METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

Report
Prof. Dr. Emzir, M.Pd.
PPs UNJ
•
•
•
Penelitian adalah suatu proses dari langkah-langkah yang
digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi
untuk meningkatkan pemahaman tentang suatu topik atau
masalah (Creswell, 2012: 3)
Penelitian ilmiah didefinisikan sebagai aplikasi dari metode
dan teknik yang sistematik yang membantu peneliti dan
praktisi untuk memahami dan meningkatkan suatu proses
(pembelajaran/pengajaran).
Langkah-langkah dalam penggunaan metode ilmiah meliputi:
•
•
•
•
•
Perumusan Masalah
Pengumpulan Data/Informasi
Analisis Data
Interpretasi dan Laporan Temuan
Perumusan Masalah Baru untuk Melakukan Penyelidikan
Berikutnya.
2
•
•
•
Penelitian menggunakan dua jenis penalaran: inductive
reasoning and deductive reasoning.
Penalaran induktif merujuk pada pendekatan
pengetahuan “bottom-up”, peneliti menggunakan
pengamatan tertentu untuk membangun suatu abstraksi
atau menggambarkan sebuah fenomena yang diteliti.
Penalaran induktif mengarah pada metode-metode
induktif pengumpulan data, dimana peneliti:
•
•
•
•
Secara sistematis mengamati fenomena yang diteliti
Mencari pola-pola atau tema-tema dalam pengamatan
Mengembangkan suatu generalisasi dari analisis tema-tema
tersebut
Dengan demikian peneliti memproses dari pengamatan
spesifik ke pernyataan umum - suatu jenis pendekatan
penemuan pengetahuan.
3
•
•
•
•
Sebaliknya, penalaran deduktif menggunakan
pendekatan pengetahuan‘top-down’.
Peneliti menggunakan satu aspek penalaran deduktif
dengan pertama membuat suatu pernyataan umum
dan kemudian mencari bukti spesifik yang dapat
mendukung atau menolak pernyataan tersebut.
Jenis penelitian ini menggunakan the hypothetic
deductive method, yang memulai dengan
penyusunan sebuah hipotesis: suatu penjelasan
tentatif yang dapat diuji dengan pengumpulan data.
Hipotesis ini harus didasarkan pada sebuah teori
atau suatu pengetahuan yang disusun berdasarkan
hasil-hasil penelitian terdahulu.
4


Sebuah teori adalah sebuah penjelasan yang
dikembangkan dengan baik tentang bagaimana
beberapa aspek dari dunia bekerja
menggunakan suatu kerangka konsep, prinsip,
dan hipotesis-hipotesis lainnya.
Ringkasnya, peneliti mulai dengan:



