FGD 3b Bodebekkarpur

Report
Kemandirian Bodebek Karpur
FGD Metropolitan Bodebek Karpur
Ibnu Syabri
Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota ITB
MDM JAWA BARAT
1.
2.
3.
4.
Metropolitan Bodebek Karpur (Kota Bogor, Kabupaten Bogor,
Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang
dan Kabupaten Purwakarta) : Metropolitan Mandiri, dengan
sektor unggulan industri manufaktur, perdagangan dan jasa.
Pengembangan Metropolitan Bodebek Karpur ini akan dilakukan
dengan pendekatan konsep Twin Metropolitan Jakarta – Bodebek
Karpur. (????)  Conflicting with “Mandiri”
Metropolitan Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi,
Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten
Sumedang): Metropolitan Modern , dengan sektor unggulan
wisata perk otaan, industri kreatif dan ipteks.
Metropolitan Cirebon Raya (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon,
Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan kabupaten
Indramayu) : Metropolitan Budaya dan Sejarah; dengan sektor
unggulan wisata dan industri kerajinan.
TAHUN 2010
BODEBEK KARPUR
TIGA
METROPOLITAN
DI JAWA BARAT
SEBAGAI PENGHELA
EKONOMI,
KESEJAHTERAAN,
MODERNISASI DAN
KEBERLANJUTAN BAGI
SELURUH MASYARAKAT
JAWA BARAT
KOTA BOGOR| KAB. BOGOR|
KOTA DEPOK|KOTA BEKASI|
KAB. BEKASI| KAB KARAWANG|
KAB. PURWAKARTA|
11.6 JUTA JIWA
BANDUNG RAYA
KOTA BANDUNG| KOTA CIMAHI|
KAB. BANDUNG BARAT|
KAB. BANDUNG| KAB. SUMEDANG
5.8 JUTA JIWA
CIREBON RAYA
KOTA CIREBON| KAB. CIREBON|
KAB. KUNINGAN| KAB. MAJALENGKA|
KAB. INDRAMAYU
1.58 JUTA JIWA
Kriteria:
1. Jumlah Penduduk
2. Aktivitas Ekonomi
3. Daerah Terbangun




METROPOLITAN BODEBEK
KARPUR 2025
7 kota/ kabupaten
111 kecamatan
populasi 23,16 juta jiwa
503.634 Ha
Terdiri atas
o 12 kecamatan di Kota Bekasi;
4.061.625 jiwa; 21.564,88 Ha
o 23 kecamatan di Kabupaten
Bekasi; 4.479.335 jiwa; 126.471
Ha
o 6 kecamatan di Kota Bogor;
1.649.804 jiwa; 11.770,99 Ha
o 25 kecamatan di Kabupaten
Bogor; 5.933.750 jiwa; 138.488
Ha
o 11 kecamatan di Kota Depok;
3.018.750 jiwa; 20.308,37 Ha
o 14 kecamatan di Kabupaten
Purwakarta; 1.296.950 jiwa;
79.793 Ha
o 20 kecamatan di Kabupaten
Karawang; 2.720.472 jiwa;
105.238 Ha
Sumber: Analisis WJP-MDM 2011, SP 2010, GIS Bappeda Jabar 2010
Urban
Sub
Urban
ARAHAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN
Metropolitan Bodebekkarpur sebagai
Metropolitan Mandiri berbasis industri manufaktur, jasa,
keuangan, perdagangan, hotel dan restoran, pariwisata (Pasal
20).
Diwujudkan melaui Pendekatan Metropolitan Kembar
Bodebekkarpur-DKI Jakarta
 Mengembangkan Metropolitan Bodebekkarpur sebagai
metropolitan level 1 yang setara dengan DKI Jakarta (Pasal 21).
