Kajian Teknis Formal

Report
Pengujian dan Implementasi
Sistem Informasi
Jaminan Kualitas
dan Manajemen
Konfigurasi
Perangkat Lunak
Muhammad Taufik Syastra
6
Pokok Bahasan
Jaminan Kualitas
1. Konsep Kualitas
2. Pergerakan Kualitas
3. Jaminan Kualitas Perangkat
Lunak
4. Kajian Teknik Formal
5. Pendekatan Formal terhadap
SQA
6. Statistik Jaminan Kualitas
7. Standar Kualitas ISO 9000
Manajemen Konfigurasi Perangkat
Lunak
1. Manajemen Konfigurasi
Perangkat Lunak
2. Proses SCM
3. Identifikasi Objek dalam
Konfigurasi Perangkat Lunak
4. Kontrol Versi
5. Kontrol Perubahan
6. Audit Konfigurasi
7. Pelaporan Status
8. Standar SCM
Muhammad Taufik Syastra
Kompetensi
Mahasiswa mampu menjelaskan aktivitas jaminan kualitas perangkat
lunak dan manajemen konfigurasi perangkat lunak
Muhammad Taufik Syastra
Jaminan Kualitas
Muhammad Taufik Syastra
Muhammad Taufik Syastra
Konsep Kualitas
Kualitas mirip dengan Seks
1.
2.
3.
4.
Setiap orang memerlukannya
Setiap orang merasa memahaminya
Setiap orang berpikir bahwa eksekusi hanya mengikuti inklinasi
(sudut pandang) alami
Sebagian besar orang merasa bahwa masalah-masalah dalam area
ini disebabkan oleh orang lain
Muhammad Taufik Syastra
Konsep Kualitas
Kemampuan memastikan bahwa setiap peluncuran produk perangkat
lunak, dari versi 1 ke versi ke n, harus meminimalkan cacat yang
muncul. Jangan sampai produk perangkat lunak sampai ke pelanggan
dengan kondisi cacat yang semakin bertambah.
Contoh :
Perkembangan versi windows yang terus memperbaiki cacat-cacat
yang muncul (Ms Windows XP Service Pack 1/2/3, Windows Vista,
Windows 7, Windows 8)
Muhammad Taufik Syastra
Konsep Kualitas
Kualitas membutuhkan Biaya
Biaya dalam mencapai kualitas terdiri dari 3 (tiga), yaitu :
1. Biaya Pencegahan
2. Biaya Penilaian
3. Biaya Kegagalan (Internal dan Eksternal)
Muhammad Taufik Syastra
Pergerakan Kualitas
Dalam dunia industri kualitas produk yang baik diidentikkan dengan
penghematan biaya dan peningkatan garis dasar/standar
Muhammad Taufik Syastra
Pergerakan Kualitas
Ada 4 langkah yang biasanya menjadi pondasi bagi program TQM
(Total Quality Management) :
1. Kaizen : Mengembangkan sebuah proses yang kelihatan, dapat
diulang dan dapat diukur
2. Atarimae hinshitsu : Mengamati hal yang tidak terlihat yang
mempengaruhi proses dan bekerja untuk mengoptimasi
pengaruhnya terhadap proses tersebut
3. Kansei : Mengamati cara pemakai mengaplikasikan produk
4. Miyokuteki hinshitsu : Berorientasi pada bisnis mencari peluang
dalam area yang berkaitan, yang dapat diidentifikasi dengan
mengamati penggunaan produk di pasar
Muhammad Taufik Syastra
Jaminan Kualitas Perangkat Lunak
Definisi mengenai kualitas perangkat lunak dapat menimbulkan
perdebatan yang tidak pernah berakhir.
Yang paling penting definisi tersebut menekankan 3 (tiga) hal penting :
1. Kebutuhan perangkat lunak
2. Standar yang telah ditentukan dalam menuntun cara perangkat
lunak dikembangkan
3. Ada serangkaian kebutuhan implisit yang sering tidak dicantumkan
Muhammad Taufik Syastra
Jaminan Kualitas Perangkat Lunak
Menurut IEEE Standard Glossary of Software Engineering Technology,
kualitas dikatakan sebagai:
“ The degree to which a system, component, or process meets
customer or user needs or expectation ”
Muhammad Taufik Syastra
Jaminan Kualitas Perangkat Lunak
Jaminan Kualitas Perangkat Lunak (Software Quality Assurance - SQA)
Merupakan perwakilan in-house pelanggan (end-user)
Tim SQA harus melihat perangkat lunak dari sudut pandang pelanggan
(end-user)
Muhammad Taufik Syastra
Jaminan Kualitas Perangkat Lunak
Tujuan jaminan kualitas
Untuk memberikan data yang diperlukan oleh manajemen untuk
menginformasikan masalah kualitas produk, sehingga dapat
memberikan kepastian dan konfidensi bahwa kualitas suatu produk
dapat memenuhi sasaran.
