Hub Tan Biota 2011 end2

Report
ENDANG YUNIASTUTI
TANAMAN : KELOMPOK NABATI/TUMBUHAN YANG DIBUDIDAYAKAN
MANUSIA
BIOTA
: LINGKUNGAN HIDUP
- TUMBUHANAN/TANAMAN
- HEWAN
- MIKRO ORGANISME
HUBUNGAN TANAMAN DAN TUMBUHAN/TANAMAN ADA 2 KELOMPOK:
* HUBUNGAN INTRA SPESIES
* HUBUNGAN INTER SPESIES
EKOSISTEM BUATAN YANG TERTATA INDAH
EKOSISTEM ALAMI YANG SANGAT SERASI
PEMBIBITAN MONOKULTUR YANG SANGAT MENARIK
TANAMAN MONOKULTUR SECARA ALAMI
IYA KALI….
 DEGRADATION and LOSS of
Productive AGRICULTURAL Land,
 Global CLIMATE CHANGE,
 DEPLETION of the PROTECTIVE
OZON LAYER,
 DECLINES in Species,
BIODIVERSITY
MODERN INTENSIVE AGRICULTURE ON A LARGE SCALE:
 Crop monocultures
 Synthetic chemical herbicides, pesticides
 Extensive mechanization
 Fossil fuel use
Tidak sekedar untuk meningkatkan produksi
tanaman, namun juga bertujuan untuk
memelihara agar lingkungan tetap sehat, baik
pada skala lokal, regional, maupun global.
Selain utk pertahankan prod. pangan,
pakan, serat, energi, kendalikan erosi,
hama, penyakit & gulma, maka juga
bertujuan utk MENGURANGI EMISI GAS
RUMAH KACA, MEMPERTAHANKAN DAUR
HIDROLOGI SERTA KERAGAMAN HAYATI.
1. PRODUKSI yg diharapkan tinggi dg
DIVERSITAS TANAMAN yg RENDAH,
2. Pemanfaatan PENGATURAN/ PELAYANAN
BIOLOGIS diabaikan Fokus hanya pada
BIOTA PRODUKTIF & BIOTA DESTRUKTIF 
Dengan cara Mekanis & Bahan Agrokimia
(pupuk, pestisida, pengolahan tanah,
pengairan),
3. Tingginya Resiko KEHILANGAN BIOTA
SUMBERDAYA  hilangnya fungsi tertentu &
mengurangi kemampuan ekosistem utk
BERTAHAN bila ada cekaman mendadak.
BIOTA
PRODUKTIF
BIOTA YANG
BERPERAN
DALAM
EKOSISTEM
PERTANIAN
BIOTA
DESTRUKTIF
BIOTA
SUMBERDAYA
TANAMAN
(dibudidayakan)
TUMBUH2AN
(tidak dibudidayakan)
FAUNA
MIKROBA
(makro & meso biota)
(mikrobiota)
Aplikasi Bahan2 Agrokimia
secara terus-menerus pada
Sistem Tanah–Tanaman tanpa
pengelolaan bahan organik
Dedradasi lahan &
Pencemaran
lingkungan
Degradasi bahan organik
tanah & Penurunan potensi
Biota Sumberdaya
Inefisiensi masukan
dalam sistem Tanah –
Tanaman
(mikroba + fauna: sinergis &
antagonis/musuh alami)
(Biaya pemupukan: > 50%
dari total pemeliharaan)
INTERAKSI TANAMAN DAN BIOTA
HUBUNGAN TANAMAN DENGAN
TANAMAN LAIN, BIOTA LAIN
•Alelopat
•Parasitisme: parasit sejati (tali putri); semi parasit
(benalu); hiper parasit (Viscum).
•Cover crop (+), Azolla sp. (+).
•Epipitisme
•Polinator
•Mixed cropping
 Interaksi antar biota dapat bersifat negatip, positip,
atau netral,
 Interaksi antar biota akan mempengaruhi kepadatan
populasi dan keragaman spesies,
 Interaksi antar biota akan berpengaruh secara
langsung maupun tidak langsung terhadap tanaman
yang dibudidayakan,
 Pemahaman tentang interaksi antar biota diperlukan
untuk mendukung penerapan sistem pertanian yang
produktif, efisien & ramah lingkungan.
FIVE KINDS OF INTERACTIONS:
1. interspecific competition (– / –)
2. predation (+ / –)
3. parasitism (+ / –)
4. mutualism (+ / +)
5. commenalism (+ / 0)
Symbols: – = negative, + = positive, 0 = neutral interaction
POSITIVE INTERACTIONS
Concept : Positive interactions occur when neither
species is harmed and the benefits of the interaction
are greater than the costs for at least one species.
MUTUALISM—mutually beneficial interaction
between individuals of two species (+/+).
COMMENSALISM—individuals of one species
benefit, while individuals of the other species
do not benefit and are not harmed (+/0).
POSITIVE INTERACTIONS
Symbiosis—a relationship in which the two
species live in close physiological contact
with each other, such as corals and algae.
Symbioses can include parasitism (+/–),
commensalism (+/0), and mutualism (+/+).
Positive Interactions
Mutualistic (+/+ ) associations
Most plants form mycorrhizae, symbiotic
associations between plant roots and
various types of fungi.
What do the fungi get?
What do the plants get?
KOMPETISI :
PEREBUTAN
ANTARA
INDIVIDU
TANAMAN
DALAM
POPULASI
TERHADAP
SUMBER DAYA YG DIBUTUHKAN TANAMAN (CAHAYA,AIR, DAN UNSUR HARA)
TINGKAT
KETERSEDIAAN
SUMBER
DAYA
TERSEBUT
BERADA
DIBAWAH
TINGKAT KEBUTUHAN TOTAL DARI INDIVIDU-INDIVIDU DALAM POPULASI
.
