Manajemen Strategi (5)

Report
MANAJEMEN STRATEGI (5)
Oleh :
Melia Dianingrum, SE, M.Si
Lanjutan unsur-unsur perencanaan
• KEBIJAKAN (POLICY)
Merupakan suatu panduan umum yang akan mengarahkan pembuatan
keputusan yang akan diambil oleh para pembuat keputusan di dalam
perusahaan.
Kebijakan menjadi pedoman yang akan menghubungkan formulasi
strategi dengan implementasi strategi yang akan dilakukan
perusahaan.
Contoh kebijakan (policy) di beberapa perusahaan besar Amerika
Serikat (Wheelen & Hunger, 2004) :
- Policy di Maytag Corporation : maytag tidak akan menyetujui setiap
propossal pengurangan biaya, bila pengurangan biaya tersebut
berakibat pada penurunan kualitas produk Maytag. (kebijakan ini
dibuat untuk mendukung strategi Maytag untuk bersaing dari sisi
kualitas dan bukan bersaing dari sisi harga).
- Policy di Intel
Kanibalisasi produk yang dimiliki Intel dengan produk Intel lainnya yang
lebih baik, sebelum pesaing mampu menyisihkan produk Intel
(kebijakan ini mendukung strategi Intel untuk menjadi pemimpin pasar
dalam prosesor komputer).
- Policy di GE (General Electric)
GE harus menjadi produk nomor satu atau nomor dua di manapun
produk GE bersaing (kebijakan ini mendukung strategi GE untuk
menjadi nomor satu dalam kapitalisasi pasar).
Tujuan dibuatnya kebijakan adalah untuk mengurangi adanya
discretion (pertimbangan pribadi), di mana diskresi berpotensi
menjadikan keputusan yang dibuat menjadi tidak konsisten (berbedabeda).
Misalnya dalam pengambilan keputusan masalah ketenagakerjaan.
Lanjutan unsur-unsur perencanaan
• PROSEDUR (PROCEDURES)
Merupakan metode atau cara yang baku untuk melaksanakan
pekerjaan tertentu (Allen, 1990).
Prosedur diperlukan agar pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan
menurut metode tertentu sehingga diperoleh hasil seragam.
Contoh : laporan keuangan perusahaan, laporan pengendalian
(evaluasi).
• ATURAN (RULES)
Merupakan keputusan tetap untuk diterapkan pada masalah-masalah
yang selalu berulang-ulang dan penting bagi suatu komponen
perusahaan.
Misal : peraturan perusahaan tentang keselamatan kerja, dan
larangan-larangan dalam bekerja.
• PROGRAM
Merupakan serangkaian kegiatan yang memiliki durasi waktu tertentu serta
dibuat untuk mendukung tercapainya tujuan perusahaan.
Program memiliki waktu mulai dan waktu selesai.
Contoh : program periklanan (advertising)
• ANGGARAN (BUDGET)
Merupakan penerjemahan program ke dalam satuan numerik.
Anggaran tidak dapat disusun dengan baik bila perusahaan tidak memiliki
program yang jelas.
Secara garis besar, anggaran dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu
master budget dan capital budget (Smith dkk, 1993).
- Master budget: menunjukkan keseluruhan perencanaan dalam satuan
numerik untuk periode tertentu. Biasanya jangka pendek.
seperti : operating budget, financial budget.
- Capital budget: budget yang disiapkan perusahaan apabila perusahaan
membutuhkan investasi yang besar, bersifat jangka panjang.
Perumusan Strategi Melalui Analisis Struktur Industri
• Pengertian Industri
Industri adalah sekelompok perusahaan yang menawarkan produk
atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan dasar yang sama bagi
para konsumen (Hill dan Jones, 2004).
 Mengidentifikasi dalam industri apa perusahaan saat ini bersaing
akan menjadi titik awal yang sangat penting dalam melakukan
analisis lingkungan eksternal perusahaan.
 Menurut Porter terdapat dua persoalan mendasar yang akan
menentukan strategi bersaing perusahaan, yaitu :
1. Daya tari industri (attractiveness of industry) → yang ditunjukkan oleh
profitabilitas industri dalam jangka panjang.
