Panduan penulisan ijasah - Dinas Pendidikan Kota Semarang

Report
PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
PEDOMAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH
TAHUN PELAJARAN 2012/2013










Ijazah merupakan salah satu dokumen negara yang
diperoleh peserta didik setelah lulus dari satuan
pendidikan tertentu. Oleh karena itu kebenaran
data dan informasi yang tercantum di dalamnya
mutlak diperlukan.
Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai
pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau
penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus
yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan
terakreditasi.
Lanjutan
Diharapkan dengan adanya pedoman tersebut, dapat
meningkatkan ketepatan, kebenaran dalam
pengisian blangko Ijazah dan dapat meminimalkan
kesalahan dalam pengisian, sehingga penggunaan
blangko Ijazah menjadi lebih efisien.
TUJUAN
Pedoman ini dibuat dengan tujuan sebagai
berikut :
 Memberikan petunjuk secara umum
tentang pengisian blangko Ijazah.


Memberikan petunjuk secara khusus
tentang pengisian blangko Ijazah.
Memberikan contoh tentang pengisian
blangko Ijazah untuk menghindari
kesalahan pengisian.
RUANG LINGKUP









Pedoman pengisian blangko Ijazah
meliputi sistem pengkodean, petunjuk
umum dan petunjuk khusus pengisian
blangko Ijazah dan contoh blangko Ijazah
yang telah diisi.
Pedoman pengisian blangko Ijazah ini
terbatas pada hal-hal yang berhubungan
dengan Ijazah dari sekolah dalam
lingkungan Kemdikbud.
SASARAN


Pejabat atau petugas di tingkat provinsi,
kota/kabupaten dan Panitia
Penyelenggara Ujian yang ditunjuk untuk
mengelola blangko Ijazah.
Para Kepala Sekolah, Guru dan Petugas
yang ditunjuk dalam pengelolaan
blangko Ijazah.
DISAIN BLANGKO IJAZAH


Pengesahan Disain Blangko Ijazah oleh Panitia
Penyelenggara Pusat (Keputusan Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Nomor
015/G/Kep/HK/2013 tentang Bentuk, Spesifikasi,
Mekanisme Pencetakan, dan Distribusi Blangko
Ijazah Tahun Pelajaran 2012/2013).
Surat Direktur Pembinaan SMK Ditjen Dikmen
Kemdikbud Nomor 001/D3.3/MN/2013 perihal
Pedoman Pengisian Ijazah SMK Tahun Pelajaran
2012/2013.
Lanjutan