Sebuah teori dan pengetahuan yang didasarkan dan
digunakan untuk menyususn hipotesis
Mengumpulkan data, dan
Membuat suatu keputusan berdasarkan pada data
untuk menerima atau menolak hipotesis atau
prediksi.
5
•
•
•
•
•
Pendekatan induktif dan pendekatan hypothetic-deductive untuk
pengetahuan adalah dua jalur umum yang digunakan dalam
penelitian
Penalaran induktif sangat dekat diasosiasikan dengan pendekatan
penelitian kualitatif, yang mengumpulkan dan merangkum data
menggunakan metode naratif atau verbal: observasi, wawancara,
dan analisis dokumen.
Peneliti kualitatif sering dikatakan mengambil pendekatan
induktif untuk mengumpulkan data karena mereka merumuskan
hipotesis hanya setelah mereka mulai melakukan observasi,
wawancara, dan analisis dokumen.
Hipotesis ini diuji dan dimodifikasi dengan pengumpulan data
lanjutan ketimbang diterima atau ditolak secara serentak.
Peneliti kualitatif percaya bahwa pemahaman penuh fenemona
bergantung pada konteks, dengan demikian mereka menggunakan
teori setelah pengumpulan data untuk membantu pola-pola yang
diamati.
6
•
•
•
•
Metode hypothetic-deductive sangat dekat
diasosiasikan dengan pendekatan kuantitatif, yang
merangkum data menggunakan angka-angka.
Hipotesis dan metode pengumpulan data dalam
penelitian kuantitatif diciptakan sebelum penelitian
dimulai.
Hipotesis atau teori kemudian diuji, dan ketika
didukung, biasanya hipotesis atau teori ini
dipandang dapat digeneralisasikan: dapat
diaplikasikan pada siatuasi dan populasi yang sama
yang lebih luas.
Peneliti kuantitatif juga dapat menggunakan
penalaran induktif sebagaimana mereka mencari
pengalaman, hasil, ide, konsep, atau teori yang sama.
Asumsi
Asumsi
ontologism
Asumsi
epistemologis
Asumsi
aksiologis
Asumsi retorik
Asumsi
metodologi
Pertanyaan
Apakah
realitas itu?
Kuantitatif
Kualitatif
hakikat Realitas adalah objektif dan tunggal, Realitas adalah subjektif dan
jamak, sebagaimana dilihat oleh
terpisah dari peneliti.
partisipan dalam studi.
Bagaimana hubungan Peneliti bebas dari yang diteliti.
Peneliti berinteraksi dengan yang
antara
peneliti
diteliti.
dengan yang diteliti?
Apakah peran nilai- Bebas nilai dan tidak bias.
Tidak bebas nilai dan bias.
nilai?
Bagaimana
bahasa Formal, berdasarkan serangkaian Informal, keputusan berkembang,
definisi, impersonal, menggunakan personal, kata-kata kualitatif yang
penelitian?
kata-kata
kuantitatif
yang berterima.
berterima.
Bagaimana
proses Proses
deduktif,
sebab-akibat, Proses induktif, faktor-faktor yang
disain statis, kategori disiapkan saling
membentuk
secara
penelitian?
sebelum studi, bebas konteks, simultan, disain berkembang,
generalisasi mengarahkan prediksi, kategori diidentifikasi selama
penjelasan,
dan
pemahaman; proses penelitian, terikat konteks,
akurat dan reliabel melalui validitas teori dan pola dikembangkan
untuk pemahaman, akurat dan
dan reliabilitas
reliabel melalui verifikasi.
Rancangan Penelitian Kuantitatif
 Penelitian Intervensi:
o Penelitian Eksperimetal:
Menjelaskan apakah suatu
intervensi mempengaruhi
hasil untuk satu kelompok
sebagai oposisi terhadap
kelompok lain
 Penelitian Nonintervensi:
o Penelitian Korelasional:
Mengasosiasikan atau
mengkorelasikan variablevariabel dalam suatu pola
yang dapat diprediksi untuk
satu kelompok individu
o Penelitian Survei:
Mendeskripsikan
kecenderungan untuk suatu
populasi orang
Rancangan Penelitian Kualitatif
Rancangan Penelitian Gabungan
 Penelitian Grounded Theory:
 Penelitian Metode Gabungan:
Mengeksplorasi pengalaman
Mengkombinasikan data
umum dari individual untuk
kuantitatif dan data kualitatif
mengembangkan suatu teori
untuk memperoleh pemahaman
 Penelitian Etnografi:
dan penjelasan yang paling baik
Mengeksplorasi budaya yang
dari suatu masalah penelitian
berbagi dari suatu kelompok
 Penelitian Tindakan:
orang
Menggunakan data kuantitatif
 Penelitian Naratif:
dan kualitatif untuk individu
Mengeksplorasi cerita-cerita
untuk mengkaji masalahuntuk mendeskripsikan kehidupan
masalah yang mereka hadapi
seseorang
dalam seting mereka sendiri




Scientific Realism
Social Constructivism
Advocacy or Liberatory Framework
Pragmatism
10





Penelitian bertujuan mendeskripsikan sebuah
realitas objektif yang paling atau yang disetujui
semua orang adalah nyata.
Latar dan masalah dapat diteliti dengan analisis
bagian-bagian komponen secara empiris
Penelitian harus bebas nilai
Peneliti harus terpisah dari partisipan dan harus
objektif
Teori dan hipotesis dirumuskan dan kemudian
dikomfirmasikan atau ditolak melalui
pengumpulan data
11





