaya.
 Universitas Gajah Mada. 2005. Pembelajaran di Laboratorium. Yogyakarta.
 Usman Uzer Moh & Lilis Setiawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan”Belajar
Mengajar”. Bandung: Penerbit Remaja Rosdakarya.
1
MATERI
Ruang Lingkup Laboratorium
Dasar Teori Pembelajaran
Laboratorium
Prinsip Pembelajaran Laboratorium
adalah Pendekatan Ketrampilan Proses
Metode Pembelajaran di Laboratorium
Menetapkan Strategi Pembelajaran
Laboratorium
2
A. RUANG LINGKUP LABORATORIUM
Laboratorium = Praktikum = Praktik
→ Strategi pembelajaran yang memungkinkan
mahasiswa dapat mempraktekkan secara empiris
kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik
menggunakan sarana laboratorium
→ Sarana Laboratorium: Bengkel; Rumah
Sakit; Studio; Laut; Pasar; Hotel;
Perkantoran; Pabrik; Kebun; dll.
3
B. DASAR TEORI
PEMBELAJARAN
BERBASIS
LABORATORIUM
TEORI
BELAJAR:
GESTALT
PIAGET
BRUNNER
KONSTRUKTIVISTIK
QUANTUM
TEACHING
LEARNING
(QTL)
PENDEKATAN
KETRAMPILAN
PROSES (PKP)
4
 Belajar merupakan perubahan kognitif (pemahaman);
 Belajar bukan hanya ulangan tetapi perubahan struktur
pengertian
TEORI
BELAJAR:
GESTALT
PIAGET
BRUNNER
KONSTRUKTIVISTIK
 Interaksi yang terus menerus antara individu dan
lingkungan adalah pengetahuan.
 Untuk memahami pengetahuan dituntut mengenali dan
menjelaskan berbagai cara bagaimana individu
berinteraksi dengan lingkungannya.
 Supaya individu mendapat pemahaman belajar yg baik
→ dengan menemukan sendiri (discovery)
 Pemahaman didapatkan secara induktif dengan
membuat perkiraan yang masuk akal atau menarik
kesimpulan.
 Belajar adalah proses untuk membangun pengetahuan
melalui pengalaman nyata dari lapangan
 Ciri: (1) mengutamakan pembelajaran nyata dan relevan;
(2) mengutamakan proses; (3) menanamkan pembelajaran dalam konteks pengalaman; (4) pembelajaran
dilakukan dalam upaya mengkonstruksi pengalaman.
5
Kenapa belajar perlu berinteraksi
dengan lingkungan?
Supaya individu tidak salah
menerapkan ketrampilan dalam
lingkungannya
6
QUANTUM
TEACHING
LEARNING
(QTL)
Pembelajaran untuk
menciptakan suasana belajar
nyenangkan bagi peserta
didik.
PENDEKATAN
KETRAMPILAN
PROSES (PKP)
Pengelolaan kegiatan belajarmengajar yang berfokus pada
pelibatan siswa secara bebas,
aktif dan kreatif dalam proses
pemerolehan hasil belajar
(Semiawan, 2002)
7
C. PRINSIP PEMBELAJARAN
LABORATORIUM ADALAH PKP
Langkah Umum PKP:
1. Observasi
2. Mengklasifikasi
3. Menginterpretasikan atau menafsirkan data
4. Meramalkan (memprediksi)
5. Membuat hipotesis
6. Mengendalikan variabel
7. Merencanakan penelitian /eksperimen
8. Membuat kesimpulan
9. Menerapkan (mengaplikasikan) konsep
10. Mengkomunikasikan
8
Ketrampilan dosen dalam PKP → “TANDUR”
T
Tumbuhkan, tumbuhkan minat dengan menunjukkan manfaat dari
kompetensi yang dipelajari terhadap kehidupan mahasiswa
A
Alami, ciptakan dan berikan pengalaman langsung yang dapat
dimengerti oleh mahasiswa
N
Namai, berikan kata-kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, untuk
mudah diingat dan dipahami
D
Demonstrasikan, sediakan waktu dan kesempatan bagi mahasiswa
untuk menunjukkan kemampuan yang diperoleh selama proses
pembelajaran
U
Ulangi, tunjukkan kepada mahasiswa cara mengulangi materi dan
tegaskan bahwa “Aku mampu bahwa aku memang mampu”
R
Rayakan, akui hasil belajar mahasiswa, baik dalam bentuk penyelesaian,
partisipasi, perolehan keterampilan ataupun ilmu pengetahuan dan beri
penghargaan
9
D. MERODE PEMBELAJARAN
DI LABORATORIUM
Lima bentuk metode pembelajaran: (a) Peragaan (demonstration); (b) Latihan
(Exercises); (3) Penyelidikan terstruktur (Structured enquiries); (4) Pernyelidikan
secara terbuka (Open ended enquiries);dan (5) Proyek (Project)
a. Peragaan (demonstration)
Peragaan umumnya dirancang untuk mengilustrasikan garis besar
prinsip-prinsip teoritik dalam perkuliahan. Peragaan sebaiknya dilakukan
secara singkat di akhir kuliah teori.