Metropolitan Development Concept
Perencanaan Infrastruktur Meliputi:
Permukiman
yang kompak
dan terpadu
Public
tranport
system yang
terpadu
Multi function
open space @
5 Ha
ICT, Drainase, sewerage, water
Sumber: Dept Perhubungan,
Fasilitas lainnya:
• Kesehatan
• Pendidikan
• Perkantoran
• Peribadatan
• Komersial
• Pariwisata
• Sosial lainnya
Perencanaan Pembangunan
Infrastruktur di Metropolitan
Bodebek Karpur berdasarkan
2030
RTRW
Kab/Kota
Jabodetabek
Urban
Transportation
Policy Integration
(JUTPI)
•
•
•
•
•
Kota Bogor 2011-2031
Kota Depok 2012-2032
Kota Bekasi 2011-2031
Kabupaten Bogor 2005-2025
Kabupaten Bekasi 20112031
• Kabupaen Karawang 20102030
• Kabupaten Purwakarta
RTRW Provinsi
Jawa Barat
Metropolitan
Priority Area
(MPA)
2030
Sumber: Dept Perhubungan,
2009-2029
Konsep Pengembangan Wilayah
Nasional
MDM
JAWA BARAT
3 Metropolitan
2 Pusat
Pertumbuhan
ISU, POTENSI DAN MASALAH PENGEMBANGAN
KAWASAN
Isu-isu Pengembangan Infrastruktur Nasional yg
berdampak pada Metropolitan Bodebek Karpur
• Rencana dan Implementasi Pendulum Nusantara dan Tol
Laut:
– Pengembangan Hub dan Spoke nasional guna menurunkan
biaya logistik nasional yg relatif mahal (negara2 ASEAN)  a.l.
Pelabuhan Kuala Tanjung dan Tanjung Api-Api
– Peningkatan kapasitas sea-ports (perluasan pelabuhan dan
pengerukan -12m)
– Rerouting pergerakan pelayaran nasional dan internasional
•
•
Rencana dan Implementasi (Aerocity or AeroTropolis) BIJB
Kertajati, Kualanamu dan SHIA sebagai Pusat Kegiatan
Ekonomi berskala Global
Pengembangan pembangunan KA super-cepat: JakartaSurabaya
POTENSI INTERNAL
Bodebekkarpur merupakan lokasi kawasan industri terbesar
di Indonesia dan memiliki keunggulan dari sisi:
• Ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk mendukung kegiatan
industri (akses jalan tol, bendungan sebagai sumber energi listrik dan air
baku);
• Memiliki universitas terkemuka dan berskala internasional seperti UI dan
IPB sebagai pusat inovasi
Memiliki jumlah penduduk yang besar dengan kualitas
sumberdaya manusia yang relatif lebih baik dibandingkan
kawasan metropolitan lainnya di Jawa Barat;
POTENSI INTERNAL
Memiliki berbagai komoditas unggulan yang sudah berorientasi
ekspor;
Memiliki lahan pertanian dengan produktivitas tertinggi di
Indonesia dan dilengkapi infrastruktur irigasi yang memadai;
Proporsi PAD dalam APBD Kabupaten/Kota di seluruh
Bodebekkarpur pada tahun 2011 telah melebihi 50% menandakan
daerah telah relatif mandiri dalam membiayai pembangunannya.
POTENSI EKSTERNAL
Kedekatan lokasi dengan DKI Jakarta sebagai
pusat modal, potensi pasar, dan outlet
pelabuhan dan bandara berskala internasional;
Berada pada jalur strategis Jakarta – Bandung
yang memiliki aksesibilitas tinggi
PERMASALAHAN
• Merupakan kawasan metropolitan dengan ciri multi pusat, dimana
masing-masing pusat memiliki karakteristik kegiatan yang berbeda
dan tidak saling berkaitan secara internal;
• PDRB/Kapita tidak berhubungan positif dengan IPM:
– Wilayah dengan PDRB/Kapita lebih tinggi, didominasi Sektor Industri,
mempunyai IPM yang lebih rendah.