Khusus untuk SMK, daftar mata pelajaran dan petunjuk
pengisiannya diterbitkan Direktorat Pembinaan SMK
Ditjen Dikmen Kemdikbud :
CD berisi :
1. Tata cara penulisan dan pengisian biodata serta
penskoran nilai pada blangko Ijazah;
2. Format dan mata pelajaran yang dicantumkan
pada halaman belakang Ijazah;
3. Standar Kompetensi Utama (Clustering) masingmasing Kompetensi Keahlian SMK yang
dicantumkan pada Transkrip Nilai.
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN DISAIN BLANGKO IJAZAH
TP. 2011/2012 DAN TP. 2012/2013
TP. 2011/2012
- Halaman Depan (SMK)
Program Studi Keahlian : …………
Kompetensi Keahlian : …………
- Halaman Belakang (SMK)
Nama
: ………….
Tempat dan Tanggal Lahir : ………….
Nomor Induk
: ………….
Nama Sekolah
: ………….
Kompetensi Keahlian
: Farmasi
Lama Belajar
: .. tahun
I. UJIAN SEKOLAH
Memuat : Nilai Rata-rata Rapor,
Nilai Ujian Sekolah, Nilai Sekolah
- Tidak ada Rata-rata Nilai Sek.
TP. 2012/2013
- Halaman Depan (SMK)
Program Studi Keahlian : ………….
Kompetensi Keahlian : ………….
- Halaman Belakang (SMK)
Nama
: ………….
Tempat dan Tanggal Lahir : ………….
Nomor Induk
: ………….
Nama Sekolah
: ………….
Kompetensi Keahlian
: Farmasi
I. NILAI UJIAN SEKOLAH
Memuat : Nilai Rata-rata Rapor, Nilai
Ujian Sekolah, Nilai Sekolah
- Tidak ada Rata-rata Nilai Sek.
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN DISAIN BLANGKO IJAZAH
TP. 2011/2012 DAN TP. 2012/2013
TP. 2011/2012
- Halaman Depan (SMPLB/SMALB)
Jenis Kekhususan A, B, D, DAN E
Jenis Kekhususan C, C1, D1, F, DAN G
TP. 2012/2013
- Halaman Depan (SMPLB/SMALB)
Jenis Kekhususan Tunanetra, Tunarungu,
Tunadaksa, Tunalaras, Dan Autis
Jenis Kekhususan Tunagrahita Ringan,
Tunagrahita Sedang, Tunadaksa
Sedang, Autis, Dan Tunaganda
- Halaman Belakang (SMPLB/SMALB)
Jenis Kekhususan A, B, D, DAN E
Jenis Kekhususan C, C1, D1, F, DAN G
Jenis Ketunaan : …………..
(mis : diisi Tunanetra, tidak ditulis
A).
- Halaman Belakang (SMPLB/SMALB)
Jenis Kekhususan Tunanetra, Tunarungu,
Tunadaksa, Tunalaras, Dan Autis
Jenis Kekhususan Tunagrahita Ringan,
Tunagrahita Sedang, Tunadaksa Sedang,
Autis, Dan Tunaganda
Jenis Ketunaan : …………………….
(mis : diisi Tunagrahita Ringan)
Lanjutan
TP. 2011/2012
II. NILAI UJIAN NASIONAL
Memuat : Nilai Sekolah, Nilai Ujian
Nasional, Nilai Akhir
- Tidak ada Rata-rata NA
III. TIDAK MENCANTUMKAN NILAI
KOMPETENSI UTAMA
(Dicantumkan pada Transkrip Nilai
Standar Kompetensi Utama)
- Penerbitan/Penandatanganan
Ijazah Oleh Ka Sekolah Satuan
Pendidikan Masing-masing
TP. 2012/2013
II. NILAI UJIAN NASIONAL
Memuat : Nilai Sekolah, Nilai Ujian
Nasional, Nilai Akhir
- Tidak ada Rata-rata NA
III. TIDAK MENCANTUMKAN NILAI
KOMPETENSI UTAMA (Dicantumkan
pada Transkrip Nilai Standar
Kompetensi Utama)
- Penerbitan/Penandatanganan Ijazah
Oleh Ka Sekolah Satuan Pendidikan
Masing-masing
TRANSKRIP NILAI
TP. 2011/2012
- TRANSKRIP NILAI STANDAR
KOMPETENSI UTAMA
- Format transkrip nilai dirancang
oleh Sekolah sesuai kebutuhan
stakeholders, minimal memuat : logo
dan alamat SMK, nomor Ijazah,
nama siswa, tempat dan tanggal
lahir, nomor induk siswa, nama
kompetensi keahlian, lama belajar,
standar kompetensi utama, tanggal
kelulusan, tempat dan tanggal
dikeluarkan, serta nama dan tanda
tangan kepala sekolah seperti contoh
transkrip.
Daftar standar Kompetensi Utama
untuk setiap Kompetensi Keahlian
tersedia dalam CD.
- Jenis kertas (misal : BC), ukuran
minimal seperti Ijazah : 150 gram.
TP. 2012/2013
- TRANSKRIP NILAI STANDAR
KOMPETENSI UTAMA
- Format transkrip nilai dirancang oleh
Sekolah sesuai kebutuhan
stakeholders, minimal memuat : logo
dan alamat SMK, nomor Ijazah, nama
siswa, tempat dan tanggal lahir, nomor
induk siswa, nama kompetensi
keahlian, lama belajar (tidak
dicantumkan), standar kompetensi
utama, tanggal kelulusan, tempat dan
tanggal dikeluarkan, serta nama dan
tanda tangan kepala sekolah seperti
contoh transkrip.
Daftar standar Kompetensi Utama
untuk setiap Kompetensi Keahlian
tersedia dalam CD.
- Jenis kertas (misal : BC), ukuran
minimal seperti Ijazah : 150 gram.
Lanjutan


Surat Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian
Pendidikan Nasional tanggal 09 Juni 2011 nomor
868/D3.3/MN/2011 perihal Ijazah SMK Tahun Pelajaran
2010/2011.
1. Ijazah SMK adalah bukti pencapaian kompetensi akhir
peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan pada
satuan pendidikan, karena itu ijazah memuat seluruh
kompetensi atau mata pelajaran sesuai dengan
kurikulum yang berlaku pada program studi keahlian
yang ditempuh. Dengan demikian daftar nilai pada
halaman belakang ijazah adalah nilai semua mata
pelajaran yang ditempuh selama mengikuti pendidikan
di SMK, sehingga tidak ada urgensinya dibuatkan ratarata nilai pada Ijazah tersebut.
Lanjutan





