Layta_profilaksis untuk migrain (Layta Dinira 116090217011004)

Report
Profilaksis untuk
Penderita Mingrain
Layta Dinira / 116090217011004
PENDAHULUAN
primer
Profilaksis
sekunder
6-8% (pria)
15-25% (wanita)
1% (2.500.000 jiwa) :
1 hari dalam 1 minggu
5% :18 hari per tahun
Migrain
Faktor pemicu :
Depresi dan stres
Profilaksis
Untuk Migrain
beta blocker, calcium
channel blocker, antidepresan, dan antiepilepsi
?
PEMBAHASAN
• Migrain
- sakit kepala yang dialami hanya sebagian
- dapat terjadi selama 2 sampai 72 jam
- mual, muntah, fotofobia (sensitivitas terhadap cahaya meningkat), dan fonofobia
(sensi-tivitas terhadap suara meningkat)
- kurang lebih 20% penderita mengalami
migrain dengan aura
PEMBAHASAN
• Migrain
- mekanisme secara molekular serta apa yang
terjadi di dalam sel masih belum diketahui
- Teori CSD :
ketika seseorang mengalami depresi atau
stres  terjadi cortical spreading depression
(CSD)

mengganggu
trigeminovascular
/
system
mengaktifkan
(TGVS)

seseorang akan merasa nyeri atau sakit kepala
sebelah yang menimbulkan aura
PEMBAHASAN
• Interaksi Obat dan Reseptor
PEMBAHASAN
• Obat yang Diberikan
Obat-obat yang mampu menginhibisi CSD pada saat terjadinya depresi atau
stres
1. Beta blocker
Mengganggu / menghalangi reseptor beta (pada sel otot jantung, otot halus,
arteri, ginjal, dan jaringan lain yang merupakan bagian dari sistem saraf
simpatetik) berikatan dengan hormon epinefrin dan hormon lain penyebab stres
 stres berkurang
Golongan beta blocker efektif
untuk profilaksis migrain
PEMBAHASAN
2. Calcium channel blocker
Obat-obatan dari golongan calcium channel blocker pada profilaksis migrain
akan menginhibisi enzim pembuat kanal kalsium yang terlibat dalam
pembentukan prostaglandin
Golongan calcium channel blocker
PEMBAHASAN
3. Anti-depresan
Obat anti-depresan yang cukup efektif mencegah migrain adalah amitriptilin.
Obat ini bekerja dengan cara mengatur regulasi reseptor serotonin. Amitriptilin
pada profilaksis migrain diberikan pada dosis 10 hingga 75 mg per hari.
Golongan anti-depresan
PEMBAHASAN
4. Anti-epilepsi
Salah satu obat anti-epilepsi yang banyak digunakan adalah topiramat.
Topiramat berfungsi menutupi voltage-sensitive sodium channels dan voltageactivated calcium channels. Obat ini akan mengurangi frekuensi migrain per
bulan pada pasien yang meminumnya dalam dosis 50 hingga 100 mg per hari.
Golongan anti-epilepsi
PENUTUP
Migrain merupakan suatu penyakit yang menyebabkan terjadinya sakit kepala
sebelah. Penyebab utama nyeri kepala pada migrain secara molekular serta
apa yang terjadi di dalam otak masih belum diketahui, akan tetapi ketika
seseorang mengalami depresi atau stres terjadi cortical spreading depression
(CSD) yang akan mengganggu trigeminovascular system (TGVS) sehingga
pasien akan mengalami migrain dengan aura. Untuk mencegah terjadinya
migrain, diberikan obat-obat yang mampu menginhibisi CSD pada saat
terjadinya depresi atau stres, yaitu dari golongan beta-blocker (propanolol),
calcium channel blocker (flunarizin), anti-depresan (amitriptilin), dan anti-
epilepsi (topiramat).
DAFTAR PUSTAKA
•
Arcangelo, V.P. dan A.M. Peterson, 2006, Pharmacotherapeutics for Advanced
Pratice : A Practical Approach, Second Edition, Lippincott Williams & Wilkins,
Philadelphia.
•
Elder, K., 2010, Migraine Headache, http://www.physio-pedia.com, diakses pada
tanggal 22 November 2012.
•
Gustavsen, R. dan R. Streeck, 1993, Training Therapy : Prophylaxis and
Rehabilitation, Second Edition, Thieme Medical Publishers, New York.
•
Neal, M.J., 2002, Medical Pharmacology at a Glance, Fourth Edition, Blackwell
Science, Oxford.
•
Pietrobon, D. dan J. Striessnig, 2003, Neurobiology of Migraine,
http://www.nature.com/reviews/neuro, diakses pada tanggal 19 November 2012.
•
Shukla, R. dan M. Sinha, 2010, Migraine : Prophylactic Treatment, Supplement of
JAPI, 58:26-29.
TERIMA KASIH 

similar documents