Realitas bersifat historis dan dikonstruksi secara
kultural dengan begitu terdapat berbagai
kemungkinan realitas.
Latar dan masalah harus dipahami sebagai
keseluruhan yang kompleks.
Peneliti harus secara terus menerus berusaha keras
menyadari dan mengontrol nilai-nilai mereka.
Peneliti harus menjadi aktif terlibat dengan
partisipan untuk memahami pandanganpandangan mereka.
Teori dan hipotesis dihasilkan selama
pengumpulan data dan memperoleh makna
melalui interkasi manusia.
12
•
•
•
•
•
Realitas dikonstruksi oleh ketidaksamaan sosial, politik,
dan kultural.
Meskipun metode-metode kualitatif lebih disukai, latar
dan masalah penelitian dapat diteliti menggunakan
metode apapun yang benar-benar mewakili pengalaman
partisipan.
Penelitian harus didasarkan pada nilai-nilai dan harus
memberdayakan kelompok-kelompok marginal untuk
meningkatkan taraf hidup mereka.
Peneliti harus berkolaborasi sebagai patner yang setara.
Teori dan hipotesis harus dapat menyediakan
perencanaan tindakan untuk memperoleh kehidupan
yang lebih baik.
13





Realitas langsung pemecahan masalah harus
menjadi fokus penelitian.
Latar dan masalah penelitian dapat diteliti melalui
metode apapun yang secara akurat
mendeskripsikan dan memecahkan suatu masalah.
Peneliti harus berusaha menemukan cara-cara
untuk membuat (pendidikan) lebih baik.
Peneliti harus berkolaborasi dengan partisipan
untuk memahami secara penuh apa yang bekerja.
Teori dan hipotesis adalah alat yang bermanfaat
membantu peningkatan (penndidikan).
14

Denzin dan Lincoln (1994: 2) mendefinisikan
penelitian kualitatif sebagai berikut:
Penelitian kualitatif adalah multi metode dalam fokus,
melibatkan pendekatan interpratif, dan naturalistik pada
materi subjeknya.
 Ini berati peneliti kualitatif melakukan penelitian dalam
latar alamiah, berusaha memahami atau menafsirkan
fenomena dalam istilah-istilah makna yang diberikan
orang terhadapnya.
 Penelitian kualitatif melibatkan studi menggunakan dan
mengumpulkan variasi materi empiris – studi kasus,
pengalaman pribadi, introspektif, cerita kehidupan, teks
wawancara, obersevasi, sejarah, interaksional, dan teks
visual – yang mendeskripsikan momen rutin dan
problematik serta makna dalam kehidupan individual.



Qualitative research is an inquiry process of
understanding based on distinct
methodological traditions of inquiry that
explore a social or human problem.
The researcher builds a complex, holistic
picture, analyses words, reports detailed views
of informants, and conducts the study in a
natural setting (Creswell, 1997: 15)





Naturalistik
Data Deskriptif
Menekankan Proses
Analisis Data Induktif
Makna (Perspektif Partisipan)









Setting Alamiah.
Peneliti sebagai Instrumen Kunci.
Sumber Data Jamak.
Analisis Data Induktif.
Makna Partisipan.
Disain Penelitian Berkembang.
Lensa Teoretis.
Penelitian Interpretif.
Perhitungan Holistik. (Creswell, 2007: 36-39)






Exploring a problem and developing understanding of a
central phenomenon
Having the literature review play a minor role but justify the
problem
Stating the purpose and research questions in a general and
broad way so as to the participants’ experiences
Collecting data based on words from a small number of
individuals so that the participants’ view are obtained
Analyzing the data for description and themes using text
analysis and interpreting the larger meaning of the findings
Writing the report using flexible, emerging structures and
evaluative criteria, and including the researchers’ subjective
reflexivity and bias (Creswell, 2012: 16)
Asumsi
Ontologis
Pertanyaan
Karakteristik
Apakah hakikat realita? Realita adalah subjektif dan
jamak, sebagaimana dilihat
oleh partisipan dalam studi
Implikasi Praktis
Peneliti menggunakan kutipan dan tematema dalam kata-kata partisipan dan
menyediakan bukti dari perspektif berbeda
Epistemologis
Bagaimana hubungan
Peneliti berusaha
antara peneliti dan yang menghilangkan jarak antara
diteliti?
dirinya dan yang akan
diteliti
Apakah peran nilai?
Peneliti mengakui bahwa
penelitian adalah value
laden dan bias tersebut
hadir
Peneliti berkolaborasi, menghabiskan
waktu di lapangan dengan partisipan, dan
menjadi orang dalam
Retorika
Apakah bahasa
penelitian?
Peneliti menggunakan gaya naratif sedang
berlangsung, dapat menggunakan orang
pertama, dan menggunakan bahasa
kualitatif
Metodologis
Bagaimana proses
penelitian?
Aksiologis
Peneliti menulis dalam
suatu sastra, gaya informal
menggunakan gaya
personal dan menggunakan
istilah kualitatif dan definisi
terbatas
Peneliti menggunakan
logika induktif, mengkaji
topic di dalam konteksnya,
Peneliti secara terbuka mendiskusikan nilai
membentuk narasi dan termasuk
interpretasi sendiri dalam hubungan
interpretasi partisipan
Peneliti bekerja dengan kekhususan
(detail) sebelum generalisasi,
mendeskripsikan dalam detail konteks






