Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) terdiri dari

Report
SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
DAN KARYA TULIS ILMIAH
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN
BERKELANJUTAN (PKB)
• adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai
dengan kebutuhan, berkelanjutan untuk meningkatkan
profesionalitasnya.
• merupakan salah satu dari unsur utama yang kegiatannya dapat
diberikan angka kredit.
• Tujuan :
1. memperbanyak guru yang makin profesional. Semakin bagi guru
profesional, diberikan penghargaan di ntaranya kenaikan
golongannya
2. Guru diberi motivasi tinggi untuk dapat mencapai pangkat
puncak sebagai PNS (sampai dengan pembina utama/Gol. IV E)
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
(PKB) TERDIRI DARI :
PENGEMBANGAN
DIRI
KARYA INOVATIF
PKB
PUBLIKASI ILMIAH
A. Hasil penelitian/gagasan inovatif
B. Buku teks pelajaran, buku
pengayaan, dan pedoman guru
MACAM KARYA TULIS ILMIAH SESUAI
KEPMENPAN
Baru
Macam Publikasi
1. Presentasi pada forum
ilmiah
2. Publikasi ilmiah hasil
penelitian atau gagasan
inovatif pada bidang
pendidikan formal
3. Publikasi buku teks
pelajaran, buku
pengayaan,dan/atau
pedoman guru
Lama
Macam KTI
1. Hasil penelitian,
2. Tulisan ilmiah populer
3. Prasarana ilmiah
4. Buku pelajaran atau
modul
5. Diktat pelajaran
6. Karya penerjemahan
PUBLIKASI ILMIAH
Baru: Macam Publikasi
1. Presentasi pada
forum ilmiah
2. Publikasi ilmiah
3. Publikasi buku teks
pelajaran, buku
pengayaan,
dan/atau pedoman
guru
presentasi di forum ilmiah
hasil penelitian
tinjauan ilmiah
tulisan ilmiah populer
artikel ilmiah
buku pelajaran
modul/diktat
buku dalam bidang
pendidikan
• karya terjemahan
• Buku pedoman guru
•
•
•
•
•
•
•
•
KONSEP YANG SALAH PADA KTI DALAM KBM
1. Makin banyak guru berpangkat golongan IVb ke atas, makin baik mutu
pendidikan.
2. Tupoksi guru hanya melaksanakan profesinya
OLEH KARENA
ITU
Guru diwajibkan melakukan kegiatan
pengembangan profesi .Untuk setiap macam
kegiatan pengembangan profesi guru yang
dilakukan, diberikan ANGKA KREDIT sebagai
kelengkapan kenaikan pangkat golongannya.
3. Kegiatan pengembangan profesi harus berupa KTI
4. KTI harus berupa laporan penelitian (PTK?)
5. KTI harus laporan PTK
6. KTI harus setara tesis
KTI YANG MEMENUHI SYARAT
 A sli, BUKAN merupakan plagiat, jiplakan, atau disusun dengan
niat dan prosedur yang tidak jujur.
 P erlu, permasalahan bukan hal yang mengada-ada, atau
memasalahkan sesuatu yang tidak perlu
 I lmiah, penelitian harus berbentuk, berisi, dan dilakukan sesuai
dengan kaidah-kaidah kebenaran ilmiah.
 K onsisten, penelitian harus disusun sesuai dengan kemampuan
penyusunnya.
Fokus penilaian KTI adalah
keaslian
dan
kemanfaatan
PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH
• Strategi pemecahan masalah yang
memanfaatkan tindakan nyata dan proses
pengembangan kemampuan dalam
mendeteksi dan memecahkan masalah
• Menggabungkan tindakan bermakna dengan
prosedur penelitian: Upaya pemecahan
masalah sekaligus mencari dukungan ilmiah
TUJUAN PTK
Penelitian tindakan kelas (PTK) bertujuan mengenali masalah
pembelajaran, menemukan pemecahan masalah pembelajaran
yang aktual dengan mengembangkan inovasi pembelajaran,
untuk:
 meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pembelajaran.
 mengatasi masalah pembelajaran secara terencana dan
berkelanjutan.
 meningkatkan kerja sama profesional antara pendidik di semua
jenjang pendidikan.
 menumbuhkembangkan budaya akademik dan profesionalisme di
kalangan pendidik sehingga tercipta sikap proaktif dalam
memperbaiki mutu pembelajaran secara berkelanjutan
MANFAAT
•
•
•
•
•
•
Meningkatkan kompetensi guru dalam mengatasi
masalah pembelajaran di kelas.
Memberdayakan dan memanfaatkan hasil kerja
kreatif dosen semaksimal mungkin.
Mengaktualisasikan potensi siswa untuk mencapai
hasil belajar yang maksimal.
Menumbuhkembangkan budaya inovasi guru dalam
mengembangkan model dan perangkat pembelajaran
di sekolah.
Meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah guru.
Meningkatkan koloborasi antarguru dalam
memecahkan masalah pembelajaran di kelas.
