Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Sekolah Berbasis Standar

Report
Peningkatan Mutu Pendidikan melalui
Sekolah Berbasis Standar Nasional Pendidikan
dan Jejaring Mutu Pendidikan
Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan
Badan PSDMPK dan PMP
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
MATERI ARAHAN
A
EVALUASI PEMENUHAN SNP
Pemenuhan SNP
Kesiapan Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
B
URGENSI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
C
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
Sekolah Berbasis SNP & Jejaring Mutu Pendidikan
Pergeseran Peran PPMP dan LPMP &
Target Pembangunan ke Depan
A. EVALUASI PEMENUHAN SNP
Pemenuhan SNP
CAPAIAN PEMENUHAN SNP
SD
SMP
STANDAR
NILAI
STANDAR
NILAI
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
5.05
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
4.95
STANDAR ISI
5.81
STANDAR ISI
7.21
STANDAR PROSES
5.49
STANDAR PROSES
5.50
STANDAR PENILAIAN
6.65
STANDAR PENILAIAN
6.76
STANDAR PTK
6.44
STANDAR PTK
6.49
STANDAR PENGELOLAAN
6.67
STANDAR PENGELOLAAN
6.75
5.94
RATA-RATA
6.22
SNP
STANDAR
KOMPETENSI
LULUSAN
STANDAR
PENGELOLAAN
10.00
8.00
6.00
4.00
2.00
0.00
STANDAR PTK
STANDAR
KOMPETENSI
LULUSAN
STANDAR ISI
STANDAR
PENGELOLAAN
10.00
8.00
6.00
4.00
2.00
0.00
STANDAR ISI
STANDAR PROSES
STANDAR PTK
STANDAR PROSES
STANDAR PENILAIAN
STANDAR
PENILAIAN
PENDEKATAN PENGELOMPOKAN
SKL
10
> SNP
MENUJU SNP 2
SNP
SKL : > 6,5
5 STD : < 6,5
SKL : > 9
5 STD : > 9
SKL : > 6,5
5 STD : > 6,5
STANDAR
5
MENUJU SNP 1
MENUJU SNP 3
SKL : < 6,5
5 STD : < 6,5
SKL : < 6,5
5 STD : > 6,5
BOBOT
Y
SKL
X1
ISI
20%
X2
PROSES
30%
X3
PENILAIAN
15%
X4
PTK
25%
X5
PENGELOLAAN
10%
KELOMPOK
5
10 5 STD
MENUJU SNP 1
MENUJU SNP 2
MENUJU SNP 3
SNP
DI ATAS SNP
merupakan dua
komponen
terbesar yang
berkontribusi
terhadap
capaian SKL
Y
X
Y < 65% ∑n.X/n < 65%
Y > 65% ∑n.X/n < 65%
Y < 65% ∑n.X/n > 65%
Y > 65% ∑n.X/n > 65%
Y > 85% ∑n.X/n > 85%
KELOMPOK CAPAIAN PEMENUHAN SNP
SD
SMP
80000
14000
74624
70000
12000
60000
10000
50000
9800
8000
37845
40000
13255
6000
30000
4000
17020
20000
10000
2000
2547
334
0
MENUJU
SNP 1
MENUJU
SNP 2
2491
MENUJU
SNP 3
SNP
DI ATAS SNP
220
MENUJU
SNP 1
0.3%
MENUJU
SNP 2
MENUJU SNP 1
SNP
DI ATAS SNP
MENUJU SNP 1
9.6%
MENUJU SNP 2
56.4%
MENUJU SNP 3
51.3%
38.0%
MENUJU SNP 2
MENUJU SNP 3
SNP
SNP
DI ATAS SNP
1.9%
MENUJU
SNP 3
0.2%
12.9%
28.6%
54
0
DI ATAS SNP
0.9%
Sebagian besar Sekolah di Indonesia masih memiliki capaian “Menuju SNP 1”
hanya kurang dari 15% SD dan SMP yang memiliki capaian SNP atau di atas SNP
CAPAIAN KOMPETENSI LULUSAN
SD
Lulusan memiliki kemampuan mengamati dan bertanya
untuk berpikir dan bertindak produktif serta kreatif
