KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MAJELIS PEMBIMBING

Report
berkarakter baik atau buruk,
manusiawi atau hewani, berpikir
positif atau negatif, suka atau duka,
senang atau susah, miskin atau kaya,
penolong atau penjahat, sukses atau
gagal, berbudaya atau biadab, maju
atau mundur, menang atau kalah
Vivendi
Sexualis
Dominandi
Possendi








Masa Depan Indonesia
Makhluk Sempurna bagi Indonesia dan
Dunia
Penyambung Lidah Rakyat
Berjiwa Merdeka
Berdimensi Sejarah
Mengenyam Pendidikan Lengkap
Dikawal Orang Dewasa
Cinta dan Bangga Indonesia
 Bermula dari Triaspolitika
penghujung abad ke-19
 Bermula dari kaum ningrat
 Bermula dari kesadaran para
pengenyam sekolah
 Bermula dari jiwa merdeka
 Kesadaran Baru
 Keinginan Kuat Hidup Lebih Baik
 Kesetaraan sebagai Bangsa
 Sektoral ke Unitifikasi
 Amanat Penderitaan Rakyat
 Harus Merdeka
FUNDAMENTAL PRINCIPLES
Movement
A series of organized activities working
towards an objective
•
Voluntary
Members adhere to it by their own
free will
•
Non-Political
Is not involved in the struggle of power
which is subject matter of politics
•
• Educational
• Formal Education
• Informal Education
• Non-formal Education
Process aiming at the total
development of a person’s capacities.
SCOUTING IS A MOVEMENT OF SELF
EDUCATION FOR YOUNG PEOPLE . THE
SCOUT MOVEMENT COMPRISES OF NSOs
TO WHICH INDIVIDUAL MEMBERS BELONG
FUNDAMENTAL PRINCIPLES
• A Movement
of young people,
supported by adults
•
Open to all
•
Independent
As members of a Movement of
self-education, and in a spirit of
partnership with adults, young
people participate
in the decision-making processes
of the Movement.
Membership of the Scout
Movement
is open to anyone who agrees to
adhere to its educational proposal
Free from control by any outside
body or individual
THE SCOUT
METHOD
SYMBOLIC
FRAMEWORK
TEAM
SYSTEM
LEARNING
BY DOING
ADULT
SUPPORT
LAW &
PROMISE
PERSONAL
PROGRESSION
NATURE
tepuk dan
nyanyi
SKU/SKK
api
unggun
Sandi,
semaphore,
jejak
jelajah
Alat
upacara
berkemah
Tujuan
GP
PRAMUKA
GERAKAN PRAMUKA
KEPRAMUKAAN









RELAKAN DIRI TERLIBAT
DALAMI KIPRAH GUGUS DEPAN
BERADA DI TENGAH ADIK-ADIK
TUMBUHKAN KEYAKINAN
DORONGLAH PEMBINA
SUPLAI KEPERLUAN
HIMPUN KEKUATAN
JALIN KEMITRAAN
PROMOSIKAN KEUNGGULAN
Problem GP
1. Sistem kurang berjalan
2. Pemahaman kepramukaan yang kurang
3. Kualitas pembina dan peserta didik rendah
4. Mabi pasif dan tidur
5. Kurikulum usang
6. Sarana dan Prasarana tidak memadai
7. Eksternal GP kurang peduli
8. Jalan di tempat
9. Tidak mengikuti tren masyarakat





GP akan mati pelan-pelan
GP hanya papan nama
Masyarakat semakin menjauh
Pihak lain akan mengambil alih
peran
Pendidikan kepramukaan hanya
kenangan
a Movement
Kepaduan
Dinamik
Evolusi
An education:
Bertujuan
PROSES PENDIDIKAN
SEPANJANG HAYAT
Terorganisasi
PENDIDIKAN
BERKELANJUTAN
(KEMANDIRIAN, DUKUNGAN,
RESPONSIF, KOMITMEN)
Terstruktur
Fleksibel
adaptasi
The Scout Method
Pendidikan Mandiri
Progresif
PENGEMBANGAN INDIVIDUAL
Sistem
PENGEMBANGAN KELOMPOK
Fungsi pendidikan
Empat Pilar Pendidikan
Agen Pendidikan
Berdampak
?
PRESIDEN R.I PRAMUKA UTAMA
Muna
s 5 th
KWARNAS
MABINAS
MABIDA
Gubernur
MABICAB
Bupati / Wali
MABIRAN
Camat
MABIGUS
Tokoh Masy.
Musd
a 5 th
Lemdikanas DKN
KWARDA
Muca
b 5 th
Lemdikada DKD
KWARCAB
Musra
n 3 th
Lemdikacab DKC
KWARRAN
Mugus
3 th
Garis bimbingan dan bantuan
Garis pembinaan dan pengendalian
Garis bimbingan teknis
Garis perwakilan
Pim SAKA
NAS
Pim SAKA
DAERAH
Pim SAKA
CABANG
DKR
Pim SAKA
RANTING
GUDEP
SAKA
S G T D
KRIDA
MAJELIS PEMBIMBING
BADAN PENDUKUNG TUGAS
POKOK Kwartir dan Gugusdepan
dengan memberi BIMBINGAN dan
BANTUAN Moral, Material,
Finansial dan Organisatoris pada
TINGKATAN dan SATUAN Gerakan
Pramuka

