laporan kegiatan pokja sanitasi kabupaten jombang

Report
LATAR BELAKANG MPSS
 Tahapan lanjutan dari penyusunan Buku Putih dan SSK adalah
penyiapan dokumen Memorandum Program Sektor Sanitasi
(MPSS) Kabupaten,
 Penyusunan MPSS Kabupaten dimaksudkan untuk mempertegas
program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam periode
PPSP, baik tentang lokasi, pelaksana kegiatan, waktu
pelaksanaan, biaya yang dibutuhkan dan tentunya kepastian
sumber dananya.
 Meningkatnya dukungan para pemangku kepentingan, baik
selama proses penyusunan maupun dalam implementasi;
 Sebagai media untuk komunikasi antar pemangku kepentingan
serta bahan monitoring dan evaluasi pencapaian strategi
REALISASI BELANJA SEKTOR SANITASI
No
ANGGARAN ( dlm Rp. juta)
URAIAN
2008
2009
2010
I
Pendapatan Daerah
808.379,71
882.158,48
1.019.280,05
II
Belanja Daerah (minus belanja pegawai)
374.879,02
420.649,63
377.977,42
III
Belanja Terkait Sanitasi
14.025,13
15.584,33
13.089,53
626,97
455,41
688,97
IV
-
air limbah
-
persampahan
3.027,65
2.768,23
6.239,40
-
drainase
7.923,67
8.360,44
4.032,60
-
air bersih
2.091,87
3.404,87
1.840,30
-
hygiene
354,97
595,37
288,26
3,74
3,70
3,46
1,73
1,77
1,28
Prosentase Belanja Sanitasi Terhadap
Belanja Daerah ( III dibagi II ) ....... dalam %
( III dibagi I ) ....... dalam %
SISTEMATIKA DOKUMEN MPSS
Bab 1. Pendahuluan
Bab 2. Kerangka Logis Pembangunan Sanitasi Kabupaten Jombang
Bab 3. Konsolidasi dan Prioritasi Program dan Kegiatan
Bab 4. Kebutuhan Studi dan Disain Teknis
Bab 5. Rencana Implementasi Jangka Menengah
Bab 6. Rencana Implementasi Tahun Pertama (n+1) dan tahun
selanjutnya
Bab 7. Rencana Pengelolaan Program
Bab 8. Rekomendasi dan Tindak Lanjut
PETA AREA SANITASI KABUPATEN JOMBANG
Ploso
Luas wilayah kabupaten
115.950 Ha
Jumlah Penduduk Tahun 2010
adalah 1.201.557 jiwa
Ngusikan
Kabuh
Kudu
Plandaan
Kesamben
Jombang
Mojoagung
Diwek
Tidak beresiko
Resiko rendah
Ngoro
Bareng
Beresiko sedang
Wonosalam
Resiko Tinggi
5
VISI dan MISI SANITASI KABUPATEN JOMBANG
“ Terwujudnya Sanitasi Kabupaten Jombang yang
Terpadu dan Berkelanjutan Berbasis Masyarakat ”
1. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan swasta (dunia usaha) dalam
pengelolaan sanitasi;
2. Meningkatkan upaya penyehatan lingkungan pemukiman melalui program
perilaku hidup bersih dan sehat;
3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sanitasi;
4. Meningkatkan sosialisasi sanitasi yang memadai di masyarakat;
5. Meningkatkan cakupan layanan air bersih dan sanitasi (Air Limbah, Drainase
Lingkungan dan Persampahan);
6. Meningkatkan cakupan layanan kebersihan di lokasi pasar;
7. Mengintegrasikan budaya hidup bersih dan sehat dalam kurikulum sekolah;
8. Menanamkan budaya hidup bersih dan sehat sejak dini.
Sub Sektor Air Limbah
Melaporkan menggunakan tangki (81,9%)
947,4%septiik
N=1653
N=1090
Dibangun kurang dari 2th lalu (8,6%) atau
antara 2-5 th lalu(21,1%)
Tidak bisa
dispesifikkan
Dibangun lebih dari 5 th lalu (64,7%)
Tidak pernah dikosongkan
(89,9%)
Pernah dikosongkan
(7,1%)
N=1637
Suspek cubluk
N=125
Dikosongkan kurang dari 2
th lalu(36,8%)
Suspek tangki septik
Dikosongkan 2-5 th lalu
(31,2%)
Suspek tangki septik
Dikosongkan 5 th lalu
(24%)
Suspek cubluk
Isu Permasalahan Air Limbah





Rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak BABS
Masih ada warga belum yang mengakses jamban sehat sekitar
28 %;
Masih banyak kondisi sarana prasarana sanitasi warga yang
tidak memenuhi syarat;
Pengelolaan IPLT belum optimal, karena kesadaran
masyarakat untuk menguras tangkiseptik masih rendah
Belum adanya konsep pengelolaan air limbah yang
terintegrasi, jangka panjang dan menengah.
Program Prioritas Air Limbah



Penyusunan dokumen perencanaan jangka panjang/
Masterplan pengelolaan air limbah;
Kegiatan yang dapat segera dilaksanakan seperti
Pembangunan MCK+, MCK++ dan Prasarana dan Sarana Air
Limbah setempat dan Komunal;
Kegiatan perencanaan dan pembangunan pengolahan air
limbah skala kawasan sistem terpusat dengan prioritas pada
kawasan padat penduduk dan memiliki kelembagaan
pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan Prioritas Air Limbah

