Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat 9

Report
PENGANTAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
MENU
 Definisi
 Ruang Lingkup
 Proses Perilaku
 Determinan perilaku
 Domain perilaku
 Model Perubahan Perilaku
 Pengukuran Perilaku
 Health Seeking Behaviour
 Isue terkini
MASALAH KESEHATN
Penyebab masalah kesehatan (termasuk penyakit):
a.
b.
Masalah perilaku pendekatanperilaku
Masalah non perilaku (host, agent,
environment) pendekatan epidemiologi
PERILAKU, PENDIDIKAN, DAN KESEHATAN
KETURUNAN
PENDIDIKAN
PERILAKU
KESEHATAN
(HEALTH)
LINGKUNGAN
PEL.KES.
PERILAKU (BEHAVIOR)
 Sinonim perilaku:
 Tingkah laku
 Tindakan
 Karya
 Kegiatan atau aktivitas, dsb.
 Batasan perilaku:
 Respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau
rangsangan.
 Perilaku = stimulus + respons
PROSES PERILAKU
STIMULUS (DARI LUAR):
LINGKUNGAN
(FISIK, SOSIAL,
BUDAYA, DSB)
.
PERILAKU (BEHAVIOR)
RESPONS (DARI DALAM):
PERSEPSI, MOTI
VASI, PERHATIAN,
DSB.
DETERMINAN PERILAKU
PREDISPOSING FACTORS:
pengetahuan, sikap, tradisi,dsb
ENABLING FACTORS:
Sarana dan prasarana
REINFORCING FACTORS:
Perilaku petugas kesehatan
PERILAKU
HEALTH
CONTOH 1: IBU HAMIL MEMERIKSAKAN KEHAMILANNYA
(ANC=Ante Natal Care):
(Perilaku Positif)
 Faktor-faktor pemudah (predisposing):
 Pengetahuan tentang manfaat periksa hamil
 Keyakinan periksa hamil dapat melahirkan anak yang
sehat
 Periksa hamil dapat memperlancar melahirkan, dsb.
 Faktor-faktor pemungkin (enabling):
 Dekat dengan Puskesmas, dokter, bidan
 Mampu membayar periksa hamil
 Faktor-faktor penguat (reinforcing):
 Ibu-ibu tokoh masyarakat memeriksakan kehamilan
 Adanya anjuran/perintah atau aturan periksa hamil, dsb
CONTOH 2: Seorang ibu tidak mau mengimunisasikan anaknya:
(Perilaku Negatif)
 Faktor-faktor pemudah:
 Tidak tahu manfaat imunisasi
 Tidak yakin imunisasi dapat menyehatkan anaknya.
 Kepercayaan bayi tidak boleh dibawa keluar rumah, dsb.
 Takut kalau dimunisasi bayi menjadi sakit, dsb.
 Faktor-faktor pemungkin:
 Jauh dari tempat untuk imunisasi
 Tidak punya ongkos untuk imunisasi, dsb
 Faktor-faktor penguat:
 Anak-anak tokoh masyarakat setempat tidak pernah diimunisasi
 Tidak ada keharusan atau aturan mengimunisasikan anak, dsb.
DOMAIN PERILAKU
Tertutup (Reaksi tertutup):
a. Pengetahuan (Knowledge)
b. Sikap (Attitude)
STIMULUS------------- RESPONS
PERILAKU TERTUTUP
(COVERT BEHAVIOR)
Terbuka (Reaksi terbuka):
Tindakan (praktek)
PERILAKU TERBUKA
(OVERT BEHAVIOR)
DOMAIN PERILAKU
 Pengetahuan (Knowledge):
 Apa saja yang diketahui tentang obyek oleh subyek
misal: Pengetahuan tentang penyakit, penyebabnya,
cara penularannya, cara pencegahannya, dsb.
 Sikap (Attitude):
 Pendapat atau sikap subyek terhadap obyek, misal:
pendapatnya tentang penderita penyakit HIV/AIDS,
harus diisolasi?
