Chapter I - Nyoman Darmayasa

Report
1. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah
disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
2. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada,
ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam
penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan
dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode
sebelumnya.
3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus
dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.
1. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan
telah disusun sesuai dengan SAK di Indonesia
SAK di Indonesia merupakan suatu frasa yang merujuk pada definisi
SAK dalam PSAK No. 1 dan PSAK 25 yang berlaku di Indonesia,
mengandung pengertian “Pernyataan dan Interpretasi yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI serta
peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di
bawah pengawasannya.
PSAK 1 tentang Penyajian LK
PSAK 25 tentang Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi,
dan Kesalahan
2. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada,
ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam
penyusunan LK periode berjalan dibandingkan dengan
penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode
sebelumnya
Tujuan standar konsistensi adalah untuk memberikan jaminan bahwa
jika daya banding LK di antara dua periode dipengaruhi secara
material oleh perubahan prinsip akuntansi, auditor akan
mengungkapkan perubahan tersebut dalam laporannya.
Perubahan dalam prinsip akuntansi yang mempunyai pengaruh
material atas LK memerlukan penjelasan dalam Laporan Auditor
dengan cara menambahkan paragraf penjelasan (yang disajikan
setelah paragraf pendapat).
No Faktor
1
Perubahan Akuntansi
a. Prinsip Akuntansi
b. Estimasi Akuntansi
c. Entitas yang membuat LK
2
Kesalahan dalam LK yang diterbitkan dalam periode
sebelumnya
Perubahan penggolongan
3
4
Peristiwa atau transaksi yang sangat berbeda dengan
dipertanggung jawabkan dalam LK yang disajikan dalam
periode sebelumnya.
No Faktor
1
Perubahan dalam Prinsip Akuntansi
2
Perubahan dalam Entitas yang Membuat Laporan
3
Laporan Setelah Terjadinya Penggabungan Kepentingan
(Pooling of Interests)
Koreksi Kesalahan Penerapan dalam Prinsip.
4
5
6
Perubahan dalam Prinsip yang Tidak Dapat Dipisahkan dari
Perubahan dalam Estimasi Akuntansi
Perubahan dalam Penyajian Arus Kas
No Faktor
1
Perubahan dalam Estimasi Akuntansi
2
Perubahan dalam Klasifikasi dan Reklasifikasi
3
Transaksi atau Peristiwa yang Sangat Berbeda
4
Perubahan Akuntansi yang Diperkirakan Berdampak Material
di Masa yang akan datang.
Pengungkapan Perubahan yang Tidak Mempengaruhi
Konsistensi
5
3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus
dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan
audit
Penyajian LK sesuai dengan SAK di Indonesia mencakup dimuatnya
pengungkapan informatif yang memadai atas hal-hal yang
material (Bentuk, Susunan, LK, serta CALK)
CALK (istilah yang digunakan, rincian yang dibuat, penggolongan
unsur dalam LK, dan dasar2 yang digunakan untuk menghasilkan
jumlah yang dicantumkan dalam LK.
Bila manajemen menghilangkan dari LK, informasi yang seharusnya
diungkapkan sesuai dengan SAK di Indonesia, termasuk CALK,
opini auditor : WDP atau TW, kecuali tidak disajikannya informasi
tersebut sesuai dengan SPAP IAPI (SA Seksi 110)
Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat
mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu
asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika
pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka
alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor
dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor
harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan
audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung
jawab yang dipikul oleh auditor.
Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
WTP dengan bahasa penjelasan (Unqualified
Opinion with Explanatory Language)
Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
Tidak Wajar (Adverse Opinion)
Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion)
Tanggal Laporan Auditor adalah tanggal ketika prosedur audit
telah secara substansial selesai dilaksanakan, kesimpulan
berdasarkan bukti audit yang cukup dan tepat telah ditarik.
Berdasarkan Reviu kami, TIDAK ADA hal-hal yang menjadi
perhatian kami yang menyebabkan kami percaya bahwa
informasi keuangan konsolidasian interim terlampir tidak
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
kinerja keuangan dan arus kas konsolidasian interim PT ABC
Tbk. dan entitas anaknya untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia.
(SA 700, hal 56)
Menurut
opini
kami,
laporan
keuangan
terlampir
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan konsolidasian PT ABC tanggal 31
Desember 2014, serta kinerja keuangan dan arus kasnya
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
(SA 700, Hal 41)

similar documents