PLKJ.Tindakan Pidana Terhadap Pelajar.Nurwahida-92

Report
J. Tindakan Pidana Terhadap
Pelajar
DISUSUN OLEH :
Nurwahida
Melly Sinta
Mikail Arya
Evita Amalia
Gabriella Oktavia
Denovan Hutabarat
Ferlidio
1. Pelajar Mabuk-mabukan atau Minum-minuman Keras
Pelajar membeli minuman keras untuk diminum sendiri atau diberikan
kepada pelajar lainnya dan mengakibatkan mabuk. Ketentuan hukumnya
adalah pelaku ditindak berdasarkan ketentuan hukum sebagai berikut :
Pasal 300 KHUP
Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 1 tahun atau denda
sebanyak-banyaknya Rp.4500,00 :
¤ ke-1 : Barangsiapa dengan sengaja membeli atau menjual minum
minuman yang memabukkan, kepada seseorang yang telah
kelihatan mabuk.
¤ ke-2 : Barangsiapa dengan sengaja membuat mabuk seorang anak
yang umurnya di bawah 16 tahun.
¤ ke-3 : Barangsiapa dengan kekerasan / ancaman kekerasan sengaja
memaksa orang untuk minum minuman yang memabukkan.
Gambar aparat mengamankan miras
2. Pemerasan oleh Pelajar
• Pemerasan antar pelajar, terkenal dengan istilah
“malak” atau di dalam kalangan remaja dikenal dengan
istilah “ngompas”. Ketentuan hukumnya, para pelaku
dikenakan pidana berdasarkan ketentuan hukum, yaitu :
1. Pasal 335 KUHP
2. Pasal 368 KUHP
• Pasal 335 KUHP
1. Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya satu tahun
atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 450.000,2. Ke-1 Barangsiapa dengan melawan hukum memaksa orang lain
untuk berbuat, tidak membuat atau membiarkan barang
sesuatu dengan kekerasan, dengan perbuatan lain atau dengan
perbuatan
tidak
menyenangkan
atau
dengan
ancaman
kekerasan, ancaman perbuatan lain atau perbuatan yang tak
menyenangkan terhadap orang lain.
• Pasal 368 KUHP
Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan
dirinya atau orang lain dengan melawan hukum, memaksa
orang lain dengan kekerasan supaya orang itu memberikan
suatu barang yang sama sekali atau kepunyaan orang lain atau
orang itu membuat untung atau menghapuskan piutang,
dipidana dengan penjara selama-lamanya sembilan tahun.
Ketentuan Hukum lain mengenai Pemerasan
oleh Pelajar, yaitu:
• Pasal 351, 354, 355 KUHP perkelahian pelajar.
• pasal 170 KUHP perkelahian pelajar berkelompok.
• Pasal 300 KUHP pelajar mabuk-mabukan.
• pasal 32 KUHP pencurian antar kalangan pelajar.
• pasal 356 KUHP pelajar menyerang guru.
• pemerasan oleh pelajar 335, 368 KUHP.
• membawa senjata : uu no 12 / drt / 1951.
3. Pencurian di kalangan pelajar
Misalnya :
1. pelajar mengambil / merampas barang temannya.
2. Pelajar
mengambil
pengawasnya.
buku
perpustakaan
tanpa
izin
Ketentuan hukumnya, pelaku ditindak berdasarkan :
• Pasal 32 KUHP
Barang siapa mengambil barang yang bukan sama
sekali atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan
maksud untuk memiliki barang dengan melawan hokum,
dipidana karena mencuri dengan pidana penjara selamalamanya lima tahun atau denda sebanyak-banyaknya
Sembilan ribu rupiah
4. Pelajar Membawa Senjata Api atau
Senjata Tajam
• Pelajar masuk sekolah membawa pistol, pisau,
gunting, obeng yang diruncingkan, clurit, ganco
dan lain-lain. Perbuatan pelajar tersebut dapat
dimasukkan pada pasal 1 (1), 2 (1) Undangundang No.12/DRT/1951, tentang senjata api dan
bahan peledak.
• Perbuatan yang diwajibkan oleh undang-undang
untuk dilakukan oleh setiap orang apabila telah
mengetahui telah terjadi suatu perbuatan pidana
atau kejahatan, yaitu :
• “ Memberitahukan atau melaporkan kepada petugas bila
mengetahui telah terjadi suatu perbuatan pidana atau
kejahatan. Misalnya, kalau si A tahu bahwa si B telah
membunuh orang, maka si A wajib melaporkan kepada
petugas. Kalau tidak lapor bisa disalahkan dan dapat
dikenakan pidana. Juga kewajiban sebagai saksi. Seseorang
wajib memberi keterangan/kesaksiannya yang benar
sebagai saksi di muka pengadilan, tetapi bila memberikan
kesaksian palsu maka ia dapat dihukum “.
K. Keselamatan dan Keselamatan Mental
Spiritual
Perkembangan dan pertumbuhan manusia dipengaruhi oleh
yang
berlaku
dilingkungannya,
yang
memengaruhi
perkembangan mental spiritual.
Manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Kehidupan akan
terganggu bila jasmani sedang tidak sehat, begitu juga rohani
memerlukan kesehatan. Setiap orang wajib mewujudkan
keselamatan dan keamanan mental spiritual dirinya untuk
mencapai kesehatan rohaninya.
Upaya untuk menghindari sikap dan perbuatan yang negatif,
yang dapat menggangu keselamatan mental spiritual, antara
lain:
1. Menjauhkan pikiran-pikiran yang bersifat buruk.
2. Menjauhi bacaan-bacaan dan tontonan yang bersifat
negatif.
3. Meninggalkan
hiburan
dan
tempat
hiburan
yang
mengancam keselamatan dan keamanan mental spiritual
dirinya.
4. Pandai-pandai memilih teman bergaul dan jenis hiburan.
TERIMA KASIH

similar documents