PERLINDUNGAN:
HUBUNGAN ANTAR INDIVIDU TANAMAN, INDIVIDU YG SATU MEMBERIKAN PERLIN DUNGAN
PADA INDIVIDU YANG LAIN, MENYEBABKAN INDIVIDU TERSEBUT KELANGSUNGAN
HIDUPNYA BERJALAN BAIK. ( SEBAGAI NAUNGAN CONTOH : TANAMAN LEGUME DAN
KOPI)
ALLELOPATI/ ALLELOPATHY:
Berasal dari 2 kata :
ALLEN (= MUTUAL) yang berarti BERBALAS-BALASAN
PATHOS (= HARM ) yang berarti MERUGIKAN
SEHINGGA DAPAT DIARTIKAN Memberikan EFEK atau balasan YANG MERUGIKAN
PADA INDIVIDU (TANAMAN LAIN) yang didekatnya
KOMPETISI
* CAHAYA
PERTUMBUHAN – HASIL
- KUANTITATIF
TANAMAN
TANAMAN
KUALITATIF
* HARA
TERHAMBAT, MENURUN
* AIR
TCV = CVL + CVN + CVW
TCV = TOTAL COMPETITION VALUE
CVL = COMPETITION VALUE OF LIGHT
CVN = COMPETITION VALUE OF NUTRIENT
CVW = COMPETITION VALUE OF WATER)
KERUGIAN AKIBAT GULMA
1.Kompetisi / persaingan
2.Alelopati
3.Pengotoran kualitas produksi
4.Gangguan kelancaran pekerjaan petani
5.Perantara atau sumber hama-penyakit
6.Gangguan kesehatan manusia
7.Kenaikan ongkos usaha pertanian
8.Menurunkan produktivitas air (gulma air)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN
1.KERAPATAN GULMA : Semakin rapat gulmanya – persaingan semakin hebat –
pertumbuhan tanaman semakin terhambat – hasil semakin menurun.
2.MACAM GULMA : Masing-masing gulma mempunyai kemampuan bersaing yang
berbeda – tingkat persaingan berbeda – hambatan thd pertumbuhan tanaman berbeda
– penurunan hasil berbeda.
3.SAAT KEMUNCULAN GULMA : Semakin awal saat kemunculan gulma – persaingan
semakin hebat – pertumbuhan tanaman semakin terhambat – hasil semakin menurun.
4.KECEPATAN TUMBUH GULMA : Semakin cepat gulma tumbuh – persaingan semakin
hebat – pertumbuhan tanaman semakin terhambat – hasil semakin menurun.
5. LAMA KEBERADAAN GULMA : Semakin lama gulma berada – persaingan semakin
hebat – pertumbuhan tanaman semakin terhambat – hasil semakin menurun.
6. HABITUS GULMA : Semakin tinggi dan rimbun daun gulma, dan semakin luas dan
dalam sistem perakarannya – persaingan semakin hebat – pertumbuhan tanaman
semakin terhambat – hasil semakin menurun.
7. JALUR FOTOSINTESIS GULMA (C3/C4) : Gulma C4 lebih efisien dlm fotosintesis –
persaingan lebih hebat – pertumbuhan tanaman lebih dihambat - hasil lebih rendah.
8. ALELOPATI : Gulma yang mengeluarkan racun – persaingan lebih hebat –
pertumbuhan tanaman lebih dihambat – hasil lebih rendah.
KOMPETISI
habitus gulma
ALELOPATI
• Alelopati: proses pengeluaran senyawa beracun
(alelopat) oleh gulma tertentu ke lingkungannya yang
dapat menghambat dan menurunkan hasil tanaman
pokok.
• Tidak semua gulma mengeluarkam senyawa beracun.
• Contoh gulma yang mengeluarkan alelopat adalah
Imperata cylindrica, Cyperus rotundus, Cynodon
dactylon.
• Jika gulma mengeluarkan alelopat, maka :
TCV = CVL + CVN + CVW + AV
( AV = ALELLOPHATIC VALUE)
FAKTOR ALELOPATIK YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN
HASIL TANAMAN
1.KERAPATAN GULMA : Semakin rapat gulmanya – alelopat yang dikeluarkan
semakin banyak – pertumbuhan tanaman semakin terhambat – hasil semakin
menurun.
2.MACAM GULMA : Masing-masing gulma mempunyai alelopat yang berbeda
– hambatan terhadap pertumbuhan tanaman berbeda – penurunan hasil
berbeda.
3.SAAT KEMUNCULAN GULMA : Semakin awal saat kemunculan gulma –
alelopat yang dikeluarkan semakin banyak – pertumbuhan tanaman semakin
terhambat – hasil semakin menurun.
4.KECEPATAN TUMBUH GULMA : Semakin cepat gulma tumbuh – alelopat
yang dikeluarkan semakin banyak – pertumbuhan tanaman semakin
terhambat – hasil semakin turun.
5.LAMA KEBERADAAN GULMA : Semakin lama gulma berada – semakin
banyak alelopat yang dikeluarkan – pertumbuhan tanaman semakin
terhambat – hasil semakin menurun.
6.HABITUS GULMA : Semakin tinggi dan rimbun daun gulma, dan semakin
luas dan dalam sistem perakarannya – alelopat yang dikeluarkan semakin
banyak – pertumbuhan tanaman semakin terhambat – hasil semakin
menurun.
NAUNGAN
• Merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi
intensitas cahaya yang terlalu tinggi.