2. Rata-rata dari Nilai Akhir (NA) paling rendah 5,5 sebagaimana yang dimaksud pada Permendikbud maupun POS
UN adalah persyaratan untuk dinyatakan lulus UN dan
dimuat pada Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional
(SKHUN).
JENIS-JENIS BLANGKO IJAZAH
Jenis Blangko Ijazah :
1. Blangko Ijazah SMP
2. Blangko Ijazah SMPLB Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa,
Tunalaras, dan Autis
3. Blangko Ijazah SMPLB Tunagrahita Ringan, Tunagrahita Sedang,
Tunadaksa Sedang, Autis, dan Tunaganda
4. Blangko Ijazah SMA Program IPA
5. Blangko Ijazah SMA Program IPS
6. Blangko Ijazah SMA Program BAHASA
7. Blangko Ijazah SMALB Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa,
Tunalaras, dan Autis
8. Blangko Ijazah SMALB Tunagrahita Ringan, Tunagrahita
Sedang, Tunadaksa Sedang, Autis, dan Tunaganda
9. Blangko Ijazah SMK Program 3 Tahun
10. Blangko Ijazah SMK Program 4 Tahun
NOMOR KODE IJAZAH
Nomor kode terdiri atas kode tempat penerbitan
dan kode sekolah
1. Kode Tempat Penerbitan
Kode penerbitan dalam negeri, untuk Ijazah
yang diterbitkan oleh sekolah di dalam
negeri, berupa dua huruf kapital (DN) dan
dua digit angka arab :
DN-03 = Provinsi Jawa Tengah (DN-03 sudah
tercetak pada blangko Ijazah)
Lanjutan
2. Kode Jenjang Pendidikan dan Jenis Sekolah
a.
Kode Jenjang Pendidikan :
D = Pendidikan Dasar
M = Pendidikan Menengah
b.
Kode Jenis Sekolah, meliputi :
Dl = SMP
Dlb = SMPLB
Ma = SMA
Mab = SMALB
Mk = SMK
PENERBITAN IJAZAH
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
DASAR
Surat Badan Standar Nasional Pendidikan tanggal 28 Mei 2012
nomor 0007/SDAR/BSNP/V/2012 perihal Penandatanganan
SKHUN dan Ijazah.
Penandatanganan dan penerbitan Ijazah kelulusan
peserta didik dari satuan pendidikan dilakukan oleh
Kepala Satuan Pendidikan masing-masing
PETUNJUK UMUM DAN PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN BLANGKO
IJAZAH SMK TAHUN PELAJARAN 2012/2013
A. PETUNJUK UMUM PENGISIAN BLANGKO IJAZAH
1. Bingkai blangko Ijazah :
a. SMP, dan SMPLB kombinasi warna biru, kuning, dan hitam
b. SMA, dan SMALB kombinasi warna hijau, kuning, dan hitam
c. SMK kombinasi warna hijau, kuning, dan hitam.
2. Ijazah diisi oleh panitia yang dibentuk Kepala Sekolah.
3. Daftar mata pelajaran pada halaman belakang blangko Ijazah untuk
setiap Kompetensi Keahlian dimuat dalam CD halaman belakang Ijazah
SMK.
4. Pengelompokan (clustering) Standar Kompetensi pada Transkrip Nilai
untuk setiap Kompetensi Keahlian tercantum dalam CD Transkrip Nilai
SMK.
5. Ijazah ditandatangani oleh Kepala Sekolah sesuai surat edaran Ketua
BSNP tanggal 28 Mei 2012 nomor 0007/SDAR/BSNP/V/2012 perihal
Penandatanganan SKHUN dan Ijazah.
6. Ijazah ditulis dengan tulisan yang baik, benar, jelas, rapi dan
bersih dengan menggunakan tinta warna hitam yang tidak
mudah luntur dan tidak mudah terhapus.
Lanjutan
7. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, Ijazah tidak boleh
dicoret, ditimpa, atau ditip-ex dan harus diganti dengan
blangko yang baru.
8. Ijazah yang salah dalam pengisian, disilang dengan tinta
warna hitam pada kedua sudut yang berlawanan pada
halaman depan dan belakang.
9. Jika terdapat blangko Ijazah yang tidak terpakai, rusak,
dan salah dalam penulisannya di sekolah wajib dikembalikan
ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dibuktikan
dibuktikan melalui Panitia UN Kota/Kab dengan berita acara.
10. Panitia Penyelenggara UN Tingkat Kota/Kab. melaporkan
penggunaan blangko Ijazah kepada Panitia Penyelenggara
UN Tingkat Provinsi Jawa Tengah sesuai dengan
mekanisme pelaporan yang ditetapkan oleh Panitia
Penyelenggara UN Tingkat Provinis Jawa Tengah.
Lanjutan
B. PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN DEPAN BLANGKO
IJAZAH SMP, SMPLB, DAN SMA