PRINSIP PTK
Siklis
Upaya berkelanjutan secara siklis sampai terjadinya peningkatan, perbaikan, atau
‘kesembuhan’ sistem, proses, hasil, dan sebagainya, tanpa menggeser tema
sentral
Sistematik
proses dan hasil pembelajaran direkam dan dilaporkan secara sistematik dan
terkendali menurut kaidah ilmiah.
Integral
merupakan bagian integral dari pembelajaran, menggunakan kaidah-kaidah ilmiah.
Autentik
masalah pembelajaran riil; diagnosis masalah nyata yang berlangsung dalam
pembelajaran; tidak berdasar pada kajian akademik atau kajian literatur semata,
Konsisten
Konsistensi dan kepedulian dalam memperbaiki kualitas pembelajaran.
Komprehensif
Perspektif yang lebih luas akan memberi sumbangan signifikan pada peningkatan
kualitas pendidikan.
KARAKTERISTIK PTK
INOVATIve,
Problem Solving,
ContexTual
Penemuan strategi,
teknik, sarana
pembelajaran,
sistem asesmen
yang lebih baik ,
sesuai kondisi
untuk
menyelesaikan
masalah
pembelajaran
KOLABORATIF
Kerjasama
diantara
pendidik
REFLEKTIF
Refleksi
terhadap
proses dan
hasil
pembelajaran
secara terus
menerus
SIKLUSISTIk
Mengikuti
daur yang
berulang
PROSEDUR PTK
1. Kemmis & McTaggart
1) Merumuskan masalah dan merencanakan
tindakan
2) Melaksanakan tindakan dan observasi
3) Refleksi hasil (observasi dan hasil belajar)
4) Revisi dan perencanaan ulang
PROSEDUR PTK MENURUT KEMMIS &
MCTAGGART
Refleksi Awal
Plan
Reflection
Action/
Siklus 1
Observation
Revised Plan
Reflection
Action/
Siklus 2
Observation
Revised Plan
Dst
PROSEDUR PTK
2. McKernan
1) Analisis situasi
2) Perumusan dan klarifikasi permasalahan
3) Hipotesis tindakan
4) Perencanaan tindakan
5) Implementasi tindakan dan monitoring
6) Evaluasi hasil tindakan
7) Refleksi dan pengambilan keputusan untuk
tindak lanjutnya
PROSEDUR PTK MENURUT MCKERNAN
Siklus berikutnya
Analisis situasi
Refleksi dan
pengambilan
keputusan
Perumusan
dan klarifikasi
masalah
Hipotesis
tindakan
Evaluasi hasil
Implementasi
dan
monitoring
Perencanaan
tindakan
PERLU DIPERHATIKAN
• Kompleksitas, ruang lingkup dan intensitas tindakan
dapat berkembang sedemikian rupa sampai masalah
terpecahkan.
• Sering kali muncul masalah lain yang menuntut untuk
dipecahkan
• Jangka waktu satu siklus sangat bergantung
permasalahan, tidak bisa dibatasi
1. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH
Mengapa?
- Ada kesenjangan
- Tidak seperti harapan
- Hasil tidak memuaskan
Merasakan
adanya
masalah
Refleksi
Awal
Masalah siswa
Masalah guru
Masalah nyata
yang dihadapi
dalam
pembelajaran
sehari-hari
PERTANYAAN-PERTANYAAN YANG BISA
MEMBANTU
•
•
•
•
•
•
•
Apakah kompetensi awal siswa untuk mengikuti
pembelajaran cukup memadai?
Apakah proses pembelajaran yang dilakukan cukup
efektif?
Apakah sarana/prasarana pembelajaran cukup
memadai?
Apakah pemerolehan hasil pembelajaran cukup tinggi?
Apakah hasil pembelajaran cukup berkualitas?
Apakah ada unsur inovatif dalam pelaksanaan
pembelajaran
Bagaimana melaksanakan pembelajaran dengan strategi
inovatif tertentu?
Identifikasi Masalah
 Tulis semua hal terkait dengan pembelajaran yang
memerlukan perbaikan
 Memilah dan mengklasifikasi masalah
 Mengurutkan masalah sesuai dengan tingkat
urgensinya
 Menetapkan masalah yang akan diselesaikan
melalui tindakan kelas.
SELAIN ITU….
Apakah ada bukti
empirik yang
mendukung masalah
pembelajaran baik
dari sisi proses dan
hasil?
Apakah
masalah
teridentifikasi
dengan jelas ?
Apakah ada bukti
empirik yang
memperlihatkan
hasil tindakan
serupa yang pernah
dilakukan
sebelumnya?
Bagaimana
kesiapan peneliti
melaksanakan
tindakan yang
telah dipilih
Lebih Spesifik
Dalam proposal
Rumusan Masalah harus jelas  tidak memiliki makna
ganda
Rumusan Masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya
Rumusan masalah menunjukkan hubungan antara
Permasalahan dan tindakan
Rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara Empirik
Rumusan Masalah menunjukkan secara jelas subyek
dan/atau lokasi
Rumusan Masalah menunjukkan secara jelas tindakan yang
diimplementasikan
CONTOH
Bagaimana meningkatkan pemahaman siswa
terhadap pengelolaan keuangan dengan
memberikan tugas kelompok ?