• Pemberian naungan dilakukan pada budidaya tanaman
yang umumnya termasuk kelompok C3 maupun dalam
fase pembibitan
• Pada fase bibit, semua jenis tanaman tidak tahan IC
penuh, butuh 30-40%, diatasi dengan naungan
• Pada tanaman kelompok C3, naungan tidak hanya
diperlukan pada fase bibit saja, tetapi sepanjang siklus
hidup tanaman
• Meskipun dengan semakin dewasa umur tanaman,
intensitas naungan semakin dikurangi
• Naungan selain diperlukan untuk mengurangi intensitas
cahaya yang sampai ke tanaman pokok, juga
dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian
gulma
• Di bawah penaung, bersih dari gulma terutama rumputan
• Semakin jauh dari penaung, gulma mulai tumbuh
semakin cepat
• Titik kompensasi gulma rumputan dapat ditentukan sama
dengan IC pada batas mulai ada pertumbuhan gulma
• Tumbuhan tumbuh ditempat dg IC lebih tinggi dari titik
kompensasi (sebelum tercapai titik jenuh), hasil
fotosintesis cukup untuk respirasi dan sisanya untuk
pertumbuhan
Dampak pemberian naungan terhadap iklim mikro
•Mengurangi IC di sekitar sebesar 30-40%
•Mengurangi aliran udara disekitar tajuk
•Kelembaban udara disekitar tajuk lebih stabil (60-70%)
•Mengurangi laju evapotranspirasi
•Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat
transpirasi tanaman
•Naungan dapat menghindari fluktuasi temperatur yang tinggi dan
kadar air tanah
•Naungan dapat digunakan sebagai sarana konservasi tanah,
karena meningkatkan jumlah pori penyedia air tanah (melalui
pengaturan temperatur dan evaporasi)
•Besar kecilnya fotosintesis tergantung pada temperatur, suplai
air, unsur-unsur hara, sifat morfologis tanaman. Puncak
fotosintesis terkait dengan besarnya sinar dan temperatur
Kekurangan Air Diatasi dg naungan
•Naungan mengurangi volume kecepatan aliran permukaan dan
meningkatkan air tersedia bagi tanaman
PEMANFAATAN TANAMAN LAIN SEBAGAI PENAUNG
Tanaman-tanaman produktif dan mempunyai nilai ekonomis, yang mempunyai
tajuk lebih tinggi daripada tanaman kakao, mempunyai kesamaan persyaratan
lahan dengan tanaman kakao, serta tidak bersifat kontradiktif dengan tanaman
kakao, dapat dimafaatkan untuk tanaman penaung kakao. Hal yang perlu
diperhatikan dalam pemanfaatan tanaman bernilai ekonomis tersebut adalah
pengaturan tata tanam agar persaingan antara tanaman kakao dengan tanaman
penaung tersebut diusahakan seminimal-minimalnya, namun tanaman tersebut
dapat.memberikan naungan yang cukup untuk tanaman kakao
Pisang (Musa paradisiaca)
Tanaman pisang dapat dimanfatkan sebagai tanaman penaung sementara
dalam budidaya kakao. Tanaman pisang dapat ditanam dengan jarak tanam
6x3 m, sehingga di dalam lorong tanaman pisang arah utara-selatan dapat
ditanam 2 baris tanaman kakao dengan jarak tanam 3x3 m. Sebagai
tanaman penaung sementara, tanaman pisang dapat ditanam 6-12 bulan
sebelum tanam kakao. Selanjutnya rumpun pisang dapat diatur dengan
memelihara 2-3 anakan saja. Tanaman pisang dapat dipelihara sampai
tahun ke 4 atau sesuai dengan keperluan dengan tetap memperhatikan
tingkat naungannya untuk tanaman kakao.
Tata tanam kakao dengan pisang sebagai tanaman penaung
sementara dapat digambarkan sebagai berikut :
xooxooxooxooxoox
oooooooooo
xooxooxooxooxoox
oooooooooo
xooxooxooxooxoox
oooooooooo
xooxooxooxooxoox
oooooooooo
xooxooxooxooxoox
Keterangan :
Jarak tanam kakao 3 x 3 m (1100 ph/ha)
Jarak tanam kelapa 6 x 3 m (550 ph/ha)
Barisan arah utara-selatan
Kelapa (Cocos nucifera)
Tanaman kelapa dapat digunakan sebagai tanaman penaung
tetap untuk tanaman kakao, tp harus diatur agar persaingan
minimal.
Sebaran akar kakao terbanyak sampai radius 1 m dan sebaran
akar kelapa terbanyak sampai radius 2 m, OKI perlu dibuat
tatatanam dng jarak antara kakao dan kelapa minimal 3 m.
Jarak tanam kelapa 10x10 m dan jarak tanam kakao 4x2 m
dalam gawangan kelapa utara-selatan, maka dapat diperoleh
pertanaman dengan populasi tanaman yang cukup yaitu
tanaman kakao 1000 ph/ha dan kelapa 100 ph/ha.
Sbg penaung tanaman kakao, fungsi penaungan tanaman
kelapa dpt diatur dng melakukan siwingan (pangkasan) pelepah
bila penaungannya terlalu gelap, terutama pada musim hujan.
Tanaman kelapa yang sudah cukup tua dan tinggi, apabila
penaungannya kurang dapat ditambah tanaman penaung lain
misalnya dengan lamtoro yang ditanam di diagonal tanaman
kelapa.
Tata tanam dalam penggunaan kelapa sebagai penaung kakao dapat
disusun sebagaimana gambar berikut
XooXooXooXooX
oooooooo
oooooooo
oooooooo
oooooooo
XooXooXooXooX
oooooooo
oooooooo
oooooooo
oooooooo
oooooooo
XooXooXooXooX
Keterangan:
Jarak tanam kakao 4x2 m (1000 ph/ha)
Jarak tanam kelapa 10x10 m (100 ph/ha)
Jarak kakao-kelapa 3 m
Tanaman kayu-kayuan dan tanaman lainnya
Tanaman kayu-kayuan atau tanaman lain yang mempunyai nilai
ekonomis juga dapat dimanfaatkan sebagai penaung, tanaman
sela, ataupun tanaman tepi dalam budidaya kakao.
Tanaman Jati (Tectona grandis) dan Sengon (Albisia falcata) dpt
dimanfaatkan sebagai tanaman tepi kebun ataupun tanaman sela
pada pertanaman kakao.
Pada pertanaman, kakao tersebut tetap dimanfaatkan penaung
Lamtoro atau Gamal, sedangkan Jati dan Sengon ditanam dalam
barisan dua baris (double row) 3 x 2 m dengan jarak antar barisan
jati atau sengon 24 - 30 m.