– Kota –kota dengan PDRB/Kapita lebih rendah , didominasi Sektor Jasa dan
Perdagangan, mempunyai IPM yang lebih tinggi diduga kuat karena
pengaruh perekonomian DKI Jakarta
• Pergeseran pemanfaatan lahan pertanian menjadi non pertanian
mengancam posisi Bodebek karpur sebagai lumbung padi nasional;
• Pemasaran hasil industri sangat bergantung kepada DKI Jakarta
karena tidak memiliki outlet (pelabuhan dan Bandara) sendiri 
ekonomi biaya tinggi;
• Kapasitas jalan tol hampir mencapai batas maksimal (diindikasikan
dari kemacetan yang sering terjadi) menyebabkan terganggunya
distribusi barang  perlu alternatif moda lain, misal KA
TANTANGAN
Ketergantungan yang tinggi kepada fasilitas
(pendidikan, kesehatan, pekerjaan) yang disediakan
di DKI Jakarta;
Industri yang ada relatif bersifat footloose sehingga
tidak memiliki keterkaitan yang erat dengan usaha
yang dikerjakan oleh masyarakat setempat;
Perkiraan
Peningkatan comuter
traffic menuju
Jakarta dari Bogor,
Depok, Bekasi
(Tahun 2020)
Ketergantungan
dengan Kota Jakarta
masih tinggi sampai
tahun 2020
Sumber: JICA,
KEUNGGULAN
Absolut: keberadaan sumberdaya satu-satunya produksi dan dari sejarah yang dimilikinya tidak
dimiliki wilayah lain:
Lokasi yang sangat strategis, langsung berbatasan dan akses yang sangat
mudah dengan Ibu Kota Negara sebagai sumber pembangunan
Komparatif: memiliki sumberdaya produksi yang lebih banyak dibandingkan yang dimiliki
wilayah lain.:
1. Sebagai lokasi konsentrasi kegiatan industri manufaktur terbesar di
Indonesia,
2. Keberadaan Waduk sebagai sumberdaya PLTA yang mampu
menghasilkan energi untuk pasokan energi wilayah Pulau Jawa dan Bali
3. Memiliki Keanekaragaman obyek wisata, mulai dari wisata alam sampai
wisata kuliner dan belanja.
Kompetitif: mempunyai kualitas sumberdaya produksi (lahan, bahan baku, SDM, penggunaan
IPTEK, lokasi) yang lebih baik dari wilayah lain:
1. Lokasi yang mempunyai daya tarik sangat tanggi dalam berbagai kegiatan
investasi: industri, perdagangan, pariwisata, perumahan dsb.
2. Keberadaan Universitas kelas dunia, yang menghasilkan SDM unggul di
bidang IPTEK.
3. Lumbung padi nasional yang mempunyai produktivitas tinggi.
Metropolitan Bodebek Karpur dlm
Konstelasi Regional dan Global
Konsep Dasar Pengembangan
Wilayah Modern
• Perdagangan Global:
– Destinasi perdagangan dan komersial internasional
– MICE Internasional: Meetings, incentives,
conferencing, exhibitions
• Kecepatan waktu dan Konektivitas (pergerakan
barang dan penumpang):
– 30 menit max dalam radius 60 KM
– 45 menit max dalam radius 80 KM
– 60 menit max dalam radius 100 KM
Struktur Ruang BODEBEKKARPUR
BANTEN
•
•
•
Kemacetan dan Kejenuhan
SHIA DAN TG.PERIOK
Soekarno-Hatta International Airport
(SHIA), ranking 10 dunia
Demand (2013)
• 30,4 juta pax dgn pertumbuhan
5,2% per tahun
• 870.000 ton cargo, dengan
pertumbuhan cargo 5,7% per
tahun
Supply:
• 8 HA, 500.000 ton kargo / tahun
• Tahun 2010, kapasitas kargo sudah
terlampui
Metropolitan
BoDeBek Karpur
Aerocity
Port
City
BAHAN DISKUSI
1. Bagaimana arah pengelolaan pembangunan dan pengembangan
transportasi dan infrastruktur di metropolitan Bodebekkarpur yang
bersifat strategis berskala metropolitan, lintas daerah serta lintas
pemerintahan dan/atau berimplikasi skala metropolitan?