1. Pengisian nama sekolah sesuai dengan nomenklatur sekolah
yang bersangkutan.
Contoh :
a. SMP
Negeri 2 Semarang
Negeri 1 Ungaran
Nasima Semarang



b. SMPLB
Tunarungu Widya Bhakti Semarang
Dharma Bhakti Kabupaten Semarang



c. SMALB
Tunanetra Widya Bhakti Semarang
Lanjutan




d. SMA
Negeri 3 Semarang
Negeri 1 Ungaran
Kesatrian 1 Semarang
Islam Sudirman Ambarawa




e. SMALB
Tunanetra Widya Bhakti Semarang
Lanjutan
2. Pengisian nama pemilik Ijazah ditulis dengan HURUF KAPITAL,
sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari
jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte/dokumen
kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan pengisian pada
Ijazah sebelumnya.
Contoh :
MUHAMAD ADITYA NIFAN AT TAHER
NABILA NIDA CHUSNA
Catatan :
Apabila ada nama permandian (bagi non muslim) ditulis
dan/atau disingkat sesuai akte kelahiran/surat kenal
lahir/bukti kelahiran lain yang sah.

Lanjutan
3. Pengisian tempat, tanggal, bulan, dan tahun kelahiran pemilik Ijazah,
sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari
jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte/dokumen kelahiran
yang sah apabila terdapat kekeliruan pengisian pada Ijazah
sebelumnya.



Contoh :
Grobogan, 24 November 1996
Kab. Semarang, 2 Februari 1997
4. Pengisian nama orangtua pemilik Ijazah, sesuai dengan yang
tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan
sebelumnya, atau sesuai akte/dokumen kelahiran yang sah apabila
terdapat kekeliruan pengisian pada Ijazah sebelumnya.




Contoh :
Drs. Bagya Muljanto, M.M.
Ir. Budiarto
Muh Hudi
Lanjutan
5. Pengisian nomor induk pemilik Ijazah sesuai dengan nomor induk
siswa yang tercantum pada Buku Induk.




Contoh :
18427
210019365
10933/9973757325
6. Pengisian nomor peserta terdiri dari 14 (empat belas) digit : 1
(satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2 (dua) digit berisi
informasi tahun, 2 (dua) digit berisi informasi kode provinsi, 2
(dua) digit berisi informasi kode kota/kabupaten, 3 (tiga) digit
berisi informasi kode Sekolah, 3 (tiga) digit berisi informasi kode
Urut Peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi validasi (sesuai
dengan nomor peserta yang tertera di SKHUN).




Contoh :
2 – 13 – 03 – 01 – 002 – 001 – 8 - SMP , SMPLB
3 – 13 – 03 – 30 – 010 – 030 – 3 - SMA , SMALB
4 – 13 – 03 – 01 – 007 – 083 – 6 - SMK (Program 3 Tahun dan 4 Th)
Lanjutan








7. Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan Ijazah
adalah nama kota/kabupaten tempat penerbitan, diikuti
dengan tanggal dan bulan penerbitan Ijazah sesuai
dengan tanggal pengumuman kelulusan peserta didik dari
masing-masing satuan pendidikan).
Contoh :
Semarang, 24 Mei 2013  SMA, SMK
Semarang, 1 Juni 2013  SMP, SMPLB, dan SMALB
Lanjutan









8. Pengisian nama kepala sekolah adalah kepala sekolah
satuan pendidikan masing-masing dan dibubuhkan
tanda tangan. Bagi guru pegawai negeri sipil (dpk
pemerintah) diisi NIP (NIP terbaru = 18 digit),
sedangkan bagi kepala sekolah yang pegawai negeri
sipil (diangkat menjadi kepala sekolah oleh Yayasan)
dan kepala sekolah yang bukan pegawai negeri sipil diisi
garis/strip (----).
Contoh :
Drs. Sutomo, A.Md, M.M.
NIP. 19570227 198103 1 010
H. Pariyo, S.H.
NIP. ----
Lanjutan

9. Stempel yang digunakan adalah stempel
sekolah satuan pendidikan masing-masing.
10. Pasfoto adalah pasfoto peserta didik yang
bersangkutan (terbaru) ukuran 3 cm x 4 cm
hitam putih atau berwarna, dibubuhi cap
tiga jari tengah tangan kiri pemilik serta
stempel menyentuh pasfoto. Untuk
peserta didik Tunadaksa dan Tunaganda
menyesuaikan. Peserta didik tidak
membubuhkan tanda tangan pada
Ijazah.
NOMOR KODE IJAZAH
11. Nomor kode terdiri atas kode tempat penerbitan
dan kode sekolah
a. Kode Tempat Penerbitan
DN-03 = Provinsi Jawa Tengah (DN-03 sudah
tercetak pada blangko Ijazah)
Lanjutan
b. Kode Jenjang Pendidikan dan Jenis Sekolah
1) Kode Jenjang Pendidikan :
D = Pendidikan Dasar
M = Pendidikan Menengah
2) Kode Jenis Sekolah, meliputi :
Dl = SMP
Dlb = SMPLB
Ma = SMA
Mab = SMALB
Mk = SMK
Lanjutan
C. PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN BELAKANG BLANGKO
IJAZAH SMP, SMPLB, DAN SMA
1. Pengisian nama pemilik Ijazah ditulis dengan HURUF KAPITAL,
sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari
jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte/dokumen
kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan pengisian pada
Ijazah sebelumnya.
Contoh :
MUHAMAD ADITYA NIFAN AT TAHER
NABILA NIDA CHUSNA
Catatan :
Apabila ada nama permandian (bagi non muslim) ditulis dan/atau
disingkat sesuai akte kelahiran/surat kenal lahir/bukti
kelahiran lain yang sah.