Dengan tatatanam demikian terbentuk lorong diantara tanaman
jati atau sengon, yang dapat ditanami tanama kakao 3x3 m
Jati, sengon atau tanaman kayu-kayuan yang lain dapat
difungsikan sebagai tanaman penaung dan atau tanaman pematah
angin.
xxoo.oo++oo.ooxxoo.oo++
xxoo.oo++oo.ooxxoo.oo++
xxoo.oo++oo.ooxxoo.oo++
xxoo.oo++oo.ooxxoo.oo++
xxoo.oo++oo.ooxxoo.oo++
xxoo.oo++oo.ooxxoo.oo++
xxoo.oo++oo.ooxxoo.oo++
xxoo.oo++oo.ooxxoo.oo++
xxoo.oo++oo.ooxxoo.oo++
Keterangan
-Jarak tanam kakao (3 x 3) m
- Jarak tanam Jati (3 x 2) m x 24-30 m
- Jarak tanam Sengon (3 x 2) m x 24-30 m
Pengembangan tan. kakao hendaknya tetap memperhatikan
kesesuaian lahannya. Sbg tan. yg dlm budidayanya memerlukan
naungan, sebelum penanaman kakao perlu persiapan lahan dan
naungan yg prima.
Tanpa persiapan naungan yang baik, pengembangan tanaman
kakao akan sulit diharapkan keberhasilannya.
Utk tan. penaung kakao, dpt digunakan tanaman yg mempunyai
nilai ekonomis spt pisang sbg penaung sementara, & kelapa sbg
penaung tetap, serta jati. sengon, atau tan. lainnya sbg tanaman
tepi blok kebun.
Penggunaan penaung tsb perlu disusun dlm tatatanam yg tepat, shg
dpt memberikan produksi yg optimal & memberi manfaat
konservasi lahan.
Persiapan lahan, penyiapan bibit, & saat tanam hrs dilakukan dng
perencanaan yg tepat, shg pd saat tanam, bibit kakao siap tanam,
& tanaman penaung di lapangan siap berfungsi sebagai penaung.
Teknik budidaya yang benar akan dapat diperoleh tanaman kakao
dengan pertumbuhan baik dan produksi yang tinggi.
Pohon Pelindung
•Ada beberapa jenis tanaman perkebunan yang habitat aslinya di dalam
hutan untuk memberikan hasil yang tinggi perlu naungan sebagian,
dengan pohon pelindung
•Pohon pelindung : dalam barisan, melindungi tanaman pokok atau tebing,
pematah angin, bersifat tetap, Albizzia falcata (sengon laut), Leucaena
glauca, L. leucocephala
•Pohon pelindung mengurangi intensitas cahaya dan suhu, meningkatkan
kelembaban udara dan mempertahankan lengas tanah, menambah bahan
organik
Kriteria tanaman yang akan digunakan sebagai pohon pelindung
1.Morfologi daun, tipe percabangan, ketahanan hama penyakit
2.Tumbuh cepat & mampu tumbuh pada tanah kurang subur
3.Tidak mengalami gugur daun pada musim tertentu
4.Tidak bersaing dalam kebutuhan air dan hara dengan tanaman pokok
5.Tidak menjadi inang penyakit, tahan akan angin dan mudah dimusnahkan
6.Sebaiknya dapat bernilai ekonomis
COVER CROP
Tanaman penutup tanah: tan. yg khusus ditanam utk melindungi tanah dr
ancaman erosi serta memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah.
Tanaman penutup tanah berfungsi:
- utk menekan & mengurangi daya rusak butir-butir hujan & aliran
permukaan,
- sebagai summer pupuk organic dan untuk menghindari dilakukannya
penyiangan yang intensif.
Penyiangan intensif dpt menyebabkan tergerusnya lapisan atas tanah.
Untuk menghindari persaingan antara tanaman penutup dengan tanaman
utama dapat dilakukan penyiangan melingkar (ring weeding).
Tanaman Penutup Tanah
• Legume (LCC=legume cover crop)
• Syarat : mudah diperbanyak (biji, stek), perakaran dangkal, pertumbuhan
cepat daun banyak, tahan : pangkas, kering, naungan, OPT, mudah diaturtidak membelit, tidak berduri, menyuburkan tanah
Macam Penutup Tanah
• Menjalar : diantara barisan tanaman, pelindung tebing, bersifat permanen
• Pelindung perdu : di antara barisan TBM, sebagai pagar, pupuk hijau,
sementara
Jenis LCC Tipe Menjalar pada Perkebunan
Kelapa Sawit:
•Centrosema pubescens
•Pueraria javanica
•Calopoginium mucunoides
•Psopocarphus polustris
•Calopogonium caeruleum
•Desmodium ovalifolium
•Mucuna conchinchinensis
•Pueraria phascoloides
Jenis LCC Tipe Pelindung Perdu pada Perkebunan
Kelapa Sawit:
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Flemingia congesta
Crotalaria anagyroides
Tephrosia vogelii
Caliandra callothyrsus (putih)
C. tetragona (merah)
Penanaman LCC secara campuran dari berbagai jenis lebih
menguntungkan dari pada hanya menggunakan 1 jenis LCC
Seleksi LCC: perlu dilakukan sebelum dilakukan penanaman, seleksi
dilakukan melalui pengujian daya kecambah
Tujuan seleksi LCC: mengetahui kemurnian dan persentase
pertumbuhan dari LCC sehingga akan didapatkan pertumbuhan di lahan
yang baik
Tingkat pertumbuhan minimum beberapa jenis kacangan: Calopoginium
mucunoides (40%), Calopogonium caeruleum (30%), Pueraria javanica
(60%), Mucuna conchinchinensis (75%)
Apabila persentase pertumbuhan di bawah standar, kebutuhan benih
dapat ditambah secara proporsional
Contoh Kebutuhan Benih LCC
• Pada penanaman LCC secara campuran kebutuhan benihnya sebagai
berikut: Calopoginium mucunoides (6 kg/ha), Pueraria javanica (3 kg/ha),
Mucuna conchinchinensis (2 kg/ha), dan Calopogonium caeruleum (0,5
kg/ha)
Kegunaan LCC
• Menahan pukulan hujan
• Menahan laju air limpasan
• Menambah N
• Menambah BO (memperbaiki sifat fisik, kimia, biologi tanah)
• Melindungi permukaan tanah dari erosi
• Mengurangi pencucian unsur hara
• Mempercepat pelapukan barang sisa LC/replanting
• Menekan pertumbuhan gulma
Dampak Negatif LCC
• Persaingan dengan tanaman pokok
• Mengganggu tanaman pokok
• Sebagai tempat bersarang tikus
• Kadang menjadi inang dari bakteri, virus, dan jamur
Beberapa Perlakuan Sebelum Penanaman Benih LCC
• Perendaman benih dalam air hangat: dilakukan selama
2 jam pada suhu 750C
• Direndam dalam larutan glycerin: selama 2 jam pada
suhu 600C
• Direndam dalam larutan asam (asam sulfat): selama 815 menit
• Penipisan kulit benih (skarifikasi)
• Supaya pertumbuhan dan perkembangan LCC
berlangsung dengan baik, sebelum benih di tanam
perlu diinokulasi menggunakan Rhizobium
TUGAS PERORANGAN DAN KELOMPOK
1.
