revitalisasi perpustakaan sekolah

Report
Edy Heri Suasana
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta
Disampaikan dalam Sarasehan Kepala Sekolah
di Ruang Utama Tas Balaikota Yogyakarta, 3 Mei 2011
Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007
Pasal 1
Standar sarana dan prasarana untuk
sekolah/madrasah mencakup kriteria minimum
sarana dan kriteria minimum prasarana
Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007
Pasal 1
Standar sarana dan prasarana untuk sekolah/madrasah mencakup
kriteria minimum sarana dan kriteria minimum prasarana
Sebuah sekolah sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:
1.
Ruang kelas
10.
Ruang tata usaha
2.
Ruang perpustakaan
11.
Tempat ibadah
3.
Ruang laboratorium biologi
12.
Ruang konseling
4.
Ruang laboratorium fisika
13.
Ruang UKS
5.
Ruang laboratorium kimia
14.
Ruang organisasi kesiswaaan
6.
Ruang lab. Komputer
15.
Jamban
7.
Ruang laboratorium bahasa
16.
Gudang
8.
Ruang pimpinan
17.
Ruang sirkulasi
9.
Ruang guru
18.
Tempat bermain/olahraga
Prasarana harus memenuhi persyaratan minimum.
D.2. Ruang Perpustakaan
a. Ruang perpustakaan berfungsi sebagai tempat kegiatan
peserta didik dan guru memperoleh informasi dari
berbagai jenis bahan pustaka dengan membaca,
mengamati, mendengar, dan sekaligus tempat petugas
mengelolaperpustakaan.
b. Luas minimum ruang perpustakaan sama dengan luas
satu ruang kelas. Lebar minimum ruang perpustakaan 5
m.
c. Ruang perpustakaan dilengkapi jendela untuk memberi
pencahayaan yangmemadai untuk membaca buku.
d. Ruang perpustakaan terletak di bagian sekolah yang
mudah dicapai.
e. Ruang perpustakaan dilengkapi sarana yang
dipersyaratkan.
BERBAGAI JENIS PERPUSTAKAAN DI
LINGKUNGAN PENDIDIKAN
 Perpustakaan standar sekolah
 E-library
 Digital Library
 Perpustakaan komunitas
 Perpustakaan kanak-kanak
BUDAYA BACA TULIS
 Didik anak-anak dengan budaya baca, bisa melalui “tiga





