Desain-dan-Analisis-Eksperimen-3dst_a

Report
Teori:
• prinsip-prinsip umum dari bidang keilmuan atau ajaran yg
berlaku yg dpt dibuktikan dengan data empiris.
 pandangan-pandangan empiris yg sudah disepakati secara
umum karena merupakan hasil penyaringan fakta-fakta
yg terjadi sebelumnya dan dapat digunakan untuk menjelaskan
suatu peristiwa atau pun mengatasi suatu masalah.
Teori menurut Wimmer & Dominick (1987):
Seperangkat proposisi (pernyataan) yg berhubungan, yg
menggambarkan suatu pemikiran sistematis terhadap fenomena
melalui penentuan hubungan antar konsep.
Suatu teori dpt terdiri dari: konsep-konsep, asumsi-asumsi,
hipotesis, dan hubungan perilaku
Proposisi : pernyataan yang membenarkan atau menolak suatu
perkara.
Asumsi : dasar/alasan yg mendasari argumentasi. Asumsi bisa
cocok dengan realitas bisa juga tidak.
Konsep : “pendapat ringkas” yang dibentuk melalui proses
penyimpulan umum dari suatu peristiwa berdasarkan
hasil observasi yang relevan.
Teori lahir dari pemikiran empiris yg bersifat ilmiah, sehingga
dapat memberikan jawaban atas persoalan serupa dlm
lingkupannya sendiri.
Ketidakmampuan teori menjelaskan fenomena mungkin karena
pendekatannya tdk ilmiah atau teorinya tdk sesuai.
 perlu mengetahui teori apa yg sebaiknya digunakan,
sejauhmana keterandalannya serta dapatkah teori tersebut
memberi jalan dan membantu memecahkan masalah yang
dihadapi.
Dasar penilaian keterandalan suatu teori dpt menggunakan
kriteria:
1. Apakah mampu menjelaskan fenomena serupa yg diteliti?
2. Apakah penjelasannya tegas, sederhana dan dpt dimengerti?
Semakin baik suatu teori, maka teori tsb semakin mampu
menjelaskan fenomena yg diamati. Teori yg baik cenderung
banyak memberikan bantuan pemakainya, bukan sebaliknya.
Fungsi Teori dlm Penelitian:
1. sumber menggali permasalahan atau merumuskan topik
2. mempermudah membuat hipotesis penelitian
3. memberikan kerangka kerja sehingga memperlancar
pelaksanaan penelitian hingga ditemukan jawaban yg
diinginkan.
Kerangka Pemikiran
Disusun relevan dgn identifiksi masalah. Dpt disajikan dlm bentuk
flow-chart atau model, yg mengungkapkan:
- rumusan masalah jelas & pemecahannya;
- keterkaitan semua tujuan penelitian,
 memudahkan penyusunan metode penelitian.
Hipotesis
Rumusan jawaban (kesimpulan) sementara mengenai
permasalahan, berdasarkan landasan teori atau konsep dan
hasil penelitian-penelitian terdahulu yang relevan.
 akan dibuktikan dengan data empiris
Hipotesis Berperan dalam:
• Membantu membuat rancangan penelitian (research design)
• Membantu memilih metode pengumpulan data
• Mempermudah proses analisis, interpretasi, dan kesimpulan.
Rancangan Penelitian (Research Design):
kerangka kerja suatu studi, yg menjelaskan prosedur
pengumpulan data & analisis informasi yang dibutuhkan.
 master plan pelaksanaan penelitian.
Proposal mencakup:
- Sumber informasi,
- Teknik rancangan (survei atau percobaan),
- Bahan dan alat penelitian
- Teknik sampling
- Metode analisis
- Jadwal dan biaya penelitian.
Klasifikasi Sumber Data dan
Rancangan Pengumpulan Datanya
Sumber Data
Data primer
: dikumpulkan utk memenuhi kebutuhan
penelitian yg sedang dihadapi.
Data sekunder : berkaitan dgn data yg waktu dikumpulkannya
bukan (tidak harus) utk memenuhi kebutuhan
penelitian yg sdg dihadapi peneliti.
Perbedaan prinsip terletak pd tujuan awal (original) waktu
mengumpulkan data, tdk berkaitan dgn relatif pentingnya
informasi, atau siapa yg mengumpulkan data.
Aturan umum : gunakan data sekunder dulu sebelum
menentukan pengumpulan data primer.