7.46
Lulusan menunjukkan karakter
6.26
Lulusan mampu berpikir logis dan sistematis
5.16
Lulusan mampu berkomunikasi efektif dan santun
4.76
Prestasi siswa/lulusan
1.60
BAIK
BAIK SEKALI
-
2
4
6
8
0
2
4
6
8
10
SMP
Lulusan memiliki kemampuan mengamati dan bertanya untuk
berpikir dan bertindak produktif serta kreatif
6.57
Lulusan menunjukkan karakter (jujur, disiplin, bertanggungjawab,
dan menghargai orang lain)
5.61
Lulusan mampu berkomunikasi efektif dan santun
4.96
Lulusan memiliki pengetahuan faktual dan konseptual
4.95
Prestasi siswa/lulusan
2.67
Proses Pembelajaran di Sekolah belum menjamin capaian kompetensi
lulusan/siswa sesuai dengan SNP
10
CAPAIAN 5 PROSES DAN PENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN
SD
BAIK BAIK SEKALI
SMP
BAIK BAIK SEKALI
Sekolah memiliki dokumen perencanaan yang…
8.07
Kepala sekolah melakukan supervisi kualitas…
8.02
Penilaian dilakukan dengan menerapkan…
7.97
Penilaian dilakukan dengan menerapkan…
8.12
Kepala sekolah melaksanakan pengelolaan…
7.84
Kepala sekolah melakukan supervisi kualitas…
8.10
7.96
8.74
Materi ajar relevan dengan kebutuhan siswa
8.43
Sekolah memiliki dokumen perencanaan…
PBM mengembangkan karakter jujur, disiplin,…
7.27
Kepala sekolah melaksanakan pengelolaan…
Pelaksanaan perencanaan sekolah dievaluasi…
7.23
Penilaian dilakukan secara holistik dan…
Guru menganalisis hasil penilaian utk…
7.12
Guru dan tenaga pendidikan profesional…
Guru dan tenaga pendidikan profesional…
7.10
Materi ajar sesuai dengan SKL (membentuk…
7.33
Materi ajar sesuai dengan SKL (membentuk…
7.05
Guru menganalisis hasil penilaian utk…
7.31
7.75
7.43
6.83
RPP yang dikembangkan sesuai dengan SKL…
perencanaan sekolah dievaluasi…
7.21
Proses Pembelajaran dan Penilaiaan
PendidikanPelaksanaan
oleh
sekolah
masih
memiliki
kinerja
Materiajar sesuai dengan kurikulum nasional
6.73
PBM mengembangkan karakter jujur,…
7.21
Penilaian dilakukan
secara
holistik dan…
rendah
dan
merupakan
faktor yang6.44mempengaruhi
capaian
kompetensi
lulusan/siswa
RPP yang dikembangkan sesuai dengan SKL…
7.05
Interaksi guru-siswa mendukung efektifitas PBM
Sekolah memiliki rumusan visi dan misi yang…
6.42
Materiajar sesuai dengan kurikulum nasional
6.41
Sekolah memiliki rumusan visi dan misi yang…
6.89
6.60
6.14
Interaksi guru-siswa mendukung efektifitas…
6.37
Semua guru dan komponen sekolah ikut…
5.99
Suasana akademik di sekolah mendukung…
6.21
PBM mengembangkan budaya dan…
5.99
Evaluasi dilakukan berdasarkan penjaminan…
6.19
Semua guru dan komponen sekolah ikut…
6.05
Evaluasi dilakukan berdasarkan penjaminan…
Guru dan kepala sekolah dapat dijadikan…
5.78
Suasana akademik di sekolah mendukung…
5.64
Penilaian dilakukan sesuai dengan kompetensi…