Prioritas Tahun 2012

Prioritas Tahun 2013

Prioritas Tahun 2014
Sub Sektor Persampahan
Kabupaten Jombang memiliki 1 TPA, yaitu di Desa Banjardowo Kecamatan Jombang,
dimana timbulan sampah yang ada sebesar 56.210 m3/tahun. Sedangkan realisasi
sampah yang terangkut ke TPA pada tahun 2009 adalah 47.450 m3/tahun atau
sebesar 40,6%.
Isu Permasalahan Persampahan

Tingkat pelayanan persampahan masih 15% untuk skala
kabupaten, namun pada skala perkotaan sudah mencapai
90%;

Kebutuhan pengembangan lahan TPA Sanitary Landfill;

Penanganan limbah medis dan B3 belum optimal;

Belum optimalnya upaya 3R di masyarakat;

Masih ada masyarakat yang membuang sampah di tidak
pada tempatnya.
Program Prioritas Persampahan





Penyiapan perencanaan detail infrastruktur pendukung TPA
Sanitary Landfill;
Pembangunan TPA Sanitary Landfill Banjardowo;
Penyiapan kelembagaan dan penguatan kapasitas
pengelola TPA Sanitary Landfill;
Peningkatan pengolahan sampah terpadu 3R;
Pengembangan program bank sampah.
Kegiatan Prioritas Persampahan

Prioritas Tahun 2012

Prioritas Tahun 2013

Prioritas Tahun 2014
Sub Sektor Drainase



Sistim drainase pada umumnya memanfaatkan sungai sebagai
saluran pembuang akhir. Di Kabupaten Jombang memiliki beberapa
aliran sungai dan hampir seluruh wilayah Kabupaten Jombang
bermuara ke daerah aliran Sungai Brantas;
Sungai-sungai utama yang melintasi wilayah Kabupaten Jombang
yaitu Sungai Brantas, Kali Konto, Kali Gunting, Kali Ngotok
Ringkanal, Kali Gudo, Kali Apur Besok, dan Kali Jombang yang
sebagian besar berhulu di Pegunungan Arjuno;
Di wilayah perkotaan Jombang dengan semakin meningkatnya
perkembangan kawasan permukiman mengakibatkan sering
terjadinya genangan di beberapa lokasi dengan luasan mencapai
7.111 meter, yang meliputi wilayah Kelurahan Kepatihan, Jombang,
Desa Sambong Dukuh, Desa Pulu Lor, Kelurahan Kaliwungu, Desa
Tambakrejo dan Desa Mojongapit.
Isu Permasalahan Drainase




Timbulnya genangan sesaat di beberapa wilayah perkotaan
Jombang (Jl. Kartini, RE Martadinata, Seroja, Pulolor, Kapten
Tendean, Kawasan Stadion);
Belum ada perencanaan makro penanganan banjir;
Data base saluran drainase Perkotaan Jombang masih belum
menyeluruh;
Minimnya masyarakat yang mempunyai bangunan konservasi
air tanah, seperti sumur resapan maupun biofori.
Program Prioritas Drainase




Review Masterplan dan perencanaan detail (DED);
Pembangunan saluran drainase primer/sekunder dan
pengerukan sedimen;
Pembangunan drainase lingkungan/tersier;
Optimasi pembangunan sumur resapan dan biopori.
Kegiatan Prioritas Drainase

Prioritas Tahun 2012

Prioritas Tahun 2013

Prioritas Tahun 2014
Sub Sektor Higiene



Sepanjang tahun 2010 ditemui kasus diare di puskesmas
sebesar 5.037 kasus dan diare pada balita sebanyak 1426
kasus;
Di Kabupaten Jombang kesadaran untuk mencuci tangan
pakai sabun sebesar 95%. Hal ini menunjukkan bahwa
masyarakat Kabupaten Jombang memiliki tingkat kesadaran
cukup tinggi (EHRA, 2010);
Pelaksanaan Program StoPS di Kabupaten Jombang
mencakup 21 wilayah kecamatan dimana 84 Desa di 184
Dusun telah ODF.
Kegiatan Prioritas Higiene

Prioritas Tahun 2012

Prioritas Tahun 2013

Prioritas Tahun 2014
Sub Sektor Air Minum
Sumber Air Bersih
90.0%
80.0%
70.0%
60.0%
50.0%
40.0%
30.0%
20.0%
10.0%
0.0%
84.5%
6.5%
PDAM
Sumur
0.5%
8.4%
Mata Air
Air isi ulang
dan kemasan
0.2%
Lain-lain
o Masih ada wilayah desa rawan air bersi perdesaan yang belum terlayani, sehingga
dibutuhkan perluasan jaringan-jaringan yang ada sehingga dapat menjangkau daerahdaerah yang membutuhkan air bersih.
o Kapasitas produksi sumber daya air perlu ditingkatkan serta kebutuhan mencari sumbersumber mata air yang ada dan mencukupi debitnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih
khususnya di daerah rawan air bersih
Kegiatan Prioritas Air Minum

Prioritas Tahun 2012

Prioritas Tahun 2013

Prioritas Tahun 2014

similar documents