b. Latihan (Exercises)
Latihan adalah percobaan terstruktur
agar mahasiswa dapat mengikuti
suatu instruksi dengan tepat,
memperoleh kemampuan observasi,
dan menjadi trampil
10
c. Penyelidikan terstruktur (Structured enquiries)
Penyelidikan terstruktur merupakan bagian dari percobaan terstruktur
tetapi bedanya mahasiswa diminta mengembangkan prosedur sendiri
dan menginterpretasikan hasilnya.
d. Pernyelidikan secara terbuka (Open ended enquiries)
Penyelidikan secara terbuka dimaksudkan agar mahasiswa dapat
mengidentifikasi sebuah problema, memformulasikan penyelesaian,
mengembangkan/menyusun pelaksanaan percobaan,
menginterpretasikan hasil, dan mengetahui penerapannya.
e. Proyek (Project)
Proyek didasarkan pada
percobaan dengan skala waktu
panjang, belajar di lapangan,
atau rangkaian percobaan atau
biasanya sebagai tugas akhir
untuk syarat lulus.
11
E. MENETAPKAN STRATEGI
PEMBELAJARAN LABORATORIUM
Langkah menetapkan strategi
1. Analisis kebutuhan
2. Menentukan bentuk
pembelajaran di laboratorium
3. Menyusun format rancangan
pembelajaran
4. Mengembangkan Lembar
Kegiatan (LK)
12
1. Analisis Kebutuhan
 Mengidentifikasi dan menganalisis kompetensi dasar
 Mengembangkan: (1) silabus; dan (2) mendaftar mata
praktikum;
SILABUS MATA KULIAH
MATA KULIAH/KODE
: …………………………………………
PRASARAT
: …………………………………………
BOBOT SKS/SEMESTER
: …………………………………………
STANDAR KOMPETENSI
: ………………………………………….
NO
KOMPETENSI
DASAR
INDIKA
TOR
MATERI
POKOK
PENGALAMAN
BELAJAR
SUMBER/BAHAN
/ALAT
ALOKASI
WAKTU
PENILAIAN
1
2
3
4
5
6
7
8
13
SILABUS MATA KULIAH
Mata Kuliah
Kode
SKS
Program Studi
Semester
Tahun pembelajaran
Prasyarat
Dosen Pembina
Standar Kompetensi
No
Sub Kompetensi
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Kompetensi Dasar
Indikator
Kognitif
Afektif
Psikomotorik
Keg
Waktu
.
1.
1.
2.
3
4
5
6
7.
2.
1.
2.
1.
1.
2.
3.
14
DAFTAR MATA PRAKTIKUM
Mata Praktikum
Kode
SKS
Program Studi
Semester
Tahun pembelajaran
Prasyarat
Dosen Pembina
No.
Topik
:
:
:
:
:
:
:
:
Tujuan
Kegiatan
15
2. Menentukan Bentuk Pembelajaran
Laboratorium
 Lima bentuk pembelajaran: (a) Peragaan (demonstration); (b)
Latihan (Exercises); (3) Penyelidikan terstruktur (Structured
enquiries); (4) Pernyelidikan secara terbuka (Open ended
enquiries);dan (5) Proyek (Project)
 Biasanya dalam menentukan
bentuk pembelajaran ditentukan
dengan cara melihat materi
pokok dan pengalaman belajar
akan diajarkan, dan kemudian
kompetesi dasar (KD) yang harus
dimiliki oleh mahasiswa.
16
3. Menyusun Format Rancangan Pembelajaran
 Menyusun: (1) perencanaan pembelajaran; dan (2)
rancangan pembelajaran matapraktikum
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATAPRAKTIKUM
WAKTU
TUJUAN
PEMBELA
JARAN
MATERI
AJAR
BENTUK
PEMBELA
JARAN
KEMAMPUAN
AKHIR YANG
DIHARAPKAN
(KOMPETENSI)
KRITERIA
PENILAIAN
BOBOT
NILAI
17
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATA PRAKTIKUM (contoh)
WAKTU
TUJUAN
PEMBELA
JARAN
2
MINGGU
Memberi bekal
teori dan
metode.
4
MINGGU
8
MINGGU
MATERI
AJAR
Kuliah dan
diskusi
Melatih
kemampuan
analisis dan
keberanian
membuat ide
Kasus alat ukur.
Menumbuhkan
Kreativitas dan
pola berfikir
komprehensif
alat ukur.
Cek
kemampuan
BENTUK
PEMBELA
JARAN
KEMAMPUAN
AKHIR YANG
DIHARAPKAN
(KOMPETENSI)
KRITERIA
PENILAIAN
Pemahaman teori
dan metode
Latihan
membuat studi
kasus
Menganalisis kasus,
mengusulkan solusi
teoritis, tersaji dalam
paper.