5.60
4.39
-
2
4
3.13
PBM mengembangkan budaya dan…
2.88
Komite berkontribusi efektif terhadap…
3.09
PBM mengembangkan kreatifitas peserta didik
4.43
Penilaian dilakukan sesuai dengan…
3.11
Komite berkontribusi efektif terhadap…
5.39
PBM dilakukan secara efisien dan efektif…
3.95
PBM mengembangkan kemampuan…
5.56
Guru dan kepala sekolah dapat dijadikan…
4.70
Materi ajar relevan dengan kebutuhan siswa
5.74
PBM mengembangkan kemampuan…
5.09
Kurikulum disusun secara logis dan sistematis
PBM dilakukan secara efisien dan efektif untuk…
5.88
Kurikulum disusun secara logis dan sistematis
2.87
PBM mengembangkan kreatifitas peserta didik
6
8
10
-
2
4
6
8
10
CAPAIAN 5 PROSES DAN PENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN
SD
BAIK
Di Yogyakarta
Bali
Gorontalo
Dki Jakarta
Jawa Barat
Kepulauan Bangka Belitung
Jawa Tengah
Sumatera Barat
Nusa Tenggara Barat
Sulawesi Utara
Banten
Jawa Timur
Riau
Maluku
Kepulauan Riau
Sumatera Utara
Aceh
Sulawesi Tengah
Maluku Utara
Sulawesi Selatan
Jambi
Kalimantan Timur
Sulawesi Tenggara
Bengkulu
Kalimantan Barat
Lampung
Kalimantan Selatan
Sumatera Selatan
Papua Barat
Papua
Sulawesi Barat
Kalimantan Tengah
BAIK SEKALI
6.52
6.34
6.20
6.17
6.16
6.12
6.07
6.05
6.05
6.05
6.04
6.02
5.96
5.92
5.91
5.79
5.74
5.73
5.72
5.69
5.66
5.65
5.64
5.62
5.57
5.57
5.54
5.53
Nasional (5,94)
5.48
5.42
5.39
5.26
0
2
4
6
8
10
SMP
BAIK BAIK SEKALI
DI Yogyakarta
Bali
DKI Jakarta
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Sumatera Barat
Nusa Tenggara Barat
Riau
Kep. Bangka Belitung
Gorontalo
Sulawesi Utara
Sumatera Utara
Sulawesi Selatan
Maluku
Banten
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Kalimantan Timur
Sulawesi Tengah
Kepulauan Riau
Jambi
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Lampung
Sulawesi Barat
Sumatera Selatan
Aceh
Papua Barat
Bengkulu
Papua
Kalimantan Tengah
6.76
6.69
6.58
6.44
6.41
6.39
6.34
6.31
6.22
6.19
6.17
6.15
6.14
6.11
6.11
6.09
6.06
5.99
5.97
5.96
5.94
5.94
5.92
5.90
5.87
5.86
5.84 Nasional (6,22)
5.83
5.79
5.71
5.64
5.57
s
0
2
4
6
8
10
Tidak terlalu signifikan rata-rata kualitas pemenuhan SNP di setiap provinsi
Rata-rata capain mutu pendidikan di Indonesia
masih “sangat bervariasi dan berada dibawah
Standar Nasional Pendidikan”. Perlu dilakukan
“inovasi” dalam meningkatkan mutu yang
“komprehensif” dengan melibatkan seluruh
pemangku kepentingan
11
Kesiapan Guru
Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
Sumber: Badan PSDMPK dan PMP, Diolah oleh Bappenas
• Nilai uji kompetensi guru berpendidikan S1 dan S2/S3 tidak terlalu jauh bedanya
dengan yang berpendidikan lebih rendah.
• Rata-rata nilai yang berpendidikan S2/S3 juga masih di kisaran angka 50.
