BAHASA INDONESIA (Pendahuluan)

Report
Aryani Widyaningsih, S.Pd.
Bahasa
 Suatu sistem lambang bunyi ujaran yang
digunakan sebagai alat komunikasi oleh
masyarakat penggunanya.
 Alat komunikasi yang digunakan antar anggota
masyarakat berupa simbol bunyi yang
dihasilkan alat ucap manusia (ada 2 bidang :
bunyi vokal & arti / makna)
Bahasa yang baik berkembang berdasarkan sistem
yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh
masyarakat pemakainya.
Unsur-unsur sistem meliputi :
1. Lambang tersebut bermakna dan dipahami
masyarakat pemakainya.
2. Lambang tersebut bersifat konvensional yang
ditentukan oleh masyarakat berdasarkan
kesepakatan.
3. Lambang bersifat arbitrer (kesepakatan) yang
berulang & tetap.
4. Lambang terbatas tapi produktif  aturannya
sedikit tapi menghasilkan kata, kalimat, frasa,
paragraf, wacana tak terbatas.
5. Lambang bersifat unik dan khas, sehingga tidak
sama dengan lambang lain.
1.
Sebagai Bahasa Nasional
a. Lambang kebanggaan Nasional
 Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial
budaya yang mendukung rasa persatuan, melalui
bahasa Indonesia, bangsa Indonesia menyatakan
harga diri dan nilai-nilai budaya yang dijadikan
pegangan hidup.
b. Lambang Identitas Nasional
Bahasa Indonesia setara dengan lambang-lambang
negara yang lain, sehingga bahasa Indonesia
menuntut pemakainya untuk membina dan
mengembangkan bahasa Indonesia sehingga bebas
dari unsur bahasa asing & daerah. Bahasa Indonesia
harus mempunyai ciri khas agar sejajar dengan
lambang negara yang lain.
c. Alat Pemersatu
 Bahasa
memungkinkan berbagai suku di
Indonesia untuk mencapai keserasian hidup
sebagai
bangsa
Indonesia
dengan
tidak
meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan
terhadap nilai sosial budaya dan latar belakang
daerah asal sehingga masyarakat mampu
menjadikan kepentingan nasional di atas
kepentingan pribadi ataupun golongan.
d. Alat Komunikasi Antar Daerah & Budaya
 Dengan bahasa Indonesia kita dapat
berkomunikasi dengan berbagai suku di
Indonesia. Dengan bahasa Indonesia mampu
menghilangkan jarak antar suku di Indonesia,
baik jarak geografis maupun tara belakang dan
bahasa daerah yang berbeda.
2. Bahasa Negara
a. Bahasa Resmi Negara
 Dalam setiap upacara peristiwa dan kegiatan
kenegaraan baik secara lisan & tertulis
digunakan bahasa Indonesia. Dokumendokumen, keputusan pemerintah, surat yang
dikeluarkan pemerinatah menggunakan bahasa
Indonesia. Pidato kenegaraan dan penjelasan
pemerintah terhadap masyarakat menggunakan
bahasa Indonesia.
b. Bahasa Pengantar di Dunia Pendidikan
 Sejak 17 Agustus 1945, bahasa Indonesia telah
digunakan dalam pengantar pendidikan, kecuali
TK dan 3 tahun SD, kedang digunakan bahasa
daerah. Tapi, perkembangan membuktikan
bahasa Indonesia digunakan sebagai pengantar
dari semua jenjang pendidikan.
c. Alat Penghubung Tingkat Nasional
 Bahasa Indonesia tidak hanya digunakan sebagai
alat komunikasi antar daerah dan antar budaya
saja, tetapi juga sebagai alat komunikasi dalam
masyarakat yang sama latar belakang sosial dan
bahasanya.
d. Alat Pengembang Kebudayaan, Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
 Penyebaran ilmu pengetahuan & teknologi baik
berupa buku-buku maupun penterjemahan teks
serta penyajiannya di lembaga pendidikan
maupun masyarakat umum menggunakan
bahasa Indonesia.