Rancangan Penelitian (data primer)
1. Rancangan Survei
2. Rancangan Percobaan.
Ada juga yg mengkategorikan 4 macam: survei, percobaan, data
sekunder, dan observasi.
Pengkategorian tergantung pd karakateristik yg digunakan utk
mengelompokkannya.
Teknik rancangan yg dipilih tergantung pada:
-Tujuan studi,
-ketersediaan sumber data,
-urgensi keputusan,
-biaya pengumpulan data
Jika menggunakan data primer, research design harus mencakup:
1. Definisi operasional dari konsep (variabel) yg diukur
2. Instrument pengukurannya
3. Teknik sampling-nya.
Ketiga aspek perlu agar pelaksanaan studi:
1. relevan dgn permasalahan penelitian
2. menggunakan prosedur yg ekonomis.
Rancangan Survei
•
•
•
•
•
•
Paling umum untuk mengumpulkan data primer.
Informasi dari contoh responden dikumpulkan.
Menggunakan Instrumen kuesioner atau wawancara.
Datanya sudah ada di lapang.
Menyusun kuesioner, daftar pertanyaan, merancang format
merupakan aspek penting dlm mengembangkan rancangan.
Peneliti dpt memilih menghubungi responden dgn menggunakan
telpon, surat, langsung tatap muka.
Jika kontak langsung dgn responden dpt menggunakan
wawancara.
 Tugas peneliti memilih rancangan atau cara survei yg cocok utk
mengumpulkan data yg dibutuhkan.
Rancangan Percobaan
• data belum ada di lapang, dibangkitkan via percobaan.
• Efektif dlm mengkaji hubungan sebab-akibat
• Memungkinkan mengubah nilai suatu variabel (faktor) namun
mempertahankan nilai faktor lainnya, shg pengaruh faktor tsb
dpt diketahui dgn jelas.
• Memberikan dasar utk mengisolasi faktor penyebab karena
faktor lainnya dibuat (dikendalikan) sama shg tdk berperan
pengaruhnya.
• Mengkaji pengaruh minimal satu variabel bebas (independent
variable: variabel perlakuan atau eksperimental) thd satu atau
lebih variabel tak bebas (dependent variables; respons atau
outcome ).
Karakteristik Experimental Research:
1. Minimal dua (sering lebih) kondisi atau 2 metode dibandingkan
untuk menilai pengaruh dari perlakuan-perlakuan atau kondisi
tertentu (independent variable).
2. variabel bebas tersebut dimanipulasi secara langsung oleh
peneliti, untuk mengkaji pengaruhnya pada satu atau lebih
respons/outcome (dependent variable).
Dpt dikategorikan dlm 2 kelompok subjek:
1. experimental group: menerima perlakuan tertentu, misalnya
menggunakan bahan baru.
2. control (comparison) group: tidak menerima perlakuan misalnya
menggunakan bahan biasa. Atau kelompok pembanding yg
menerima perlakuan berbeda.
Control group digunakan untuk menentukan apakah perlakuan
mempunyai pengaruh, atau suatu perlakuan lebih efektif dari yg
lain.
Variabel Bebas:
1. Dapat dimanipulasi, misal: suhu, tekanan.
2. Tidak dapat dimanipulasi, mis: jenis kelamin, etnis, umur, agama,
lingkungan keluarga.
Untuk memanipulasi variabel, peneliti harus menentukan SIAPA
yang mendapat perlakuan tertentu, KAPAN, DIMANA, dan
BAGAIMANA mendapatkannya.
Contoh lain variabel bebas ?
3 Prinsip Dasar dlm perancangan percobaan
(1) Ulangan utk dpt taksiran bagi error (kekeliruan), memperkecil
standar deviasi rata-rata perlakuan.
(2) Pengacakan utk dpt dugaan tak bias
(3) Pengelompokkan (kontrol lingkungan): utk mengurangi error
percobaan shg yakin menyimpulkan bahwa perbedaan respons
diakibatkan karena perbedaan perlakuan
Karakteristik Pengumpulan Data dengan Rancangan Percobaan
Ilustrasi Perbandingan:
“mengkaji apakah ada perbedaan efektivitas antara dua jenis
pengobatan A dan B “
Dgn Metode Survey, kita hanya
mengamati sejumlah pasien yg
diberi atau mengakui menerima
pengobatan jenis tertentu tanpa
usaha-usaha pengawasan
selanjutnya. Seandainya terdapat
perbedaan dlm waktu
kesembuhannya, agak sulit untuk
menyimpulkan apakah hal ini
benar-benar disebabkan oleh
perbedaan jenis pengobatan,
karena mungkin banyak faktor lain
yg ikut berperan dlm proses
penyembuhan tetapi dlm metode
ini tdk diperhatikan dgn baik.