50
40
30
20
10
0
<D3 D3 S1 S2/S3
<D3 D3 S1 S2/S3
<D3 D3 S1 S2/S3
<D3 D3 S1 S2/S3
<D3 D3 S1 S2/S3
<D3 D3 S1 S2/S3
SD
SLB
SMA
SMK
SMP
TK
• Guru yang sudah S1 dan S2/S3 sekalipun masih banyak yang nilainya
sangat rendah  isu komputerisasi menjadi tidak relevan
100
Nilai UKG
80
60
40
20
0
SD
SMK
SMA
SLB
SM
D3
D1
S1
SMP
D2
S2/S3
TK
Tidak tampak peningkatan nilai UKG pada guru yang baru disertifikasi
dibanding guru-guru yang disertifikasi tahun-tahun sebelumnya
50
40
30
20
10
0
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
SMA
SMK
Nilai UKG guru-guru SMA dan SMK masih sangat rendah. Proporsi guru yang
memperoleh nilai >=60 hanya sedikit, terlebih lagi yang memperoleh nilai >=80
SMA
SMK
Aceh
Sumut
Sumbar
Riau
Jambi
Sumsel
Bengkulu
Lampung
Babel
Kepri
DKI
Jabar
Jateng
Yogyakarta
Jatim
Banten
Bali
NTB
NTT
Kalbar
Kalteng
Kalsel
Kaltim
Sulut
Sulteng
Sulsel
Sultra
Gorontalo
Sulbar
Maluku
Malut
Pabar
Papua
Aceh
Sumut
Sumbar
Riau
Jambi
Sumsel
Bengkulu
Lampung
Babel
Kepri
DKI
Jabar
Jateng
Yogyakarta
Jatim
Banten
Bali
NTB
NTT
Kalbar
Kalteng
Kalsel
Kaltim
Sulut
Sulteng
Sulsel
Sultra
Gorontalo
Sulbar
Maluku
Malut
Pabar
Papua
0
.2
Nilai >=40
.4
.6
.8
Nilai >=60
Sumber: diolah dari data UKG 2012
1
Nilai>=80
0
.2
Nilai >=40
.4
.6
Nilai >=60
.8
1
Nilai >=80
Kemampuan guru saat ini masih
membutuhkan dukungan langsung dari
“tenaga-tenaga profesional, berkomitmen,
dan peduli” untuk meningkatkan mutu
pendidikan di setiap sekolah
17
B. URGENSI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
....Indonesia’s economy has enormous promise...
.... Indonesia’s recent impressive economic performance is not widely understood ....
Perlu
dipersiapkan
social
engineering
Perlu peningkatan
akses, kualitas
dan relevansi
pendidikan
Sumber: Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential (McKinsey Global Institute, 2012)
19
Perkembangan PDB dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia,
2004-2014
1,200.0
1,063.1
6.2
5.8
6.0
5.0
5.5
946.4
800.0
PDB (US$ Miliar)
6.0
4.6
846.2
5.0
878.2
4.0
709.5
600.0
3.0
510.8
400.0
538.8
432.2
2.0
364.4
200.0
257.0
285.8
Pertumbuhan Ekonomi (%)
1,000.0
6.2
6.0
5.7
7.0
6.5
6.3
1.0
-
0.0
2004
2005
2006
2007
2008
PDB (US$ Miliar)
2009
2010
2011
2012
Pertumbuhan Ekonomi (%)
2013
2014
*) 2014 : angka sasaran
Sumber : Menata Perubahan: Mewujudkan Indonesia yg sejahtera, demokratis dan berkeadilan, (Bappenas, 2013), dan Menko Perekonomian
20
Bonus Demografi:
Mempersiapkan Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka
Jumlah Penduduk (000)
350 000
100.0
90.0
300 000
250 000
70.0
60.0
200 000
50.0
150 000
40.0
30.0
Window of
opportunity
100 000
50 000
Dependency ratio
80.0
20.0
10.0
Penduduk
2035
2030
2025
2020
2015
2010
2005
2000
1995
1990
1985
1980
1975
1970
1965
1960
1955
0
1950
0
Dependency Ratio
Indonesian median age < 30 years (2012)
Indonesia has the demographic window of opportunity while Asia is aging ....
