2-3 ekosistem - Cecep Kusmana

Report
PENGERTIAN
Ekosistem  suatu sistem di alam yang mengandung komponen hayati
(organisme) dan komponen non-hayati (abiotik), dimana di
antara kedua komponen tersebut terjadi hubungan timbal balik
untuk mempertukarkan zat-zat yang perlu untuk
mempertahankan kehidupan.
• Biocoenosis
• Geocoenosis
• Biogeocoenosis
(Geobiocoenosis)
Komponen Biotik
Komponen Abiotik
EKOSISTEM
 Merupakan satuan fungsional dasar ekologi, karena mencakup organisme
dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi.
 Pencetus istilah ekosistem adalah A.G. Tansley pada tahun 1935 seorang
ekolog Inggris.
KOMPONEN EKOSITEM
1. Dari segi “trophic level”
a. Autotrofik: organisme yang mampu mensistesis
makanannya sendiri yang berupa bahan organik dari
bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar
matahari dan zat hijau daun.
b. Heterotrofik: organisme yang sumber makannya diperoleh
dari bahan-bahan organik yang dibentuk oleh komponen
autotrof ik.
KOMPONEN EKOSITEM
2. Dari segi penyusunnya (struktur)
a. Komponen abiotik: komponen fisik dan kimia seperti
tanah, air, udara, sinar matahari, dll yang merupakan
medium untuk berlangsungnya kehidupan.
b. Produsen: organisme autotrofik, umumnya tumbuhan
berklorofil, yang mampu mensisntesis makanannya sendiri
dari bahan anorganik
c. Konsumen: organisme heterotrofik.
d. Pengurai: organisme heterotrofik yang menguraikan
bahan organik yang berasal dari organisme mati,
menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan
melepas bahan-bahan yang sederhana yang dapat dipakai
oleh produsen.
STRUKTUR EKOSISTEM
CAHAYA MATAHARI
EKOSISTEM
TUMBUHAN
HERBIVORA
AIR
TANAH
KARNIVORA
UDARA
DEKOMPOSER
KOMPONEN BIOTIK
KOMPONEN ABIOTIK
KOMPONEN EKOSITEM
3. Untuk tujuan deskriptif:
a. Bahan-bahan anorganik (C, N, CO2, H2O, dll)
b. Senyawa organik (protein, lemak, karbohidrat, dll)
c. Iklim (suhu,kelembaban,curah hujan dan faktor fisik lainnya)
d. Produser
e. Konsumer makro (“phagotroph”): organisme heterotrofik,
umumnya hewan, yang memakan organisme lain atau bahan
organik.
f. Konsumer mikro (saprotroph, osmotroph): organisme
heterotrofik, umumnya jamur dan bakteri, yang menghancurkan
bahan organik mati, menyerap sebagian hasil perombakannya,
dan membebaskan bahan organik yang berguna bagi produser.
Organisme heterotrofik dapat juga dibedakan ke dalam:
1. Biophage: organisme yang mengkonsumsi organisme lainnya.
2. Saprophage: organisme pengurai bahan-bahan organik yang
telah mati.
Dari segi fungsional, suatu ekosistem sebaiknya dianalisis
menurut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Aliran energi
Rantai pangan
Pola keanekaragaman dalam ruang dan waktu
Siklus nutrien
Pengembangan dan evolusi
Kontrol (sibernetik)
Konsumer dapat dibedakan ke dalam:
1. Konsumer I (konsumer primer): hewan-hewan herbivora
yang makanannya bergantung pada produser (tumbuhan
hijau), contoh: insekta, rodentia, kelinci, dll (ekositem
daratan); mollusca, crustaceae, dll (ekosistem aquatik).
2. Konsumer II (konsumer sekunder): karnivora dan omnivora
yang memakan herbivora, contoh: burung gagak, rubah,
kucing, ular, dll.
3. Konsumer III (konsumer tertier), disebut juga top konsumer:
karnivora dan omnivora, misal singa, harimau, dll.