Lanjutan
2. Pengisian tempat, tanggal, bulan, dan tahun kelahiran pemilik Ijazah,
sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari
jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte/dokumen kelahiran
yang sah apabila terdapat kekeliruan pengisian pada Ijazah
sebelumnya.



Contoh :
Grobogan, 24 November 1996
Kab. Semarang, 2 Februari 1997
3. Pengisian nomor induk pemilik Ijazah sesuai dengan nomor induk
siswa yang tercantum pada Buku Induk.




Contoh :
18427
210019365
10933/9973757325
Lanjutan
4. Pengisian nomor peserta terdiri dari 14 (empat belas) digit : 1
(satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2 (dua) digit berisi
informasi tahun, 2 (dua) digit berisi informasi kode provinsi, 2
(dua) digit berisi informasi kode kota/kabupaten, 3 (tiga) digit
berisi informasi kode Sekolah, 3 (tiga) digit berisi informasi kode
Urut Peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi validasi (sesuai
dengan nomor peserta yang tertera di SKHUN).





Contoh :
2 – 13 – 03 – 01 – 002 – 001 – 8 - SMP , SMPLB
3 – 13 – 03 – 30 – 010 – 030 – 3 - SMA , SMALB
4 – 13 – 03 – 01 – 007 – 083 – 6 - SMK (Program 3 Tahun dan 4 Th)
Lanjutan
5. Jenis Kelainan (Khusus SMPLB, dan SMALB)



Contoh :
- Blangko Ijazah SMPLB Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa,
Tunalaras, dan Autis
- Blangko Ijazah SMPLB Tunagrahita Ringan, Tunagrahita
Sedang, Tunadaksa Sedang, Autis, dan Tunaganda
Lanjutan
6. Pengisian nilai rata-rata rapor :
a. SMP, dan SMPLB dari semester 1, 2, 3, 4, dan 5
b. SMA, SMALB, dan SMK dari semester 3, 4, dan 5
7. Pengisian nilai mata pelajaran pada ujian sekolah terdiri
atas :







a. Pengisian nilai rata-rata rapor diisi dengan rentang
nilai 0-10 dengan dua desimal di belakang koma.
b. Pengisian nilai ujian sekolah diisi dengan rentang nilai
0-10 dengan dua desimal di belakang koma.
c. Pengisian nilai sekolah diisi dengan rentang nilai 0-10
dengan dua desimal di belakang koma.
8. Pengisian nilai rata-rata diisi dengan rentang nilai 010 dengan dua desimal di belakang koma.
Lanjutan
9. Pengisian nilai mata pelajaran pada ujian nasional
terdiri atas :















a. Pengisian nilai sekolah diisi dengan rentang nilai
0-10 dengan dua desimal di belakang koma.
b. Pengisian nilai ujian nasional diisi dengan rentang nilai 010 dengan dua desimal di belakang koma.
c. Pengisian nilai akhir diisi dengan rentang nilai 0-10 dengan
satu desimal di belakang koma dengan pembulatan.
Contoh :
6,42 pembulatan menjadi 6,4
6,57 pembulatan menjadi 6,6
d. Pengisian nilai rata-rata diisi dengan rentang nilai 0-10
dengan satu desimal di belakang koma dengan
pembulatan.
Format Daftar Nilai SMK pada halaman belakang blangko
Ijazah SMK tidak mencantumkan Rata-rata Nilai Sekolah
dan Rata-rata Nilai Akhir.
Lanjutan







10. Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan Ijazah
adalah nama kota/kabupaten tempat penerbitan, diikuti
dengan tanggal dan bulan penerbitan Ijazah sesuai
dengan tanggal pengumuman kelulusan peserta didik dari
masing-masing satuan pendidikan).
Contoh :
Semarang, 24 Mei 2013  SMA, SMK
Semarang, 1 Juni 2013  SMP, SMPLB, dan SMALB
Lanjutan





11. Pengisian nama kepala sekolah adalah kepala sekolah
satuan pendidikan masing-masing dan dibubuhkan
tanda tangan. Bagi guru pegawai negeri sipil (dpk
pemerintah) diisi NIP (NIP terbaru = 18 digit),
sedangkan bagi kepala sekolah yang pegawai negeri
sipil (diangkat menjadi kepala sekolah oleh Yayasan)
dan kepala sekolah yang bukan pegawai negeri sipil diisi
garis/strip (----).
Contoh :