Catatan: Dependency ratio: Jumlah penduduk usia 65 thn ke atas + usia 0-14 thn / Jumlah penduduk usia 15-64 tahun
Sumber: Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2015 (Bappenas, BPS, UNFPA 2013), dan United Nations (2013)
21
Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka
Strukutur Penduduk Indonesia
Tahun 2010
75 +
3,853
70-74
3,376
60-69
Kelompok umur
50-59
Periode Bonus Demografi
2010-2035
Generasi 100 thn Merdeka
(Usia pada tahun 2045)
Jumlah Penduduk:
238,5 Juta orang
Pendidikan Menengah Universal (PMU) & Kurikulum 2013
Pendidikan Tinggi yang berkualitas dan berdaya saing
Pendidikan Dasar berkualitas dan merata
Pendidikan karakter
Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah
10,808
20,026
45-54 tahun
40-49
30,730
35-44 tahun
30-39
20-29
10-19
0-9
38,501
41,529
43,724
45,972
Jumlah 2010-2015
Penduduk
(juta) BPS, UNFPA
Sumber: Proyeksi Penduduk Indonesia
(Bappenas,
2013))
Paudisasi
Pendidikan Dasar berkualitas dan merata
Pendidikan karakter
Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah
22
Tahapan Pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025
RPPNJP
VISI 2025
INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF
PERIODE
2005-2009
TEMA
Peningkatan
Kapasitas dan
Modernisasi
2010-2014
Penguatan Layanan
2015-2019
2020-2025
Daya Saing Regional
Daya Saing
Internasional
KERANGKA PIKIR PENYUSUNAN RPJMN 2015-2019
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
MASUKAN
STAKEHOLDERS
1. Sosial
Budaya dan
Kehidupan
Beragama
2. Ekonomi
3. Iptek
4. Sarana dan
Prasarana
5. Politik
6. Hankam
7. Hukum dan
Aparatur
8. Wilayah dan
Tata Ruang
9. SDA dan LH
Tantangan &
Kendala
SDM
9 Bidang:
IPTEK
Background
Study
EVALUASI
RPJMN 2
SDA
Pengarusutamaan
DAYA SAING
EKONOMI
Inclusive
Development
*Sumber UU 17/2007 tentang
RPJPN Tahun 2005-2025
Peningkatan mutu pendidikan “sangat
mendesak” dalam menciptakan generasi
emas dalam mendukung peningkatan daya
saing masyarakat menuju bangsa Indonesia
yang mandiri, maju, adil dan makmur
25
C. PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
Sekolah Berbasis SNP &
Jejaring Mutu Pendidikan
UPAYA PENINGKATAN & PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KOMPETENSI LULUSAN
Sikap
Pengetahuan
Ketrampilan
PENERAPAN KURIKULUM 2013
KONDISI
SATUAN
PENDIDIKAN
SAAT INI
ISI
PROSES
PENILAIAN
SEKOLAH BERBASIS SNP & JEJARING
MUTU PENDIDIKAN
PTK
PENINGKATAN
KOMPETENSI PTK
SARPRAS
PENGELOLAAN
PEMBIAYAAN
UPAYA-UPAYA
LAINNYA
SATUAN
PENDIDIKAN
DENGAN MUTU
LAYANAN
PENDIDIKAN
YANG UNGGUL,
BERSTANDAR ,
DAN BERBUDAYA
MUTU SERTA
MENJAMIN
LULUSAN YANG
BERKUALITAS
SEKOLAH BERBASIS SNP
Tujuan: Mempercepat peningkatan mutu pendidikan melalui
pengembangan sistem manajemen mutu yang dapat
menjamin pemenuhan Standar Nasional Pendidikan.
BADAN PSDMPK-PMP
Kerjasama akan mendorong upaya
peningkatan dan penjaminan mutu yang:
PPMP
PERGURUAN
TINGGI
LPMP
PEMDA
(Pengawas)
•
•
•
•
•
Komprehensif
Inovatif
Berkomitmen
Spesifik
