Psikodiagnostika 9 Pertemuan 1

Report
THEMATIC APPERCEPTION TEST (TAT)
dan
CHILDREN APPERCEPTION TEST (CAT)
Pertemuan 1
Dra. Sri Hastuti Handayani, M.Si
TUJUAN INSTRUKSIONAL
Agar mahasiswa mengenal dan memiliki
pengetahuan tentang TAT dan CAT
sebagai salah satu tes proyeksi dan
memahami teknik analisa, serta faktorfaktor penting dalam interpretasi
khususnya dalam bidang psikologi klinis
BENTUK PERKULIAHAN
• CERAMAH
• DISKUSI
• PRAKTEK
PENILAIAN
• Kehadiran
10%
• Kuis
15%
• Tugas
20%
• UTS
25%
• UAS
30%
KETENTUAN2 LAIN
 Toleransi keterlambatan maksimal 30 menit,
lebih dari itu boleh mengikuti kuliah namun
tidak mengisi absen.
 Pakaian rapi dan sopan (bukan kaos oblong)
jika melaksanakan praktek tdk diperbolehkan
memakai kaos, celana panjang bagi
perempuan, dan celana jeans bagi laki2.
 Tidak diperbolehkan menggunakan sandal
atau sepatu sandal.
Lanjutan....
 Selama perkuliahan HP silent
 Aktif dan berpartisipatif
 Tidak diberikan ujian susulan , baik Praktek,
UTS mp UAS kecuali pada mhs yang sakit dan
hrs rawat inap di RS (ada surat keterangan
dari RS) atau karena musibah kematian
(keluarga kandung)
REFERENSI
• Rabin, Albert I, & Mary R. Haworth. 1960.
Projective Techniques with Children.
London: Grune & Stratton
• Bellak, Leopold. 1993. The TAT, CAT, SAT
in Clinical Use. 5th. Ed. Boston: Allyn &
Bacon
• Diktat TAT & CAT
Tuliskan pada selembar kertas
motivasi Anda mengikuti kelas
ini!
TOPIK PEMBAHASAN
PERTEMUAN
POKOK BAHASAN
1
Pengantar
2
Pengertian TAT/CAT & posisinya dalam tes proyeksi
3
Dasar pemikiran TAT /CAT sbg salah satu tes
proyeksi
4
Evaluasi/Kuis
5
Pengenalan materi tes dan karakteristik TAT/CAT
6
Children Apperception Test (CAT)
7
Reliabilitas dan Validitas TAT/CAT
UJIAN TENGAH SEMESTER
8
Administrasi dan prosedur penyajian tes
TOPIK PEMBAHASAN
PERTEMUAN
POKOK BAHASAN
9
Pemilihan kartu TAT
10
Simulasi tes TAT
Roleplay dg sesama mhs (pengambilan data TAT)
11
Latihan analisis Need
12
Praktikum TAT (Tes Individual)
OP dr luar Fakultas Psikologi
13
Latihan analisis Press & Tema
14
Penjelasan Penyusunan Laporan Praktikum
UJIAN AKHIR SEMESTER
DISKUSI
1. Apa yg dimaksud dengan tes proyeksi.
2. Sebutkan macam2 tes proyeksi yg
saudara ketahui.
3. Sebutkan ciri2 tes proyeksi.
4. Sebutkan apa saja kelebihan dan
kekurangan dari tes proyeksi.
Dra. Sri Hastuti Handayani, M.SI, Psi
Pengertian Tes Proyektif
Merupakan salah satu alat yang
memungkinkan untuk mengungkap motif,
nilai, keadaan emosi, need yang sukar
diungkap dalam situasi wajar dengan cara
individu memproyeksikan kepribadiannya
melalui suatu obyek di luar individu
Macam2 Tes Proyektif
•
•
•
•
•
•
•
•
Tes Grafis (HTP, Baum, DAM)
Tes Wartegg
TAT
CAT – A/H
Tes Rorschach
Hand Test
Bender Gestalt Test
SSCT
CIRI2 TES PROYEKTIF
• Stimulusnya tidak berstruktur yang memungkinkan
subyek mempunyai alternatif pilihan yang banyak
• Stimulusnya ambiguous yang memungkinkan subyek
merespon stimulus / materi tes sesuai dengan
interpretasinya masing 2
• Stimulusnya kurang mempunyai obyektifitas relative.
Sifat ini memudahkan untuk mendapatkan individual
differences karena masing 2 subyek memiliki
kesimpulan yang berbeda 2 dalam mengamati stimulus
yang dihadapkan padanya.
• Global approach yang artinya menuntut kesimpulan
yang luas.
Klasifikasi Teknik Proyektif
Menurut Lindzey
• Teknik Asosiasi : Subyek diberikan materi
kemudian subyek diminta untuk merespon
dengan cara mengeluarkan / menyampaikan apa
yang pertama kali muncul dalam pikirannya atas
stimulus tersebut.
• Teknik Konstruksi : Subyek diminta untuk
menyusun materi yang belum berbentuk menjadi
suatu cerita / gambar. Fokusnya adalah pada hasil
subyek.
Lanjutan.....
• Teknik Melengkapi : Subyek diberi materi yang
belum lengkap kemudian diminta untuk
melengkapi
• Teknik Mengatur : Subyek diberi materi / soal
yang ada alternatif jawaban kemudian diminta
untuk memilih jawaban yang sesuai dengan
dirinya atau membuat urutan atas dasar pilihan
jawaban anda.
• Teknik Ekspresif : Hampir mirip dengan teknik
konstruksi, hanya saja materi yang harus dibentuk
sifatnya lebih mentah. Fokusnya adalah pada cara
subyek menyelesaikan materi.
Kelebihan Tes Proyektif
1. Sebagian besar teknik proyektif dapat berfungsi
sebagai ice breaker selama terjalinnya hubungan
antara tester dan testi.
2. Tugas 2nya menarik dan tidak membosankan,
bahkan seringkali bersifat menghibur, sehingga
dapat digunakan untuk anak2, org yang buta
huruf, dan orang2 dengan gangguan bicara
3. Pada umumnya teknik proyektif dapat terhidar
dari kecenderungan terjadinya faking, di
bandingkan dengan self-report.
Kelemahan Tes Proyektif
1. Variabel Tester dan Situasi
Sebagian besar teknik proyektif lemah dalam
standardisasi administrasi maupun skoringnya. Oleh
karena itu untuk hasil yang akurat, sangat penting
diperhatikan situasi tester, perilaku tester, karena hal
ini dapat mempengaruhi produktivitas respon, defens,
imajinasi dari klien.
2. Norma
Sejumlah data mungkin sangat kurang, tidak akurat,
atau meragukan. Hal ini juga akan berpengaruh pada
obyektivitas interpretasi. Kebanyakan para klinisi akan
menggunakan pengalaman klinisnya dlm interpretasi,
sehingga hasilnya menjadi bias.
Realibilitas & Validitas
Tes Proyektif
Reabilitas
Krn mempunyai prosedur skoring yang relatif kurang
terstandar, reabilitas score atau penilai menjadi sangat
penting.
Validitas
Validitas teknik proyektif yang banyak dilakukan adalah
concurrent criterion – related validity. Dengan cara
membandingkan performasi dari kelompok2 kontras,
seperti kelompok okupasional dengan kelompok
diagnostic, dengan menggunakan alat ukur lain yang
mengungkap hal yang sama.
Topik Minggu Depan:
Pengertian TAT/CAT dan
Posisinya dalam Tes
Proyeksi

similar documents