Drs. Sutomo, A.Md, M.M.
NIP. 19570227 198103 1 010
H. Pariyo, S.H.
NIP. ----
12. Stempel yang digunakan adalah stempel sekolah satuan
pendidikan masing-masing.
Lanjutan
B. PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN DEPAN
BLANGKO IJAZAH SMK
1. Pengisian Program Studi Keahlian ditulis sesuai dengan
program studi keahlian yang ditempuh pemilik Ijazah
selama pembelajaran di sekolah (daftar dalam CD).
Contoh :
Teknik Komputer dan Informatika
2. Pengisian Kompetensi Keahlian ditulis sesuai dengan
kompetensi kehlian yang ditempuh pemilik Ijazah
selama pembelajaran di sekolah (daftar terlampir).
Contoh :
Teknik Komputer dan Jaringan
Lanjutan
3. Pengisian nama sekolah, sesuai dengan nomenklatur
sekolah yang bersangkutan.
4. Pengisian nama pemilik Ijazah ditulis dengan HURUF KAPITAL,
sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang
diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai
akte/dokumen kelahiran yang sah apabila terdapat
kekeliruan pengisian pada Ijazah sebelumnya.
5. Pengisian tempat, tanggal, bulan, dan tahun kelahiran pemilik
Ijazah, sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh
dari jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte/dokumen
kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan pengisian pada
Ijazah sebelumnya.
Lanjutan
6. Pengisian nama orang tua pemilik Ijazah, sesuai dengan
yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari jenjang
pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte/dokumen
kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan pengisian
pada Ijazah sebelumnya.
7. Pengisian nomor induk pemilik Ijazah sesuai dengan nomor
induk siswa yang tercantum pada Buku Induk.
8. Pengisian nomor peserta terdiri dari 14 (empat belas) digit : 1
(satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2 (dua) digit
berisi informasi tahun, 2 (dua) digit berisi informasi kode
provinsi, 2 (dua) digit berisi informasi kode kota/kabupaten, 3
(tiga) digit berisi informasi kode Sekolah, 3 (tiga) digit berisi
informasi kode Urut Peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi
validasi (sesuai dengan nomor peserta yang tertera di SKHUN).
Lanjutan
•
•
•
•
•
•
•
•
9. Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan
Ijazah adalah nama kota/kabupaten tempat
penerbitan, diikuti dengan tanggal dan bulan
penerbitan Ijazah sesuai dengan tanggal
pengumuman kelulusan peserta didik dari
masing-masing satuan pendidikan).
Contoh :
Semarang, 24 Mei 2013
Lanjutan
10. Pengisian nama kepala sekolah adalah kepala
sekolah satuan pendidikan masing-masing dan
dibubuhkan tanda tangan. Bagi guru pegawai
negeri sipil (dpk pemerintah) diisi NIP (NIP terbaru
= 18 digit), sedangkan bagi kepala sekolah yang
pegawai negeri sipil (diangkat menjadi kepala
sekolah oleh Yayasan) dan kepala sekolah yang
bukan pegawai negeri sipil diisi garis/strip (----).
Lanjutan

11. Stempel yang digunakan adalah stempel
sekolah satuan pendidikan masing-masing.
12. Pasfoto adalah pasfoto peserta didik yang
bersangkutan (terbaru) ukuran 3 cm x 4 cm
hitam putih atau berwarna, dibubuhi cap
tiga jari tengah tangan kiri pemilik serta
stempel menyentuh pasfoto. Untuk
peserta didik Tunadaksa dan Tunaganda
menyesuaikan. Peserta didik tidak
membubuhkan tanda tangan pada
Ijazah.
Lanjutan
13. Nomor kode diisi nomor kode Provinsi Jawa Tengah.




a. Kode Tempat Penerbitan
Provinsi Jawa Tengah : DN-03 (DN-03 sudah tercetak
pada blangko Ijazah).
b. Kode Jenjang Pendidikan dan Jenis Sekolah
1) Kode Jenjang Pendidikan, meliputi :


M
= Pendidikan Menengah
2) Kode Jenis Sekolah, meliputi :


Mk
= SMK
(Sekolah Menengah Kejuruan)
Lanjutan
C. PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN BELAKANG
BLANGKO IJAZAH SMK
1. Pengisian nama pemilik Ijazah ditulis dengan HURUF
KAPITAL, sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah
yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya,
atau sesuai akte/dokumen kelahiran yang sah apabila
terdapat kekeliruan pengisian pada Ijazah
sebelumnya.
Catatan :
Apabila ada nama permandian (bagi non muslim) ditulis
dan/atau disingkat sesuai akte kelahiran/surat kenal
lahir/bukti kelahiran lain yang sah.