4. Parasit, scavenger, dan saproba.
FAKTOR PENYEBAB PERBEDAAN
EKOSISTEM
1. Perbedaan kondisi iklim (hutan hujan, hutan musim, hutan
savana)
2. Perbedaan letak dari permukaan laut, topografi dam formasi
geologik (zonasi pada pegunungan, lereng pegunungan yang
curam, lembah sungai)
3. Perbedaan kondisi tanah dan air tanah (pasir, lempung,
basah, kering)
MACAM DAN UKURAN EKOSISTEM
Berdasarkan proses terjadinya:
a. Ekosistem alam: laut, sungai, hutan alam, danau alam, dll.
b. Ekosistem buatan: sawah, kebun, hutan tanaman, tambak, dll.
Secara umum ada dua tipe ekositem:
a. Ekosistem terestis:
 Ekosistem hutan
 Ekosistem padang rumput
 Ekosistem gurun
 Ekosistem anthropogen (sawah, kebun, dll)
b. Ekosistem aquatik:
 Ekosistem air tawar: kolam, danau, sungai, dll.
 Ekosistem lautan
Ukuran ekosistem bervariasi dari sebesar kultur dalam botol di
laboratorium, seluas danau, sungai, lautan, sampai biosfir ini.
Hutan Alam
Padang Rumput
Savana
Hutan Alam
EKOSISTEM LAUT
EKOSISTEM PANTAI
EKOSISTEM DANAU
EKOSISTEM KOLAM
TAHAP-TAHAP DASAR OPERASI PADA
EKOSISTEM
1. Penerimaan energi radiasi
2. Pembuatan bahan-bahan organik dari bahan anorganik oleh
produser
3. Pemanfaatan produser oleh konsumer dan lebih jauh lagi
pada bahan-bahan terkonsumsi.
4. Perombakan bahan-bahan organik dari organisme yang mati
oleh dekomposer kedalam bentuk anorganik sederhana
untuk penggunaan ulang oleh produser.
EKOLOGI NICHE
Niche: peranan suatu makhluk hidup dalam suatu habitat.
Habitat: tempat hidup organisme.
Ekologi Niche  peran total dari suatu spesies dalam komunitas.
Ekologi niche mencakup spesies organisme, faktor lingkungan,
areal tempat hidup, spesialisasi dari populasi spesies dalam
suatu komunitas.
ENERGI DALAM EKOSISTEM
Energi : Kemampuan untuk melakukan kerja
Bentuk energi yang berperan penting pada makhluk hidup:
energi mekanik, kimia, radiasi, dan panas
Perilaku energi di alam mengikuti Hukum Thermodinamika
Hukum Thermodinamika I :
Energi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk
lainnya, tetapi energi tidak pernah dapat diciptakan atau
dimusnahkan
Hukum Thermodinamika II :
Setiap terjadi perubahan bentuk dari energi, pasti
terjadi degradasi energi dari bentuk energi yang terpusat
menjadi bentuk energi yang terpencar atau karena berbagai
energi selalu memancar menjadi panas, tidak ada
transformasi secara spontan dari suatu bentuk energi
menjadi energi potensial berlangsung dengan efisien 100% .
RANTAI PANGAN
Rantai Pangan: Pengalihan energi dari sumberdaya dalam
tumbuhan melalui sederetan organisme yang
makan dan yang dimakan
Semakin pendek rantai pangan semakin besar energi yang
dapat disimpan dalam bentuk tubuh organisme diujung
rantai pangan.
Rantai pangan terdiri atas 3 tipe :
1. Rantai Pemangsa
berawal dari hewan kecil sebagai mata rantai pertama ke
hewan yang lebih besar & berakhir pada hewan terbesar
dimana landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai
produsen
2. Rantai Parasit
berawal dari organisme besar ke organisme kecil
3. Rantai Saprofit
berawal dari organisme mati ke mikroorganisme, dikenal
sebagai rantai pangan Detritus
Dalam suatu ekosistem, rantai-rantai pangan berkaitan satu
sama lain membentuk suatu jaring pangan (food web)
• Dalam suatu ekosistem dikenal adanya tingkat tropik dari
suatu kelompok organisme
• Berbagai organisme yang memperoleh sumber makanan
melalui langkah sama
tingkat tropik sama
• Tingkat Topik :
Tumbuhan Hijau
Herbivora
Karnivora
Karnivora Sekunder
:
:
:
:
Tingkat
Tingkat
Tingkat
Tingkat
Tropik
Tropik
Tropik
Tropik
I
II
III
IV
RANTAI PANGAN
R
A
N
T
A
I
P
A
N
G
A
N
JARING-JARING PANGAN
STRUKTUR TROPIK & PIRAMIDA EKOLOGI
Ukuran individu menentukan besarnya metabolisme
suatu organisasi
Fenomena interaksi antara rantai-rantai makanan &
hubungan metabolisme dengan ukuran organisme
menyebabkan berbagai komunitas mempunyai struktur
tropik tertentu
Piramida ekologi dapat menggambarkan struktur & fungsi
tropik. Ada 3 tipe piramida ekologi :
1. Piramida Jumlah Individu
Menggambarkan jumlah individu dalam produser &
konsumer suatu ekosistem.