2. Analisis terhadap berbagai faktor yang akan menentukan posisi
persaingan (competitive position) perusahaan di dalam industri.
• Struktur industri akan berpengaruh terhadap perumusan strategi
perusahaan dan kinerja perusahaan.
• Porter menyebutkan ada 5 kekuatan persaingan yang akan berpengaruh
terhadap profitabilitas suatu industri, yaitu :
1. Ancaman masuknya pesaing potensial (threats of potential new
entrants)
2. Daya tawar pemasok (bergaining power of supplier)
3. Persiangan antarperusahaan dalam satu industri (rivalry among
existing firms)
4. Ancaman dari produk subtitusi (threats of subtitute product)
5. Daya tawar pembeli (bergaining power of buyer)
PENJELASAN :
1. Ancaman masuknya pesaing potensial
Pesaing potensial adalah perusahaan yang saat ini tidak bersaing dalam
satu industri tetapi memiliki kemampuan sumber daya untuk memasuki
suatu industri bila perusahaan tersebut berkehendak.
Lanjutan
Contoh : perusahaan listrik bagi perusahaan telekomunikasi dan
internet.
- Mudah tidaknya pesaing potensial ke dalam suatu industri sangat
bergantung pada tinggi rendahnya hambatan masuk yang diciptakan
oleh pemimpin pasar.
- Hambatan masuk (entry barriers) merupakan berbagai faktor yang
akan menjadikan pendatang baru harus membayar mahal untuk
memasuki suatu industri.
Contoh : menjamurnya Carrefour di Indonesia merupakan bukti
hambatan masuk yang rendah bagi pasar eceran.
- Hambatan yang rendah mengakibatkan penurunan profitabilitas
karena semakin meningkatnya persaingan.
- Sebaliknya hambatan masuk yang tinggi, di asumsikan dapat
memepertahankan daya tarik industri untuk jangka panjang.
2. Daya tawar pemasok
Pemasok (supplier) merupakan organisasi yang menyediakan input
bagi perusahaan seperti bahan baku, jasa, dan tenaga kerja.
 Daya tawar pemasok menunjukkan kemampuan yang dimiliki oleh
pemasok untuk menaikkan harga input atau biaya produksi
perusahaan.
 Pemasok yang memiliki posisi tawar yang kuat akan berusaha
memaksimalkan laba bagi dirinya dan mengakibatkan biay kepada
industri.
 Kemampuan pemasok untuk menentukan syarat-syarat
perdagangan yang menguntungkan bagi dirinya dan kurang
menguntungkan bagi perusahaan.
3. Persaingan antarperusahaan dalam satu industri
Persaingan dalam satu industri menunjukkan perjuangan masingmasing perusahaan untuk memperebutkan pangsa pasar (market
share) maupun pangsa pelanggan (customer share).
 Saat ini perusahaan tidak hanya bertumpu pada peningkatan pangsa
pasar tetapi juga mengarahkan perhatiannya kepada pangsa
pelanggan dengan mempertahankan pelanggan-pelanggan yang
menguntungkan.
 Perusahaan menggunakan berbagai senjata untuk memenangkan
persiangan dengan menggunakan harga, desain produk, iklan, dan
layanan purna jual.
 Dengan intensitas persaingan yang tinggi antarperusahaan dalam
satu industri merupakan ancaman terhadap laba perusahaan.
4. Ancaman dari produk subtitusi
Persaingan terhadap produk yang dihasilkan tidak hanya dari
perusahaan yang memproduksi produk yang sama sehingga
menimbulkan persaingan langsung (direct competition), melainkan juga
berasal dari perusahaan yang memproduksi produk yang memiliki
kesamaan fungsi.
Produk tersebut dinamakan produk subtitusi.
Contoh : Bus AKAP dengan kereta api, dan travel.
5. Daya tawar pembeli
Pembeli memiliki posisi penting terhadap kelangsungan hidup
perusahaan karena pendapatan penjualan yang diperoleh perusahaan.
TERIMA KASIH

similar documents