Ketajaman
analisis,
kreativitas ide.
Proyek
merancang alat
ukur
Menghasilkan alat
ukur yang
operasional, efisien
dan presisi.
Orisinalitas/
inovasinya, dan
tingkat
komprehensif
berfikirnya
ujian
BOBOT
NILAI
Tk komprehensif,
kecepatan dan
kebenaran
30 %
50 %
20%
18
FORMAT RANCANGAN PRAKTIKUM
MATA KULIAH
: …………………………………………………….
MATA PRAKRIKUM : …………………………………………………….
SEMESTER
: ………………………………… sks : …………
1. TUJUAN PRAKTIKUM
2. BENTUK PEMBELAJARAN LABORATORIUM
3. URAIAN TUGAS PRAKTIKUM
a. Obyek praktikum : ……………………………………………………
b. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan : ……………………
c. Metode/ cara/ prosedur praktikum : .............................................
d. Deskripsi laporan praktikum : ………………………………………
4. KRITERIA PENILAIAN
a. ………………………..
b. ……………………….
c. ………………………..
19
4. Mengembangkan Lembar Kegiatan (LK)
 Pengertian LK
Lembar kegiatan (LK / work sheet) adalah lembaran-lembaran
berisi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa.
 Langkah Penyusunan LK
a. Analisis kurikulum dan sumber belajar
b. Menyusun peta kebutuhan LK
c. Menentukan judul-judul LK
d. Penulisan LK
e. Menentukan penilaian
20
a. Analisis Kurikulum dan Sumber Belajar
 Berdasar pada ”daftar mata praktikum” (lihat slide 15)
 Penentukan materi dianalisis dari materi pokok, pengalaman belajar yg
dari materi yang akan diajarkan, kompetesi yang harus dimiliki
mahasiswa, dan hasil penelaahan sumber belajar.
b. Menyusun Peta Kebutuhan
Peta kebutuhan LK sangat diperlukan guna mengetahui jumlah LK yang
harus ditulis dan urutan materi LK-nya.
c. Menentukan Judul LK
 Judul LK ditentukan atas dasar KD-KD, materi-materi pokok atau
pengalaman belajar yang terdapat dalam kurikulum (silabus).
 Satu KD dapat dijadikan sebagai judul LK apabila kompetensi itu tidak
terlalu besar, sedangkan besarnya KD dapat dideteksi antara lain
dengan cara apabila diuraikan ke dalam materi pokok (MP)
mendapatkan maksimal 4 MP, maka kompetensi itu telah dapat
dijadikan sebagai satu judul LK. Namun apabila diuraikan menjadi lebih
dari 4 MP, maka perlu dipikirkan kembali apakah perlu dipecah
misalnya menjadi 2 judul LK
21
d. Penulisan LK
 Struktur LK
1) Judul
2) Petunjuk belajar
3) Kompetensi yang akan dicapai
4) Informasi pendukung
5) Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja
6) Penilaian
 Penyusunan materi
1) Materi LK sangat tergantung pada KD yang akan dicapai.
2) Materi LK tergantung bentuk pembelajannya. Materi dapat berupa
gambaran umum atau ruang lingkup substansi yang akan dipelajari.
3) Materi dapat diambil dari berbagai sumber seperti buku, majalah,
internet, jurnal hasil penelitian.
4) Agar pemahaman mahasiswa terhadap materi lebih kuat, maka dapat
saja dalam LK ditunjukkan referensi yang digunakan agar mahasiswa
membaca lebih jauh tentang materi itu.
5) Tugas-tugas harus ditulis secara jelas guna mengurangi pertanyaan
dari mahasiswa tentang hal-hal yang seharusnya mahasiswa dapat
melakukannya, misalnya tentang tugas diskusi.
6) Judul diskusi diberikan secara jelas dan didiskusikan dengan siapa,
berapa orang dalam kelompok diskusi dan berapa lama.
22
e. Menentukan Metode Penilaian
 Penilaian dilakukan terhadap proses kerja dan hasil kerja peserta didik.
Karena pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah kompetensi
maka alat penilaian yang cocok adalah menggunakan pendekatan
Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau Criterion Referenced Assesment.
Dengan demikian dosen dapat menilainya melalui proses dan hasil
kerjanya.
 Berbagai bentuk penilaian yang dapat dilakukan:
a. Tes perbuatan → 10 ketrampilan dalam PKP (lihat “Subbab C”)
b. Pemberian tugas
c. Penilaian proyek
d. Penilaian sikap
e. Penilaian portofolio
f. Tes kognitif
23
Contoh Format Penilaian Praktek
No.
A.
Aspek yang Dinilai
Bobot
Nilai
Bobot x
Nilai
Nilai Akhir
Ket
(L/T)
Proses
1.
2.
3.
TOTAL A
B.
100
Produk
4.
5.
6.
TOTAL B
C.
100
Sikap
7.
8.
9.
TOTAL C
100
24
25

similar documents