Mabigus, Mabiran, Mabicab, Mabida
dan Mabinas berasal dari unsurunsur tokoh pada tingkat masingmasing yang memiliki perhatian dan
rasa tanggungjawab terhadap
Gerakan Pramuka serta mampu
menjalankan peran Majelis
Pembimbing
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Menetapkan peran dan fungsi orang
dewasa dalam Gerakan Pramuka
Memiliki deskripsi kerja yang jelas
Pola rekrutmen
Seleksi
Induksi dan dukungan terus-menerus
Pelatihan dan pengembangan
Tinjauan
Mabigus dan Mabisaka berasal dari unsurunsur orang tua Peserta didik/anggota
Saka dan tokoh masyarakat di lingkungan
Gudep/Saka yang memiliki perhatian dan
rasa tanggungjawab terhadap Gerakan
Pramuka serta mampu menjalankan peran
Majelis Pembimbing
Pembina Gudep, Pim. Saka dan Ketua
Kwartir secara ex-officio menjadi
anggota Mabi
ORGANISASI “MABI”
a. Seorang Ketua
b.Wakil Ketua
c. Seorang Sekretaris
d. Seorang Ketua Harian
e. Beberapa orang anggota
 BIMBINGAN
 PARTISIPASI
 BANTUAN
 HUBUNGAN
8. Pemberi
Jalan Keluar
9. Penggagas
10. Pengembang
Kepribadian
7. Pembujuk
6. Penggerak
Mabi
11. Penghibur
1. Pemberi
informasi
5. Motivator
4. Pembentuk
2.
Opini
Pemberi
Bantuan
3. Pengklarifikasi
30
1.FUNGSI BIMBINGAN
• Tuntunan, Pengarahan, Saran dan
Nasehat.
• Wajib mengoreksi segala penyimpangan
terhadap ketentuan yang berlaku
• Mempunyai hak untuk menghadiri
musyawarah dan ikut serta menentukan
pengarahan kegiatan kepramukaan
2.FUNGSI PARTISIPASI
• Aktif berperanserta dalam segala
kegiatan usaha pembinaan dan
pengembangan Gerakan Pramuka
serta aktivitasnya
• Aktif berusaha untuk mengatasi
kesulitan atau hambatan yang
dihadapi oleh satuan pramuka dan
Kwartir dalam kegiatannya
3.FUNGSI BANTUAN
Memberi Bantuan dan Membantu
mengusahakan
secara
aktif
fasilitas-fasilitas baik Moral,
Organisatoris, Finansial maupun
Material yang diperlukan oleh
Satuan Pramuka dan Kwartir
dalam kegiatannya
4. FUNGSI HUBUNGAN KERJA SAMA
1. Mengadakan hubungan, koordinasi dan
kerjasama yg harmonis dengan Kwartir dan
Pelatih Pembina sesuai dengan tingkatannya
2. Majelis
Pembimbing
dalam
mengatasi
kesulitan, kekurangan kebutuhan Kwartir /
Gudep / Satuan berperan sebagai saluran
timbal balik.
3. Berusaha sebagai penghubung timbal balik
dengan Masyarakat dan Badan Hukum
Swasta
setingkat
dalam
rangka
menghimpun bantuan Materil dan Finansil.
TATA KERJA
1. Majelis Pembimbing mengadakan
hubungan timbal balik secara
periodik dengan gugusdepan,
satuan karya pramuka dan
kwartir yang bersangkutan
2. Majelis Pembimbing bersidang
sesuai dengan kebutuhan, yang
ditentukan oleh Ketua Mabi
3. Mabi wajib mengadakan rapat
konsultasi secara priodik dengan
Pengurus Mabi
4. Majelis Pembimbing mengadakan
Rapat sekurang kurangnya sekali
dalam setahun
TERIMA KASIH

similar documents