Dgn Metode Percobaan, pasienpasien yg memenuhi syarat
dikelompokkan menjadi 2 grup,
dgn prosedur pengacakan shg
masing-masing pasien mendapat
kesempatan yg sama utk menerima
salah satu jenis pengobatan.
Selanjutnya diusahakan agar
supaya lingkungan maupun
perawatan yg diterima mereka
relatif seragam. Apabila kemudian
ditemukan ada perbedaan waktu
kesembuhannya, dgn analisis yg
sesuai, maka terdapat alasan utk
menyimpulkan kesembuhannya
dipengaruhi cara pengobatan.
Perbedaan Karakteristik
Survei
Percobaan
• Pasif. Peneliti hanya menentukan faktor yg diamati
dan memeriksa ketelitiannya.
• Perubahan yg terjadi pd respons, sulit diketahui
penyebabnya krn mungkin disebabkan oleh faktor yg
tidak diamati atau bahkan sebenarnya belum
diketahui oleh penelitinya sehingga tidak kuat untuk
menerangkan hubungan sebab-akibat.
• Telaahannya biasanya bersifat enumeratif, utk
menduga nilai agregat dari populasi.
• Walaupun relatif lemah dlm pengendalian
keberagaman tapi cukup kuat dlm representasi krn
umumnya didasarkan pd kondisi alami dari masalah
yg dihadapi.
• Usaha-usaha utk membandingkan berbagai
karakteristik dpt diperbaiki dgn pembuatan klasifikasi
menurut kelas-kelas variabel tertentu sehingga secara
buatan diciptakan keseragaman lingkungan dari
variabelyg bersangkutan. Utk melakukan analisis
seperti ini dibutuhkan volume data yg besar, baik dlm
jumlah unit amatan maupun banyaknya variabel.
• Aktif. Peneliti memiliki
keleluasaan utk melakukan
pengawasan thd sumbersumber keragaman data.
• Dpt menciptakan jenis
perlakuan yg diinginkan dan
kemudian mengamati
perubahan-perubahan yg
terjadi pada responnya.
• Telaahannya bersifat
analitik, yg bertujuan utk
menjelaskan hubungan
sebab akibat antar berbagai
faktor.
Pemilihan Research Design tgt tujuan atau fokus penelitian:
1. Exploratory Research : penekanannya pada penemuan gagasan
(ideas) dan wawasan (insights). Beberapa pendekatan atau
rancangan:
– Literature Search
– Experience Survey
– Focus Group Discussion.
– Analysis of Selected Cases.
2. Descriptive Research : biasanya menentukan suatu besaran sesuatu
atau frekuensi dari suatu kejadian. Beberapa pendekatan dalam
descriptive research:
- Longitudinal (time series) studies
- Cross-sectional studies
3. Causal Research : Berkaitan dengan penentuan hubungan sebab
akibat.
Pendekatan dalam causal research adalah experimental design; baik
dengan laboratory experiment atau dengan field experiment
Data, Instrumen dan Hasil Pengukuran
Pengertian dan Kegunaan Data
• Kegiatan penelitian utk mengumpulkan informasi yg relevan guna
mengetahui, memecahkan masalah, atau mengembangkan ilmu
pengetahuan
• Informasi yang sudah diskalakan disebut data.
• Data (angka): nilai-nilai dari satu atau beberapa variabel yg dicatat
dari suatu kelompok unit pengamatan.
• Unit pengamatan dpt berupa objek, individu atau kelompok
individu spt: sekolah, perusahaan, desa.
• Misal dari sekolah dapat diukur (dikumpulkan) data, spt: jumlah
murid, jumlah kelas, jumlah guru.
Klasifikasi Data menurut
1. Cara memperolehnya, yaitu:
a) Data primer yang dikumpulkan oleh peneliti sendiri baik
perorangan atau suatu organisasi, misalnya Bada Pusat Statistik
mengumpulkan data harga bahan farmasi langsung mendatangi
pasar, atau PT Kalbe ingin mengetahui penggunaan obatnya
langsung menghubungi masyarakat.
b) Data sekunder yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi
berupa publikasi atau dalam file digital. Misalnya peneliti ingn
mendapatkan data penduduk, pendapatan nasional, indeks
harga konsumen serta data statistik lainnya dari Badan Pusat
Statistik. Jika menggunakan data sekunder, peneliti harus
mengkaji apakah relevan dengan masalah penelitian. Definisi
konsep yang diukur apakah konsisten dari tahun ke tahun.