Semua peneliti memulai dengan sebuah isu
atau masalah
Melakukan tinjauan pustaka yang berkaitan
dengan masalah penelitian
Menentukan Pokus dan Subfokus Penelitian
Merumuskan masalah atau pertanyaan
penelitian
Mengumpulkan dan menganalisis data
Menulis laporan penelitian Creswell, 2007: 41)
Menurut Lodico, Spaulding, dan Voegtle prosedur
penelitian kualitatif adalah:
 Mengidentifikasi sebuah topik atau fokus.
 Melakukan tinjauan pustaka.
 Mendefinisikan peran peneliti.
 Mengelola jalan masuk lapangan dan menjaga
hubungan baik di lapangan.
 Memilih partisipan (Purposif atau Bola Salju).
 Menulis pertanyaan-pertanyaan bayangan.
 Mengumpulkan data.
 Analisis data.
 Interpretasi dan disseminasi hasil. (Lodico, Spaulding,
dan Voegtle, 2006: 265-6).

Penelitian Etnografi:


Penelitian Studi Kasus:


Tujuan Menggali Pengalaman Subjektif Partisipan
Penelitian Grounded Theory:


Tujuan Pendalaman Kasus
Penelitian Fenomenologis:


Tujuan Menemukan Tema Budaya
Tujuan Menghasil Teori dari Data
Penelitian Biografi/Naratif:

Tujuan Menggali Pengalaman Masa Lalu Individu,
Kemudian Menyusunnya dalam Bentuk Cerita
(Biografi atau Auto Biografi)
Dimensi
Fokus
Naratif
Eksplorasi
kehidupan individu
Fenomenologi
Pemahaman esensi
pengalaman
tentang fenomena
Grounded Theory
Pengembangan
teori yang
didasarkan dari data
lapangan
Etnografi
Pendeskripsian dan
interpretasi suatu
kelompok social dan
budaya
Antropologi
Sastra
Sejarah
Psikologi
Sosiologi
Pengumpula Primer Wawancara
n Data
dan Dokumen
Filsafat
Sosiologi
Psikologi
Sosiologi
Antropologi Budaya
Sosiologi
Analisis Data Cerita
Epifoni
Konten historis
Pernyataan
Makna
Tema Makna
Deskripsi umum
pengalaman
Disiplin Ilmu
asal
Wawancara panjang Wawancara dengan
lebih 10 orang
10-20 orang untuk
saturate categories
and detail a theory
Open Coding
Axial Coding
Selective Coding
Matrik kondisional
Primer observasi dan
wawancara dengan
artefak tambahan
selama waktu luas di
lapangan
Deskripsi
Analisis
Interpretasi
Analisis:
Domain
Taksonomi
Komponensial
Studi Kasus
Pengembangan suatu
analisis mendalam
dari suatu kasus
tunggal atau kasus
jamak
Ilmu Politik
Sosiologi
Evaluasi
Studi Urban
Ilmu Sosial lainnya
Sumber jamak
dokumen, arsip,
catatan, wawancara,
observasi, artefak
fisik
Deskripsi
Tema
Assersi




Data kualitataif sering diperoleh dalam bentuk
kata-kata, gambar atau keduanya.
Peralatan yang digunakan cenderung menjadi
kesatuan yang menghasilkan data yang
memungkinkan untuk deskripsi yang kaya dan
thick tentang fenomena yang akan diteliti.
Untuk menjadi ilmiah dan tidak bias sedapat
mungkin, proses pengumpulan harus sitematik
dan direkam dengan akurat.
Peneliti kualitatif menggunakan suatu variasi
perangkat penelitian, tetapi mereka sering
menggunakan observasi, melakukan wawancara,
dan melakukan analisis dokumen.