 Praktek (Practice):
 Apa yang dilakukan oleh subyek terhadap obyek,
misal:melakukan 3M untuk mencegah penyakit DBD.
PERILAKU KESEHATAN

Respons seseorang terhadap stimulus yang mencakup:
a.
b.
c.
d.

Sakit dan penyakit
Makanan dan minuman, termasuk rokok
Lingkungan
Sarana dan prsarana kesehatan
Perilaku kesehatan meliputi:
a.
b.
Perilaku pencegahan dan peningkatan (Perilaku Sehat=Healthy
behavior)
Perilaku pengobatan dan pemulihan (Perilaku pencarian
penyembuhan =Health Seeking Behavior)
PERILAKU SEHAT
(HEALTHY BEHAVIOR)

Perilaku seseorang yang berkaitan dengan
pencegahan dan peningkatan kesehatan (preventif
dan kuratif), sekurang-kurangnya meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
Makan dengan menu seimbang
Melakukan aktivitas fisik secara teratur
Tidak merokok dan minum minuman keras
Dapat mengelola stres
Cukup waktu untuk istirahat
PERILAKU PENCARIAN PENYEMBUHAN (HEALTH
SEEKING BEHAVIOR)
 Perilaku seseorang yang terkait dengan pencarian
penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan rehabilitatif)
pada waktu sakit atau mengalami masalah kesehatan.
Perilaku ini mencakup antara lain:
a. Mengobati sendiri
. Secara tradisional
. Secara modern
b. Mencari pertolongan ke pengobat tradisional
(dukun)
c. Mencari pertolongan ke tenaga kesehatan
profesional
d. Mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan
(Puskesmas, Poliklinik, Rumah Sakit, dsb.)
PERILAKU PENCARIAN PENYEMBUHAN (HEALTH
SEEKING BEHAVIOR)
Model Demografi
Model Sosial Psikologis
Model Organisasi
Model Kepercayaan Kesehatan (Health Belief
Model)
5. Model Sistem Kesehatan (Health System Model)
1.
2.
3.
4.
HEALTH BELIEF MODEL
Variabel:
Demografi,
Sosial
psikologis
Persepsi mengenai
Gejala penyakit
Ancaman yng
Dirsakan ttng
penyakit
Pendorong untuk
Bertindak
(Cues)
Manfaat dikurangi
Kerugian (rintangan)
Atas tindakan yng.
diambil
Tindakan yang diamBil (Perilaku) menCari pengobatan
HEALTH BELIEF MODEL
(HBM)
 Seseorang akan mencari penyembuhan terhadap
penyakitnya berdasarkan pertimbangan:
 Apakah ia atau anaknya rentan terhadap penyakit itu
 Apakah penyakit itu merupakan ancaman bagi dirinya
atau anaknya
 Seberapa kuat pengaruh dari sekiatarnya (luar)
 Pertimbangan untung ruginya terhadap tindakan yang
akan diambil
HEALTH SYSTEM MODEL
PREDISPOSING
DEMOGRAFI
ENABLING
NEED
FAMILY
RESOURCES
PERCIEVED
SOCIAL
SRUCTURE
EVALUATED
COMMUNITY
RESOURCES
HEALTH
BELIEF
HEALTH
SERVICE
USE
PERUBAHAN PERILAKU
 Teori S-O-R: Stimulus-Organisme-Respons
 Teori “Dissonance” oleh Leon Festinger
 Teori fungsi oleh Daniel Katz
 Teori “Driving forces” oleh Kurt Lewin
BENTUK-BENTUK
PERUBAHAN PERILAKU
 Perubahan alamiah (natural change):
 Perubahan perilaku karena terjadi perubahan alam
(lingkungan) secara alamiah
 Perubahan terencana (planned change):
 Perubahan perilaku karena memang direncanakan oleh
yang bersangkutan
 Kesiapan berubah (Readiness to change):
 Perubahan perilaku karena terjadinya proses internal
(readiness) pada diri yang bersangkutan, dimana proses
internal ini berbeda pada setiap individu.