2. Bagaimana konsep arahan pengelolaan pembangunan dan pengembangan
transportasi dan infrastruktur di metropolitan Bodebekkarpur yang
bersifat strategis berskala metropolitan, lintas daerah serta lintas
pemerintahan dan/atau berimplikasi skala metropolitan?
3. Bagaimana mewujudkan keterkaitan/konektivitas antar wilayah dari aspek
transportasi dan infrastruktur?
4. Apa saja konsep Indikator Kinerja Kunci sebagai standar keberhasilan
pengelolaan pembangunan dan pengembangan wilayah dari aspek
transportasi dan infrastruktur?
Krisis DAS CITARUM dan Metropolitan
BoDeBek KarPur
• Karakteristik DAS CIATRUM:
– Dengan panjang sekitar 269 km mengaliri areal irigasi
untuk pertanian seluas 420.000 hektar.
– Mengaliri 12 wilayah administrasi kabupaten/kota.
– Menyuplai air untuk kebutuhan 28 Juta masyarakat di
Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Bandung.
– Sumber perekonomian Bodebek KarPur sebesar 40%
GDP (Gross Domestic Product) dengan hamparan
pertanian, sumber air bagi 500 besar dan menengah
industri yang berada di sepanjang sungai Citarum, dan
pembangkit tenaga listrik JAWA-BALI.
Waduk Jatiluhur: Sumber Air baku, Pangan dan
Enerji
• Lokasi: 7 km arah barat Kota
Purwakarta
• Bendungan terbesar di Indonesia,
membendung aliran Sungai Citarum
di Kecamatan Jatiluhur –
Kab.Purwakarta
• Daerah tangkapan (upper Citarum)
meliputi Kab. Bandung, Kab. Bandung
Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi,
Kab. Cianjur dan Kab. Purwakarta.
• Awalnya dirancang dengan kapasitas
tampungan 3 milyar m3, saat ini
tinggal 2,44 milyar m3 (th 2000)
• Bendungan Jatiluhur, bendungan
multiguna, dengan fungsi sebagai:
BENDUNGAN
o pembangkit listrik dengan kapasitas
terpasang 187,5 MW,
o pengendalian banjir di Kabupaten
Karawang dan Bekasi,
o irigasi untuk 242.000 ha,
Pusdalisbang
Jabar, 2014
o pasok air untukSumber
rumah
tangga,
DAS Citarum: sumber air baku, pangan dan
enerji.
MANFAAT DAN PERMASALAHAN
DAS CITARUM
• MANFAAT:
– Sumber air baku irigasi bagi lumbung pangan nasional.
– Sumber enerji bagi 8 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.
• PERMASALAHAN:
•
Masalah peralihan sentralisasi ke desentralisasi (1999/2000)  Konflik Dinas
Kehutanan [state] dengan Perhutani [semi-private] --> 15.000 HA hutan dirambah
oleh 40.000 masyarakat [civil]
– Erosi dan sedimentasi sangat tinggi: sedimentasi di waduk Saguling lebih dari 4
juta ton/th dan produksi listrik Waduk Saguling hanya 50 % dari kapasitas
terpasang serta penurunan kesuburan lahan pertanian di DAS Citarum hulu.
– Bandung menghadapi persoalan banjir sangat parah dan pada musim kemarau
PDAM mengalami kelangkaan air baku,
– kekeringan lahan pertanian dan penurunan volume air untuk pembangkitan
listrik di PLTA (Saguling, Cirata dan Jati Luhur).
– Keruksan lingkungan dan biota sungai (40 jenis ikan terancam punah)
Metropolitan BoDeBek KarPur
Tanpa Perencanaan DAS CITARUM?

similar documents