materi pembinaan peserta mfq 2013

Report
SAIFUL JAZIL
PRESTASI MFQ JATIM PADA MTQ
NASIONAL
 JUARA I PADA MTQ TAHUN 2006 DI KENDARI
SULTENG
 JUARA HARAPAN I PADA MTQ TAHUN 2008 DI
BANTEN (SCORE= 1650 JATIM) DAN JABAR =1655)
 JUARA HARAPAN II PADA MTQ 2010 DI BENGKULU
 JUARA HARAPAN I PADA MTQ 2012 DI AMBON
Persyaratan administrasi
Akte
Ijazah
KTP (Surat dimisili)
Usia maksimal 18 tahun 11 bulan 29
hari (19 tahun)
MATERI (SILABUS)
 Pemahaman Isi kandungan al-Qur’an
 Tarjamah & Kisah-kisah dalam al-Qur’an
 Qira’ah Sab’ah, Tahfidz, Tajwid, & Jenis lagu





Tilawah
Ulumul Qur’an, Hadis & Ulumul Hadis
Fiqh-Ushul Fiqh, Aqidah-Akhlaq
Bahasa Arab & Inggris
Sejarah Indonesia & Islam
Pengetahuan umum dll.
Perlukah al-Qur’an pada era
globalisasi saat ini ?
 Untuk kepentingan kesejahteraan
duniawi semata memang tidak
diperlukan al-Qur’an. Tetapi guna
keselamatan duniawi apalagi demi
keselamatan ukhrawi, mutlak
dibutuhkan al-Qur’an.
Para sahabat menjadi “khairul qurun”
 Sayid Qutub: pertama, karena mereka menjadikan Al-Qur'an
sebagai satu-satunya sumber petunjuk jalan, guna menjadi
pegangan hidup mereka, dan mereka membuang jauh-jauh
berbagai sumber lainnya. Kedua, ketika mereka
membacanya, mereka tidak memiliki tujuan untuk tsaqofah,
pengetahuan, menikmati keindahannya dll. Namun mereka
membacanya hanya untuk mengimplementasikan apa yang
diinginkan oleh Allah dalam kehidupan mereka. Ketiga,
mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan
dengan masa lalu ketika jahiliah. Mereka memandang bahwa
Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali
terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran
maupun budaya.
Kemu’jizatan al-Qur’an
Para penemu kemu’jizatan al-Qur’an sebagian besar nonmuslim, yang kemudian sebagian masuk Islam karenanya,
seperti:
Dr. Sir. Marmaduch Ptcall
Dr. Maurice Buchaille
Jacques Cousteau
Prof. DR. Ayrton Allison
DR. Hartwigg Hirsfeld
Prof. DR. Fuat Sezgin
DR. J.L.C. Wortman dan Prof. DR. Carrel
Dapat dipastikan bahwa kemu'jizatan al-Qur'an itu tetap ada,
setidaknya nampak pada tak tertandinginya bahasa alQur'an, padahal tantangan untuk membuat seperti alQur'an (al-Isra' 88), atau 10 surat (Hud 13) atau bahkan 1
surat saja (al-Baqarah 23) sudah diproklamirkan oleh Allah
SWT sejak lebih 1400 tahun silam.
DR. Hartwigg Hirsfeld menyatakan:
 ”Kita tidak boleh terkejut mendapati, bahwa al-Qur’an
adalah sumber ilmu pengetahuan. Segala hal yang
berhubungan dengan langit dan bumi, perdagangan dan
pekerjaan, kehidupan manusia, sebentar-sebentar
disinggung, dan hal ini membangkitkan tumbuhnya
monograf-monograf yang memuat tafsir dari bagianbagian kitab suci itu. Dalam hal ini al-Qur’an
menimbulkan diskusi besar dan secara tidak langsung
telah menimbulkan perkembangan yang menakjubkan
dari segala cabang ilmu pengetahuan”
 DR. Ahmad Al-Qodi', direktur utama islamic medicine for
education and research yang berpusat di amerika sekaligus
konsultasi ahli sebuah klinik di panama city, florida
amerika serikat telah melakukan penelitian tentang
pengaruh Al Quran pada manusia dalam perspektif