Didukung dengan tenaga
profesional
SPMP-SEKOLAH
AUDIT
MUTU
INTERNAL
MASALAH
MUTU
PERBAIKAN
MUTU
DAMPAK
MUTU
TERUS
MENERUS
BUDAYA
MUTU
TAHAPAN PENGEMBANGAN
BUDAYA MUTU PADA SEKOLAH BERBASIS SNP
PHASE I
PHASE II
PHASE III
EXTERNALLY DRIVEN
INTERNALLY DRIVEN
30%
50%
B
FOKUS:
U D A Y A
100%
M
U T U
TAHUN I:
TAHUN II :
TAHUN III:
KONSOLIDASI
IMPLEMENTASI
PENGUATAN
1. Desain Sekolah
Model
2. Penetapan Sekolah
3. Pengembangan
Program Kerja
4. Pengembangan Unit
dan Dokumen Mutu
1. Pemenuhan mutu
2. Pendampingan pemenuhan
mutu
3. Evaluasi Eksternal
1. Peningkatan Standar
Mutu
2. Pemenuhan mutu
3. Pendampingan
pemenuhan mutu
4. Evaluasi Eksternal
TAHUN IV:
PENGIMBASAN
1. Sosialisasi
Implementasi Sekolah
model
2. Pengimbasan pada
sekolah di sekitarnya
JEJARING MUTU PENDIDIKAN (JMP)
KOLABORASI PENGUATAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN YANG
DIKEMBANGKAN DIANTARA SEKOLAH/ WILAYAH SASARAN DENGAN CARA
BELAJAR BERSAMA MELALUI BERBAGI PENGALAMAN, PEMECAHAN
MASALAH BERSAMA, PENYUSUNAN RENCANA MUTU BERSAMA, DAN
PENGUATAN KEMAMPUAN SDM SEKOLAH
SATUAN
PENDIDIKAN
ANTAR
SATUAN
PENDIDIKAN
ANTAR WILAYAH
SEKOLAH SASARAN
FILOSOFI JMP: MUTU MILIK KITA BERSAMA
JEJARING MUTU PENDIDIKAN
SP
PROV 3
SP
SP
LPMP
BADAN
PEMDA
LPTK
PROV 2
SP
SP
PROV N
SP
LPMP
PEMDA
SP
LPTK
koneksi pusat & daerah
SP
koneksi antar wilayah
PROV 1
SP
SP
koneksi LPMP,LPTK,PEMDA dan Sekolah
koneksi antar sekolah
JEJARING MUTU BERBASIS TIK
SP
PROV 3
SP
SP
LPMP
PEMDA
VIRTUAL
KNOWLEDGE
CENTER
LPTK
PROV 2
SP
SP
PROV N
SP
LPMP
PEMDA
SP
LPTK
SP
PROV 1
SP
SP
TIK sangat berperan dalam
menjembatani komukasi antar pemangku
kepentingan tanpa dibatasi oleh jarak,
waktu, dan tempat
Pergeseran Peran PPMP dan LPMP
Dan Target Pembangunan ke Depan
Pergeseran Peran PPMP dan LPMP
PENYUSUNAN
REGULASI &
PEMETAAN
MUTU
PENDIDIKAN
FASILITASI
PENINGKATAN
MUTU
PENDIDIKAN
REGULASI PMP
AUDIT MUTU
PEMETAAN
PEMENUHAN SNP
(EDS)
SEKOLAH
BERBASIS SNP
JEJARING MUTU
PENERAPAN
KURIKULUM 2013
Sistem penjaminan mutu,
peta capaian, permasalahan
pendidikan & rekomendasi
perbaikan mutu pendidikan
STANDARISASI PROSES
PEMBELAJARAN &
PENILAIAN PENDIDIKAN
Sekolah SNP &
berbudaya mutu
TAHAPAN PENGEMBANGAN
BUDAYA MUTU PADA SATUAN PENDIDIKAN
PHASE I
2011-2015
PHASE II
2016-2020
PHASE III
2021-2025
EXTERNALLY DRIVEN
INTERNALLY DRIVEN
30%
50%
B U DA Y A
100%
M U T U
TARGET JANGKA MENENGAH SEKOLAH BERBASIS SNP
PHASE I
PHASE II
PHASE III
EXTERNALLY DRIVEN
INTERNALLY DRIVEN
30%
50%
B
U D A Y A
100%
M
U T U
2013
2014
2015
2016
Terbentuknya
sekolah berbasis
SNP
Terbentuknya
jejaring mutu di
Seluruh provinsi
Terbentuknya
jejaring mutu di
Seluruh kab/kota
Terbentuknya
jejaring mutu di
Setiap Kecamatan
untuk SD & SMP
40 SD/SMP di 9 Kab/kota
dan 17 SMA/SMK di 17
kab/kota = 57 sekolah
1 provinsi memiliki di 3
kab/kota (@ 4
sekolah/kab) = 57
sekolah + 396 sekolah
@ 4 sekolah/kab =
2.000 sekolah
12.000 SD/SMP di 6000
kecamatan dan 1000
SMA/SMK di seluruh
kab/kota
TERIMA KASIH

similar documents