2. Piramida Biomassa
Menggambarkan biomassa dalam setiap tingkat tropik.
3. Piramida Energi
Menggambarkan besar energi pada setiap tingkat
tropik.
Semakin tinggi tingkat tropik, semakin efisien dalam
penggunaan energi
PIRAMIDA EKOLOGI
PRODUKTIVITAS
Produktivitas Primer :
Kecepatan penyimpanan energi potensial oleh organisme
produsen melalui proses fotosintesis dalam bentuk
bahan-bahan organik yang dapat digunakan sebagai
bahan pangan.
Unit satuannya :
- Ash Free Dry Weight (Kal/Ha/th)
- Dry weight (Ton/Ha/th)
Produktivitas Primer dibagi 2 macam :
1. Produktivitas primer kotor
Kecepatan total fotosintesis, mencakup pula bahan
organik yang dipakai untuk respirasi selama pengukuran.
Istilah ini sama dengan Asimilasi Total.
2. Produktivitas primer bersih
Kecepatan penyimpanan bahan-bahan organik yang
dipakai untuk respirasi oleh tumbuh-tumbuhan selama
pengukuran. Istilah ini sama dengan Asimilasi Bersih
Produktivitas Sekunder :
Kecepatan penyimpanan energi potensial pada tingkat
tropik konsumen & pengurai
Produktivitas primer kotor pada Ekosistem Akuatik
No
1.
2.
3.
4.
Ekosistem
Laut terbuka
Pesisir
Upwelling Zone
Estuari & Reefs
Prod. Primer Kotor
( KCal/m2/th )
1.000
2.000
6.000
20.000
Produktivitas primer kotor pada Ekosistem Terestris
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Ekosistem
Gurun & tundra
Padang rumput
Hutan lahan kering
Hutan konifer
Hutan temperate basah
Pertanian
Hutan subtropik & tropik
Prod. Primer Kotor
( KCal/m2/th )
200
2.500
2.500
3.000
8.000
12.000
20.000
SIKLUS BIOGEOKIMIA
Di alam diketahui ada + 100 unsur kimia, tetapi hanya 30
– 40 unsur yang sangat diperlukan makhluk hidup.
Unsur-unsur kimia, termasuk unsur utama dari
protoplasma, cenderung untuk bersikulasi dalam biosfer
dengan pola tertentu dari lingkungannya ke organisme &
kembali lagi ke lingkungan
SIKLUS BIOGEOKIMIA
Pergerakan unsur-unsur dan senyawa-senyawa anorganik
yang penting untuk menunjang kehidupan
SIKLUS HARA
Masing-masing siklus tersebut terdiri atas 2 kompartemen atau
2 pool, yaitu :
1. Reservoir pool :
besar, lambat bergerak, umumnya bukan komponen
ekologi
2. Exchange/Cycling pool :
kecil, tapi lebih aktif bertukar dengan cepat antara
organisme dengan lingkungannya
Dari sudut biosfer secara keseluruhan, siklus biogeokimia terdiri atas :
1. Tipe gas
reservoir adalah di atmosfer atau hidrosfer (lautan).
• misal : siklus carbon (CO2) & siklus nitrogen (N)
2. Tipe sedimen
reservoir adalah kerak bumi
• misal : siklus fosfor
SIKLUS KARBON & OKSIGEN
SIKLUS NITROGEN
SIKLUS POSFOR

similar documents