Meskipun observasi merupakan bagian yang luas
dari bagaimana kita belajar (Bandura, Grusec,
&Menlove, 1966), observasi sebagai alat penelitian
memerlukan pengujian yang sistematik dan hatihati dari fenomena yang diteliti.
Peneliti menggunakan observasi untuk
menghasilkan informasi yang detail dan kaya yang
akurat dan tidak bias..
Observasi sebagai alat penelitian memerlukan
pelatihan baik dalam apa yang diamati maupun
bagaimana cara merekam pengamatan.


Partisipan Lengkap (Complete participant). Ini berarti
bahwa Anda adalah anggota kelompok, dan tidak
seorang pun dalam kelompok tersebut yang
menyadari fakta bahwa Anda juga seorang pengamat.
Partisipan sebagai pengamat (Participant as observer).
Dalam situasi ini, Anda adalah seorang anggota aktif
kelompok dan secara aktif berpartisipasi dalam
aktivitas kelompok dan berinteraksi, tetapi setiap
anggota mengetahui bahwa Anda juga berperan
sebagai peneliti. Dalam esensinya, sebuah hubungan
kolaboratif dikembangkan antara pengamat dan
partisipan.


Pengamat sebagai Partisipan (Observer as participant).
Memilih seorang pengamat sebagai partisipan
sedikit menghilangkan partisipasi Anda dari
anggota kelompok. Walaupun Anda masih
memiliki hubungan dengan kelompok tersebut,
Anda tidak akan berpartisipasi dalam aktivitas
kelompok.
Pengamat lengkap (Complete observer). Di sini Anda
mungkin melaksanakan pengamatan Anda dari
balik kaca atau dalam suatu setting umum. Anda
bukan anggota dari kelompok dan tidak
berpartisipasi dalam aktivitas kelompok tersebut.



Penjelasan tentang latar fisik. Ini akan mencakup deskripsi fisik
keseluruhan ruang. Misalnya, di kelas, deskripsi ini akan
mencakup jumlah meja, stasiun kerja guru, jumlah siswa, apakah
atau tidak ada komputer dan, jika demikian, berapa banyak, dan
fitur unik lainnya peneliti merasa harus mencatat.
Penjelasan dari para partisipan dalam pengaturan. Penjelasan
Hati-hati partisipan akan mencakup tidak hanya yang berada di
setting tetapi juga mengapa mereka mungkin ada di sana dan
deskripsi peran mereka.
Selain itu, setiap informasi demografis yang relevan harus
dimasukkan, kegiatan individu dan kelompok dan interaksi
kelompok.



Peneliti harus mengamati aktivitas partisipan terlibat
masuk. Dengan kata lain, apa yang terjadi di dalam
pengaturan? Apakah ada aturan yang sedang diikuti?
Catatan khusus harus terbuat dari kegiatan tertentu
yang akan membantu untuk menjawab pertanyaan
bayangan, partisipan percakapan dan komunikasi
nonverbal.
Karena data kualitatif sering termasuk kutipan
langsung, percakapan harus diamati sedemikian rupa
untuk dicatat tidak hanya apa yang dikatakan tetapi
juga bagaimana yang dikatakan.
Perilaku Peneliti. Karena peneliti adalah bagian dari
pengaturan, perhatian harus diberikan kepada
pengaruh pengamat pada perilaku partisipan. Apakah
kehadiran peneliti berpengaruh pada penetapan cara
apa yang terjadi ?

Protokol observasional dan Lembar Catatan
Pertanyaan Bayangan:









Apa jenis topik yang dibahas dalam puisi siswa?
Jenis kegiatan apa yang digunakan instruktur klub untuk
mendorong siswa untuk menulis?
Bagaimana instruktur memberikan umpan balik mengenai
puisi siswa?
Bagaimana siswa di klub berinteraksi dengan satu sama lain
dan dengan instruktur?
Tanggal pengamatan:
Waktu pengamatan:
Latar:
Partisipan:
Pengamat:
Persons
Observer’s Reflections:
Comments
Actions



Sebagian besar penelitian kualitatif meliputi
wawancara.
Wawancara mungkin alat pengumpulan data
utama penelitian (terutama ketika perilaku
yang diminati tidak dapat dengan mudah
diamati) atau dapat digunakan untuk
menguatkan atau memverifikasi pengamatan.
Wawancara pada dasarnya adalah percakapan
purposive dengan seseorang atau sekelompok
orang.