Muhammad Taufik Syastra
Jaminan Kualitas Perangkat Lunak
Berikut aktivitas yang dilakukan oleh kelompok SQA yang independen :
1. Menyiapkan rencana SQA untuk suatu proyek
2. Berpartisipasi dalam mengembangkan deskripsi proses
3. Mengkaji aktivitas rekayasa perangkat lunak untuk menverifikasi
pemenuhan proses perangkat lunak yang sudah ditentukan
4. Mengaudit produk kerja perangkat lunak yang ditentukan untuk
membuktikan keseuaian dengan produk kerja yang ditentukan
tersebut sebagai bagian dari proses perangkat lunak
5. Memastikan bahwa deviasi (standarisasi) pada kerja dan produk
kerja perangkat lunak didokumentasikan dan ditangani sesuai
prosedur pendokumentasian
6. Mencatat ketidaksesuaian dan melaporkannya kepada manajemen
senior
Muhammad Taufik Syastra
Kajian Teknis Formal
Kajian Teknis Formal merupakan bagian dari aktivitas SQA
Tujuan dari Kajian Teknis Formal adalah
1. Menemukan kesalahan dalam fungsi logika atau implementasiny
dalam berbagai representasi perangkat lunak
2. Membuktikan bahwa perangkat lunak dibawah kajian memenuhi
syarat
3. Memastikan bahwa perangkat lunak disajikan sesuai dengan
standar yang sudah ditentukan sebelumnya
4. Mencapai perangkat lunak yang dikembangkan dengan cara yang
seragam
5. Membuat proyek lebih dapat dikelola
Muhammad Taufik Syastra
Kajian Teknis Formal
Keputusan dari hasil Kajian Teknis Formal adalah
1. Menerima produk kerja tanpa modifikasi lebih lanjut
2. Menolak produk kerja sehubungan dengan kesalahan yang ada
3. Menerima produk kerja secara sementara (kesalahan minor telah
terjadi dan harus dikoreksi, tetapi kajian tambahan akan
diperlukan)
Muhammad Taufik Syastra
Kajian Teknis Formal
Berikut pedoman dalam melakukan Kajian Teknis Formal :
1. Kajian produk
2. Menetapkan agenda dan menjaganya
3. Membatasi perdebatan
4. Menetapkan area masalah
5. Mengambil catatan tertulis
6. Membatasi jumlah peserta
7. Mengembangkan daftar-daftar bagi masing-masing produk kerja
yang akan dikaji
8. Mengalokasikan sumber-sumber daya
9. Melakukan pelatihan bagi semua tim pengkaji
10. Mengkaji kajian awal anda
Muhammad Taufik Syastra
Pendekatan Formal terhadap SQA
Komunitas rekayasa perangkat lunak mengatakan bahwa dibutuhkan
suatu pendekatan yang lebih formal terhadap jaminan kualitas
perangkat lunak.
Sintaksis dan semantik yang teliti dapat didefinisikan untuk setiap
bahasa pemograman, dan pendekatan yang tepat dan mirip terhadap
spesifikasi kebutuhan perangkat lunak juga dapat diperoleh.
Muhammad Taufik Syastra
Statistik Jaminan Kualitas
Banyak kesalahan yang ditemukan pada saat pengembangan perangkat
lunak. Berikut contoh-contoh penyebab kesalahan-kesalahan yang
terjadi :
1. Spesifikasi yang tidak lengkap (IES)
2. Kesalahan interpretasi komunikasi pelanggan (MCC)
3. Deviasi intensional dari spesifikasi (IDS)
4. Pelanggaran standar pemograman (VPS)
5. Kesalahan dalam representasi data (EDRIMI)
6. Kesalahan dalam logika desain (EDL)
7. Interface modul yang tidak konsisten (IMI)
8. Pengujian yang tidak lengkap atau keliru (IET)
9. Dokumentasi yang tidak lengkap atau tidak akurat (IID)
Muhammad Taufik Syastra
Statistik Jaminan Kualitas
Banyak kesalahan yang ditemukan pada saat pengembangan perangkat
lunak. Berikut contoh-contoh penyebab kesalahan-kesalahan yang
terjadi : (lanjutan)
10. Kesalahan dalam penerjemah bahasa pemograman desain (PLT)
11. Antarmuka manusia dengan komputer yang tidak konsisten atau
banyak mengandung ambiguitas (HCI)
12. dan masih banyak lagi (MIS)
Muhammad Taufik Syastra
Statistik Jaminan Kualitas
Kumpulan data untuk SQA Statistik
Muhammad Taufik Syastra
Statistik Jaminan Kualitas
Langkah pengisian tabel statistik SQA :
1. Isi jenis kesalahan berdasarkan penyebabnya
2. Isi berapa banyak kesalaha yang terjadi terhadap penyebabnya.
Misalkan IES terdapat kesalahan sebanyak 23.