menit membaca”
Sekolah, rumah, lingkungan, menyediakan bacaan yang
diperlukan secara mudah
Diberi contoh oleh orang dewasa
Untuk mengurangi ketergantungan dan penyalahgunaan HP,
TV, game, dsj.
Sekolah perlu mengembangkan kantin buku, yg dapat
dipergunakan orangtua yg menjemput putra/i-nya untuk
membaca atau membeli buka
Kembangkan budaya “hadiah” dengan buku atau voucher
buku
4 Paradigma Pembelajaran yang dapat
didukung Perpustakaan
1. Learning to Know
2. Learning to Do
3. Learning to Be
4. Learning to Live together
Menyenangkan
Mengasyikkan
Mencerdaskan
Menguatkan
PARADIGMA BELAJAR
All Knowing
Is
Doing
All Doing
Is
Knowing
TO DO
TO KNOW
TO BE
TO LIVE TOGETHER
LEARNING TEAM
LEARNING CLASSROOM
LEARNING SCHOOL
LEARNING COMMUNITY
 Untuk mewujudkan pembelajaran yang menjangkau
keempat paradigma dan menjadikan pembelajaran
yang menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan,
serta menguatkan, ------------- > Perpustakaan
sekolah perlu dikembangkan secara optimal
PERAN PERPUSTAKAAN KE DEPAN
 Sebagai Pusat Sumber Belajar
 Tempat pelajar mencari ilmu
 Tempat pelajar mengembangkan ilmu
 Tempat pelajar mengekspresikan ilmu
PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DALAM KONTEKS
SEKOLAH SEBAGAI SISTEM
Pengembangan Kualitas dan Inovasi Perpustakaan Sekolah
Konteks
Input
Proses
Produktivitas
Efisiensi Internal
Efisiensi Eksternal
Output
Outcome
Efektivitas
PERPUSTAKAAN SEKOLAH HENDAKNYA . . .
 Tersedia bahan bacaan cetak
 Tersedia bahan bacaan digital
 Tersedia video pembelajaran
 Tersedia komputer untuk brwosing dan up-load
 Tersedia ruang untuk berdiskusi dan unjuk diri
 Sebagai tempat mensosialisasikan berbagai informasi
sekolah, program sekolah, silabus pembelajaran, dan
sejenisnya
 Memberikan layanan terbuka dan tertutup
DIPERLUKAN
PENDIDIKAN KARAKTER
BUDAYA BACA
PENDIDIKAN KARAKTER
 Karakter Kebangsaan
 Etika, Etika Berlalu lintas,
 Kejujuran
 Budaya Baca
 Kebencanaan
 Gerakan “3menit Membaca”
 .. .
PRINSIP GENERAL PENDIDIKAN
KARAKTER
 Keteladanan
 Kejujuran
 Rajin dan disiplin
 Kesetiakawanan dan kebersamaan
 Keimanan dan Ketaqwaan
 Inovasi dan kreativitas
 Semangat belajar dan Etos kerja
 Sensitivitas terhadap perubahan
 Filterisasi pengaruh negatif
Beberapa kiat
membuka pikiran untuk pendidikan karakter
Mengubah Kebiasaan Lama
Beberapa kiat
membuka pikiran untuk pendidikan karakter
BELAJAR DARI ALAM
UNTUK MENCIPTAKAN KEBERSAMAAN
BELAJAR DARI ALAM
Burung-burung terbang dari daratan ke
daratan dengan formasi berbentuk huruf "V".
Ada beberapa fakta ilmiah tentang mengapa
rombongan burung tersebut terbang dengan
formasi "V".
FAKTA-1
Saat setiap burung mengepakkan
sayapnya, hal itu memberikan "daya
dukung" bagi burung yang terbang tepat
di belakangnya. Ini terjadi karena
burung yang terbang di belakang tidak
perlu bersusah-payah untuk menembus
'dinding udara' di depannya. Dengan
terbang dalam formasi "V", seluruh
kawanan dapat menempuh jarak
terbang 71 % lebih jauh daripada kalau
setiap burung terbang sendirian.
PELAJARAN-1
Orang-orang yang bergerak dalam arah
dan tujuan yang sama serta saling
membagi dalam komunitas, dapat
mencapai tujuan dengan lebih cepat dan
lebih mudah.
Ini terjadi karena mereka menjalaninya
dengan saling membantu dan mendukung
satu dengan yang lain
FAKTA-2
Kalau seekor burung terbang keluar
dari formasi rombongan, ia akan
merasa berat dan sulit untuk terbang
sendirian.
Dengan cepat ia akan kembali ke
dalam formasi untuk mengambil
keuntungan dari daya dukung yang
diberikan burung di depannya.
PELAJARAN-2
Kalau kita mau berlogika sederhana
saja sebagaimana burung-burung itu,
kita akan tinggal dalam formasi
dengan mereka yang berjalan di
depan. Kita akan menerima bantuan
dan memberikan bantuan kepada
yang lainnya. Lebih sulit untuk
melakukan sesuatu seorang diri
daripada melakukannya bersamasama.
APA YANG TERJADI
KETIKA BURUNG
PEMIMPIN
KELELAHAN?
FAKTA-3
Ketika burung pemimpin yang terbang
di depan menjadi lelah, ia terbang
memutar ke belakang formasi, dan
burung lain akan terbang
menggantikan posisinya.
PELAJARAN-3
Adalah masuk akal untuk melakukan
tugas-tugas yang sulit dan penuh
tuntutan secara bergantian dan
memimpin secara bersama.
Seperti halnya burung, manusia saling
bergantung satu dengan lainnya
dalam hal kemampuan, kapasitas, dan
memiliki keunikan dalam karunia,
talenta atau sumber daya lainnya.
FAKTA-4
Burung-burung yang terbang dalam
formasi ini mengeluarkan suara riuhrendah dari belakang untuk
memberikan semangat kepada burung
yang terbang di depan sehingga
kecepatan terbang dapat dijaga.
PELAJARAN-4
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan
memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang
saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi
lebih besar.
Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam
satu hati atau nilai-nilai utama
dan saling menguatkan) adalah kualitas suara
yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa
suara kita akan menguatkan tim dan bukan
melemahkan tim / sekolah.
APA YANG TERJADI
KETIKA ADA
BURUNG YANG
SAKIT ATAU
TERTEMBAK?
FAKTA-5
Ketika seekor burung menjadi sakit, terluka,
atau ditembak jatuh, dua burung lain akan ikut
keluar dari formasi bersama burung tersebut
dan mengikutinya terbang turun untuk
membantu dan melindungi. Mereka tinggal
dengan burung yang jatuh itu sampai ia mati
atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka
akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri
atau dengan membentuk formasi lain untuk
mengejar rombongan mereka.
PELAJARAN-5
Kalau kita punya perasaan, setidaknya
sebagaimana yang terjadi pada
burung itu, kita akan tinggal bersama
sahabat dan sesama kita dalam saatsaat sulit mereka, sama seperti ketika
segalanya baik!
 Anak yang hidup dalam kritikan;
 ia belajar untuk mencari kesalahan orang lain
 Anak yang hidup dalam pujian;
 ia belajar untuk menghargai
 Anak yang hidup dalam kekerasan;
 ia belajar jadi jagoan berkelahi
 Anak yang hidup dalam sikap toleransi;
 ia belajar bersikap sabar
 Anak yang hidup dalam ejekan;
 ia belajar jadi pemalu
 Anak yang hidup dengan sikap menerima;
 ia belajar menyukai diri sendiri
 Anak yang hidup dalam keadilan;
 ia belajar bersikap objektif
 Anak yang hidup dengan perasaan diterima dan
bersahabat;
 ia belajar memberikan cintanya pada dunia
TERIMA KASIH, MATUR NUWUN
MARI KITA TINGKATKAN
PERPUSTAKAAN SEKOLAH KITA
UNTUK:
 Pengembangan budaya baca tulis
 Pengembangan ekspresi, inovasi, dan
kreasi siswa
 Terwujudnya perpustakaan yang
mencerdaskan, mengasyikkan,
menyenangkan, dan menguatkan

similar documents