2.
3.
4.
HUBUNGAN ANTAR TANAMAN (+ +) (mhs genap)
HUBUNGAN ANTAR TANAMAN (+ -) (mhs ganjil)
HUBUNGAN ANTAR TANAMAN (- -) (mhsi genap)
HUBUNGAN ANTAR TANAMAN (+ 0) (mhsi ganjil)
AZOLLA SP.
Azolla sp. : jenis tumbuhan paku air yg mengapung, banyak
terdapat di perairan yg tergenang terutama di sawah-sawah & di
kolam, mempunyai permukaan daun yg lunak, mudah
berkembang dng cepat & hidup bersimbiosis dng Anabaena
azollae yg dpt memfiksasi nitrogen (N) dari udara.
Hasil fiksasi nitrogen digunakan oleh tan, khususnya tan padi.
Pada kondisi optimum Azolla tumbuh baik dng laju pertumbuhan
35% tiap hari.
Nilai nutrisi Azolla mengandung kadar protein tinggi antara 2330%.
Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih
tinggi dibandingkan dng konsentrat jagung, dedak, & beras pecah.
Hubungan antara Azolla sp. dengan
Minapadi pada Sawah Irigasi
Minapadi adalah suatu teknik budidaya tanaman
padi yang dipadukan dengan pemeliharaan ikan
pada lahan persawahan.
Penggunaan Azolla ini kini lebih
dimanfaatkan untuk budidaya perikanan.
banyak
Dengan adanya mindazbesi yang menggabungkan
minapadi dengan Azolla, selain menjadikannya
sebagai pakan perikanan, juga kontribusi dapat
digunakan untuk peningkatan produksi padi.
NITROGEN FIXATION
• Legumes & Rhizobium – abundant in biomass &
biodiversity in tropics, take up gaseous N from
atmosphere & convert to nitrate
• Certain epiphytic lichens fix nitrogen
• Leaf-surface microbes & liverworts may facilitate
uptake of gaseous nitrogen
• Termites – N-fixation due to activities
of microbes in termite guts
Mindazbesi (kependekan dari mina - padi – Azolla bebek dan sapi) : suatu sistem usaha tani terpadu yg
dikembangkan oleh BPPT Malang.
Konsep mindazbesi didasarkan utk mengelola sec optimal sawah yg terjamin
perairannya dengan memadukan intensifikasi dan diversifikasi yaitu padi,
azolla, ikan, bebek dan sapi yg memiliki hub saling menguntungkan bersifat
saling melengkapi (komplementer) dengan penerapan teknologi yang ramah
lingkungan (sustainable farming). Hub yg simbiosis mutualisme
Usaha terpadu mindazbesi yang menggabungkan beberapa komoditas dalam
satu ekosistem sawah irigasi yang melibatkan padi, ikan, azolla, serta ternak
dilatar belakangi dari besarnya potensi lahan sawah irigasi
---- PERTANIAN TERPADU ---Pengusahaan mindazbesi bertujuan utk memenuhi kebutuhan pangan sbg
sumber karbohidrat, Sedangkan adanya ikan dan bebek menjadi sumber
protein hewani.
TUMBUHAN PARASIT
Tumbuhan parasit :
Tumbuhan
yg
utk
kelangsungan
hidupnya
menggantungkan sebagian atau seluruh sumber
energinya pd tumbuhan lain (tumbuhan inang) &
mengakibatkan inangnya mengalami kekurangan
energi.
Berdasarkan ketergantungannya pada tumbuhan inang,
tumbuhan parasit dibedakan menjadi:
1.Tumbuhan parasi fakultatif:
2.Tumbuhan parasit obligat:
1.Tumbuhan parasit fakultatif:
Tumbuhan parasit yg menggantungkan sebagian
sumber energi pd tumbuhan inang. Parasit fakultatif
masih mempunyai organ fotosintetik yg berfungsi sec
normal sebagaimana tumbuhan bukan parasit.
Contoh parasit fakultatif: benalu (Loranthus sp.)
2.Tumbuhan parasit obligat:
Tumbuhan parasit yg sepenuhnya menggantungkan
sumber energi pd tumbuhan inang.
Contoh: parasit obligat: tali putrid (Cuscuta sp.)
Tumbuhan parasit (gulma parasit)
dibedakan juga menjadi 3 kelompok:
dpt
1. Gulma parasit sejati : tali putri (Cuscuta australis)
Gulma ini tidak mempunyai daun, tidak mempunyai klorofil, tidak
dapat melakukan asimilasi sendiri, kebutuhan akan makannya
diambil langsung dari tanaman inangnya dan akar penghisapnya
(haustorium) menembus sampai ke jaringan floem.
2. Gulma semi parasit (hemi parasit):
Loranthus pentandrus (Dendrophthoe pentandra),
Macrosolen cochinchinensis, Scurrula atropurpurea
Gulma ini mempunyai daun, mempunyai klorofil, dapat melakukan
asimilasi sendiri, tetapi kebutuhan akan air dan unsur hara lainnya
diambil dari tanaman inangnya dan akar penghisap masuk sampai ke
jaringan silem.
3. Gulma hiper parasit : Viscum sp.
Gulma hiper parasit ini menyerang gulma semi parasit.
Gulma ini mempunyai daun, mempunyai klorofil, dapat
melakukan asimilasi sendiri, tetapi kebutuhan akan air dan
unsur hara lainnya diambil dari gulma semi parasit dan
akar penghisap masuk sampai ke jaringan silem gulma
semi parasit.