1.
Untuk menyatakan ekspresi diri
 Orang tidak dapat memahami tanpa pengungkapan melalui
bahasa orang menyampaikan secara terbuka apa yang ada di
dada kita, untuk memaklumkan keberadaan kita. Ekspresi
diri terdiri dari 2 unsur : menarik perhatian orang lain,
membebaskan diri dari tekanan emosi.
Contoh : Bayi menangis ketika lapar, haus, sakit, ketika mulai
belajar bicara mengutarakan lapar, haus, sakit dengan
kata. Setelah beranjak dewasa keadaan hati, suka
dukanya diungkapkan dalam bentuk kata agar
tekanan jiwanya dapat tersalurkan.
Untuk mengekspresikan diri atas pemahaman dirinya dapat
dilakukan dengan :
a. Tingkat ekspresi sederhana  lapar (sudah saatnya kita
makan), cinta (saya akan senantiasa cinta kepadamu)
b. Tingkat ekspresi kompleks  pernyataan kemampuan
mengerjakan proyek besar dan rumit. Contoh : menulis
laporan, menulis proposal, menulis publikasi, dll.
2. Alat Komunikasi
 Digunakan
dalam berbagai tingkatan,
lingkungan, kepentingan yang beraneka
ragam.
Contoh : komunikasi ilmiah, komunikasi sosial,
komunikasi
budaya,
komunikasi
bisnis, komunikasi kerja, dll.
 Bahasa
merupakan saluran perumusan
maksud kita, melahirkan perasaan kita,
menciptakan kerjasama dengan warga
 Bahasa
memungkinkan
seseorang
menganalisa masa lampau untuk memetik
hasil bagi masa kini dan akan datang.
3. Alat Mengadakan Integrasi & Adaptasi Sosial
Dengan bahasa orang dapat menyatakan hidup
bersama dalam sebuah ikatan.
Contoh : integritas keluarga, integritas kerjasama
dalam dunia bisnis, integritas berbangsa
dan bernegara.
Integritas-integritas
tersebut
menimbulkan
konsekuensi berupa adaptasi dari para anggoatanya
sehingga tidak timbul konflik atau perpecahan.
Kemampuan beradaptasi dan berintegrasi dibangun
melalui aturan verbal dan non verbal.
Contoh :
- Ibu menasehati anaknya tidak menggunakan
bahasa bisnis.
- Kondektur tidak menggunakan bahasa baku saat
mencari penumpang.
4. Sebagai Alat Mengadakan Kontrol Sosial
 Usaha untuk mempengaruhi tingkah laku
dan tindak tanduk orang lain.
 Untuk
mengendalikan komunikasi agar
orang yang terlibat dalam komunikasi dapat
saling memahami.
Masing-masing mengamati ucapan, simbolsimbol, perilaku yang menunjukkan arah
komunikasi.
Bahasa kontrol dapat diwujudkan dalam bentuk
aturan, UU, anggaran dasar.
Dalam komunikasi harian dalam bentuk
komunikasi timbal balik.
1.
Berdasarkan Media
a. Ragam Bahasa Lisan (baku & tidak baku)
 Memerlukan orang lain, unsur gramatikal (SPO) tidak nyata
dibantu mimik gerak, anggukan, intonasi terikat situasi,
kondisi, ruang, waktu. Bermakna saat itu saja. Dipengaruhi
tinggi rendah, panjang pendek
Contoh :
Kosa kata  kata tidak baku
Bini Pak Camat bunia.
Ibu-ibu bikin kerajinan tangan.
Bentuk kata lisan  tidak berimbuhan
Rahmat bikin skripsi
Kalimat tanpa unsur gramatikal  isi bisa dipahami struktur
salah
Untuk TKI yang akan dikirim ke luar negeri harus memiliki
paspor.

similar documents