Lanjutan
2. Pengisian tempat, tanggal, bulan, dan tahun kelahiran
pemilik Ijazah, sesuai dengan yang tercantum pada
Ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan
sebelumnya, atau sesuai akte/dokumen kelahiran yang
sah apabila terdapat kekeliruan pengisian pada Ijazah
sebelumnya.
3. Pengisian nomor induk pemilik Ijazah sesuai dengan
nomor induk siswa yang tercantum pada Buku Induk.

4. Pengisian nama sekolah, sesuai dengan nomenklatur

sekolah yang bersangkutan.
5. Pengisian Kompetensi Keahlian ditulis sesuai dengan
kompetensi keahlian yang ditempuh pemilik Ijazah selama
pembelajaran di sekolah (sama dengan halaman
depan/sudah tercetak).
Lanjutan
6. Pengisian nilai rata-rata rapor : semester 1, 2, 3, 4,
dan 5.
7. Pengisian nilai mata pelajaran pada ujian sekolah terdiri
atas :








a. Pengisian nilai rata-rata rapor diisi dengan rentang
nilai 0-10 dengan dua desimal di belakang koma.
b. Pengisian nilai ujian sekolah diisi dengan rentang nilai
0-10 dengan dua desimal di belakang koma.
c. Pengisian nilai sekolah diisi dengan rentang nilai 0-10
dengan dua desimal di belakang koma.
d. Pengisian nilai rata-rata diisi dengan rentang nilai 010 dengan dua desimal di belakang koma.
Lanjutan
8.














Pengisian nilai mata pelajaran pada ujian nasional
terdiri atas :
a. Pengisian nilai sekolah diisi dengan rentang nilai
0-10 dengan dua desimal di belakang koma.
b. Pengisian nilai ujian nasional diisi dengan rentang nilai 0-10
dengan dua desimal di belakang koma.
c. Pengisian nilai akhir diisi dengan rentang nilai 0-10 dengan
satu desimal di belakang koma dengan pembulatan.
Contoh :
6,42 pembulatan menjadi 6,4
6,57 pembulatan menjadi 6,6
d. Pengisian nilai rata-rata diisi dengan rentang nilai 0-10
dengan satu desimal di belakang koma dengan pembulatan.
Format Daftar Nilai SMK pada halaman belakang blangko
Ijazah SMK tidak mencantumkan Rata-rata Nilai Sekolah dan
Rata-rata Nilai Akhir.
Lanjutan










e. Pengisian nilai Teori Kejuruan diisi dengan nilai yang diperoleh
peserta uji pada Ujian Nasional SMK dengan rentang nilai 0-10
dengan dua desimal di belakang koma.
f. Pengisian nilai Praktik Kejuruan diisi dengan nilai yang
diperoleh peserta uji pada Ujian Nasional SMK dengan rentang
nilai 0-10 dengan dua desimal di belakang koma.
g. Pengisian nilai Ujian Nasional Kompetensi Keahlian diisi dengan
pembobotan 30 % nilai Teori Kejuruan ditambah pembobotan
70 % nilai Praktik Kejuruan dengan rentang nilai 0-10 dengan
dua desimal di belakang koma.
Lanjutan






9. Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan
Ijazah adalah nama kota/kabupaten tempat
penerbitan, diikuti dengan tanggal dan bulan
penerbitan Ijazah sesuai dengan tanggal
pengumuman kelulusan peserta didik dari masingmasing satuan pendidikan.



Contoh :
Semarang, 24 Mei 2013
Lanjutan











10. Pengisian nama kepala sekolah adalah kepala sekolah
satuan pendidikan masing-masing dan dibubuhkan
tanda tangan.
Bagi kepala sekolah yang pegawai negeri sipil (dpk
pemerintah) diisi NIP (NIP terbaru = 18 digit),
sedangkan bagi guru pegawai negeri sipil (diangkat
menjadi kepala sekolah oleh Yayasan) dan kepala
sekolah yang bukan pegawai negeri sipil diisi
garis/strip (----).
11. Stempel yang digunakan adalah stempel sekolah
satuan pendidikan masing-masing.
NOMOR KODE IJAZAH
12. Nomor kode terdiri atas kode tempat penerbitan
dan kode sekolah
a. Kode Tempat Penerbitan
DN-03 = Provinsi Jawa Tengah (DN-03 sudah
tercetak pada blangko Ijazah)
Lanjutan
b. Kode Jenjang Pendidikan dan Jenis Sekolah
1) Kode Jenjang Pendidikan :
D = Pendidikan Dasar
M = Pendidikan Menengah
2) Kode Jenis Sekolah, meliputi :
Dl = SMP
Dlb = SMPLB
Ma = SMA
Mab = SMALB
Mk = SMK
PENGISIAN TRANSKRIP NILAI STANDAR KOMPETENSI SMK