Wawancara Grup Versus individu. Banyak wawancara kualitatif
dilakukan satu-satu ketika pewawancara mencoba untuk
menentukan perasaan partisipan, interpretasi, atau reaksi
terhadap suatu kejadian (sering disebut sebagai "wawancara
kritis-insiden") atau satu set situasi atau pengalaman hidup (juga
dikenal sebagai "sejarah kehidupan").
Dalam wawancara satu-satu, peneliti mengajak partisipan
mengungkapkan pikiran mereka dalam kata-kata mereka sendiri.
Dalam situasi yang sama, para siswa dapat diwawancarai sebagai
kelompok, juga dikenal sebagai wawancara kelompok fokus.
Dengan wawancara kelompok fokus, peneliti dapat
mengumpulkan data dari beberapa partisipan dan juga untuk
mengamati dan merekam interaksi dan dinamika kelompok yang
terungkap.





Sebuah komponen penting dari melakukan wawancara yang baik
adalah membuat protokol wawancara.
Sebuah protokol wawancara harus mencakup sebuah script
singkat untuk menjelaskan tujuan penelitian untuk diwawancara,
tempat untuk merekam informasi tanggal dan latar belakang yang
diwawancarai, dan pertanyaan-pertanyaan awal yang akan
digunakan dalam wawancara.
Karena prosedur untuk melakukan wawancara kualitatif yang
fleksibel, pertanyaan-pertanyaan sebagai titik awal.
Seorang pewawancara yang baik akan menggunakan pertanyaanpertanyaan untuk memulai diskusi dan kemudian akan
mengajukan pertanyaan tambahan berdasarkan tanggapan
seseorang.
Wawancara yang sebenarnya mungkin terlihat lebih seperti
percakapan daripada wawancara dengan pertanyaan menetapkan
dan tanggapan.
Pertanyaan Wawancara Siswa

Ceritakan tentang aktivitas belajar Anda hari ini.

Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Mengapa penting untuk mengetahui (aktivitas)?

Apakah yang Anda pelajari hari ini sesuatu yang belum Anda
ketahui?

Pengamatan apa yang Anda lakukan?

Apa pelajaran yang paling Anda nikmati?

Apakah Anda mempelajari kata-kata ilmu baru hari ini? Apa itu?

Jika Anda mengajar sebuah kelas tentang kegiatan ini, apa yang
akan Anda beritahukan kepada anak-anak?

Apa yang akan Anda ingin memberitahu orang-orang yang
menjalankan program ilmu tentang apa yang tidak bekerja, apa
yang sulit bagi Anda, atau apa yang Anda tidak suka (tentang
aktivitas)?

Catatan Lapangan (Hasil Observasi)





Catatan Deskriptif
Catatan Reflektif
Transkrip (Hasil Wawancara)
Kutipan Dokumen
Foto

Model Miles & Hubberman:
Reduksi Data
 Penyajian Data
 Penarikan Kesimpulan
 Verifikasi


Model Spradley




Analisis Domain
Analisis Taksonomi
Analisis Komponen
Analisis Tema Budaya

Model Strauss & Corbin (Grounded Theory)
Open Coding
 Axial Coding
 Selective Coding
 Matrik Kondisional


Model Philip Mayring (Qualitative Content
Analysis)


Model Deduktif
Model Induktif




Analisis domain, yaitu memperoleh gambaran umum dan
menyeluruh dari objek penelitian atau situasi sosial. Melalui
pertanyaan umum dan pertanyaan rinci peneliti menemukan
berbagai kategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian
selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih, semakin
banyak waktu yang diperlukan untuk penelitian.
Analisis taksonomi, yaitu menjabarkan domain-domain yang
dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahui struktur internalnya.
Hal ini dilakukan dengan melakukan pengamatan yang lebih
terfokus.
Analisis komponensial, yaitu mencari ciri spesifik pada setiap
struktur internal dengan cara mengontraskan antarelemen. Hal ini
dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi melalui
pertanyaan yang mengontraskan.
Analisis tema budaya, yaitu mencari hubungan di antara domain
dan hubungan dengan keseluruhan, yang selanjutnya dinyatakan
ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.
Root
Open
Coding
Category
2
Axial
Coding
Causal
Condition
Selective
Coding
Strategis
Story 1
Story 2
Proposition
Story 3




Kredibilitas (Validitas Internal)
Transferabilitas (Validitas Eksternal)
Dependabilitas (Reliabilitas Data)
Konfirmabilitas (Objektivitas Data)

similar documents