fisiologis dan psikologis. Hasil eksperimen, membuktikan
bahwa 97% responden, baik muslim maupun non-muslim,
baik yang mengerti bahasa arab maupun tidak, mengalami
beberapa perubahan fisiologis yang menunjukkan tingkat
ketegangan urat syaraf reflektif. Hasilnya membuktikan
bahwa Al Quran memiliki pengaruh yang mampu
merelaksasi ketegangan urat syaraf tersebut.
Dari penelitian tersebut juga di ketahui, bahwa ketegangan
urat syaraf berpotensi megurangi daya tahan tubuh yang
disebabkan terganggunya keseimbangan fungsi organ
dalam tubuh untuk melawan sakit atau membantu proses
penyembuhan.
 Hasil penelitian quranik yang dilakukan oleh DR.
Ahmad Al-Qodi' dalam kajian ini menunjukkan
bahwa AlQquran memiliki pengaruh positif yang
signifikan dalam menurunkan ketegangan (stres), dan
ini dapat dicatat dan diukur secara kuntitatif maupun
kualitatif. Pengaruh tersebut tampak dalam bentuk
perubahan-perubahan yang terjadi pada arus listrik
otot urat syaraf, juga perubahan pada daya tangkap
kulit terhadap konduksi listrik, perubahan pada
sirkulasi darah, serta perubahan pada detak jantung,
kadar darah yang mengalir pada kulit dan suhu kulit
yang kesemuanya saling terkait dan paralel dengan
perubahan-perubahan aspek lain.
Untuk Apa al-Qur’an
 Sebagai hudan lin naas, al-Qur’an memiliki nilai-
nilai universal yang diakui kebenaran dan
kebaikannya oleh seluruh masyarakat beradab
dan membawa kebaikan dalam hidup
bermasyarakat, terutama mengenai prinsip
kebebasan yang bertanggung jawab, kesamaan
yang "reasonable", keadilan yang jujur dan
musyawarah yang positif.
 Sebagai hudan lil muttaqiin, al-Qur’an memiliki
nilai-nilai sakral yang membimbing ke arah
keselamatan dunia dan akhirat, yaitu mengenai
iman, Islam dan ihsan (aqidah, syari‘ah dan
akhlak)
Perlukah al-Qur'an Dihafalkan
 Sebagai salah satu upaya menjaga
kemurnian dan bukti kemu'jizatan
al-Qur'an, penghafalan al-Qur'an
tetap diperlukan, karena para
penghafal al-Qur'anlah yang
diyakini kokoh mental dan
moralnya dalam ikut menjaga
kehormatan al-Qur'an
Niat menghafal al-Qur’an
a. Ikut menjaga al-Qur’an dan
mensyi’arkannya
b. Mempertinggi frekuensi membaca
al-Qur’an
c.Mempermudah telaah ilmiah yang
berkaitan dengan ilmu-ilmu ke-Islaman
d.Mengendalikan amaliah agar senantiasa
sesuai dengan al-Qur’an
e. Mencari ridla Allah SWT.
Problem menghafal al-Qur’an
 Bagaimana supaya mudah dalam menghafal al



Qur’an
Bagaimana supaya cepat dalam menghafal alQur’an ?
Bagaimana mengatasi godaan, baik godaan
internal (nafsu menambah hafalan, malas dll),
maupun godaan eksternal (banyaknya kesibukan,
pacaran dll) ?
Bagaimana menjaga supaya tidak mudah lupa?
Bagaimana menginternalisasikan al-Qur’an ke
dalam diri kita ?
 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah selama di
dalam penjara, dari tanggal 7 Sya'ban 726 H
sampai wafatnya 22 Dzulqa'dah 728 H, selama
2 tahun 4 bulan beliau telah mengkhatamkan
Al-Qur'an bersama saudaranya Syeikh
Zainuddin Ibnu Taimiyah sebanyak 80 kali
khatam, yang berarti rata-rata setiap 10 hari
khatam satu kali.

similar documents