2. Sumbernya yang mengacu suatu organisasi, yaitu:
a) Data internal yang dikumpulkan dari dalam organisasi yang
terkait dalam penelitian. Misalnya, PT kalbe ingin mengetahui
data jumlah karyawannya, produksinya, jumlah penjualannya,
dan keuntungannya.
b) Data eksternal yang dapat dikumpulkan dari luar organisasi yang
terkait dalam penelitian. Misalnya PT Kalbe ingin mengetahui
daya beli masyarakat yang diperkirakan mempengaruhi total
penjualannya.
3. Periode atau waktu pengumpulannya, yaitu:
a) Data cross section yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu
yang menggambarkan keadaan pada waktu tersebut. Analisis
data ini bersifat statis karena tidak mengkaji perubahanperubahan yang terjadi akibat perubahan waktu.
b) Data berkala (time series data) yang dikumpulkan secara
berkala untuk melihat perkembangannya dari waktu ke waktu.
Misalnya ingin melihat perkembangan harga saham, harga 9
macam bahan pokok, atau perkembangan ekspor dan impor
Indonesia.
4. Sifatnya, yaitu:
a) Data kualitatif yang tidak berbentuk angka. Misalnya, preferensi
konsumen, kepuasan konsumen, rumah tangga miskin,
kestabilan harga, motivasi, dan lain-lain. Sebelum dianalisis, data
kualitatif ini harus diskalakan dulu misalnya dalam skala nominal
atau ordinal.
b) Data kuantitatif yang berupa angka hasil pengukuran atau
penghitungan (counting), misalnya produksi padi (ton), gaji
karyawan (Rp), harga komputer (Rp), atau jumlah karyawan
(orang). Data kuantitatif ini dapat diklasifikasikan juga dalam
data diskrit (hasil hitungan) dan data kontinu (hasil pengukuran).
5. Skala Pengukuran: skala nominal, ordinal, interval dan rasio 
menentukan metode analisis yg dapat digunakan
Proses Pengukuran Data
• Data dari hasil pengukuran dgn alat (cara) tertentu, pemberian skor
atau nilai-nilai dari unit pengamatan
• Prosesnya sgt penting karena keabsahan kesimpulan tgt validitas
dan reliabilitas datanya.
1. Konsep yg diukur harus jelas;
2. Alat ukur (instrument) harus sesuai (alat ukur tertentu,wawancara,
kuesioner atau observasi) utk mengukur konsep.
3. Hasil pengukuran "dikuantifikasikan" atau diungkapkan dlm bentuk
bilangan yg mempunyai suatu skala pengukuran tertentu.
 menentukan metode analisis statistika yg paling cocok
• Aspek penting lainnya: memahami beberapa teknik sampling shg
pengukuran dilakukan dengan mudah dan cepat.
Aspek (Proses) penting dlm pengumpulan data
Keterkaitan antara Konsep, Instrumen & Skala Pengukuran
Teknik (Metode)
Pengumpulan Data Primer
1. Survey
2. Percobaan
Instrumen
Pengumpulan Data
1.
2.
3.
4.
Pemilihan instrumen tgt:
1. Sifat data yang ingin dikumpulkan
2. Jumlah/kualitas data
3. Metode penelitian yang digunakan
Kuesioner
Wawancara
Observasi
Alat Ukur
Instrumen Pengukuran
• Berbeda dengan penelitian di laboratorium yang sudah jelas alat
ukur bagi setiap variabel yang akan diukur (misal: berat pakai
neraca, panjang pakai jangka sorong dll), tapi dlm penelitian sosial,
proses pengoperasionalan (mengembangkan instrumen untuk
mengukur) konsep abstrak seperti prasangka, kinerja, kecerdasan,
dan status merupakan masalah tersulit.
• Instrumen pengumpul data yg tidak sahih dan tidak terandalkan
mengakibatkan proses analisis statistika terhadap data tidak
bermakna, "garbage in garbage out.
• Cara pengamatan diukur  menentukan jenis metode analisis
statistika yg dpt diterapkan.
Cara Membandingkan Objek Pengamatan menurut Skala
Pengukuran Variabel

similar documents