Apakah pembelajaran kooperatif dapat
meningkatkan ketrampilan siswa kelas X
jurusan IPA dalam mengerjakan soal-soal
Redoks?
Bagaimana meningkatkan pemahaman siswa
kelas IX tentang konsep fotosintesis dengan
peta konsep?
2. KAJIAN PUSTAKA
•
Kajian teoretis tentang masalah dalam penelitian dan
tindakan yang digunakan dalam penelitian
•
Kajian empiris hasil penelitian/pengembangan inovasi
terdahulu yang relevan
•
Kerangka pikir yang menunjukkan keterkaitan antara
masalah, teori, hasil penelitian terdahulu yang relevan,
dan pilihan tindakan. (dapat digambarkan dalam bentuk
bagan, diagram, uraian argumentatif, atau bentuk
penyampaian lainnya)
3. MERENCANAKAN TINDAKAN
• Gagas pendapat tindakan apa yang akan dilakukan
untuk memecahkan masalah (Kolaborasi guru
sebidang/serumpun)
• Kajian teoretik di bidang pembelajaran/pendidikan
• Kajian hasil-hasil penelitian yang relevan
• Diskusi dengan teman sejawat, pakar pendidikan,
peneliti lain
• Kajian pendapat dan saran pakar pendidikan yang
sudah dituangkan dalam bentuk program
• Refleksi diri mengenai pengalaman sebagai guru
Tindakan yang
dipilih?
INOVATIF
A. Model Social (Social Models)  Joyce et al (2001) :
1) Partners in Learning
2) Role Playing
3) Jurisprudential inquiry
B. Model Pemrosesan Informasi (InformationProcessing Models)
1) The Basic Inductive Models
2) The Basic Thinking Skills
3) Scientific inquiry and inquiry training
4) Memorization
5) Learning from presentation (Advanced Organizers)
C. Model Personal (Personal Models)
1) Nondirective teaching
2) Concepts of Self
D. CTL (CTL Academy Fellow) dan Pakem (Pembelajaran aktif, kreatif,
efektif, menyenangkan)
KEGIATAN YANG DILAKUKAN DALAM PERENCANAAN
1. Membuat skenario tindakan
2. Mempersiapkan Sarana Pembelajaran
3. Mempersiapkan Instrumen pengumpul data
4. Melakukan Simulasi Pelaksanaan Tindakan
4. MELAKSANAKAN TINDAKAN,
OBSERVASI DAN ASSESMENT
• Melaksanakan skenario pembelajaran 
mengaplikasikan inovasi pembelajaran
• Melaksanakan observasi  proses dgn
menggunakan instrumen yang sudah
didesain
• Melaksanakan assesment
5. MENGANALISIS DATA HASIL OBSERVASI,
ASSESMENT DAN INTERPRETASI
• Data kualitatif dan kuantitatif dianalisis melalui:
Reduksi Data
Penyajian/
Paparan Data
Penyimpulan Hasil Analisis
Interpretasi
Data
OBSERVASI-INTERPRETASI
• Peneliti melakukan observasi terhadap proses
dan dampak tindakan, terutama perubahan
dinamika kelompok dalam pembelajaran.
• Hasil belajar non-kognitif juga diamati pada saat
ini
• Begitu pula interaksi guru-siswa, dan siswasiswa dan kondisi kelas
• Sesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai
6. MELAKUKAN REFLEKSI DAN
MERENCANAKAN TINDAK LANJUT
• Keterkaitan antara hasil analisis dengan
indikator keberhasilan /tujuan
Berhasil?  Stop / Reconfirm
Belum?  Siklus berikutnya
KOMPONEN-KOMPONEN REFLEKSI
DIGAMBARKAN SEBAGAI BERIKUT
PEMAKNAAN
Pemantapan
ANALISIS
PENJELASAN
TINDAK LANJUT
Siklus
berikutnya
Pemanfaatan
PENYIMPULAN
PERENCANAAN TINDAKAN LANJUTAN
• Jika siklus pertama telah selesai biasanya diteruskan
dengan siklus kedua.
• Siklus ini dilaksanakan dengan langkah-langkah seperti
pada siklus sebelumnya.
• TINDAKAN yang dilakukan merupakan PERBAIKAN dari
tindakan yang dilakukan pada siklus sebelumnya.
•
• Jika masih diperlukan siklus ke tiga maka tindakan yang
dilakukan juga merupakan perbaikan tindakan dari siklus
dua.
KERANGKA PROPOSAL PTK
JUDUL
PENDAHULUAN
Latar belakang masalah
Rumusan masalah
Tujuan
Manfaat
KERANGKA TEORITIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN
RANCANGAN PENELITIAN
Setting penelitian (subyek dan lokasi)
Rencana tindakan
Skenario tindakan
Alat
Personal, dll
Data dan cara pengumpulannya
Analisis dan refleksi
ANGGARAN
JADWAL
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

similar documents