3. Totalkan semua jumlah kesalahan
4. Buat persentase untuk masing-masing penyebab kesalahan dengan
rumus : jumlah kesalahan untuk setiap penyebab/total semua
kesalahan untuk semua penyebab * 100 %. Contoh : untuk IES =
(23/307)*100 = 7 %
5. Diantara kesalahan setiap penyebab kesalahan ditentukan seberapa
banyak kesalahan yang bersifat Serius, Moderat dan Minor. Contoh :
untuk total kesalahan IES = 23, Serius =10, Moderat = 10, Minor =
3
Muhammad Taufik Syastra
Statistik Jaminan Kualitas
Langkah pengisian tabel statistik SQA : (lanjutan)
6. Buat persentase untuk tiap sifat kesalahan tersebut, caranya sama
seperti point ke-4
7. Tentukan faktor pembobotan untuk setiap sifat kesalahan seperti :
5 untuk Serius, 3 untuk Moderat dan 1 untuk Minor
8. Buatlah pembobotan untuk masing-masing penyebab kesalahan
dengan rumus : PIi = ws(Si/Ei) + wm(Mi/Ei) + wt(Ti/Ei). PI :
bobot kesalahan, ws : bobot sifat kesalahan serius, wm : bobot sifat
kesalahan moderat, wt : bobot kesalahan minor, S : jumlah
kesalahan serius, M : jumlah kesalahan moderat, T : jumlah
kesalahan Minor, E : total masing-masing sifat kesalahan. Contoh :
PI IES = 5*(10/82) + 3*(10/110) + 1*(3/115)
Muhammad Taufik Syastra
Statistik Jaminan Kualitas
Langkah pengisian tabel statistik SQA : (lanjutan)
9. Hitunglah semua bobot kesalahan masing-masing penyebab.
10. Pilih kesalahan yang paling tinggi bobotnya, kesalahan itulah yang
menjadi prioritas utama.
Muhammad Taufik Syastra
Statistik Jaminan Kualitas
Hasil pembobotan masing-masing penyebab kesalahan
Banyaknya kesalahan yang muncul pada penyebab kesalahan belum
tentu menjadi prioritas utama, tetapi harus menghitung bobot
penyebab kesalahan tersebut.
Muhammad Taufik Syastra
Standar Kualitas ISO 9000
Agar terdaftar dalam satu model sistem jaringan kualitas yang ada
pada ISO 9000, sistem kualitas dan operasi perusahaan diperiksa oleh
auditor bagian ketiga untuk memeriksa kesesuaiannya dengan standar
dan operasi efektif.
Muhammad Taufik Syastra
Standar Kualitas ISO 9000
Manajemen kualitas ISO memperlakukan perusahaan sebagai jaringan
proses yang saling terhubung (interkoneksi).
Proses-prosesnya harus menekankan pada area yang telah
diidentifikasi pada standar ISO dan harus didokumentasikan dan
dipraktikkan sebagaimana dijelaskan.
Tetapi ISO tidak menggambarkan bagaimana organisasi seharusnya
mengimplementasikan elemen-elemen kualitas tersebut
Muhammad Taufik Syastra
Standar Kualitas ISO 9000
Untuk dapat didaftar dalam ISO 9001, organisasi perangkat lunak
harus membuat kebijakan dan prosedur yang memberi tekanan pada
masing-masing syarat tersebut dan kemudian dapat menunjukkan
bahwa prosedur dan fungsi itu telah diikuti.
“Catat apa yang anda kerjakan, dan kerjakan apa yang anda catat”
Muhammad Taufik Syastra
Manajemen Konfigurasi Perangkat
Lunak
Muhammad Taufik Syastra
SEKIAN
TERIMA KASIH
Muhammad Taufik Syastra
Daftar Pustaka
Buku :
Pressman, Roger S.. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi
(Buku Satu). Yogyakarta : Penerbit Andi.
Website :
www.google.com
Muhammad Taufik Syastra

similar documents