Tumbuhan parasit berasal dari benih yang terbawa oleh
binatang seperti burung, serangga atau binatang lainnya
serta angin.
Tali putri (Cuscuta sp.) tersebar di kawasan tropis & pd tan
perdu & semak yg rendah, baik semak belukar maupun lapangan
terbuka.
Batang berbentuk bulat seperti benang, lemah, bercabang,
dengan diameter kurang dari 0,5 mm, berwarna coklat muda
kekuningan, panjangnya bervariasi , bisa mecapai 3-8 meter,
melekat pd tumbuhan lain dng alat penghisap (haustorium).
Daun berupa sisik kecil, bunga juga berukuran kecil, berwarna
putih kekuningan. Buah berbentuk bulat, berdaging, dng diameter
3-7 mm. Tali putri menghasikan biji yg jatuh ke tanah &
berkecambah dalam tanah. Tali putri muda panjangnya 2-4 inci,
yg tumbuh & bergerak ke arah inang. Pd musim kemarau di
Indonesia, tali putri menghasilkan bunga-bunga berukuran kecil
berwarna putih. Bunga ini memproduksi dua sel kapsul, buah
yang meretak dan melepaskan 1-4 biji, di mana tiap biji bisa
menghasilkan tumbuhan baru tiap tahun.
Gulma parasit akar Orobanche
Orobanche (broomrape) adalah gulma parasit yang berasal
dari Amerika Utara.
Gulma parasit adalah gulma yang menggantungkan hidupnya
pada tumbuhan autotrophic lain, untuk sebagian atau seluruh
siklus hidupnya. Gulma ini hidup dengan mengambil nutrisi
dari tanaman lain.
Orobanche merupakan salah satu jenis gulma parasit yang
termasuk dalam familia Orbanchaceae, yang memiliki jenis
lebih dari 200 gulma parasit.
Sebagian besar adalah asli gulma yang berada di belahan
bumi utara.
Beberapa di antaranya sebagai parasit di berbagai tanaman,
sedangkan yang lain lebih spesifik.
Orobanche ramosa L. memiliki kisaran inang yang luas,
bersifat parasit pada tanaman Solanaceae, seperti kentang
(Solanum tuberosum L.), tembakau (Nicotiana tabacum L.)
dan tomat (Lycopersicum esculentum Mill.), anggota
Brassicaceae, Leguminosae, dan beberapa familia lainnya.
Orobanche aegyptiaca memiliki kisaran inang yang mirip
dengan Orobanche ramosa dan juga parasit pada wortel
(Daucus carota L.), kacang-kacangan seperti Vicia sativa L.
Beberapa spesies hanya mampu menjadi parasit pada
spesies tanaman tunggal, seperti Ivy.
Orobanche hederae merupakan jenis parasit untuk tanaman
Ivy (daun berpasangan
Orobanche ramosa merupakan tumbuhan asli Eropa Tengah
dan Eropa Barat Daya, banyak ternaturalisasi di temapat lain
dan dianggap sebagai ancaman utama bagi tanaman di
beberapa daerah. Tanaman yang diserang (parasitisi) adalah
tomat, terung, kentang, kubis, coleus, paprika, bunga matahari,
seledri dan kacang. Di beberapa daerah Orobanche bercabang,
dapat menyebabkan kegagalan panen total.
Morfologi Orobanche
Orobanche tumbuh setinggi 5 cm, daunnya yang bersisik
tumbuh pada ketinggian 1 cm. dan bunga berwarna putih
kekuningan atau keunguan yang panjang bunganya sekitar 3,5
cm. Bunga tumbuh pada ujung batang.
Orobanche bunga matahari (sunflower broomrape) adalah
parasit pada bunga matahari, meskipun kadang-kadang dapat
menyerang beberapa tanaman dari familia Asteraceae. Populasi
parasit pada bunga matahari memiliki sejumlahj ras fisiologis.
Orobanchre bunga matahari adalah gulma parasit yang tidak
mempunyai klorofil dan menyerang akar tanaman bunga
matahari.
Karena tidak memiliki klorofil, gulma ini benar-benar tergantung pada
tumbuhan lain, untuk memenuhi nutrisinya. Setelah berada di
permukaan tanah, parasit memiliki tangkai yang berwarna putih,
kemudian menjadi ungu, dengan tabung bunga berwarna kebiruan dan
mahkota berbentuk bengkok, Mempunyai tangkai yang sederhana
dengan ranting sepanjang 5 cm.
Selanjutnya akan berubah warna menjadi coklat, membentuk buahbuahan sebagai kuntum-kuntum yang berlipat ganda. Sekitar 40 kuntum
terbentuk pada tangkai, masing-masing berisi sampai dengan 2000 biji.
Benih tetap hidup dalam tanah hingga 12 tahun.
Benih Orobanche tumbuh intensif di bawah pengaruh sekresi akar
bunga matahari, juga beberapa spesies tananman herba. Akar
Orobanche menembus ke dalam akar tanaman inang, sehingga
pertumbuhan tanaman bunga matahari sangat terhambat.
Gulma parasit Orobanche setinggi 10-60 cm dan tinggi
tumbuhan tergantung pada macam spesiesnya.
Cara terbaik untuk mengenal Orobanche adalah dengan
melihat batangnta yang berwarna kekuningan. Hal ini karena
Orobanche tidak mempunyai klorofil.
Selain menghasilkan bunga yang berwarna kuning, putih, atau
kebiru-biruan.
Tunas bunga yang bersisik, dengan spika terminal yang padat
antara 10-20 bunga di sebagian besar spesies.
Daun-daun berbentuk segitiga, benih-benihnya berwarna
kecoklatan dan seiring dengan umur tumbuhannya tersebut
warnanya akan berubah menjadi kehitaman.
Tumbuhan umumnya berbunga dari musim dingin sampai akhir
musim semi. Ketika tidak berbunga, maka tidak ada bagian dari
tumbuhan ini yang terlihat di atas permukaan tanah.
Selama bertahun-tahun, biji Orabanche tinggal di dalam tanah
sampai dirangsang untuk berkecambah oleh senyawa tertentu
yang dihasilkan oleh akar tanaman yang masih hidup.