STRATEGI PERUBAHAN PERILAKU
 Inforcement:
 Perubahan perilaku dilakukan dengan paksaan, dan
atau menggunakan peraturan atau perundangan.
 Menghasilkan perubahan perilaku yang cepat, tetapi
untuk sementara (tidak langgeng)
 Education:
 Perubahan perilaku dilakukan melalui proses
pembelajaran, mulai dari pemberian informasi atau
penyuluhan-penyuluhan.
 Menghasilkan perubahan perilaku yang langgeng,
tetapi makan waktu lama.
PENDEKATAN
PERUBAHAN PERILAKU
 Enforcement:
 Melalui cara paksaan
 Keuntungan dan kekurangan?
 Regulation:
 Melalui peraturan, perundangan, perintah, dsb.
 Keuntungan dan kekurangan?
 Education:
 Melalui pemberian informasi untuk menimbulkan
pemahaman dan kesadaran
 Keuntungan dan kekurangan?
A. METODA PENGUKURAN PERILAKU
TERTUTUP (PENGETAHUAN)
 Kuantitatif:
 Wawancara
 Angket
 Kualitatif:
 Wawancara mendalam
 Diskusi Kelompok Terfukus (DKT)
23
B. PENGUKURAN SIKAP
PROSES RASIONAL
Perhatian---------- Mengerti-----------Menerima--------Keyakinan
PROSES EMOSIONAL
Perhatian----------Empati------------- Menerima----------Minat
24
METODA PENGUKURAN SIKAP
 Observasi
 Verbal
 Non verbal
 Wawancara
 Guided
 Unguided
 Self administered (Angket):
 Guided
 Unguided
25
KRITERIA PENGUKURAN SIKAP
 Dirumuskan dalam bentuk pernyataan
 Pernyataan haruslah sependek mungkin, kurang
lebih dua puluh kata
 Bahasanya sederhana dan jelas.
 Tiap satu pernyataan hanya memiliki satu
pemikiran saja.
 Tidak menggunakan negatif rangkap
PENGUKURAN SIKAP
Prinsip:
1.
Sikap merupakan tingkatan afeksi yang positif atau negatif yang
dihubungkan dengan obyek (Thurstone).
2.
Sikap dilihat dari individu yang menghubungkan efek yang positif
dengan
obyek (individu menyenangi obyek atau negatif atau tidak menyenangi obyek.(Edward)
3.
Sikap merupakan penilaian dan atau pendapat individu terhadap
obyek:
Setuju, tak setuju
Baik, tak baik
Menerima, tak menerima
Senang, tak senang
4.
Pendapat atau penilaian dinyatakan dalam bentuk
skala Likert:
Misal:
Sangat setuju--------------------sangat tak setuju
Baik sekali----------------------sangat tidak baik
Sangat menerima------------Sangat menolak
Sangat senang
5
4
3
2
1
x-----x----x-----x------ x> Sangat tidak senang
CONTOH:
Pilihlah jawaban anda:
4 bila sangat setuju
3 bila setuju
2 bila tidak setuju
1 bila sangat tidak setuju:
Pernyataan:
1.
HIV/AIDS adalah suatu penyakit
yang sangat berbahaya:
2.
3.
4.
Penderita HIV/AIDS tidak perlu
dikucilkan:
Petugas kesehatan di kamar bedah
adalah berisiko tertular
HIV/AIDS:
Penggunaan kondom adalah
salah satu cara untuk
menghidari HIV/AIDS.
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
C. PENGUKURAN PERILAKU TERBUKA
(PRAKTEK/TINDAKAN)
 Langsung :
 Observasi atau mengamati terhadap perilaku sasaran
(respoden), dengan menggunkan lembar tilik (check
list)
 Tidak langsung:
 Metode “recall” atau mengingat kembali terhadap apa
yang telah dilakukan responden.