1. Pengisian Nomor Seri Ijazah ditulis sesuai dengan nomor
seri Ijazah yang tercantum dalam halaman depan Ijazah.
2. Pengisian nama pemilik Transkrip Nilai ditulis dengan
HURUF KAPITAL, sesuai dengan yang tercantum pada
Ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan
sebelumnya, atau sesuai akte/dokumen kelahiran yang
sah apabila terdapat kekeliruan pengisian pada Ijazah
sebelumnya.
3. Pengisian tempat, tanggal, bulan, dan tahun kelahiran
pemilik Transkrip Nilai sesuai dengan yang tercantum
pada Ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan
sebelumnya, atau sesuai akte/dokumen kelahiran yang
sah apabila terdapat kekeliruan pengisian pada Ijazah
sebelumnya.
Lanjutan












4. Pengisian nomor induk pemilik Transkrip Nilai sesuai
dengan nomor induk siswa yang tercantum pada Buku
Induk.
5. Pengisian Kompetensi Keahlian ditulis sesuai dengan
kompetensi keahlian yang ditempuh pemilik Ijazah
selama pembelajaran di sekolah (daftar terlampir).
6. Pengisian nama sekolah, sesuai dengan nomenklatur
sekolah yang bersangkutan.
7. Pengisian jumlah jam sesuai dengan jumlah jam standar
kompetensi yang tercantum dalam struktur kurikulum
tingkat satuan pendidikan.
Lanjutan














8. Pengisian nilai Standar Kompetensi Utama diisi dengan nilai
pengelompokan (clustering) Standar Kompetensi yang
diperoleh siswa mulai dari semester 1 sampai semester 6
untuk program 3 tahun atau semester 1 sampai semester 8
untuk program 4 tahun dengan rentang nilai 7-10 dengan dua
desimal di belakang koma.
Catatan : Clustering Standar Kompetensi untuk setiap
Kompetensi Keahlian tercantum dalam CD Transkrip
Nilai SMK.
9. Pengisian tambahan standar kompetensi (.............)
sesuai dengan standar kompetensi perkuatan yang
diberikan mendukung kompetensi keahlian.
10. Pengisian tanggal kelulusan diisi sesuai dengan
pengumuman kelulusan dari satuan pendidikan.
Lanjutan















11. Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan Transkrip
Nilai adalah nama kota/kabupaten tempat penerbitan, diikuti
dengan tanggal dan bulan penerbitan Transkrip Nilai sesuai
dengan tanggal pengumuman kelulusan peserta didik dari
masing- masing satuan pendidikan (disesuaikan dengan
penerbitan Ijazah).
12. Pengisian nama kepala sekolah adalah kepala sekolah satuan
pendidikan masing-masing dan dibubuhkan tanda tangan.
Bagi kepala sekolah yang pegawai negeri sipil (dpk
pemerintah) diisi NIP (NIP terbaru = 18 digit), sedangkan
bagi guru pegawai negeri sipil (diangkat menjadi kepala
sekolah oleh Yayasan) dan kepala sekolah yang bukan
pegawai negeri sipil diisi garis/strip (----).
13. Stempel yang digunakan adalah stempel sekolah satuan
pendidikan masing-masing.
Lanjutan
D. DAFTAR KODE KOTA/KABUPATEN SE JAWA TENGAH
NO.
KODE KOTA/KABUPATEN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
KOTA SEMARANG
KOTA SURAKARTA
KOTA TEGAL
KOTA PEKALONGAN
KOTA SALATIGA
KOTA MAGELANG
KABUPATEN BANYUMAS
KABUPATEN BANJARNEGARA
KABUPATEN CILACAP
KABUPATEN PURBALINGGA
Lanjutan
NO.
KODE KOTA/KABUPATEN
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KEBUMEN
MAGELANG
PURWOREJO
TEMANGGUNG
WONOSOBO
BOYOLALI
KARANGANYAR
KLATEN
SRAGEN
SUKOHARJO
Lanjutan
NO.
KODE KOTA/KABUPATEN
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
KABUPATEN
WONOGIRI
BLORA
JEPARA
KUDUS
PATI
REMBANG
DEMAK
GROBOGAN
KENDAL
SEMARANG
Lanjutan
NO.
31.
32.
33.
34.
35.
KODE KOTA/KABUPATEN
31 KABUPATEN BATANG
32 KABUPATEN BREBES
33 KABUPATEN PEKALONGAN
34 KABUPATEN PEMALANG
35 KABUPATEN TEGAL
Lanjutan
E. CONTOH BLANGKO IJAZAH DAN TRANSKRIP
NILAI YANG SUDAH DIISI


SEKIAN DAN TERIMA KASIH
SEMARANG, 7 JUNI 2013

similar documents