Bibit Orobanche selama pertumbuhan mengeluarkan akar, yang
melekat pada akar tanaman lain di sekitarnya. Setelah akar
tersebut menempel pada akar tanaman inang,
Orobanche akan merebut air dan nutrisi dari inangnya tersebut.
Kondisi optimum untuk perkecambahan biji di dalam tanah
adalah pada temperatur 6-25oC dan kelembaban 70-80%.
Biji gulma parasit ini tidak tumbuh pada pada kelembaban tanah
yang berlebihan dan suhu kurang dari 10oC atau lebih dari 35oC.
Pengaruh Orobanche
Gulma parasit Orobanche spp. adalah spesies gulma yang agresif yang
menyerang tanaman kacang-kacangan dan sayuran, dapat menggagalkan
panen secara total dan menyebabkan tanah menjadi tidak subur dalam waktu
lama.
Di Timur Tengah, Orobanhe crenata memiliki efek melemahkan kacang secara
luas (Vicia faba L.). Orobanche cernua Loeft. menyerang wortel, dan
Orobanche cumana Wallr. sangat merusak bunga matahari (Helianthus
annuus L.).
Interaksi parasit Orobanche cernua adalah ancaman yang paling serius untuk
bunga matahari yang diusahakan di negara Mediterania dan Eropa Timur.
Selain menyebabkan penurunan produksi dan pengurangan di daerah
budidaya tanaman, Orobanche juga mengurangi kualitas tanaman.
Keberadaan gulma parasit Orobanche dalam pertanian akan mengurangi
kualitas dan kuantitas produksi pertanian, selain itu dapat mengurangi nilai jual
dari tanaman pertanian. Misalnya di Israel, nilai jerami berkurang karena
adanya Orobanche (Foy, 1989).
Serangan Orbanche mengakibatkan berkurangnya hasil tembakau serta
penurunan kualitas tembakau di Kuba (Parker dan Keyaan, 1993) dan di India
(Khrisnamurthy et al., 1997).
Penyebar luasan biji tali putri dpt melalui
•sisa panen yg berpindah,
•aliran air irigasi,
•disebarkan langsung oleh manusia,
•bersama-sama dng sisa pembuangan semak atau gulma.
Tali putri juga memiliki kemampuan adaptasi yg baik terhadap
perubahan lingkungan.
Biji memiliki kemampuan dormansi selama 5 tahun dalam
tanah menunggu kondisi yg baik utk pertumbuhannya.
Tumbuhan yang diserang: semak belukar atau tumbuhan
pagar, tan hias (dahlia, krisan, atau helenium), serta tan buah
(tomat).
Di luar sifatnya sebagai parsit, tali putri dpt dimanfaatkan untuk pengobatan
penyakit kanker. Rasanya manis, agak pahit, sejuk dan beracun. Herba ini
masuk meridian hati dan ginjal, berkasiat sebagai pembersih darah, pereda
demam (antipiretik), anti radang, peluruh kencing (diuretik), dan penghenti
pendarahan (hemostatis)..
Benalu (Loranthus sp., familia Loranthaceae)
adalah jenis tumbuhan yang hisdupnya tidak memerlukan media
tanah.
Benalu hidup sebagai parasit, menempel pada dahan-dahan
pohon kayu lain dan mengisap air dan mineral dari pohon kayu
yang ditempelinya.
Benalu mudah dijumpai pada pohon-pohon besar di daerah tropis.
Biji benalu mengandung getah yang lengket.
Perkembangbiakan dilakukan oleh burung yang memakan buah
benalu, kemudian biji benalu melekat di dahan-dahan kayu
bersama kotoran burung yang memakannya dan tumbuh di dahan
itu.
Rafflesia arnoldii
merupakan tumbuhan parasit obligat yg terkenal krn memiliki
bunga berukuran sangat besar, bahkan mrpk bunga terbesar di
dunia.
Rafflesia tumbuh di jaringan tumbuhan, tumbuhan merambat
(liana) Tetrastigma & tdk memiliki daun, shg tdk mampu
berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di pulau Sumatera,
terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera
Selatan).
Taman Nasional Kerinci mrpkan daerah konservasi utama spesies
ini. Jenis ini bersama-sama dgn anggota genus Rafflesia yang
lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yg
dahsyat. Di pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis padma parasit
yaitu Rafflesia padma.
Rafflesia arnoldii mrpkan parasit tdk berakar, tdk berdaun
& tdk bertangkai. Diameter bunga ketika sdng mekar bisa
mencapai 1 meter dng berat sekitar 11 kilogram.
Bunga menghisap unsur anorganik & organik dr tanaman
inang Tetrastigma.
Bagian yg disebut tan adalah jaringan yg tumbuh di
tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga Rafflesia
mempunyai 5 daun mahkota yang mengelilingi bagian
yang terlihat spt mulut gentong Di dasar bunga terdpt bag
spt piringan berduri, berisi benang sari atau putik
bergantung pada jenis kelamin bunga jantan atau betina.
Hewan penyerbuk tanaman ini adalah lalat yang
tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga.
Bunga hanya berumur sekitar 1 minggu (5 – 7 hari)
dan setelah itu layu kemudian mati.Rafflesia arnoldii
atau padma raksasa, sering dikacaukan dng bunga
bangkai, krn sama-sama mengeluarkan bau busuk.
Bau busuk yg dikeluarkan oleh bunga digunakan utk
menarik lalat yg hinggap & membantu penyerbukan.
Persentase pembuahan sangat kecil, krn bunga
jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar
bersamaan dlm 1 minggu, Kurang lebih membutuhkan
waktu 3 bulan untuk mekar menjadi sebuah bunga
yang legendaris.
PENYERBUKAN (POLINASI)
Bunga merupakan alat tumbuhan yang nantinya akan menjadi
buah dan di dalam buah nanti akan terjadi biji, dan di dalam biji
terdapat calon tumbuhan baru, yaitu lembaga.
Buah, biji beserta lembaganya hanya akan terjadi setelah
terlebih dahulu pada bunga terjadi peristiwa penyerbukan dan
pembuahan.
Yang dimaksud dengan penyerbukan ialah jatuhnya serbuk sari
pada kepala putik.