 Melalui orang ketiga (orang) lain yang “dekat” dengan
responden yang diteliti.
 Melalui “indikator” (hasil perilaku) responden, perilaku
personal hygiene diukur dari kebersihan kuku, rambut,
kulit, dan sebagainya.
29
PENGUKURAN “BEYOND
BEHAVIOR”
 Pengukuran variabel-variabel yang terkait dengan
perilaku kesehatan yang lain, seperti:
 Motivasi
 Kinerja (kemampuan pelaksanaan tugas pelayanan
kesehatan
 Prestasi
 Kepatuhan, dsb.
 Dilakukan melalui wawancara dan observasi.
30
PERILAKU
MERUPAKAN PENYEBAB TERBESAR
MASALAH KESEHATAN
Studi Basic Human Services (BHS) di Indonesia Tahun 2006
Perilaku masyarakat dalam mencuci tangan :
Setelah buang air besar 12 %
Setelah membersihkan tinja bayi dan balita 9%
Sebelum makan 14%
Sebelum memberi makanan bayi 7%
Sebelum menyiapkan makanan 6%
Sumber :
Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Depkes RI, 2008
PERILAKU HIDUP BERSIH & SEHAT
(PHBS)
SEKUMPULAN PERILAKU
YANG DIPRAKTEKKAN
ATAS DASAR KESADARAN
SEBAGAI HASIL PEMBELAJARAN,
YANG MENJADIKAN
SESEORANG ATAU KELUARGA
DAPAT MENOLONG DIRI SENDIRI
DI BIDANG KESEHATAN
& BERPERAN-AKTIF DLM MEWUJUDKAN
KESEHATAN MASYARAKATNYA
HAKIKAT PERILAKU
PENGETAHUAN
TAHU/
TIDAK
TAHU
SIKAP
MAU/
TIDAK
MAU
TINDAKAN
MAMPU/
TIDAK
MAMPU
SARANA
PHBS
BIDANG GIZI
& FARMASI
PHBS BIDANG
PENYAKIT
& KESLING
MISAL:
- MAKAN DG GIZI
SEIMBANG
- MINUM TABLET FE
SELAMA HAMIL
- MEMBERI BAYI ASI
EKSKLUSIF
- MENGONSUMSI
GARAM BERYODIUM
MISAL:
- CUCI TANGAN PAKAI SABUN
- MENGHUNI RUMAH SEHAT
-PUNYA PERSEDIAAN AIR BERSIH
- PUNYA PEMBUANGAN LIMBAH
- PUNYA AKSES JAMBAN
PHBS
BIDANG KIA
& KB
MISAL:
- MEMERIKSAKAN
KEHAMILAN
- PERSALINAN
DITOLONG NAKES
- MENIMBANG
BALITA REGULER
- MENGIMUNISASI
LENGKAP BALITA
PHBS
PHBS BIDANG
PEMEL. KES.
MISAL:
- PUNYA JAMINAN
PEMELIHARAAN KES
- AKTIF MENGURUS
UKBM/SBG KADER
- MEMANFAATKAN
PUSKESMAS/SARKES LAIN
SETIAP MASALAH KESEHATAN YG
DIPECAHKAN, MENGHASILKAN PHBS
PHBS
GIZI
MASALAH
GIZI
MASALAH
KIA & KB
MASALAH
PENY &
KESLING
MASALAH
PEMEL.
KES
PROSES
PEMECAHAN
MASALAH
PHBS
KIA & KB
PHBS
PENY &
KESLING
PHBS
PEMEL.
KES
SUMBER
 Notoatmodjo , Soekidjo. 2010.Ilmu Perilaku
Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta
 Notoatmodjo , Soekidjo.2010. Promosi Kesehatan di
berbagai Tatanan. Bahan Kuliah Perilaku Kesehatan
FKM UI
 Glenz, Karen, et.all . 2008. Health Behaviour and
Health Education: Theory, Research and Practice, San
Fransisco, Oxford, Jossey-Bass Publisher

similar documents