Pembuahan ialah terjadinya perkawinan dari sel telur yang
terdapat dalam kantong lembaga di dalam bakal biji dengan
suatu inti yang berasal dari serbuk sari.
Pembentukan lebaga yang disertai dengan peristiwa
perkawinan antara sel telur dengan inti sperma disebut
amfimiksis, sedang pembentukan lembaga tanpa adanya
peristiwa perkawinan terlebih dahulu, disebut apomiksis.
Di samping partenogenesis, masih ada peristiwa
lain yang dapat digolongkan dalam apomiksis,
antara lain:
•Apogami yaitu terjadinya lembaga dari salah
satu inti dalam kantong lembaga , tetapi bukan
dari sel telur, dan juga tanpa perkawinan.
•Pembentukan lembaga yang liar (embrioni
adventif) yaitu jika terbentuk lembaga dari salah
satu sel pada bakal biji, di luar kantong
lembaga, misalnya dari sel nucellus atau sel
integumenta.
Jika dalam satu bakal biji, di samping lembaga yang
berasal dari sel telur, masih terjadi apogami atau embrioni
adventif, maka biji yang terjadi nanti merupakan suatu biji
yang di dalamnya mengandung lebih dari satu lembaga,
peristiwa ini dikenal dengan poliembnrioni.
Peristiwa poliembrioni dapat dilihat, jika dari satu biji yang
berkecambah muncul lebih dari satu tanaman baru. Misal
pada biji jeruk (Citrus sp.), mangga (Mangifera sp.), duku
(Lansium domesticum Coor).
Macam Penyerbukan
Melihat dari mana asalnya serbuk sari, maka penyerbukan
dapat dibedakan:
1.Penyerbukan sendiri (autogami), yaitu jika serbuk sari
yang jatuh pada kepala putik berasal dari bunga itu
sendiri.
2.Penyerbukan tetangga (geitonogami), jika serbuk sari
yang jatuh pada kepala putik berasal dari bunga lain dari
tanaman itu juga.
3.Penyerbukan silang (allogami, xenogami), jika serbuk sari
yang jatuh pada kepala putik berasal dari bunga tanaman
lain, tetapi tanaman yang sejenis.
4.Penyerbukan bastar (hibridisasi), jika serbuk sari berasal
dari bunga pada tanaman lain dan tanaman itu berbeda
jenisnya.
Penyerbukan sendiri yang berlangsung sebelum bunga
mekar dinamakan cleistogami, terdapat misal pada bunga
ceplikan (Ruellia tuberosa L.).
Pembastaran dapat dilakukan:
1.antara dua tanaman yang berbeda jenisnya atau
pembastara antar jenis (varietas), misalnya
pembastaran antara pohon mangga golek dengan
mangga gadung.
2.antara dua macam tanaman atau pembastaran antar
macam (spesies), misalnya pembastaran antara pohon
mangga (Mangifera indica L.) dengan kuweni
(Mangifera odorata Griff.)
3.antara dua tanaman yang seketurunan atau
pembastaran antarketurunan (genus), misal
pembastaran antara lombok (Capsicum sp.) dengan
terong (Solanum sp.).
Polinator
Menurut polinator (perantaranya), penyerbukan dapat dibedakan dalam:
1. Penyerbukan dengan perantaraan angin (anemofili, anemogami), jika serbuk
sari sampai pada bunga yang diserbuki dengan perantaraan angin. Misal
pada rumput (Gramineae).
2. Penyerbukan dengan prantaraan air (hidrofili, hidrogami). Misal pada
tumbuhan hidrofita, Hydrilla verticillata Presl.
3. Penyerbukan dengan perantaraan binatang (zoidiofili, zoidiogami).
Zoidiofili dapat dibedakan dalam:
• Penyerbukan dengan perataraan serangga (entomofili, entomogami). Seperti
kupu-kupu (Lepidoptera), lebah (Hymenoptera), kumbang (Coleoptera), lalat
(Diptera).
• Penyerbukan dengan perantaraa buung (ornitofili, ornitogami), misal burung
kutilang (Pycnonotus aurigaster), cocak (Pycnonotus analis), burung madu
(Nectariniidae).
• Penyerbukan dengan perantaraan kelelawar (kiropterofili, kiropterogami),
terutama untuk pohon-pohonan yang bunganya mekar pada sore atau malam
hari.
• Penyerbukan dengan perantaraan siput (malakofili, malakogami).
Di antara kelompok serangga, lebah merupakan kelompok
polinator yang paling penting karena kemampuan lebah dalam
mengumpulkan polen dan nektar dalam jumlah yang banyak
untuk dikonsumsi dalam koloninya. Macam-macam lebah yang
berperan sebagai polinator:
•Lebah madu (Apis mellifora : Apoidea)
Lebah madu merupakan spesies lebah yang umumnya sebagai
polinator yang selalu berada pada tanaman sepanjang musim
dan tersebar hampir di seluruh dunia. Lebah tersebut memiliki
peralatan yang baik untuk mengumpulkan polen dan nektar
dalam jumlah yang banyak karena lebah ditutupi oleh rambut
yang tebal, juga ada pengait kecil yang efektif menangkap an
memegang butiran butiran polen pada saat serangga
menyentuh anteridium bunga.
INTERAKSI ANTAR BIOTA TANAH
PENGENDALIAN LARVA ORYCTES
dengan
JAMUR Metarrhizium anisopliae
TUMBUHAN UNTUK MEMELIHARA IMAGO
PARASITOID & PREDATOR (MUSUH ALAM)
Cassia tora
Borreria alata
Euphorbia
heterophylla
Antigonon leptopus
Elephantopus
tumentosus
Turnera subulata
Serangan
Setothosea asigna
Turnera subulata
Turnera subulata yg
ditanam utk memelihara
imago parasitoid (musuh
alami) Ulat api
Semua di alam tidak
sekedar terbentuk
secara kebetulan,
namun tentu sengaja
diciptakan dengan
maksud & tujuan
tertentu
MENGURANGI EMISI GAS RUMAH
KACA, MEMPERTAHANKAN
DAUR HIDROLOGI SERTA
KERAGAMAN HAYATI.

similar documents